PARENTING
Hari Asma Sedunia, Makanan yang Harus Dihindari Anak Pengidap Asma
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Selasa, 05 May 2026 09:30 WIBHari Asma Sedunia atau World Asthma Day diperingati setiap tahunnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengenali penyakit asma, terutama pada anak-anak.
Asma merupakan penyakit kronis pada saluran pernapasan yang terjadi karena peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas, batuk, mengi, hingga rasa nyeri di dada.
Gejala tersebut muncul akibat penyempitan saluran napas yang membuat anak kesulitan bernapas dengan normal. Karena itu, orang tua perlu memahami pemicunya sejak dini.
Dilansir dari laman WebMd, salah satu hal yang kerap menjadi perhatian adalah makanan yang dikonsumsi anak pengidap asma. Meski tak selalu menjadi pemicu utama, beberapa jenis makanan tetap perlu diperhatikan agar tidak memperburuk kondisi Si Kecil.
Makanan yang harus dihindari anak pengidap asma
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa makanan jarang sekali jadi pemicu utama serangan asma. Namun, reaksi alergi terhadap makanan tertentu bisa memiliki gejala yang mirip dengan asma atau dapat memperburuk kondisi asma.
Nah, langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan apakah anak memiliki alergi makanan atau tidak. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini terdapat beberapa makanan yang perlu dihindari oleh anak pengidap asma:
1. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan terutama kacang tanah termasuk jenis makanan yang dapat memicu reaksi alergi pada sebagian anak. Pada anak pengidap asma, kondisi ini dapat memperburuk gejala pernapasan.
Reaksi alergi terhadap kacang tanah dapat muncul dari ringan hingga berat, Bunda. Karena itu, anak yang memiliki riwayat alergi sebaiknya lebih berhati-hati saat mengonsumsinya.
Alergi kacang biasanya muncul sejak usia balita dan dapat memicu reaksi serius seperti anafilaksis. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga menjadi penyebab reaksi alergi makanan yang paling berat.
2. Susu sapi
Susu sapi termasuk salah satu alergen yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak kecil. Namun kabar baiknya, sebagian besar anak bisa sembuh seiring bertambahnya usia. Gejala alergi susu sapi bisa muncul dalam waktu yang berbeda-beda, tergantung jenis reaksinya.
Ada yang muncul cepat, ada juga yang baru terlihat setelah beberapa hari atau minggu. Reaksi ini terjadi karena tubuh melepaskan zat histamin yang memicu gejala alergi.
Selain itu, alergi susu sapi bisa terjadi karena reaksi sistem kekebalan tubuh anak terhadap protein dalam susu. Reaksi ini melibatkan antibodi IgE (Immunoglobulin E), yaitu bagian dari sistem imun yang bereaksi terhadap alergen.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
- Gejala mirip asma (batuk, kesulitan bernapas, dan mengi)
- Rasa gatal atau kesemutan di sekitar mulut
- Pembengkakan bibir, lidah, atau tenggorokan
- Mual atau muntah
- Sakit perut
- Penurunan tekanan darah
- Anafilaksis
Sementara itu, alergi susu sapi yang tidak terkait IgE biasanya muncul lebih lambat, yaitu bisa dalam hitungan jam hingga hari. Gejalanya berkaitan dengan saluran pencernaan, seperti:
- Muntah (kadang disertai darah dalam muntahan)
- Diare
- Kembung
- Kram perut
- Kolik (tangisan tak terkendali pada bayi tanpa penyebab yang jelas)
3. Telur
Selanjutnya, telur menjadi salah satu makanan yang memicu reaksi alergi pada sebagian anak, Bunda. Bagi anak yang sensitif terhadap telur, sebaiknya makanan ini dihindari, termasuk produk olahan yang mengandung telur.
Melansir dari National Institutes of Health (NIH), alergi telur pada anak sejak usia dini, terutama yang disertai eksim, dapat berkaitan dengan risiko alergi pernapasan di kemudian hari.
4. Gandum dan gluten
Gandum dan gluten juga dapat memicu reaksi pada sebagian anak, terutama yang memiliki alergi tertentu. Pada beberapa anak dengan kondisi seperti alergi gandum, sistem kekebalan tubuh bisa bereaksi terhadap protein dalam gandum.
Dikutip dari Gluten Free Society, saat tubuh bereaksi terhadap protein gandum, sistem imun akan melepaskan zat seperti histamin. Zat ini dapat memicu berbagai gejala alergi, termasuk yang menyerupai asma.
Histamin sendiri bisa menyebabkan saluran napas menyempit, produksi lendir meningkat, dan pembengkakan pada saluran pernapasan.
5. Pemanis buatan
Berikutnya, pemanis buatan juga dapat memicu reaksi yang memperburuk gejala asma pada anak. Karena itu, Bunda harus lebih teliti saat memilih makanan atau minuman untuk Si Kecil.
Sebaiknya periksa label kemasan sebelum diberikan kepada anak, ya. Pastikan makanan yang dikonsumsi tidak mengandung pemanis buatan.
6. Daging olahan
Daging olahan seperti sosis termasuk makanan yang perlu dibatasi pada anak dengan asma. Bukan tanpa alasan, jenis makanan ini mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, Bunda.
Kandungan tersebut dapat memicu peradangan di dalam tubuh, termasuk pada saluran pernapasan. Sebagai gantinya, lebih baik anak mengonsumsi daging tanpa lemak agar lebih sehat.
7. Makanan dan minuman berkafein
Makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti cokelat, sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan oleh anak pengidap asma. Meski sering disukai Si Kecil, tapi tetap perlu dibatasi, ya.
Itulah informasi seputar Hari Asma Sedunia dan makanan yang perlu dihindari oleh anak pengidap asma. Semoga penjelasannya dapat membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Resep Kushikatsu Ayam, Bekal Sekolah Anti Bosan ala Jepang
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Apakah Inhaler Boleh Dipakai untuk Balita?
Seberapa Penting Vitamin C untuk Anak? Ini Penjelasannya
Mulai Usia Berapakah Anak Butuh Vitamin dan Suplemen Tambahan?
Perlukah Asuransi Kesehatan untuk Anak? Pakar Keuangan Menjawab
TERPOPULER
Abimana Aryasatya & Inong Ayu Bagikan Momen Hangat dengan 5 Anak, Semua Umur Ada
150 Nama Bayi Bermakna Gigih untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya
Mentega untuk MPASI Bayi, Apakah Bisa Bantu Penuhi Kebutuhan Nutrisinya?
Tanda-Tanda Kecemasan pada Anak yang Jarang Disadari Orang Tua
Tragis, Ibu Ini Dipenjara Usai Bayinya Meninggal Saat Disusui sambil Tidur
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kisah Bayi Prematur Terpisah dari Bundanya Selama 2 Th, Bertemu Lagi tapi Tak Saling Kenal
Mentega untuk MPASI Bayi, Apakah Bisa Bantu Penuhi Kebutuhan Nutrisinya?
150 Nama Bayi Bermakna Gigih untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya
Abimana Aryasatya & Inong Ayu Bagikan Momen Hangat dengan 5 Anak, Semua Umur Ada
Tanda-Tanda Kecemasan pada Anak yang Jarang Disadari Orang Tua
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Gimana Cara Pilih Granola Cokelat yang Tidak Terlalu Manis?
-
Beautynesia
Daftar Negara Asia Tenggara yang Paling Banyak Dikunjungi Turis, Indonesia Masuk?
-
Female Daily
Kenali 6 Jenis Makeup Viral yang Wajib Kamu Coba, dari Douyin hingga Gyaru!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kenapa Wanita Jadi Glow Up Setelah Putus Cinta? Ini Penjelasan Ilmiahnya
-
Mommies Daily
10 Kesalahan Karier di Usia 30-an yang Wajib Mommies Hindari demi Work-Life Balance