HaiBunda

PARENTING

Hydrocortisone untuk Bayi: Penggunaan, Dosis, Manfaat & Efek Samping

Kinan   |   HaiBunda

Senin, 08 Jun 2026 19:20 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/comzeal
Jakarta -

Penggunaan salep hydrocortisone untuk bayi tidak bisa dilakukan sembarangan dan membutuhkan anjuran dari dokter. Bagaimana aturan pakai hydrocortisone untuk bayi?

Dikutip dari Healthline, sebagian ahli tidak menyarankan penggunaan hydrocortisone untuk bayi. Sementara sebagian lainnya memperbolehkan selama digunakan sesuai aturan tertentu.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah area kulit yang diolesi hydrocortisone sebaiknya tidak tertutup rapat. Selain itu, durasi pemakaian pun tidak boleh terlalu lama.


Sebagian besar pakar menyarankan agar durasi penggunaan dipersingkat, misalnya dari maksimal 7 hari menjadi sekitar 4–5 hari saja.

Mengenal apa itu hydrocortisone?

Salep hydrocortisone atau hidrokortison adalah obat kortikosteroid topikal. Obat ini bekerja dengan mengaktifkan zat alami pada kulit yang membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Pada umumnya, salep atau krim hydrocortisone 1 persen yang dijual bebas tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 tahun karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Walaupun efek samping serius jarang terjadi, penggunaan krim hidrokortison secara rutin dalam jangka panjang pada anak dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan dan kenaikan berat badan.

Manfaat hydrocortisone untuk bayi dan anak

Krim steroid dengan kandungan yang kuat sebaiknya dihindari pada bayi karena berisiko menimbulkan efek samping kesehatan.

Namun krim steroid ringan seperti hydrocortisone 1 persen dapat digunakan untuk membantu mengatasi eksim pada bayi dan anak, dengan catatan penggunaannya hanya atas anjuran dokter anak.

Penggunaan hydrocortisone umumnya dianggap aman untuk anak usia di atas 2 tahun jika digunakan dalam jangka pendek, yakni sekitar 1–2 minggu dan tetap sesuai petunjuk dokter.

Dikutip dari Very Well Health, manfaat hydrocortisone untuk bayi dan anak yaitu membantu mengatasi masalah kulit yang menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan gatal.

Namun perlu diingat, hydrocortisone hanya membantu meredakan gejala, bukan menyembuhkan penyebab utama gangguan kulit tersebut.

Jadi, sebaiknya Bunda tetap membawa Si Kecil konsultasi ke dokter untuk mengobati penyebab utama agar gejala tidak muncul berulang.

Efek samping hydrocortisone untuk bayi dan anak

Dikutip dari Very Well Health, efek samping umum penggunaan salep hydrocortisone meliputi kulit kering, iritasi, serta peningkatan pertumbuhan rambut pada area tertentu.

Penggunaan kortikosteroid topikal dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan insufisiensi adrenal, yaitu kondisi ketika tubuh tidak menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah cukup.

Efek samping lainnya dapat berupa reaksi alergi dengan gejala seperti:

  • Rasa terbakar, gatal, iritasi, kemerahan, atau kulit kering yang semakin parah
  • Perubahan warna kulit
  • Muncul bintik putih atau merah kecil pada kulit

Jika ruam atau gejala justru semakin memburuk, kemungkinan hal tersebut merupakan reaksi alergi terhadap obat.

Efek samping yang perlu segera diperiksakan ke dokter antara lain:

  • Penipisan kulit
  • Sensasi terbakar
  • Bercak gelap pada kulit
  • Infeksi
  • Lepuhan yang terasa nyeri
  • Ruam berat
  • Reaksi alergi

Selain itu, menurut National Eczema Association, paparan hydrocortisone berlebihan pada area tubuh yang luas pada anak dapat dikaitkan dengan pertumbuhan yang lebih lambat dan keterlambatan kenaikan berat badan.

Karena risiko tersebut, banyak dokter menyarankan agar anak di bawah usia 2 tahun tidak menggunakan hydrocortisone untuk mengatasi iritasi kulit tanpa pengawasan medis. 

Dosis dan aturan pakai hydrocortisone

Dosis dan aturan penggunaan hydrocortisone pada anak sangat bergantung pada jenis sediaan. Apakah yang dipakai berbentuk krim, salep, tablet, atau suntikan, serta kondisi medis yang sedang ditangani.

Karena hydrocortisone termasuk obat keras, penggunaannya harus sesuai resep dan petunjuk dokter.

Dalam bentuk krim atau salep topikal, hydrocortisone digunakan untuk membantu mengatasi peradangan kulit, eksim, atau reaksi alergi.

Aturan pakai hydrocortisone yakni dengan mengoleskan tipis-tipis pada area kulit yang bermasalah, biasanya 1–2 kali sehari sesuai anjuran dokter.

Penggunaan pada anak di bawah usia 2 tahun harus berdasarkan rekomendasi khusus dari dokter. Durasi pemakaian pun biasanya dibatasi untuk mengurangi risiko efek samping.

Cara menggunakan hydrocortisone dengan benar

Menurut National Health Service (NHS) UK, cara penggunaan hydrocortisone bergantung pada bentuk obatnya, apakah berupa krim, salep, atau losion, serta kondisi kulit yang sedang diobati.

Hydrocortisone tersedia dalam beberapa tingkat kekuatan juga. Oleh karena itu, pastikan Bunda selalu mengikuti anjuran dokter mengenai cara penggunaannya. 

Umumnya, hydrocortisone digunakan 1–2 kali sehari. Jumlah obat yang digunakan bergantung pada luas area kulit yang diobati. Oleskan secukupnya dalam lapisan tipis hingga menutupi area kulit yang bermasalah.

Cara menggunakan hydrocortisone krim, salep, atau losion:

  • Cuci tangan sebelum menggunakan obat
  • Keluarkan krim secukupnya pada ujung jari
  • Oleskan pada area kulit yang bermasalah lalu gosok perlahan hingga meresap
  • Cuci tangan kembali setelah penggunaan

Jangan gunakan hydrocortisone lebih dari 7 hari kecuali atas anjuran dokter atau apoteker.

Jika hydrocortisone diresepkan untuk penggunaan jangka panjang, jangan juga menghentikannya secara tiba-tiba tanpa petunjuk dokter.

Perawatan alternatif selain salep hydrocortisone

Cara terbaik mengatasi kulit gatal pada bayi adalah dengan mengetahui penyebab utamanya, misalnya ruam popok, eksim, atau alergi.

Beberapa perawatan rumahan yang dapat membantu meredakan iritasi kulit bayi antara lain menjaga kelembapan kulit, mandi secara rutin, dan menggunakan minyak alami sebagai pelembap.

Contoh perawatan alternatif untuk kulit selain salep hydrocortisone di antaranya:

1. Losion yang mengandung oatmeal

Jika bayi mengalami iritasi kulit yang cukup luas, Bunda bisa mempertimbangkan penggunaan losion dengan kandungan oatmeal.

Bahan alami ini dapat membantu meredakan kulit kering dan gatal. Keringkan tubuh bayi dengan lembut lalu segera oleskan pelembap.

2. Castor oil

Castor oil atau minyak jarak merupakan minyak alami yang dapat membantu melembapkan kulit kering dan membantu proses penyembuhan iritasi kulit.

Minyak ini membantu menjaga kelembapan kulit, sehingga proses penyembuhan lebih optimal dan kulit tidak mudah mengering.

Selain itu, castor oil juga dapat membantu merangsang pertumbuhan jaringan kulit dan menjadi pelindung alami untuk mengurangi risiko infeksi.

3. Minyak kelapa

Minyak kelapa juga menjadi pilihan alami yang cukup populer untuk membantu mengatasi masalah kulit bayi.

Minyak dengan aroma wangi yang khas ini memiliki sifat antiseptik dan anti-inflamasi.

Penelitian tahun 2019 menunjukkan bahwa virgin coconut oil memiliki manfaat antiinflamasi dan dapat membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit.

Pilih minyak kelapa tanpa tambahan bahan kimia agar lebih aman digunakan pada kulit bayi.

4. Pelembap berbentuk krim

Saat ini tersedia berbagai pelembap berbentuk krim dan emolien yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif bayi. Beberapa di antaranya mengandung ceramide atau minyak nabati yang mampu menjaga kelembapan kulit.

Pelembap jenis ini juga membantu membentuk lapisan pelindung kulit sehingga iritasi tidak mudah kambuh. Untuk hasil optimal, gunakan pelembap segera setelah bayi mandi dan ulangi sesuai kebutuhan sepanjang hari.

Penyebab iritasi kulit bayi dan perawatan yang tepat

Untuk mengatasi iritasi kulit akibat ruam popok, eksim, maupun alergi pada bayi, berikut beberapa perawatan rumahan yang dapat dilakukan:

1. Ruam popok

Ruam popok atau dermatitis kontak sering terjadi karena popok kotor dibiarkan terlalu lama, sehingga area kulit bayi menjadi lembap dan mudah iritasi.

Untuk mencegah dan mengatasi ruam popok, pastikan kulit bayi selalu bersih dan kering. Gunakan kain hangat atau tisu bebas alkohol saat mengganti popok.

Setelah membersihkan kulit bayi, biarkan bayi beberapa saat tanpa popok agar kulit terkena udara dan lebih cepat kering. Jika diperlukan, gunakan krim diaper rash atau ruam popok yang mengandung zinc oxide secara rutin.

2. Eksim

Salah satu cara paling efektif mengatasi eksim pada bayi adalah menghindari pemicunya, seperti air liur, keringat, bulu hewan, makanan tertentu, atau bahan iritan lainnya.

Perawatan kulit eksim pada bayi meliputi penggunaan pelembap bertekstur pekat minimal dua kali sehari.

Gunakan produk dengan kandungan colloidal oatmeal atau oat oil untuk membantu meningkatkan kelembapan kulit dan mengurangi peradangan.

Minyak kelapa juga dapat dioleskan secara rutin untuk membantu melembapkan kulit dan memperbaiki lapisan pelindung kulit bayi.

Cegah bayi menggaruk area eksim karena dapat memperparah kondisi kulit dan meningkatkan risiko infeksi. Pastikan kuku anak tetap pendek dan area eksim tertutup dengan baik.

3. Alergi

Jika bayi memiliki alergi terhadap makanan atau bahan tertentu, gejala eksim dan iritasi kulit bisa kambuh setiap kali terpapar alergen tersebut.

Untuk membantu mencegah iritasi kulit, gunakan deterjen pakaian bayi yang lembut dan bebas pewangi. 

Pilih juga produk perawatan bayi yang bebas pewarna, pewangi, dan bahan tambahan lainnya.

5 Merek obat hydrocortisone yang ada di apotek

Berikut beberapa contoh merek obat hydrocortisone yang ada di apotek. Sebelum digunakan, pastikan Bunda konsultasi terlebih dahulu dengan dokter:

1. Hydrocortisone 1% Krim 

Krim topikal hydrocortisone ini dijual dengan ukuran tube 5 gram. Cara pakainya, oles tipis pada area kulit yang bermasalah 1–2 kali atau sesuai anjuran dokter.

Penggunaan krim ini bisa untuk eksim ringan, ruam alergi, dan gigitan serangga, dengan kadar steroid rendah. Harga sekitar Rp Rp16 ribu hingga Rp20 ribu per tube.

2. Hydrocortisone 2,5% Krim

Serupa seperti krim di atas, tapi kadarnya lebih kuat sehingga biasa digunakan untuk membantu mengatasi peradangan kulit yang lebih berat.

Krim ini juga dijual dengan ukuran tube 5 gram. Namun untuk anak, sebaiknya hanya dipakai jangka pendek dan sesuai anjuran dokter. Harga sekitar Rp 16 ribu–Rp25 ribu per tube.

3. Dermacoid

Dermacoid merupakan obat topikal berbentuk krim yang mengandung Hydrocortisone 17-butyrate. 

Obat ini termasuk dalam golongan kortikosteroid yang efektif untuk meredakan peradangan (inflamasi) dan rasa gatal pada berbagai gangguan kulit.

Untuk anak-anak, oleskan tipis-tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 1-2 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Harga sekitar Rp97 ribu per tube 10 gram.

4. Lexacorton

Lexacorton mengandung hydrocortisone acetate 2,5% yang membantu meredakan gatal, kemerahan, dan pembengkakan akibat dermatitis, eksim, maupun gigitan serangga. 

Obat ini berbentuk krim sehingga mudah menyerap di kulit, dalam tube 5 gram. harga sekitar Rp6 ribuan hingga Rp16 ribu per tube.

5. Erla Neo Hydrocort

Erla Neo Hydrocort adalah krim kombinasi yang mengandung kortikosteroid dan antibiotik aminoglikosida (neomycin). 

Obat ini digunakan untuk mengobati peradangan pada kulit yang disertai infeksi bakteri yang sensitif.

Karena termasuk golongan obat keras, penggunaan krim ini perlu resep dokter ya, Bunda. Harga sekitar Rp6 ribuan hingga Rp 13 ribu per tube 5 gram.

Itulah penjelasan tentang hydrocortisone untuk bayi, mulai dari cara penggunaan, dosis, manfaat, hingga efek sampingnya. Ingat, pastikan untuk konsultasi dulu ke dokter sebelum memakaikannya pada Si Kecil ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Jepang Gencar Promosikan Kontrasepsi Meski Angka Kelahiran Anjlok, Penyebabnya...

Kehamilan Melly Febrida

5 Potret Menggemaskan Shanum Anak Musisi Nino 'RAN', Mata Indahnya Curi Perhatian Netizen

Parenting Nadhifa Fitrina

Kenali Lily Padding, Strategi Karier Gen Z agar Cepat Naik Level & Berkembang

Mom's Life Amira Salsabila

7 Ciri Perempuan Berkualitas Tinggi yang Selalu Dihormati dan Dikagumi Orang Lain

Mom's Life Annisa Karnesyia

Curi Perhatian, Model Korea Sora Choi Pamer Baby Bump Kehamilan di Runway

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jadi Artis Korea Tertua yang Jalani IVF, Han Da Gam Spill Tips Hamil Sehat di Usia 47 Th

5 Potret Menggemaskan Shanum Anak Musisi Nino 'RAN', Mata Indahnya Curi Perhatian Netizen

Kenali Lily Padding, Strategi Karier Gen Z agar Cepat Naik Level & Berkembang

Jepang Gencar Promosikan Kontrasepsi Meski Angka Kelahiran Anjlok, Penyebabnya...

7 Ciri Perempuan Berkualitas Tinggi yang Selalu Dihormati dan Dikagumi Orang Lain

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK