parenting
Mengenal Apa Itu Aturan Parenting 5:1 untuk Anak, Bangun Kedekatan Emosional
HaiBunda
Senin, 15 Jun 2026 21:30 WIB
Daftar Isi
Menghadapi tantangan saat mengasuh anak memang bukan hal yang mudah. Ada kalanya, Bunda merasa bingung saat harus menghadapi tantrum, pertengkaran antar saudara kandung, atau masalah anak di sekolah.
Hingga kini, banyak orang tua yang berusaha mencari cara untuk membangun hubungan yang lebih hangat dengan anak. Salah satu pendekatan yang cukup banyak dibahas oleh para ahli adalah aturan parenting 5:1.
Menurut psikolog klinis sekaligus Kepala Divisi Psikologi di Phoenix Children's, Carla C. Allan, aturan parenting 5:1 dapat menjadi panduan dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aturan parenting 5:1 adalah pedoman untuk membangun hubungan yang sehat," ungkap Allan dikutip dari laman Parents.
Allan juga menjelaskan bahwa penerapan aturan ini secara konsisten dapat memberikan banyak manfaat bagi keluarga.
"Ketika orang tua menerapkan aturan parenting 5:1 secara konsisten, mereka memberikan contoh pengaturan emosi, mengurangi stres keluarga, serta membantu membangun kepercayaan dan ketahanan pada anak-anak mereka," kata Allan.
Lalu, sebenarnya apa itu aturan parenting 5:1 dan bagaimana cara menerapkannya dalam keseharian? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Mengenal aturan parenting 5:1
Dikutip dari Parents, aturan parenting 5:1 ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog asal Amerika Serikat, John Gottman, PhD. Konsep ini berawal dari penelitiannya tentang hubungan pernikahan yang menunjukkan bahwa hubungan langgeng memiliki lebih banyak interaksi positif dibandingkan interaksi negatif.
Dalam penelitiannya, Gottman menemukan bahwa hubungan yang sehat ditandai dengan sekitar lima interaksi positif untuk setiap satu interaksi negatif. Rasio tersebut kemudian dikenal sebagai aturan 5:1.
Meski awalnya diterapkan pada hubungan antara pasangan, aturan ini juga dinilai cocok diterapkan dalam pengasuhan anak. Sebab, anak cenderung tumbuh lebih baik saat menerima lebih banyak perhatian dan dukungan.
Menurut psikolog berlisensi sekaligus pendiri Practice San Francisco, Nina Kaiser, orang tua dapat membayangkan hubungan dengan anak seperti sebuah rekening bank, bahwa hubungan yang kuat perlu dibangun melalui interaksi yang dilakukan secara konsisten.
"Kita perlu memikirkan hubungan kita dengan anak-anak kita seperti rekening bank, di mana kita perlu melakukan setoran secara konsisten untuk menjaga hubungan yang kuat agar memiliki ruang lebih saat kita perlu melakukan penarikan atau koreksi," ujar Kaiser.
Kaiser menjelaskan bahwa seseorang cenderung berkembang lebih baik saat merasa dihargai dan terhubung dengan orang di sekitarnya. Hal yang sama juga berlaku pada anak-anak, Bunda.
"Kita semua cenderung berkinerja terbaik ketika kita merasa terhubung dan dihargai oleh orang-orang yang bertanggung jawab. Ini berlaku untuk kita sebagai orang dewasa, dan juga berlaku untuk anak-anak kita," jelasnya.
Tips menerapkan aturan parenting 5:1
Menurut psikolog Kaiser, menerapkan aturan parenting 5:1 berarti kita berusaha menghadirkan lebih banyak interaksi positif dalam keseharian bersama anak. Bisa berupa pujian, dukungan, maupun quality time yang membuat mereka merasa diperhatikan.
Kaiser menuturkan bahwa banyak orang tua lebih mudah melihat kesalahan anak dibandingkan hal-hal baik yang mereka lakukan. Maka itu, kita harus lebih peka terhadap perilaku positif yang ditunjukkan anak setiap harinya.
"Sangat mudah bagi kita untuk melihat dan mengomentari hal-hal yang salah atau di mana hal-hal perlu diubah atau diperbaiki, dan jauh lebih sulit untuk memperhatikan hal-hal yang berjalan dengan baik atau bahwa anak-anak kita melakukannya dengan baik," katanya.
Untuk menerapkan aturan ini, orang tua dapat membiasakan untuk memberi perhatian pada hal-hal yang dilakukan anak dengan baik. Tidak hanya saat anak berprestasi saja, tetapi juga ketika mereka menunjukkan sikap yang positif.
Sementara itu, Allan menegaskan bahwa orang tua tidak perlu menghitung atau mencatat setiap interaksi positif dan negatif yang terjadi. Nah, yang paling penting adalah meningkatkan perhatian yang diberikan kepada anak.
"Orang tua tidak perlu mencatat secara detail," ungkap Allan.
"Sebaliknya, tujuannya adalah untuk lebih memperhatikan kualitas perhatian orang tua kepada anak-anak mereka. Karena secara alami otak manusia cenderung lebih cepat menyadari ancaman atau masalah daripada peristiwa positif. Karena secara alami otak manusia mudah menangkap hal-hal negatif atau masalah dibandingkan hal-hal positif, orang tua perlu melatih kesadaran diri agar interaksi positif tidak kalah oleh momen koreksi," lanjutnya.
Aturan parenting 5:1 meningkatkan hubungan orang tua dan anak
Ilustrasi Keluarga/ Foto: Getty Images/iStockphoto |
Allan membeberkan bahwa hubungan yang penuh perhatian dapat membuat anak merasa lebih aman, sehingga mereka tidak perlu mencari perhatian dengan cara yang negatif.
"Hubungan yang kuat dan penuh perhatian juga mengurangi kebutuhan anak-anak untuk bertindak agresif demi mendapatkan perhatian. Ketika perhatian diberikan secara bebas dan konsisten, perilaku cenderung tidak akan meningkat menjadi upaya untuk diperhatikan," katanya.
Menurut Allan, cara orang tua berinteraksi sangat berpengaruh pada sikap anak dalam bekerja sama dan mengikuti arahan. Jika lebih sering diisi interaksi negatif, anak mungkin akan bertingkah nakal dan sulit diarahkan.
Sementara itu, psikoterapis sekaligus pendiri Mommy Groove Therapy & Parent Coaching, Olivia Bergeron, LCSW, menuturkan bahwa hubungan menjadi hal penting dalam pengasuhan. Ia menjelaskan, hubungan yang baik antara orang tua dan anak membuat anak lebih mudah mengikuti arahan karena tumbuh rasa percaya.
"Hubungan kita adalah pengungkit terbaik kita dengan anak-anak," kata Bergeron.
"Jika orang tua dan anak-anak memiliki hubungan yang kuat dan terhubung, anak-anak kita jauh lebih mungkin mengikuti arahan kita. Mereka belajar untuk mempercayai kita. Kita tidak berada di pihak yang berlawanan. Ini membuat pengasuhan jauh lebih mudah dengan membatasi perebutan kekuasaan dan konflik," tuturnya.
Seberapa efektif aturan parenting 5:1 untuk anak?
Bergeron menjelaskan bahwa prinsip utama dalam aturan parenting 5:1 dapat diterapkan di semua usia anak. Pada anak usia balita, mereka mulai paham bahwa kasih sayang orang tua tidak berubah meskipun perilaku mereka berbeda-beda.
Sementara itu, anak usia sekolah belajar bahwa nilai diri mereka tidak hanya bergantung pada prestasi saja.
"Balita belajar bahwa kasih sayang orang tua mereka tidak bergantung pada perilaku, melainkan konstan. Anak-anak usia sekolah belajar bahwa nilai mereka tidak bergantung pada prestasi atau kemampuan mereka, tetapi pada siapa mereka sebagai teman dan anggota keluarga," kata Bergeron.
"Selain itu, remaja belajar bahwa meskipun mereka bereksperimen dan pengaruh teman sebaya semakin kuat, orang tua mereka berada di pihak mereka, sehingga dampaknya tetap kuat," sambungnya.
Ia menambahkan bahwa aturan parenting 5:1 bukan berarti membiarkan anak tanpa batasan atau aturan ya, Bunda. Justru, pendekatan ini tetap disertai aturan yang jelas dalam pengasuhan.
Selain itu, psikolog Allan menjelaskan bahwa bentuk apresiasi yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan usia anak. Ini penting ya Bunda agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
"Anak-anak kecil mungkin merespons dengan baik terhadap pujian yang antusias dan terang-terangan," kata Allan.
"Sementara remaja sering kali lebih menyukai pengakuan yang halus dan tulus atas usaha atau kompetensi mereka. Prinsipnya tetap sama, tetapi cara kita mengungkapkannya harus berkembang agar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka," tambahnya.
Itulah pembahasan mengenai aturan parenting 5:1 dalam membangun hubungan emosional yang lebih dekat dengan anak. Semoga dapat menjadi inspirasi, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Parenting
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Parenting
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Parenting
Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Anak Dipukul Temannya?
Parenting
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi Keluarga/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Alasan Gaya Parenting Type C, Dianggap sebagai Pola Pengasuhan Paling Keren
Psikolog Minta Orang Tua Hindari 7 Kalimat Ini saat Anak Susah Diatur
Dampak Orang Tua Sering Berkata Tidak atau No pada Anak, Simak Kalimat Penggantinya