PARENTING
9 Sinyal Anak Dewasa yang Mulai Tidak Nyaman dengan Orang Tua
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Sabtu, 18 Apr 2026 18:40 WIBHubungan antara orang tua dan anak yang sudah dewasa mungkin tidak lagi sama seperti dahulu. Ada kalanya komunikasi terasa begitu canggung, hingga membuat orang tua ingin tahu tentang apa yang sebenarnya dirasakan anak.
Di sisi lain, perubahan sikap anak dewasa tidak selalu ditunjukkan secara langsung. Banyak hal justru tersampaikan lewat isyarat yang sering tidak kita sadari dalam keseharian.
Menurut seorang psikolog sekaligus penasihat media Hope for Depression Research Foundation, Dr. Ernesto Lira de la Rosa, Ph.D., dengan mengenali tanda-tanda ini bisa membantu memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak.
"Memahami pesan-pesan halus yang mungkin dikirimkan anak Anda dapat membantu Anda membangun hubungan yang lebih jujur dan terhubung," ungkapnya, dikutip dari laman Yahoo Life.
"Anak-anak dewasa mungkin tidak selalu merasa nyaman mengatakan persis bagaimana perasaan mereka, terutama jika percakapan sebelumnya tegang atau emosional," lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa jarak emosional ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti pengalaman masa lalu hingga kesalahpahaman. Oleh karena itu, psikolog membagikan beberapa sinyal yang menunjukkan anak mulai tidak nyaman dengan orang tua.
Baca Juga : Anak Ketahuan Berbohong? Ini Kalimat yang Perlu Diucapkan Orang Tua agar Mereka Mau Berkata Jujur |
Sinyal anak dewasa mulai tidak nyaman dengan orang tua
Ada beberapa tanda anak dewasa yang mulai tidak nyaman dengan orang tua, seperti dikutip dari laman Yahoo Life. Simak penjelasan lengkapnya:
1. Komunikasi terbatas hanya di momen tertentu
Seorang psikolog asal Florida, Stefanie Mazer, menjelaskan bahwa anak dewasa mungkin hanya akan menghubungi orang tua di waktu-waktu tertentu saja. Biasanya, hal ini terjadi saat momen seperti hari libur, ulang tahun, atau kegiatan khusus keluarga.
Ia juga menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa hubungan yang dijaga anak hanya karena kewajiban, bukan karena adanya kedekatan secara emosional, Bunda.
"Ini bisa menjadi tanda bahwa mereka mempertahankan hubungan karena kewajiban, bukan karena ikatan emosional," kata Mazer.
"Tidak adanya komunikasi santai sehari-hari menunjukkan bahwa mereka tidak mencari kedekatan atau kenyamanan dari Anda," jelasnya.
2. Selalu ingin terburu-buru saat berkunjung
Anak yang sudah dewasa terkadang datang berkunjung ke rumah orang tua, tetapi terlihat tidak betah berlama-lama. Mereka bahkan bisa tampak seperti ingin segera mengakhiri pertemuan.
Mazer menjelaskan bahwa jika anak tidak betah berlama-lama atau sering mencari alasan untuk mempersingkat waktu, kemungkinan mereka sedang berusaha mengatasi ketidaknyamanannya, Bunda.
"Jika mereka tidak pernah berlama-lama, selalu punya alasan untuk mempersingkat waktu atau tampak lega ketika kunjungan berakhir, mereka mungkin sedang berusaha mengatasi ketidaknyamanan daripada menikmati waktu bersama Anda," katanya.
3. Hanya menghubungi orang tua saat butuh
Interaksi dengan anak yang sudah dewasa sering kali terasa tidak lagi hangat seperti sebelumnya. Komunikasi bisa saja terasa singkat dan hanya terjadi pada situasi tertentu saja.
Psikolog berlisensi di Thriveworks, Dr. Jan Miller, Ph.D., menjelaskan bahwa anak dewasa mungkin hanya menghubungi orang tuanya saat mereka membutuhkan sesuatu.
"Kontak anak dewasa mungkin sebagian besar atau seluruhnya bersifat transaksional. Mereka mungkin hanya berbicara dengan orang tua ketika mereka menginginkan atau membutuhkan sesuatu," ujarnya.
4. Jarang membagikan kabar kehidupannya
Selanjutnya, anak yang mulai tidak nyaman dengan orang tuanya biasanya tidak rutin membagikan kabar tentang kehidupannya. Bahkan, tidak jarang kabar baru didapat setelah Bunda yang lebih dahulu menghubungi.
Hal ini bisa menjadi tanda bahwa hubungan mulai terasa agak renggang. Namun, Bunda perlu melihatnya secara perlahan tanpa langsung mengambil kesimpulan.
5. Tidak selalu melibatkan orang tua dalam perubahan hidup
Anak yang sudah dewasa tidak selalu melibatkan orang tua saat terjadi perubahan dalam hidupnya. Hal ini bisa terlihat ketika mereka menjalani momen penting tanpa mengajak keluarga.
Meski begitu, kita tetap perlu menjaga komunikasi supaya hubungan bisa tetap terjalin dengan baik. Dengan begitu, Bunda dan anak bisa saling memahami satu sama lain.
6. Jarang meminta nasihat atau dukungan dari orang tua
Tidak semua anak yang sudah dewasa menjadikan orang tua sebagai tempat untuk meminta nasihat atau dukungan. Dalam beberapa kondisi, mereka lebih memilih menyelesaikan masalahnya sendiri atau mencari orang lain.
Seharusnya orang tua bisa menjadi tempat yang 'aman' bagi anak, baik saat senang maupun sulit. Namun, peran seperti ini tidak selalu dirasakan sepenuhnya oleh anak.
7. Sering terlihat kesal saat berinteraksi dengan orang tua
Dalam beberapa situasi, Bunda mungkin merasa percakapan dengan anak seperti harus sangat berhati-hati. Jika setiap interaksi mudah memicu reaksi yang tidak menyenangkan, ini bisa menjadi tanda tertentu.
Anak yang sudah dewasa bisa terlihat mudah jengkel atau kesal saat berinteraksi dengan orang tua. Kondisi ini bisa terjadi cukup sering, bahkan tanpa alasan yang jelas.
8. Anak jarang menunjukkan kasih sayang secara fisik
Sebagian anak yang sudah dewasa tidak lagi sering menunjukkan kasih sayang secara fisik kepada orang tua. Menurut psikolog Mazer, hal ini bisa terlihat dari berkurangnya sentuhan seperti pelukan atau kedekatan saat bertemu.
"Tidak ada pelukan, tidak ada sentuhan biasa, tidak ada kehangatan dalam bahasa tubuh dapat mengungkapkan banyak hal," ungkapnya.
"Kasih sayang bukan hanya kebiasaan. Biasanya itu merupakan cerminan kenyamanan dan kedekatan emosional, dan ketiadaannya sering kali berarti mereka menjaga jarak emosional," sambungnya.
9. Cenderung menjaga jarak dengan orang tua
Berikutnya, anak bisa saja memilih untuk menjaga jarak dengan orang tuanya. Kondisi ini biasanya terlihat ketika mereka tidak berusaha mendekatkan hubungan seperti sebelumnya.
Dalam beberapa situasi, mereka tetap berkomunikasi tetapi hanya sebatas hal-hal tertentu saja. Jika Bunda mendapati hal ini, yang terpenting adalah tetap menjaga komunikasi agar hubungan tetap terjalin dengan baik.
Itulah penjelasan mengenai beberapa sinyal anak dewasa yang mulai tidak nyaman dengan orang tua.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Kebiasaan Anak Laki-laki yang Terbentuk dari Sikap Ayah, Dampaknya Sampai Dewasa
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Perlukah Orang Tua Minta Maaf setelah Memarahi Anak? Ini Kata Psikolog
Mengenal Apa Itu Aturan Parenting 5:1 untuk Anak, Bangun Kedekatan Emosional
Jangan Sering Ucap "Karena Bunda & Ayah Bilang Begitu", Psikolog Ungkap Kalimat Penggantinya
Tanda-Tanda Bunda Termasuk Orang Tua Menyenangkan
TERPOPULER
Potret Audi Marissa di Bali Usai Berpisah dari Anthony Xie, Ungkap Isi Hati
Benarkah Abu Vulkanik Bisa Bikin Makin Tanaman Subur? Begini Kata Pakar
Potret Sekala Putra Ayudia dan Ditto Percussion Ikut Turnamen Golf
Ciri Orang yang Nyaman Punya Sedikit Teman, Lebih Memilih Pertemanan yang Berkualitas
Pria Juga Mengalami Masa Menopause, Mitos atau Fakta?
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Audi Marissa di Bali Usai Berpisah dari Anthony Xie, Ungkap Isi Hati
Benarkah Abu Vulkanik Bisa Bikin Makin Tanaman Subur? Begini Kata Pakar
Potret Sekala Putra Ayudia dan Ditto Percussion Ikut Turnamen Golf
Ciri Orang yang Nyaman Punya Sedikit Teman, Lebih Memilih Pertemanan yang Berkualitas
Orang Tua yang Sedang Stres Ternyata Bisa Picu Anak Main HP Kelamaan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sering Salah Pakai Body Scrub Krim? Ini Cara yang Bikin Kulit Beneran Halus
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Bentuk Kepalan Tangan Bisa Ungkap Kepribadian Dirimu, Cek!
-
Female Daily
Men’s Biore Awesome Skool Fest 2026 Kembali Sold Out, Apa Saja Keseruannya?
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Anne Hathaway Hamil 6 Bulan, Pakai Kemeja Denim Tak Dikancing
-
Mommies Daily
Jangan Disepelekan! 7 Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung