PARENTING
Nasib Perawat RSHS Bandung Terkait Insiden Bayi Hampir Tertukar, Diberi Sanksi SP 1
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 13 Apr 2026 14:20 WIBKasus bayi nyaris tertukarnya di rumah sakit belum lama ini terjadi di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Kasus ini menjadi viral di media sosial hingga pemerintah turun tangan, Bunda.
Tak hanya itu, pihak manajemen rumah sakit diminta untuk segera mengambil langkah evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang. Salah satu evaluasi ini melibatkan pembenahan standar operasional prosedur (SOP).
Fakta kasus bayi nyaris tertukar di RSHS
Berikut 8 fakta terkait kasus bayi nyaris tertukar di RSHS yang melibatkan oknum perawat:
1. Oknum perawat diberikan SP1
Kasus bayi nyaris tertukar ini terjadi saat ibu bayi sedang melakukan proses administrasi terkait persalinan. Setelah ingin mengambil anaknya di ruang perawatan yang dititipkan ke perawat, sang ibu tidak bisa menemukan. Ia justru melihat anaknya tengah bersama orang lain yang tidak dikenal.
Insiden ini diketahui melibatkan seorang oknum perawat, Bunda. Setelah beritanya viral, Direktur Utama RSUP Dr Hasan Sadikin Rachim Dinata Marsidi mengungkapkan bahwa perawat yang terlibat telah langsung dinonaktifkan dari tugas pelayanan pasien.
"Perawatnya dinonaktifkan dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP1," kata Rachim, Jumat (10/4/26).
2. Rumah sakit akan membenahi SOP
Pihak rumah sakit tak hanya mengambil tindakan untuk perawat yang terlibat dalam kelalaian. Mereka juga akan melakukan pembenahan internal yang dilakukan melalui penguatan kembali SOP, terutama dalam proses penyerahan bayi kepada orang tua.
"RSHS akan mengevaluasi dan melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan SOP mengenai penyerahan bayi ke pada orang taunya yang selama ini sudah berjalan dengan baik," ujar Rachim.
3. Siap dievaluasi Kemenkes
Dalam keterangannya, Rachim menegaskan bahwa pihak rumah sakit bersikap terbuka terhadap evaluasi dari pemerintah pusat, dalam hal ini adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pihaknya juga telah melaporkan insiden ini ke pusat, Bunda.
"Kami RSHS siap untuk dilakukan evaluasi oleh Kemenkes dan kami sudah melaporkan ke Kemenkes terkait kejadian ini," ungkapnya.
Selain ketiga fakta di atas, masih ada lima fakta lain terkait kasus bayi nyaris tertukar di RSHS.
TERUSKAN MEMBACA DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)