PARENTING
Speech Delay pada Anak: Ketahui Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kinan | HaiBunda
Selasa, 14 Apr 2026 15:21 WIBSpeech delay pada anak menjadi salah satu kondisi yang kerap membuat orang tua khawatir. Sebenarnya seperti apa tanda-tanda speech delay dan bagaimana cara mengatasinya?
Speech delay merupakan kondisi ketika anak belum mampu mencapai sejumlah kosakata tertentu atau berkomunikasi secara verbal sesuai dengan tahap usia, yang seharusnya sudah bisa.
Rata-rata ketika mengalami terlambat bicara, anak juga belum mampu memahami apa yang dikatakan orang lain serta berkomunikasi dengan baik.
Menurut data dalam laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, fenomena saat ini menunjukkan banyak anak di Indonesia yang mengalami keterlambatan bicara atau speech delay.
Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyebutkan bahwa terdapat 5-8 persen anak prasekolah yang mengalami gangguan keterlambatan bicara.
Ada penelitian lain yang menyebutkan bahwa gangguan bicara menempati urutan kedua gangguan perkembangan anak, Bunda. Lebih dari 750.000 anak di Amerika Serikat usia 3-5 tahun mengalami keterlambatan bicara, sehingga memerlukan pendidikan khusus.
Tanda dan gejala speech delay pada anak
Menurut terapis wicara dan bahasa, Jori Harris, MS, CCC-SLP, anak yang terlambat bicara biasanya berusia di bawah 3 tahun dan berkembang normal dalam aspek lainnya. Namun, mereka lebih lambat untuk mulai menggunakan kata-kata dan berkomunikasi.
Anak dengan keterlambatan yang lebih serius mungkin mengalami kesulitan memahami instruksi sederhana atau mengenali kata-kata yang familiar, tidak menggunakan gerakan untuk menunjukkan ketertarikan pada sesuatu, atau sedikit tertinggal dalam keterampilan motorik maupun sosial.
Sering kali orang tua sulit membedakan apakah anak hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tonggak perkembangan bicara atau bahasa atau memang ada masalah lain yang mendasari.
Untuk itu, Bunda perlu melakukan konsultasi dengan tenaga profesional termasuk dokter anak atau psikolog anak.
Beberapa ciri-ciri yang perlu diwaspadai antara lain:
- Di usia 12 bulan: tidak menggunakan gerakan, seperti menunjuk atau melambaikan tangan untuk berpamitan
- Di usia 18 bulan: lebih memilih menggunakan gerakan daripada suara untuk berkomunikasi, kesulitan menirukan suara, mengalami kesulitan memahami permintaan verbal sederhana
- Di usia 2 tahun: hanya dapat menirukan ucapan atau tindakan, tapi tidak menghasilkan kata atau frasa secara spontan, hanya mengucapkan beberapa bunyi atau kata secara berulang, tidak dapat menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi
Penyebab speech delay pada anak
Sampai saat ini, belum terjadi jelas apa yang spesifik menjadi penyebab speech delay. Bisa jadi karena kombinasi beberapa faktor tertentu.
Selain itu, penyebab speech delay juga bisa berbeda pada masing-masing anak. Ada anak yang hanya membutuhkan waktu dan stimulasi lebih banyak, tapi ada juga yang memerlukan bantuan profesional.
Salah satu kemungkinan pemicu speech delay adalah kelahiran prematur yang dapat memengaruhi kapan anak mulai mencapai kemampuan bicara sesuai tahap usia.
Keterlambatan bicara juga bisa disebabkan oleh kondisi seperti gangguan pendengaran (yang mungkin disebabkan oleh infeksi telinga berulang), cerebral palsy, atau kondisi perkembangan lain seperti autisme.
Kebiasaan-kebiasaan lain yang berisiko menjadi penyebab speech delay di antaranya:
- Kurang stimulasi
- Jarang diajak berinteraksi atau mengobrol sejak kecil
- Terlalu banyak screen time
- Orang tua sering mengajak bicara dengan 'bahasa bayi' atau dicadel-cadelkan
Cara mengatasi speech delay pada anak
|
|
Menurut IDAI, salah satu kunci penting untuk mencegah speech delay adalah stimulasi perkembangan yang baik. Hal ini berarti orang tua perlu memberikan kegiatan-kegiatan yang pas.
Ketepatan waktu dalam menemukan tanda awal penyimpangan perkembangan anak juga tak kalah besar manfaatnya. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi speech delay, di antaranya:
1. Bermain dengan flash cards
Flash cards atau kartu bergambar bisa menjadi media untuk menstimulasi anak dengan speech delay.
Bunda bisa menyebutkan nama dari objek yang ada di kartu, lalu berikan kesempatan pada anak untuk berlatih mengulangi kata tersebut beberapa kali.
2. Bermain meniup lilin
Sambil diawasi, nyalakan lilin dan minta anak untuk meniupnya sampai mati. Kegiatan ini dapat melatih kekuatan otot mulut dan wajah yang berguna dalam meningkatkan kemampuan bicara anak.
Jika dilakukan secara berkala, tiup lilin juga dapat melatih otot motorik yang berkaitan dengan kemampuan anak berbicara. Termasuk di antaranya sistem gerak otot yang mencakup area mulut seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit, dan juga pipi.
3. Meniup dengan sedotan
Sediakan bola kapas dan sedotan, lalu letakkan kapas di atas meja atau lantai. Setelah itu, minta Si Kecil untuk meniup bola kapas sejauh mungkin.
Meski terlihat sederhana, meniup dapat melatih otot mulut anak dan membantunya mengucapkan kata.
4. Kurangi atau hentikan screentime
Jika memungkinkan, minimalkan atau hindari screen time di rumah. Termasuk untuk menonton televisi atau bermain gadget.
Menurut sebuah studi dalam JAMA Pediatrics, anak-anak yang terlalu sering menonton televisi berisiko mengalami keterlambatan dalam perkembangan bicara yang berarti.
Saat screen time, komunikasi dua arah anak sangat minim sehingga ia kurang fokus menyimpan informasi kosakata dari ucapan orang lain.
5. Lebih sering bermain dan berinteraksi dengan anak
Tak sekadar menyenangkan, bermain dan berinteraksi tapi juga memberi banyak manfaat bagi kemampuan bicara anak. Dari sini, mereka belajar berkomunikasi dan mengekspresikan diri.
Sebisa mungkin sediakan waktu rutin untuk bermain dengan anak setiap hari, misalnya dengan mengajak ke taman atau bermain bola.
6. Bercerita tentang lingkungan sekitar
Saat sedang bepergian ke luar rumah, Bunda bisa lebih aktif menceritakan suasana sekitar. Misalnya, sebutkan nama-nama makanan atau bacaan yang ada, sehingga anak dapat menyerap lebih banyak bahasa baru dan terpacu untuk mengucapkannya.
7. Konsultasi dengan profesional
Untuk mendapatkan penanganan yang tepat lebih lanjut, Bunda juga bisa melakukan konsultasi dengan profesional seperti dokter atau psikolog.
Hal ini juga penting untuk memastikan capaian tonggak bahasa dan bicara anak. Jika benar ditemukan ada keterlambatan, cara mengatasinya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)