HaiBunda

PARENTING

Ini Respons Bayi saat Tahu Orang Tuanya Marah, Banyak yang Tak Menyadarinya

Kinan   |   HaiBunda

Rabu, 27 May 2026 14:40 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/hobo_018
Jakarta -

Meski kadang terlihat seperti belum memahami apapun, penelitian justru menemukan bahwa bayi sudah dapat merasakan perubahan emosi orang tua. Termasuk saat orang tua marah atau bahkan sedang sedih.

Hasil dari dua penelitian yang berbeda pada tahun 2016 menyebutkan hasil serupa. Ditemukan bahwa bayi mengingat kemarahan yang ditunjukkan orang dewasa dan dapat mengetahui apakah seseorang mudah marah.

Mereka bahkan mungkin mencoba mengubah perilaku mereka untuk menyenangkan orang tersebut. Demikian dikutip dari Parents.


"Penelitian kami menunjukkan bahwa bayi akan melakukan apa pun yang mereka bisa agar tidak menjadi sasaran kemarahan. Di usia yang sangat muda ini, mereka sudah menemukan cara untuk tetap aman. Ini adalah respons yang cerdas dan adaptif," ungkap Betty Repacholi, PhD, peneliti dari University of Washington's Institute for Learning & Brain Sciences.

Bagaimana penelitian tersebut dilakukan?

Dalam studi ini, tim peneliti mempelajari ratusan bayi usia 15 bulan dalam dua eksperimen terpisah. Satu eksperimen memperlihatkan bayi pada kemarahan dari orang dewasa yang tidak dikenal dan satu lagi yang mempelajari bagaimana bayi bereaksi terhadap perubahan emosi.

Untuk penelitian pertama, tujuannya adalah memperlihatkan bayi pada kemarahan dari orang dewasa yang tidak mereka kenal. Hal ini berarti seseorang yang sama sekali belum pernah mereka temui sebelumnya, lalu melihat bagaimana reaksi Si Kecil.

Pengaturannya sederhana, bayi duduk di pangkuan orang tua mereka dan di seberang meja ada seorang 'Eksperimenter' memainkan serangkaian mainan bayi. 

Kemudian seorang 'Emoter' akan bereaksi, baik dengan cara netral maupun tampak marah atau kesal. Hasil eksperimen menunjukkan hal-hal berikut:

  • Ketika peneliti mengizinkan bayi mendapat giliran memainkan mainan, ditemukan sesuatu yang menarik. Bayi cenderung tidak ingin memainkan mainan yang mendapat reaksi negatif dari Emoter.
  • Bayi juga cenderung tidak meniru cara memainkan mainan seperti yang mereka lihat sebelumnya. Namun ketika reaksinya netral, bayi memainkan mainan sesuai contoh yang diperlihatkan.
  • Hal yang lebih menarik lagi, Emoter melakukan sesi bermain kedua dengan mainan yang sebelumnya membuat mereka marah, tetapi kali ini bertindak secara netral. 
  • Meski begitu, bayi tetap tidak tertarik pada mainan tersebut.

"Seolah-olah bayi tidak percaya bahwa Emoter sekarang sudah tenang. Begitu bayi mendeteksi bahwa seseorang mudah marah, sulit bagi mereka untuk mengabaikannya. Mereka tidak mau mengambil risiko meskipun situasinya tampak sudah berubah," kata Repacholi.

Bayi juga memahami kesedihan orang dewasa

Selain marah, bayi juga sebenarnya sudah mulai memahami perubahan emosi lain pada orang dewasa, seperti sedih.

Dalam hal ini, para peneliti meyakini bahwa bayi memang sudah dapat membedakan berbagai ekspresi wajah. Mereka memahami bahwa ekspresi bahagia berbeda dengan sedih.

"Apa yang baru mulai kami pahami adalah seberapa banyak mereka mengerti tentang makna dari emosi tersebut," kata Sabrina Chiarella, peneliti perkembangan manusia di Concordia University, kepada NPR.

Peneliti perkembangan anak di University of Minnesota, Melissa Koenig, juga menambahkan bahwa menunjukkan bahwa bayi memiliki pemahaman emosi yang lebih kompleks daripada yang sebelumnya diperkirakan para ilmuwan.

"Dulu kami berpikir bahwa bayi hanya melihat orang lain untuk mendapatkan dukungan emosional dan rasa aman. Tetapi sekarang kami mulai melihat bahwa kemampuan mereka lebih dari itu," imbuh Koenig.

Bayi belajar banyak tentang emosi mereka sendiri dari orang-orang di sekitar. Mereka juga mampu belajar banyak tentang orang lain berdasarkan bagaimana orang tersebut mengekspresikan emosi.

Bagaimana reaksi bayi terhadap perubahan emosi?

Pada penelitian kedua, Eksperimenter menunjukkan mainan yang sangat menarik bagi bayi dan bayi diizinkan memainkannya terlebih dahulu. Setelah beberapa saat, Emoter dengan netral meminta giliran bermain.

Di sinilah hal menjadi sangat menarik, ditemukan 69 persen bayi yang melihat Emoter marah menyerahkan mainan tersebut.

Sementara itu, hanya 46 persen bayi yang sebelumnya hanya melihat Emoter bersikap netral yang mau berbagi mainan dengan Emoter. Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Infancy.

Bagaimana jika orang tua terlanjur sering marah di depan bayi?

Jangan panik jika tanpa sengaja Bunda pernah marah atau membentak di depan bayi. Jika Bunda sedang kehilangan kesabaran, tetap usahakan untuk kembali mengendalikan emosi.

Biarkan bayi melihat Bunda menggunakan cara mengelola emosi yang sehat, seperti menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, dan jangan lupa meminta maaf.

Bunda juga bisa mencoba mengatakan sesuatu seperti, 'Maaf karena tadi berteriak. Bunda merasa sangat marah dan kehilangan kesabaran, dan seharusnya Bunda tidak berteriak'.

Menyebutkan perasaan dan mengakui perilaku yang kurang tepat tersebut merupakan salah satu langkah baik dalam pengasuhan anak.

Jangan lupa untuk tetap memberikan banyak cinta dan kasih sayang setelah momen yang sulit. Pastikan bayi tahu bahwa mereka tetap aman dan dicintai.

Demikian ulasan tentang hasil studi respons bayi saat tahu orang tuanya marah, serta bagaimana cara bayi mengetahui orang tua sedang mengalami perubahan emosi. 

Meskipun sesekali gejolak emosi adalah hal wajar, penting bagi orang tua untuk menunjukkan cara mengelola emosi dengan sehat di depan anak. 

Dengan begitu, bayi dapat belajar memahami emosi sekaligus tumbuh dalam lingkungan yang lebih positif. Semoga bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Deretan Potret Keluarga Artis Rayakan Idul Adha, Penuh Kehangatan dan Sukacita

Mom's Life Amira Salsabila

Kerbau 'Donald Trump' Mendadak Viral dan Bikin Heboh, Seperti Ini Penampilannya

Mom's Life Amira Salsabila

Ini Respons Bayi saat Tahu Orang Tuanya Marah, Banyak yang Tak Menyadarinya

Parenting Kinan

Daging Kambing vs Daging Sapi, Mana yang Kolesterolnya Lebih Tinggi

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Playing Victim, Selalu Merasa Paling Tersakiti

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jennifer Coppen Ungkap Alasan di Balik Rencana Pernikahan Bulan Juni dengan Justin Hubner

Deretan Potret Keluarga Artis Rayakan Idul Adha, Penuh Kehangatan dan Sukacita

Daging Kambing vs Daging Sapi, Mana yang Kolesterolnya Lebih Tinggi

Ini Respons Bayi saat Tahu Orang Tuanya Marah, Banyak yang Tak Menyadarinya

Kerbau 'Donald Trump' Mendadak Viral dan Bikin Heboh, Seperti Ini Penampilannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK