HaiBunda

PARENTING

Awas! Anak dengan Kemampuan Baca dan Tulis Rendah Berisiko Tidak Berprestasi

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Minggu, 19 Apr 2026 14:00 WIB
Dampak kemampuan calistung rendah./ Foto: Getty Images/Goodboy Picture Company

Pernah nggak Bunda bayangkan betapa luasnya dunia yang bisa dijelajahi Si Kecil lewat kemampuan membaca dan menulis? Dua kemampuan ini adalah fondasi dasar yang akan ia pakai seumur hidupnya.

Tak bisa dipungkiri, dalam berbagai lini kehidupan tentu membutuhkan kemampuan baca dan menulis, itulah mengapa kedua kemampuan tersebut tidak boleh dilewatkan oleh anak-anak. Dengan membaca dan menulis, seseorang dapat menjalani berbagai pekerjaan dengan lebih mudah dan lancar.

Sebaliknya, jika kemampuan membaca dan menulis rendah, justru dapat merugikan diri sendiri karena akan kehilangan banyak kesempatan.


Salah satunya ketika duduk di bangku sekolah, Bunda. Hampir seluruh kegiatan di sekolah membutuhkan kemampuan tersebut, mulai dari memahami soal, membaca buku pelajaran, hingga menuliskan jawaban atas soal-soal yang diberikan.

Melansir dari World Literacy Foundation, ketika anak sulit membaca atau menulis, mereka juga akan sulit memahami materi pelajaran, Bunda. Akibatnya, hasil belajar menjadi kurang maksimal dan prestasi akademik pun dapat menurun.

Hal ini tentu menjadi perhatian khusus bagi setiap negara, sebab kemampuan membaca dan menulis yang rendah dapat berdampak luas, baik itu pada keluarga maupun aspek lain, seperti ekonomi. Sehingga dapat dikatakan masalah ini akan berdampak panjang bila tak segera diatasi.

Seberapa banyak anak-anak hingga dewasa yang tidak mampu membaca dan menulis dengan baik?

Permasalahan rendahnya kemampuan membaca dan menulis merupakan isu global yang sangat serius. Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), berbagai negara telah berkomitmen untuk mengurangi 165 juta anak dengan buta huruf pada tahun 2030.

Namun, data terbaru justru menunjukkan adanya peningkatan sebesar 21 juta anak buta huruf, jauh dari prediksi sebelumnya. Bahkan, World Bank memperkirakan 70 persen anak di negara berpenghasilan rendah tidak mampu membaca dan memahami teks sederhana.

Tidak hanya pada anak-anak, kemampuan membaca dan menulis yang rendah juga ditemukan pada kelompok dewasa yang memengaruhi aspek politik, Bunda. Mengutip dari laman Universitas Hamburg, pada LEO PIAAC 2023 setidaknya ditemukan data sebagai berikut:

  • Proporsi masyarakat dengan tingkat literasi rendah di Jerman berada pada angka 20 persen, setara dengan 10,6 juta orang dewasa berusia 16-65 tahun.
  • Terdapat kesenjangan kepercayaan pengaruh politik (efikasi diri politik) di Jerman pada orang dewasa yang tingkat literasinya rendah dan tinggi. 17 persen orang dengan literasi rendah percaya dan 33 persen orang dengan literasi yang lebih tinggi tidak percaya.
  • Di Austria, orang dewasa yang literasinya tinggi dan rendah sama-sama merasa tidak didengar dalam hal politik. Mayoritas warganya juga merasa suara mereka tidak dipedulikan oleh pemerintah.
  • Sementara di Swiss, orang dewasa dengan literasi tinggi dan rendah sekalipun merasa punya pengaruh yang besar dalam politik. Sebanyak 42 persen merasa suara mereka didengar oleh pemerintah.

Dampak kemampuan membaca dan menulis yang rendah

Tidak hanya berisiko menurunkan prestasi, rendahnya kedua kemampuan tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masa depan anak, Bunda. Berikut hal-hal yang harus orang tua ketahui, dikutip dari laman World Literacy Foundation.

1. Terhambatnya kehidupan setelah sekolah

Anak dengan kemampuan membaca dan menulis yang rendah mengalami berbagai kesulitan di sekolah yang membuatnya sangat tertinggal dibandingkan teman sebayanya. Selain berdampak pada hasil akademik, risiko putus sekolah juga sangat besar.

Apabila anak putus sekolah, tentunya mereka gagal untuk mendapatkan ijazah sekolah. Tanpa ijazah sekolah dan kemampuan yang terbatas, mereka sangat berisiko menghadapi hambatan yang lebih besar saat memasuki dunia kerja yang profesional.

2. Ekonomi

Hal ini tentunya juga akan berdampak pada ekonomi, Bunda. Seperti yang kita tahu bahwa pendidikan berkaitan erat dengan tingkat kesejahteraan, sehingga keterbatasan dalam membaca dan menulis dapat menjebak seseorang dalam siklus kemiskinan.

Sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak juga disebabkan oleh masalah tersebut. Nantinya akan berdampak pada rendahnya pendapatan, terbatasnya peluang kerja atau jenjang karier, hingga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.

3. Konsekuensi sosial dan emosional

Anak-anak yang memiliki kemampuan membaca dan menulis rendah mungkin akan merasa malu, canggung, atau terisolasi. Emosi ini dapat menyebabkan kurangnya kepercayaan diri dan penilaian diri serta mengganggu mereka untuk terlibat dalam kegiatan sosial.

4. Kesehatan mental

Stress dan frustrasi akibat tidak mampu memahami banyak hal yang berkaitan dengan tulisan dapat menyebabkan kecemasan hingga depresi. Ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau mengekspresikan diri melalui bacaan dan tulisan membuat mereka merasa kesepian dan terasingkan.

5. Keluarga 

Kemampuan membaca dan menulis yang rendah dapat memberikan efek domino dalam kehidupan, terutama pada keluarga. Misalnya, orang tua yang memiliki keterbatasan tersebut kurang mampu mendukung pendidikan anak-anak mereka sehingga sang anak juga mengalami hal serupa.

Demikian informasi mengenai bagaimana kemampuan membaca dan menulis yang rendah pada anak usia sekolah mampu memengaruhi masa depannya. Semoga penjelasannya bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Usia Berapa Idealnya Anak Sudah Bisa Calistung?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Dipicu Masalah Sewa, Seorang Perempuan Diduga Dikunci di Daycare Ciputat

Mom's Life Pritadanes

5 Resep Nugget Ayam Wortel Homemade yang Disukai Anak, Empuk dan Anti Gagal

Mom's Life Amira Salsabila

Kumpulan Doa Novena Santa Anna untuk Memohon agar Mendapatkan Keturunan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Viral! Sosok Mita Yulian, Gadis Indonesia Jadi Volunteer Piala Dunia 2026

Mom's Life Tim HaiBunda

10 Wisata Alam Jakarta dan Sekitarnya untuk Anak agar Aktif Bergerak

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Wisata Alam Jakarta dan Sekitarnya untuk Anak agar Aktif Bergerak

Dipicu Masalah Sewa, Seorang Perempuan Diduga Dikunci di Daycare Ciputat

5 Resep Nugget Ayam Wortel Homemade yang Disukai Anak, Empuk dan Anti Gagal

Kumpulan Doa Novena Santa Anna untuk Memohon agar Mendapatkan Keturunan

Deretan Aktor Korea Selatan Lepas Warga Negara Asing demi Wamil, Salah Satunya Bintang 'Agent Kim Reactivated'

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK