PARENTING
Bayi Tidur Teratur di Malam Hari Berguna Lindungi dari Risiko Kematian Mendadak
Indah Ramadhani | HaiBunda
Minggu, 31 May 2026 18:50 WIBBunda, tidur merupakan kebutuhan yang sangat penting agar tubuh tetap sehat, termasuk untuk bayi yang baru lahir. Selain itu, pola tidur yang teratur dan aman juga berperan penting dalam melindungi bayi dari berbagai risiko kesehatan, termasuk kematian mendadak saat tidur.
Tak sedikit orang tua yang belum menyadari bahwa kebiasaan tidur bayi, seperti posisi tidur dan lingkungan di sekitarnya, bisa memengaruhi keselamatan Si Kecil. Karena itu, penting bagi Bunda untuk memperhatikan rutinitas tidur yang sehat sejak dini.
Bunda ingin semakin memahaminya? Yuk simak bagaimana tidur bayi yang sehat dan aman agar melindungi Si Kecil dari berbagai risiko.
Mengapa tidur bayi perlu diperhatikan?
Tak hanya untuk orang dewasa, tidur pun memiliki peran yang sangat penting untuk bayi dan anak kecil. Pasalnya, tidur yang kurang justru bisa menimbulkan berbagai macam masalah, seperti gangguan konsentrasi, emosional, hingga penurunan kemampuan belajar.
Sementara itu, beberapa penelitian juga mengaitkan kurangnya waktu tidur dengan risiko ADHD atau gangguan perhatian. Namun, penelitian ini dinilai sangat terbatas karena hanya mencakup rentang usia anak sekolah saja, bukan pada bayi dan anak kecil.
Meski begitu, ADHD memang memiliki keterkaitan dengan kondisi kurang tidur, Bunda. Karenanya, penting bagi orang tua untuk tetap memperhatikan kualitas dan durasi tidur Si Kecil sejak dini sehingga dapat mendukung tumbuh kembangnya di kemudian hari.
Selain durasi tidurnya, memperhatikan keamanan dan kenyamanan tidur bayi juga sangatlah penting. Salah satu kondisi yang paling dikhawatirkan orang tua ialah Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS), yang sering terjadi saat bayi sedang tidur.
Pada SIDS, salah satu momen yang paling berisiko adalah saat bayi tertidur nyenyak. Pada tahap ini, bayi bisa tiba-tiba berhenti bernapas. Bayi yang sehat mungkin akan cepat terbangun. Tetapi, bayi dengan faktor risiko tinggi, bisa jadi mereka tidak akan terbangun.
Membangun rutinitas tidur bayi yang baik
Menurut beberapa penelitian, banyak orang tua yang coba menerapkan jadwal tidur bayi yang teratur, seperti menjadwalkan tidur siang, waktu menyusu, atau pola tidur dari jam tujuh malam hingga jam tujuh pagi.
Namun, pada minggu-minggu awal, rutinitas seperti ini biasanya masih sulit diterapkan, Bunda. Hal ini dikarenakan tubuh bayi belum sepenuhnya mengenal perbedaan siang dan malam. Karena itu, sangat wajar jika pola tidur bayi masih sering berubah-ubah.
Selain itu, bayi belum memahami rasa kantuk dan jam biologis pada tubuh. Nah, untuk membentuk pola tidur bayi yang optimal, Bunda bisa memulainya dengan membiasakan bayi terkena cahaya di siang hari dan suasana gelap di malam hari.
“Teori utama tentang tidur menjelaskan bahwa ada dua proses yang mengatur kapan kita tidur dan bangun. Pertama, proses homeostatis, yaitu semakin lama kita terjaga, kita akan semakin mengantuk. Kedua, sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang membuat kita merasa mengantuk,” kata profesor psikologi, Alice Gregory, dalam laman BBC.
Menerapkan tidur mandiri
Meskipun terdapat beberapa metode untuk melatih bayi tertidur sejak dini, pada kenyataannya, hal ini tidak selalu mudah dilakukan, Bunda. Prosesnya akan semakin sulit terutama bagi bayi yang masih kecil karena mereka masih perlu menyesuaikan banyak hal.
Kesulitan membuat bayi tidur secara mandiri disebabkan oleh sistem saraf bayi yang belum berkembang sempurna. Bayi sangat membutuhkan rasa aman dan tenang, tentunya kedua hal tersebut sangat bergantung pada orang tua, Bunda.
Itulah mengapa bayi lebih mudah terlelap saat disusui, digendong, atau diayun. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tidur mandiri biasanya akan berkembang secara perlahan. Jadi, Bunda tidak perlu khawatir jika Si Kecil belum bisa tidur sendiri.
Namun, tak sedikit bayi yang sudah bisa tidur mandiri, Bunda. Sebuah studi di Finlandia yang melibatkan 5.700 anak mengungkapkan bahwa hampir setengahnya bayi mampu tidur sendiri di tempat tidurnya.
Waspada SIDS saat bayi tidur sendiri
Saat bayi mulai tidur sendiri, penting bagi orang tua untuk tetap waspada terhadap risiko SIDS. Kondisi ini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada bayi setelah masa neonatal sehingga penting untuk menerapkan kebiasaan tidur yang aman.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Bunda bisa memulainya dengan memastikan posisi tidur bayi selalu telentang di tempat tidurnya sendiri tanpa berbagi tempat tidur dengan orang lain. Gunakan tempat tidur khusus bayi yang kokoh, rata, dan seprai yang nyaman.
Selain itu, hindari menaruh benda-benda di sekitar bayi saat tidur, seperti bantal, selimut longgar, boneka, atau pelindung ranjang. Benda-benda ini bisa meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Bayi pun sebaiknya tidak tidur di sofa, kursi, ataupun ayunan.
Jika memungkinkan, pemberian ASI juga bisa membantu menurunkan risiko SIDS. Jangan lupa, lingkungan bebas asap rokok juga sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keamanan tidur Si Kecil.
Demikian penjelasan mengenai bagaimana tidur bayi yang sehat untuk menunjang kesehatannya. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)