PARENTING
Anak People Pleaser Bisa Jadi Tak Bahagia saat Dewasa Menurut Psikologi, Ini 3 Cara Mencegahnya
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Minggu, 12 Apr 2026 19:00 WIBMemiliki anak yang ramah dan sopan rasanya seperti anugerah bagi setiap orang tua. Mereka sering berbagi mainan, selalu mengucapkan "tolong" dan "terima kasih," dan jarang bertengkar dengan teman-temannya.
Namun di balik sikap manis itu, bisa saja ada hal yang tidak terungkap, Bunda. Anak mungkin selalu ingin menyenangkan orang lain atau biasa juga disebut dengan people pleaser.
Selain itu, anak yang selalu mengutamakan kebutuhan orang lain daripada dirinya sendiri kerap menghindari konflik atau takut mengecewakan orang lain. Perilaku seperti ini ternyata bisa membuat anak tidak bahagia saat mereka dewasa, lho.
Oleh karena itu, Bunda bisa menyimak ulasan berikut ini supaya bisa mengenali tanda-tanda anak people pleaser dengan lebih jelas.
Anak people pleaser bisa membuat mereka tidak bahagia saat dewasa
Menurut seorang psikolog anak di Fast Company Innovation Festival, Amerika Serikat, Becky Kennedy, sifat ingin selalu menyenangkan orang lain ini bisa menjadi sumber kecemasan dan rasa hampa ketika anak dewasa nanti.
"Kita menyayangi anak-anak yang selalu berusaha menyenangkan orang lain saat mereka masih muda, karena mereka sudah sangat pandai memperhatikan apakah kita senang dengan mereka dan mengubah perilaku mereka sesuai dengan itu," jelas Kennedy, mengutip dari CNBC Make It.
"Dalam jangka panjang, jika kita ingin tahu apa yang sering menimbulkan kecemasan dan rasa hampa saat dewasa, itu biasanya berasal dari sifat-sifat seperti ini," ujarnya.
Beberapa ahli juga menyebut bahwa mendahulukan kebutuhan orang lain daripada diri sendiri dapat membuat anak cenderung menghindari konflik dan bergantung pada pujian dari orang lain, Bunda.
Lambat laun, anak pun bisa kehilangan kesadaran terhadap apa yang mereka butuhkan atau inginkan sendiri. Anak mungkin merasa bahwa keberadaan mereka hanya berarti jika bisa membuat orang lain 'bahagia'.
Tanda-tanda anak people pleaser
Anak-anak yang cenderung ingin selalu menyenangkan orang lain biasanya kesulitan untuk mengatakan "tidak". Mereka kerap mengorbankan keinginan atau kebutuhan dirinya sendiri demi orang lain.
Bicara soal hal ini, terdapat beberapa tanda anak people pleaser yang bisa dikenali seperti dikutip dari laman Parents:
- Anak sering minta maaf, bahkan saat sebenarnya tidak perlu.
- Anak sering mencari kepastian, misalnya bertanya berulang kali, "Apakah ini baik-baik saja?" atau "Apakah saya melakukannya dengan benar?".
- Anak jarang mengatakan "tidak," meski jelas itu bukan hal yang mereka inginkan atau sukai.
- Anak melakukan sesuatu hanya supaya disukai orang lain, misalnya pura-pura menikmati musik yang sebenarnya tidak mereka suka.
- Anak cenderung menghindari konflik.
- Anak sulit menetapkan batasan, sehingga mengambil lebih banyak tanggung jawab daripada yang mampu mereka tangani karena takut mengecewakan orang lain.
Cara menghindari agar anak tidak jadi people pleaser
Sebagai orang tua, Bunda bisa membantu anak belajar untuk tidak selalu berusaha menyenangkan orang lain. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari CNBC Make It:
1. Beri tahu anak bahwa kasih sayang Bunda tidak berubah meskipun sedang marah
Bunda bisa memberitahu anak bahwa meski sedang kesal, rasa sayang tetap ada. Misalnya, dengan mengatakan, "Ya, Bunda sedang kesal, sayang, dan meskipun Bunda sedang kesal, Bunda tetap menyayangimu".
Orang tua bisa rutin mengulang kalimat ini supaya anak merasa lebih percaya diri. Dengan begitu, kebiasaan anak selalu mencari validasi dari orang lain perlahan bisa berkurang.
2. Hargai pilihan anak saat mereka berbeda
Selanjutnya, Bunda bisa mengenali anak ketika mereka melakukan hal yang berbeda dari kebiasaan orang tua. Misalnya, saat orang tua mengatakan, "Kamu tahu Bunda sering makan yogurt untuk sarapan, tapi kamu tetap memilih yang kamu suka. Bunda pun senang kamu bisa menjadi diri sendiri".
Cara ini tentu bisa membantu anak merasa dihargai meski pilihannya berbeda dari orang tuanya. Anak pun belajar bahwa mereka boleh punya pendapat dan seleranya sendiri tanpa harus takut merasa salah.
3. Ajak anak membuat pilihan sendiri
Bunda bisa mengajak anak untuk belajar mengambil keputusan sendiri, walaupun terkadang membuat orang lain sedikit kecewa. Contohnya, saat anak sedang bermain lalu saudaranya ingin meminjam mainannya, Bunda bisa memberi kesempatan anak untuk memilih apa yang ingin dilakukan.
Seiring berjalannya waktu, anak akan lebih percaya diri dan berani menentukan pilihan mereka. Hal ini perlahan juga mengurangi kebiasaan mereka selalu menuruti keinginan orang lain.
Itulah penjelasan mengenai anak people pleaser bisa menjadi tidak bahagia saat dewasa menurut psikologi dan cara menghindarinya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tanda Anak Tumbuh Bahagia Berkat Pola Asuh Orang Tua yang Hebat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Anak Dipukul Temannya?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
5 Potret Baby Thomas Anak Aurelie Moeremans & Suami Bule, Diajak ke Kantor Sang Ayah
Apakah Vasektomi Bisa Dibatalkan? Ini Fakta dan Efek Samping yang Akan Terjadi
8 Tips Jitu Menghadapi Orang NPD dalam Kehidupan Sehari-hari
7 Cara Hadapi Suami Selingkuh
Anak People Pleaser Bisa Jadi Tak Bahagia saat Dewasa Menurut Psikologi, Ini 3 Cara Mencegahnya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Susu Ibu Hamil yang Bagus dan Rasanya Enak
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
7 Sofa Minimalis Harga di Bawah Rp2 Jutaan yang Nyaman & Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Susu yang Bagus untuk Ibu Hamil dan Janin
Melly FebridaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kotak Bekal Anak Stainless Steel Tahan Panas dan Anti Tumpah
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Baby Thomas Anak Aurelie Moeremans & Suami Bule, Diajak ke Kantor Sang Ayah
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Apakah Vasektomi Bisa Dibatalkan? Ini Fakta dan Efek Samping yang Akan Terjadi
Kesetiaan Ali Zainal Dampingi Istri saat Alami Stroke Mendadak, Beri Pesan Bahaya Bergadang
Anak People Pleaser Bisa Jadi Tak Bahagia saat Dewasa Menurut Psikologi, Ini 3 Cara Mencegahnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Umumkan Tanggal Manggung Terakhir, Thomas Ramdhan Keluar dari GIGI?
-
Beautynesia
8 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Suka Nimbrung di Grup Chat
-
Female Daily
myBCA International Java Jazz Festival 2026 Rayakan 21 Tahun dengan Gebrakan yang Spesial!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Rekomendasi Drakor Zombie di Sekolah yang Wajib Ditonton, Bikin Deg-degan
-
Mommies Daily
Terpopuler: Warna Lipstik Usia 35, hingga Pelajaran dari Perselingkuhan