PARENTING
Ini yang Sebenarnya Terjadi saat Orang Tua Memukul Anak, Ketahui Cara Menahan Emosi
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 19 May 2026 09:30 WIBSebagian orang tua mungkin masih memilih untuk memukul anak dalam mendisiplinkannya. Namun, pola asuh tersebut sangatlah berisiko untuk tumbuh kembang Si Kecil, terutama dalam pembentukan kecerdasan emosionalnya, Bunda.
Seperti yang kita tahu bahwa pola asuh dengan menghukum anak sudah terjadi sejak lama, bahkan mungkin dialami sejak zaman kita dulu. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental, hal ini tentu menjadi perdebatan.
Tak sedikit orang menilai bahwa cara ini sudah ketinggalan zaman dan tidak relevan. Bukan tanpa alasan, sebab berbagai penelitian terbaru telah membuktikan bahwa memukul anak justru lebih banyak memberi dampak negatif dibandingkan manfaat, Bunda.
Pertentangan terhadap tindakan orang tua yang memukul anak
Hal ini juga didukung oleh laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut bahwa hukuman fisik yang diberikan orang tua kepada anak tidak memberikan manfaat. Sebaliknya, cara ini justru dapat meningkatkan risiko jangka panjang.
Seorang ahli perkembangan anak, Kim Kopko, menegaskan bahwa memberikan pukulan kepada anak bukanlah sebuah solusi. Menurutnya, alih-alih mengajarkan anak untuk bersikap, cara ini justru dapat merugikan mereka, baik dari segi fisik maupun mental.
Tak hanya itu, Komite Hak Anak PBB bahkan menganggap hukuman fisik sebagai pelanggaran hak anak. Berdasarkan hal tersebut, kini puluhan negara telah melarang tindakan orang tua memukul anak mereka di rumah atau sekolah.
Dampak orang tua memukul anak bagi perkembangan Si Kecil
Melansir dari Psychology Today, anak yang sering menerima hukuman fisik berisiko mengalami berbagai dampak yang akan terbawa hingga mereka dewasa. Tentunya risiko ini dapat memberatkan anak dalam berinteraksi dan bersosialisasi di kemudian hari, Bunda.
Berikut beberapa dampak dari orang tua yang sering memukul anak:
- Anak memiliki perkembangan yang tidak sesuai usianya
- Risiko kecemasan dan depresi pada anak meningkat
- Anak memiliki rasa percaya diri yang rendah
- Anak tumbuh dengan ketidakstabilan emosi
Tak hanya itu, anak yang terbiasa dipukul akan mengalami kesulitan dalam belajar di sekolah. Bahkan dalam jangka panjang, risiko tersebut akan berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks, seperti gangguan mental, penyalahgunaan zat terlarang, hingga perilaku agresif.
Kenapa memukul anak juga berdampak buruk bagi orang tua?
Tak hanya berdampak buruk bagi anak, hukuman fisik juga dapat memberikan efek negatif bagi orang tua, terutama dalam bentuk respons balik dari anak atas perlakuan yang diterimanya. Berikut dampaknya bagi orang tua:
- Hubungan orang tua dan anak menjadi rusak dan tidak harmonis
- Orang tua akan kehilangan atau setidaknya semakin sulit mendapatkan kembali kepercayaan dari anak
- Anak merasa takut dan tidak mau berinteraksi dengan orang tua
Cara mendisiplinkan anak tanpa kekerasan
Berbagai studi memang menunjukkan bahwa pola asuh yang hangat dan suportif mampu membantu mengurangi dampak negatif dari hukuman fisik. Namun, sayangnya hal ini tidak menghilangkan efek buruk sepenuhnya, Bunda.
Sebaiknya, Bunda dapat mendidik anak dengan menerapkan pola asuh yang seimbang antara kedisiplinan, ketegasan, dan kehangatan. Berikut beberapa alternatif dalam mendisiplinkan anak agar kesehatan mentalnya tetap terjaga:
- Bunda dapat mengajarkan disiplin waktu, seperti memberikannya jeda istirahat (time-out)
- Bunda dapat mengurangi akses anak bermain gadget
- Bunda dapat memberikan anak pujian saat mereka berperilaku baik
- Bunda wajib menjadi contoh yang baik bagi anak
- Bunda perlu mengajak anak berdiskusi dan memberikan pemahaman terkait konsekuensi dari segala tindakan mereka
Cara mengatasi agar orang tua tidak memukul anak
Mengutip dari laman Parents, mengendalikan emosi diri sendiri merupakan salah satu kunci utama bagi orang tua agar tidak sampai memukul anak saat sedang emosi atau mendisiplinkan. Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan, sebagai berikut:
1. Pahami apa yang membuat marah
Saat sedang marah, otak biasanya berada dalam kondisi yang sangat aktif dan impulsif selama 1-3 menit. Oleh karena itu, berilah jeda sebelum bereaksi dan biarkan emosi tersebut mereda. Dengan melatih kesabaran dan memahami apa yang memicu kemarahan, maka akan membantu Bunda untuk mengendalikan respons emosional.
2. Kenali trauma yang menjadi pemicu
Reaksi marah dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk pengalaman masa kecil, pola asuh, hingga trauma yang belum selesai. Dengan menyadari hal ini, orang tua dapat lebih bijak dalam merespons perilaku anak.
3. Tetaplah bersikap tenang
Menjaga diri tetap tenang adalah salah satu cara yang paling membantu, Bunda. Dalam praktiknya, Bunda bisa melakukan meditasi atau latihan mindfulness. Selain membantu orang tua mengelola stres, praktik ini juga mampu memperkuat ikatan kekeluargaan dan membantu anak belajar mengenali serta mengelola emosinya.
4. Kelola stres secara mandiri
Jika pemicu emosi berasal dari tingkat stres yang tinggi, penting untuk mencari cara yang lebih profesional untuk mengatasinya, Bunda. Misalnya, konsultasi dengan psikolog sekaligus berdiskusi dengan pasangan terkait pembagian peran di rumah sehingga Bunda tidak terlalu lelah dan tidak mudah terpancing emosi.
Demikian penjelasan mengenai dampak yang terjadi apabila orang tua memukul anak. Semoga dapat menjadi perhatian dan informasi yang disampaikan bermanfaat bagi Bunda serta orang tua lainnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Kalimat yang Bikin Anak Sulung Tertekan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Anak Merasa Bosan? Yuk Coba 2 Cara Ini Agar Si Kecil Bersemangat
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Penyebab & Cara Mengatasi Pertengkaran Kakak dan Adik, Yuk Cari Tahu Bunda
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang Karismatik, Sering Ucapkan 11 Kalimat yang Bikin Orang Lain Merasa Penting
Hamil 2 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
Terpopuler: Putri Paul Walker Ternyata Sering Ucapkan Selamat Hari Ayah untuk Vin Diesel
Ciri Orang Sangat Cerdas dari Hal yang Justru Mereka Sukai
7 Potret Seru Dante Anak Chelsea Olivia & Glenn Alinskie Main Golf Bareng Sang Ayah
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus Kecil Stainless Steel Terbaik dengan Tutup Kaca
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Stainless Steel Tebal Serbaguna Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Minyak Kemiri untuk Bayi yang Bagus dan Aman, Ada Pilihan Bunda?
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Merek Panci Anti Lengket Keramik Bebas PFOA dan PTFE
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Manfaat Baik Granola untuk Busui, Bisa Buat Camilan Sehat
23 Rekomendasi Anime Kerajaan Terbaik dengan Rating Tertinggi, Genre Romantis hingga Fantasi
Hamil 2 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
Ciri Kepribadian Orang Karismatik, Sering Ucapkan 11 Kalimat yang Bikin Orang Lain Merasa Penting
Terpopuler: Putri Paul Walker Ternyata Sering Ucapkan Selamat Hari Ayah untuk Vin Diesel
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sneakers Split Toe Ini Bikin Kaki Serasa Nggak Pakai Alas, Beneran Nyaman?
-
Beautynesia
Rahasia Tetap Produktif Tanpa Burnout, Kelola Energi Bukan Waktu!
-
Female Daily
Spill Isi Tas Taeyong NCT, Ada Kamera Rp37 Juta Hingga Scarf Rp128 Juta!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret HyoRiSoo Sub-Unit Baru SNSD, Makin Memesona Usai 19 Tahun Debut
-
Mommies Daily
Linggar Mandali Tanajiwa: Mengasah Bakat Tanpa Beban