HaiBunda

PARENTING

Kapan Mainan Gigitan Aman Diberikan ke Bayi?

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 21 Apr 2026 18:50 WIB
Mainan gigitan bayi/ Foto: Getty Images/Chayantorn

Senang dan lega rasanya melihat bayi mulai memiliki gigi pertama mereka. Namun, di balik tumbuhnya gigi pertama, Si Kecil mungkin mengalami ketidaknyamanan pada area gusinya. Tak jarang dalam proses tumbuh gigi, mereka pun menjadi rewel dan mudah marah.

Ya, fase tumbuh gigi ini menyakitkan bagi sebagian besar bayi karena tanda-tandanya kadang datang dan pergi. Mengutip laman Health Service Executive (HSE), jika bayi sedang tumbuh gigi, mereka mungkin:

  • memiliki pipi yang memerah
  • mengeluarkan air liur
  • menggigit kepalan tangan atau mainan mereka lebih sering dari biasanya
  • mengalami gusi yang sakit dan nyeri serta lebih sering menangis
  • mengalami ruam popok

Untuk mengatasi bayi yang tidak nyaman saat tumbuh gigi yakni salah satunya dengan mainan gigitan atau biasa kita sebut teether.


Mainan tumbuh gigi adalah pereda nyeri yang aman untuk bayi, saat giginya mulai tumbuh. Bayi yang sedang tumbuh gigi memiliki keinginan untuk memberi tekanan pada gusi tempat gigi muncul. Mengunyah mainan tumbuh gigi dapat menenangkan gusi yang sakit.

Dalam artikel kali ini akan kita bahas tentang mainan gigitan bayi, terutama kapan waktu yang tepat. Simak selengkapnya berikut ini!

Kapan mainan gigitan aman diberikan ke bayi?

Tumbuh gigi biasanya terjadi pada balita antara usia 4 dan 24 bulan. Seperti yang sudah dibahas, tanda dan gejala tumbuh gigi meliputi ngiler, mudah marah, dan gusi sensitif. Bunda mungkin memperhatikan kelesuan pada balita di pagi hari.

Mainan gigitan memberikan bantuan dengan memberi balita sesuatu yang aman untuk dikunyah, membantu mengurangi ketidaknyamanan dan mengurangi peradangan.

Perlu dicatat, untuk membeli mainan gigit bayi yang terbuat dari silikon atau karet lembut. Bunda juga dapat mendinginkan mainan gigit bayi di lemari es sebelum memberikannya kepada bayi  untuk mengurangi rasa sakit. Namun, jangan memasukkannya ke dalam freezer, karena akan terlalu keras untuk dikunyah bayi dan dapat merusak gusinya.

Jika Bunda baru saja membeli mainan untuk gigi bayi,  perlu memastikan beberapa hal sebelum memberikannya.

Dikutip dari WebMD, berikut beberapa tips yang perlu dipertimbangkan:

  • Carilah mainan gigitan bayi dengan komponen padat karena potongan-potongan yang lepas biasanya mudah patah. Bayi akan menelan potongan-potongan ini dan mungkin tersedak.
  • Beberapa mainan gigit bayi mengandung cairan atau gel. Cobalah untuk menghindari mainan gigit bayi seperti itu karena bayi dapat dengan mudah mengunyahnya hingga berlubang.
  • Jangan pernah menjepit atau mengaitkan mainan gigit bayi di leher dan pakaian bayi. Karena bayi selalu bermain dan bergerak, mainan tersebut dapat tersangkut di lehernya dan membuatnya tersedak.

Membersihkan mainan gigitan bayi

Bunda dapat dengan mudah membersihkan dan mensterilkan mainan gigitan bayi. Saat membersihkan mainan, pastikan Bunda tidak membiarkan lebih banyak kelembapan bersentuhan dengan mainan tersebut.

Ambil kain bersih dan rendam dalam air sabun hangat atau campuran pemutih yang diencerkan. Kemudian, usap mainan dengan hati-hati, hindari lubang-lubang pada mainan yang dapat memungkinkan kelembapan masuk dan menyebabkan pertumbuhan jamur.

Lebih baik menghindari penggunaan mainan gigitan yang sebelumnya digunakan oleh anak lain. Ganti mainan gigitan lama dengan yang baru daripada memberikannya kepada anak lain.

Beberapa mainan gigitan bayi juga dilengkapi dengan instruksi pembersihan khusus. Jadi, jangan lupa untuk ikuti instruksi pembersihan pada produk mainan gigitan tersebut, ya.

Metode lain untuk meredakan nyeri tumbuh gigi selain mainan gigitan

Ada banyak cara yang aman dan efektif untuk meredakan nyeri gigi bayi. Bunda dapat mencoba berbagai metode untuk melihat mana yang paling disukai bayi.

Selain mainan tumbuh gigi, metode lain meliputi:

  • Berikan anak kain dingin, basah, dan bersih untuk dikunyah.
  • Berikan makanan setengah beku atau buah-buahan lunak jika mereka sudah cukup umur untuk makan makanan padat
  • Tawarkan biskuit tumbuh gigi jika mereka berusia antara 8 hingga 12 bulan, tetapi waspadai kemungkinan tersedak jika mereka mematahkan potongan besar.
  • Parasetamol. Jika bayi kesakitan, Bunda mungkin ingin memberinya obat pereda nyeri tanpa gula. Dikutip dari laman NHS, parasetamol dapat diberikan untuk meredakan gejala tumbuh gigi pada bayi dan anak kecil berusia 2 bulan ke atas.
  • Menghibur atau bermain dengan bayi dapat mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit pada gusi mereka.
  • Menggosok gusi mereka dengan lembut menggunakan jari yang bersih juga dapat membantu.

Demikian ulasan mengenai mainan gigitan bayi atau familiar juga disebut sebagai teether. Mainan berbahan kenyal dan lunak ini bisa meredakan rasa nyeri pada area tumbuhnya gigi, Bunda. Semoga informasinya membantu ya!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Penyebab Anak Terlambat Tumbuh Gigi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Tanaman Pengusir Semut yang Dapat Ditanam di Rumah, Aromanya Enak!

Mom's Life Arina Yulistara

Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kartini, Tampil Kenakan Pakaian Tradisional

Parenting Nadhifa Fitrina

Chelsea Islan Gelar Baby Shower Kehamilan Bertema Pesta Musim Panas

Kehamilan

Momen Artis Rayakan Hari Kartini 2026, Caption Sosmed Curi Perhatian

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kenalkan Konsep Merah Putih, Cara Benar Menyikat Gigi Anak Menurut Dokter

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Fakta Menarik Jaafar Jackson, Keponakan yang Perankan Michael Jackson di Biopik 'Michael'

Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kartini, Tampil Kenakan Pakaian Tradisional

10 Tanaman Pengusir Semut yang Dapat Ditanam di Rumah, Aromanya Enak!

Kenalkan Konsep Merah Putih, Cara Benar Menyikat Gigi Anak Menurut Dokter

Chelsea Islan Gelar Baby Shower Kehamilan Bertema Pesta Musim Panas

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK