PARENTING
Ini Respons Bayi saat Tahu Orang Tuanya Marah, Banyak yang Tak Menyadarinya
Kinan | HaiBunda
Rabu, 27 May 2026 14:40 WIBMeski kadang terlihat seperti belum memahami apapun, penelitian justru menemukan bahwa bayi sudah dapat merasakan perubahan emosi orang tua. Termasuk saat orang tua marah atau bahkan sedang sedih.
Hasil dari dua penelitian yang berbeda pada tahun 2016 menyebutkan hasil serupa. Ditemukan bahwa bayi mengingat kemarahan yang ditunjukkan orang dewasa dan dapat mengetahui apakah seseorang mudah marah.
Mereka bahkan mungkin mencoba mengubah perilaku mereka untuk menyenangkan orang tersebut. Demikian dikutip dari Parents.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa bayi akan melakukan apa pun yang mereka bisa agar tidak menjadi sasaran kemarahan. Di usia yang sangat muda ini, mereka sudah menemukan cara untuk tetap aman. Ini adalah respons yang cerdas dan adaptif," ungkap Betty Repacholi, PhD, peneliti dari University of Washington's Institute for Learning & Brain Sciences.
Bagaimana penelitian tersebut dilakukan?
Dalam studi ini, tim peneliti mempelajari ratusan bayi usia 15 bulan dalam dua eksperimen terpisah. Satu eksperimen memperlihatkan bayi pada kemarahan dari orang dewasa yang tidak dikenal dan satu lagi yang mempelajari bagaimana bayi bereaksi terhadap perubahan emosi.
Untuk penelitian pertama, tujuannya adalah memperlihatkan bayi pada kemarahan dari orang dewasa yang tidak mereka kenal. Hal ini berarti seseorang yang sama sekali belum pernah mereka temui sebelumnya, lalu melihat bagaimana reaksi Si Kecil.
Pengaturannya sederhana, bayi duduk di pangkuan orang tua mereka dan di seberang meja ada seorang 'Eksperimenter' memainkan serangkaian mainan bayi.
Kemudian seorang 'Emoter' akan bereaksi, baik dengan cara netral maupun tampak marah atau kesal. Hasil eksperimen menunjukkan hal-hal berikut:
- Ketika peneliti mengizinkan bayi mendapat giliran memainkan mainan, ditemukan sesuatu yang menarik. Bayi cenderung tidak ingin memainkan mainan yang mendapat reaksi negatif dari Emoter.
- Bayi juga cenderung tidak meniru cara memainkan mainan seperti yang mereka lihat sebelumnya. Namun ketika reaksinya netral, bayi memainkan mainan sesuai contoh yang diperlihatkan.
- Hal yang lebih menarik lagi, Emoter melakukan sesi bermain kedua dengan mainan yang sebelumnya membuat mereka marah, tetapi kali ini bertindak secara netral.
- Meski begitu, bayi tetap tidak tertarik pada mainan tersebut.
"Seolah-olah bayi tidak percaya bahwa Emoter sekarang sudah tenang. Begitu bayi mendeteksi bahwa seseorang mudah marah, sulit bagi mereka untuk mengabaikannya. Mereka tidak mau mengambil risiko meskipun situasinya tampak sudah berubah," kata Repacholi.
Bayi juga memahami kesedihan orang dewasa
Selain marah, bayi juga sebenarnya sudah mulai memahami perubahan emosi lain pada orang dewasa, seperti sedih.
Dalam hal ini, para peneliti meyakini bahwa bayi memang sudah dapat membedakan berbagai ekspresi wajah. Mereka memahami bahwa ekspresi bahagia berbeda dengan sedih.
"Apa yang baru mulai kami pahami adalah seberapa banyak mereka mengerti tentang makna dari emosi tersebut," kata Sabrina Chiarella, peneliti perkembangan manusia di Concordia University, kepada NPR.
Peneliti perkembangan anak di University of Minnesota, Melissa Koenig, juga menambahkan bahwa menunjukkan bahwa bayi memiliki pemahaman emosi yang lebih kompleks daripada yang sebelumnya diperkirakan para ilmuwan.
"Dulu kami berpikir bahwa bayi hanya melihat orang lain untuk mendapatkan dukungan emosional dan rasa aman. Tetapi sekarang kami mulai melihat bahwa kemampuan mereka lebih dari itu," imbuh Koenig.
Bayi belajar banyak tentang emosi mereka sendiri dari orang-orang di sekitar. Mereka juga mampu belajar banyak tentang orang lain berdasarkan bagaimana orang tersebut mengekspresikan emosi.
Bagaimana reaksi bayi terhadap perubahan emosi?
Pada penelitian kedua, Eksperimenter menunjukkan mainan yang sangat menarik bagi bayi dan bayi diizinkan memainkannya terlebih dahulu. Setelah beberapa saat, Emoter dengan netral meminta giliran bermain.
Di sinilah hal menjadi sangat menarik, ditemukan 69 persen bayi yang melihat Emoter marah menyerahkan mainan tersebut.
Sementara itu, hanya 46 persen bayi yang sebelumnya hanya melihat Emoter bersikap netral yang mau berbagi mainan dengan Emoter. Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Infancy.
Bagaimana jika orang tua terlanjur sering marah di depan bayi?
Jangan panik jika tanpa sengaja Bunda pernah marah atau membentak di depan bayi. Jika Bunda sedang kehilangan kesabaran, tetap usahakan untuk kembali mengendalikan emosi.
Biarkan bayi melihat Bunda menggunakan cara mengelola emosi yang sehat, seperti menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, dan jangan lupa meminta maaf.
Bunda juga bisa mencoba mengatakan sesuatu seperti, 'Maaf karena tadi berteriak. Bunda merasa sangat marah dan kehilangan kesabaran, dan seharusnya Bunda tidak berteriak'.
Menyebutkan perasaan dan mengakui perilaku yang kurang tepat tersebut merupakan salah satu langkah baik dalam pengasuhan anak.
Jangan lupa untuk tetap memberikan banyak cinta dan kasih sayang setelah momen yang sulit. Pastikan bayi tahu bahwa mereka tetap aman dan dicintai.
Demikian ulasan tentang hasil studi respons bayi saat tahu orang tuanya marah, serta bagaimana cara bayi mengetahui orang tua sedang mengalami perubahan emosi.
Meskipun sesekali gejolak emosi adalah hal wajar, penting bagi orang tua untuk menunjukkan cara mengelola emosi dengan sehat di depan anak.
Dengan begitu, bayi dapat belajar memahami emosi sekaligus tumbuh dalam lingkungan yang lebih positif. Semoga bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Penting Bunda, 4 Tips Anti-Stres Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Deretan Potret Keluarga Artis Rayakan Idul Adha, Penuh Kehangatan dan Sukacita
Kerbau 'Donald Trump' Mendadak Viral dan Bikin Heboh, Seperti Ini Penampilannya
Ini Respons Bayi saat Tahu Orang Tuanya Marah, Banyak yang Tak Menyadarinya
Daging Kambing vs Daging Sapi, Mana yang Kolesterolnya Lebih Tinggi
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Playing Victim, Selalu Merasa Paling Tersakiti
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Browcara untuk Alis Natural Tapi Tetap Terbentuk Sempurna
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Merek Pakaian Dalam Ibu Hamil Terbaik untuk Kenyamanan Maksimal
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Panci Granit Terbaik dengan Desain Elegan dan Modern
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panggangan Arang hingga Portable
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Baju Kondangan Ibu Hamil yang Simple, Modern & Kekinian
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Jennifer Coppen Ungkap Alasan di Balik Rencana Pernikahan Bulan Juni dengan Justin Hubner
Deretan Potret Keluarga Artis Rayakan Idul Adha, Penuh Kehangatan dan Sukacita
Daging Kambing vs Daging Sapi, Mana yang Kolesterolnya Lebih Tinggi
Ini Respons Bayi saat Tahu Orang Tuanya Marah, Banyak yang Tak Menyadarinya
Kerbau 'Donald Trump' Mendadak Viral dan Bikin Heboh, Seperti Ini Penampilannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Terpopuler: Shakira Menang di Pengadilan Hingga Syifa Hadju Bikin Iri Pecinta Drakor
-
Beautynesia
5 Drakor Populer yang Dibintangi Lim Ji Yeon Selain My Royal Nemesis
-
Female Daily
Nuanu Creative City Hadirkan Preview Eksklusif Nuanu Park Menjelang Peluncuran Resmi!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Camilla Dikabarkan Sempat Menolak Kate Middleton Jadi Istri Pangeran William
-
Mommies Daily
15 Wisata Curug Ramah Anak di Indonesia, Cocok untuk Liburan Keluarga!