HaiBunda

PARENTING

Bayi Menangis saat Tidur: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya secara Efektif

Kinan   |   HaiBunda

Rabu, 03 Jun 2026 09:30 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/monzenmachi
Jakarta -

Bayi menangis saat tidur terus-menerus sering kali bikin pusing ya, Bunda? Untuk mengatasinya dengan tepat, perlu diketahui terlebih dahulu penyebab pastinya.

Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada bayi baru lahir hingga usia 1 tahun. Tangisan saat tidur bisa muncul sebentar lalu berhenti sendiri, tetapi ada juga yang sampai membuat bayi terbangun dan sulit tenang kembali.

Beberapa contoh penyebab bayi menangis saat tidur misalnya rasa lapar, haus, perubahan siklus tidur, tumbuh gigi, hingga kondisi tertentu seperti night terror


10 Penyebab bayi menangis saat tidur

Dikutip dari Healthline, Bunda bisa memperhatikan suara tangisan bayi. Bayi yang menangis di malam hari karena popoknya basah, lapar, kedinginan, atau bahkan sedang sakit biasanya sulit kembali tertidur dalam 1-2 menit. 

Tangisan Si Kecil akan terus meningkat, dan menjadi tanda bagi Bunda untuk merespons.

Dalam kasus seperti ini, cobalah untuk menjaga agar bayi tetap tenang dan tidak terbangun. Lakukan apa yang perlu dilakukan tanpa rangsangan berlebih, seperti menyalakan lampu terang atau bersuara terlalu keras.

Tujuan utamanya yakni untuk memperjelas bahwa malam hari adalah waktu untuk tidur. Berikut beberapa penyebab bayi menangis saat tidur:

1. Merasa lapar atau haus

Bayi baru lahir memiliki ukuran lambung yang kecil, sehingga mereka lebih cepat lapar atau haus. Oleh sebab itu, mereka mungkin masih akan sering terbangun sambil menangis untuk menyusu di malam hari.

Dikutip dari Medical News Today, bayi usia 1 hingga 3 bulan masih sering bangun di malam hari karena lapar dan belum memiliki pola tidur yang stabil.

2. Siklus tidur belum terbentuk

Berbeda dengan orang dewasa, siklus tidur bayi masih belum terbentuk. Mereka lebih sering berada dalam fase tidur aktif (REM sleep), sehingga menjadi lebih mudah terbangun, bergerak, dan bahkan menangis.

Siklus tidur bayi berlangsung lebih pendek, sekitar 40–60 menit, sehingga bayi lebih mudah terbangun di sela-sela pergantian siklus tidur.

3. Popok kotor atau basah

Popok yang sudah penuh biasanya akan terasa basah dan membuat bayi tidak nyaman. Mereka juga mungkin akan menjadi mudah terbangun dan rewel saat waktu tidur. 

4. Tumbuh gigi

Saat memasuki usia sekitar 4–7 bulan, sebagian bayi mulai mengalami tumbuh gigi. Bayi sering mengalami nyeri dan gatal, sehingga tidur malamnya jadi gelisah. 

5. Refleks saat tidur

Bayi juga bisa mengalami gerakan refleks, tersentak, hingga membuatnya menangis saat tidur. Hal ini umumnya terjadi pada fase tidur aktif dan masih tergolong normal kok, Bunda.

6. Terlalu banyak aktivitas sebelum tidur

Overstimulasi seperti terlalu banyak aktivitas, suara bising, cahaya terang, atau bermain berlebihan sebelum tidur dapat membuat bayi sulit rileks. 

Akibatnya, bayi mungkin menjadi lebih mudah terbangun dan menangis di malam hari.

7. Perut tidak nyaman

Sistem pencernaan bayi baru lahir biasanya belum berkembang sempurna, sehingga mereka rentan mengalami rasa tidak nyaman di bagian perut.

Pada sebagian kasus, kondisi ini juga rentan membuat bayi mudah bangun dan menangis saat tidur malam. 

8. Separation anxiety

Memasuki usia sekitar 6–9 bulan, bayi mulai memahami keberadaan orang tua dan pengasuh terdekat di sekitarnya. 

Mereka bisa merasa cemas saat tidak melihat ayah atau bunda di dekatnya, termasuk saat terbangun di malam hari.

9. Sedang sakit

Masalah kesehatan seperti sedang demam, kolik, infeksi telinga, atau gangguan pencernaan dapat menyebabkan bayi menangis saat tidur. 

Jika tangisan terdengar lebih intens dan bayi tampak semakin kesakitan, tetap amati dan konsultasikan ke dokter bila diperlukan. 

10. Kelelahan 

Bayi yang terlalu lelah justru bisa lebih sulit tidur nyenyak lho, Bunda. Kondisi ini membuat hormon stres meningkat sehingga bayi lebih mudah rewel dan menangis saat tidur.

Cara mengatasi bayi menangis saat tidur

Ilustrasi bayi tidur/Foto: Getty Images/Edwin Tan

Lalu bagaimana cara mengatasi bayi yang sering menangis saat tidur? Berikut penjelasannya:

1. Ciptakan rutinitas tidur yang konsisten

Bedtime routine atau rutinitas tidur dapat membantu bayi mengenali waktu istirahat. Contoh aktivitasnya seperti mandi air hangat, dipijat, atau dibacakan cerita sebelum tidur.

2. Pastikan bayi sudah kenyang

Periksa jadwal makan dan menyusu bayi, terutama pada malam hari. Pastikan mereka sudah cukup kenyang sebelum jam tidur, supaya tidurnya bisa lebih nyenyak dan lama.

Untuk bayi baru lahir, mereka umumnya memang masih membutuhkan ASI setiap beberapa jam.

3. Cek popok dan pakaiannya secara berkala

Pastikan popok Si Kecil sudah bersih dan nyaman. Hindari pakaian terlalu tebal, karena ini justru rentan membuat bayi merasa kepanasan dan tak nyaman saat tidur.

4. Digendong jika perlu

Sebuah studi baru di Current Biology mengukur bagaimana bayi yang menangis terpengaruh secara fisiologis dengan cara digendong dan dibaringkan.

Penelitian yang dipimpin oleh Kumi Kuroda, PhD, dari RIKEN Center for Brain Science di Jepang, mengatakan bahwa proses ini bekerja untuk menenangkan bayi dan menurunkan detak jantungnya. 

Hasilnya, ditemukan bahwa menggendong bayi sambil berjalan kaki selama 5 menit dapat membantunya lebih cepat mengantuk dan tertidur. Detak jantung bayi meningkat jika pengasuh berhenti berjalan. 

Terpisah jauh, misalnya diletakkan di kasur setelah digendong, juga membuat bayi mudah rewel kembali. 

5. Beri sentuhan lembut

Sentuhan lembut seperti mengusap-usap punggung atau memeluk bayi perlahan juga dapat membantu menenangkan bayi ketika menangis saat tidur.

Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, Bunda juga bisa membedong bayi baru lahir agar mereka merasa lebih aman dan nyaman saat tidur.

Lingkungan tidur yang tenang juga membantu bayi lebih mudah tidur nyenyak. Hindari paparan suara keras dan cahaya terlalu terang menjelang waktu Si Kecil tidur.

6. Hindari overstimulasi

Sebisa mungkin batasi aktivitas berlebihan sebelum tidur, termasuk jangan terlalu banyak mengajaknya bermain sampai lelah. 

Jika bayi terlalu aktif menjelang waktu tidur malam, mereka rentan mudah bangun dan menangis nantinya saat tidur. 

7. Usap-usap perutnya

Dikutip dari What to Expect, sentuhan lembut di area perut seperti diusap-usap juga bisa membantu menenangkan bayi yang rewel. 

Tapi pastikan sentuhan ini singkat dan menyenangkan, agar bayi mengerti bahwa sudah waktunya untuk kembali tidur.

8. Cobalah membedong

Pada rentang usia bayi baru lahir hingga 2 bulan, bedong yang tidak terlalu ketat dapat menenangkan bayi dan meningkatkan kualitas tidurnya.

Bedong bayi dengan aman dan benar sehingga tidak ada ujung selimut yang longgar yang dapat menutupi wajahnya dan ia juga tidak terlalu kepanasan.

9. Atur suhu kamar

Suhu kamar yang terlalu panas atau dingin dapat mengganggu kenyamanan tidur bayi. Idealnya, ruangan terasa cukup sejuk dan nyaman.

10. Bantu bayi belajar self-soothing

Secara bertahap dan seiring bertambah usia, bayi dapat belajar menenangkan dirinya sendiri ketika terbangun di malam hari. 

Bunda bisa menunggu beberapa saat sebelum langsung menggendong bayi, sambil tetap memastikan kebutuhannya terpenuhi.

Mengenal kondisi night terror

Night terror adalah gangguan tidur yang membuat anak tiba-tiba menangis, berteriak, atau tampak ketakutan saat tidur, tetapi sebenarnya belum benar-benar terbangun. Biasanya night terror lebih sering terjadi pada anak usia balita dibanding bayi, Bunda.

Saat mengalami night terror, anak mungkin terlihat panik, berkeringat, atau sulit ditenangkan selama beberapa menit.

Meski tampak menyeramkan, night terror biasanya tidak berbahaya dan anak umumnya tidak mengingat kejadian tersebut setelah bangun sepenuhnya. 

Jika Si Kecil mengalami kondisi ini, Bunda perlu tetap tenang dan memastikan lingkungan sekitar aman agar anak tidak cedera.

Kapan bayi menangis saat tidur perlu dibawa ke dokter?

Ilustrasi bayi menangis/Foto: Getty Images/puhimec

Jika Bunda sudah mencoba berbagai cara tetapi masih belum bisa mengetahui penyebab bayi menangis saat tidur, jangan ragu untuk membawa anak ke dokter untuk konsultasi.

Setelah mendengar pola tangisan dan gejala yang dialami, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan.

Tangisan yang tergolong berlebihan dan tidak biasa, terutama jika berlangsung selama 2-3 jam atau lebih, sebaiknya juga segera dikonsultasikan kepada dokter. 

Hal ini mungkin bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut, termasuk seperti kolik, refluks asam lambung (GERD), infeksi, atau alergi.

Segera periksakan bayi ke dokter juga jika mengalami kondisi berikut:

  • Tangisan terdengar semakin intens dan sangat sulit ditenangkan
  • Disertai demam tinggi
  • Bayi tampak sesak napas
  • Muntah berulang atau diare
  • Nafsu minum menurun
  • Berat badan tidak bertambah
  • Tidur sangat gelisah setiap malam
  • Bayi tampak kesakitan saat disentuh atau digendong

Pola tidur bayi berdasarkan usia

Beda rentang usia, beda juga pola tidur yang dimiliki oleh bayi. Seperti apa jadwal tidur yang diharapkan?

Bayi baru lahir (0 hingga 1 bulan)

Pada bulan pertama kehidupannya, pola tidur bayi masih sulit diprediksi.Sering kali jam tidurnya diselingi periode bangun singkat, diikuti tidur siang dan periode tidur yang lebih lama. 

Bayi baru lahir tidur sekitar 16–17 jam per hari, tetapi sering terbangun setiap beberapa jam untuk menyusu. 

Pada fase ini, bayi belum bisa membedakan siang dan malam.

Bayi usia 1 hingga 3 bulan

Pada usia ini, ritme sirkadian mulai berkembang. Mereka juga masih menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim Bunda.

Sebagian bayi mulai memiliki pola tidur lebih teratur, walaupun masih sering bangun di malam hari untuk menyusu.

Pada usia ini, mereka juga mungkin merengek dalam tidurnya atau bangun sambil menangis jika lapar.

Bayi usia 3 hingga 7 bulan

Antara usia 3 dan 7 bulan, beberapa bayi mulai tidur lebih lama atau tidur sepanjang malam. 

Namun, sleep regression dan tumbuh gigi juga sering terjadi pada fase ini sehingga bayi tetap bisa terbangun sambil menangis.

Bayi usia 7 hingga 12 bulan

Sebagian besar bayi sudah bisa tidur sepanjang malam pada saat mereka berusia 9 bulan. Meskipun demikian, faktor-faktor seperti separation anxiety dan tumbuh gigi masih dapat mengganggu kenyamanan tidurnya.

Balita (12 bulan ke atas)

Balita umumnya membutuhkan sekitar 12–15 jam tidur per hari, termasuk waktu tidur siang. Pada usia ini, perubahan rutinitas, sakit, atau lonjakan perkembangan bisa membuat anak kembali sering menangis saat tidur.

Demikian penjelasan tentang serba-serbi bayi menangis saat tidur, termasuk faktor penyebab dan cara mengatasinya secara efektif. 

Bayi menangis saat tidur merupakan hal yang cukup umum dan sering berkaitan dengan proses tumbuh kembangnya. Tetap pantau dan jika perlu lakukan konsultasi ke dokter sesuai kebutuhan ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Deretan Artis Hollywood yang Berjuang Dapatkan Kehamilan dengan IVF, Tak Semuanya Sukses

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Momen Romantis Syifa Hadju Beri Kejutan Ultah ke El Rumi di Italia, Intip Potretnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang yang Tetap Tenang saat di Bawah Tekanan

Mom's Life Nadhifa Fitrina

30 Ucapan untuk Jemaah Haji yang Baru Pulang dan Doa Terbaik, Penuh Kata-kata Haru

Mom's Life Amira Salsabila

Bayi Menangis saat Tidur: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya secara Efektif

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Tetap Tenang saat di Bawah Tekanan

Deretan Artis Hollywood yang Berjuang Dapatkan Kehamilan dengan IVF, Tak Semuanya Sukses

30 Ucapan untuk Jemaah Haji yang Baru Pulang dan Doa Terbaik, Penuh Kata-kata Haru

Momen Romantis Syifa Hadju Beri Kejutan Ultah ke El Rumi di Italia, Intip Potretnya

Bayi Menangis saat Tidur: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya secara Efektif

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK