kehamilan
Mikroplastik Ditemukan di Cairan Folikel Ovarium dan Air Mani, Apa Pengaruhnya pada Kesuburan?
HaiBunda
Selasa, 14 Jul 2026 21:35 WIB
Mikroplastik didefinisikan sebagai partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm. Bahaya mikroplastik bagi kesehatan sudah banyak diteliti oleh ilmuwan, Bunda. Tak sedikit di antaranya mengaitkan dampak mikroplastik pada kesuburan perempuan dan laki-laki.
Salah satu studi yang diterbitkan di jurnal Human Reproduction pada 2025 mengungkap bahwa mikroplastik ditemukan dalam cairan reproduksi manusia, yakni cairan folikel ovarium pada perempuan dan air mani pada laki-laki. Lantas, apa pengaruhnya pada kesuburan?
Simak penjelasan dari hasil studi berikut ini ya!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mikroplastik di cairan reproduksi
Dalam studi ini, para peneliti memeriksa cairan folikel dari 29 perempuan dan cairan mani dari 22 laki-laki. Seperti diketahui, keduanya memainkan peran penting dalam pembuahan alami dan reproduksi berbantuan.
Para peneliti lalu menggunakan berbagai polimer mikroplastik yang umum untuk mengindentifikasi paparannya terhadap cairan reproduksi. Beberapa mikroplastik ini di antaranya adalah politetrafluoroetilena (PTFE), polistirena (PS), polietilena tereftalat (PET), poliamida (PA), polipropilena (PP), dan poliuretan (PU).
Hasil studi mengungkap temuan mikroplastik dalam 69 persen sampel cairan folikel yang dianalisis. Polimer yang paling sering terdeteksi adalah PTFE, yang ditemukan dalam 31 persen sampel, diikuti oleh PP (28 persen), PET (17 persen), PA (14 persen), polietilen (10 persen), PU (10 persen), dan PS (7 persen).
Sementara dalam sampel cairan mani, mikroplastik ditemukan pada 55 persen sampel yang dianalisis. PTFE kembali muncul sebagai polimer yang paling umum, dan diidentifikasi pada 41 persen sampel. Polimer lain yang terdeteksi termasuk PS (14 persen), PET (9 persen), PA (5 persen), dan PU (5 persen).
"Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa mikroplastik dapat ditemukan di berbagai organ manusia. Oleh karena itu, kami tidak sepenuhnya terkejut menemukan mikroplastik dalam cairan sistem reproduksi manusia, tetapi kami terkejut dengan seberapa umum keberadaannya, yakni ditemukan pada 69 persen perempuan dan 55 persen laki-laki yang kami teliti," kata peneliti utama Dr. Emilio Gomez-Sanchez, dilansir News Medical.
Meskipun penelitian ini tidak secara langsung menilai dampak mikroplastik terhadap kesuburan, namun deteksi mikroplastik menyoroti perlunya mengeksplorasi implikasi potensial terhadap kesehatan reproduksi manusia.
"Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa di jaringan tempat mikroplastik menumpuk, mikroplastik dapat menyebabkan peradangan, pembentukan radikal bebas, kerusakan DNA, penuaan sel, dan gangguan endokrin," ujar Gomez-Sanchez.
"Ada kemungkinan mikroplastik dapat merusak kualitas sel telur atau sperma pada manusia, tetapi kita belum memiliki cukup bukti untuk mengkonfirmasi hal itu."
Kesuburan tak hanya dipengaruhi paparan mikroplastik
Gomez-Sanchez menekankan bahwa kesuburan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk usia, kesehatan, dan genetika. Nah, temuan tentang mikroplastik ini seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran di antara mereka yang mencoba untuk hamil.
"Tidak perlu khawatir saat ini. Mikroplastik hanyalah salah satu dari banyak elemen yang mungkin berperan dalam kesuburan. Namun, bijaksana untuk mempertimbangkan cara mengurangi paparan kita terhadapnya. Langkah-langkah sederhana, seperti cara menggunakan wadah kaca untuk menyimpan dan memanaskan makanan, atau membatasi jumlah air yang kita konsumsi dari botol plastik, dapat membantu meminimalkan paparan," ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkap pakar profesor Dr. Carlos Calhaz-Jorge. Menurutnya, studi ini setidaknya bisa dijadikan pedoman bagi masyarakat untuk menghindari paparan mikroplastik di kehidupan sehari-hari.
"Faktor lingkungan yang memengaruhi reproduksi tentu merupakan kenyataan, meskipun tidak mudah diukur secara objektif. Para penulis studi ini menemukan mikroplastik di lebih dari dua pertiga cairan folikel dan lebih dari 50 persen cairan semen dari pasien yang diteliti," kata Calhaz-Jorge.
"Meskipun signifikansi temuan ini belum jelas, hal ini harus dianggap sebagai argumen tambahan untuk menghindari penggunaan plastik secara umum dalam kehidupan sehari-hari kita," lanjutnya.
Perlu diketahui, cairan folikel menyediakan nutrisi penting dan sinyal biokimia untuk perkembangan sel telur. Dikutip dari The Guardian, kontaminasi proses tersebut dengan serpihan plastik kemungkinan besar berdampak pada kesuburan, keseimbangan hormon, dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.
Sementara itu, paparan mikroplastik pada air mani laki-laki dapat mengganggu kesuburan pria dengan mengurangi motilitas sperma (kemampuan berenang), menurunkan jumlah sperma, dan mengubah bentuk sperma.
Demikian hasil studi yang mengungkap temuan mikroplastik dalam cairan folikel ovarium pada perempuan dan air mani pada laki-laki. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
'The Plastic Detox', Kisah para Pejuang Garis Dua Dapatkan Kehamilan dengan Hindari Produk Plastik
Kehamilan
Mikroplastik Ditemukan dalam Ovarium, Pakar Jelaskan Pengaruhnya untuk Kesuburan
Kehamilan
7 Makanan yang Dilarang Selama Program Hamil, Hindari Dulu Bun
Kehamilan
7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil
Kehamilan
Cara Mengonsumsi Buah Zuriat untuk Promil, Ayah Juga Perlu Tahu Lho
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Orang Indonesia Banyak Makan Mikroplastik, Ini Sumber Makanan Terbanyak Mengandung Plastik
Mikroplastik Ditemukan dalam Ovarium, Pakar Jelaskan Pengaruhnya untuk Kesuburan
'The Plastic Detox', Kisah para Pejuang Garis Dua Dapatkan Kehamilan dengan Hindari Produk Plastik