HaiBunda

PARENTING

10 Kalimat yang Dibenci Anak hingga Dewasa dari Orang Tuanya, Jangan Diucapkan!

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 14 Jun 2026 16:40 WIB
Ilustrasi Kalimat yang Dibenci Anak hingga Dewasa dari Orang Tuanya, Jangan Diucapkan!/Foto: Getty Images/Satjawat Boontanataweepol
Jakarta -

Ada kalanya hubungan orang tua dan anak yang sudah dewasa tidak selalu berjalan mulus seperti yang dibayangkan. Di balik niat baik, pasti ada momen salah paham yang memicu rasa kesal dari kedua belah pihak.

Hal seperti ini juga dibahas dalam sebuah studi dari Psychology and Aging yang menunjukkan bahwa perbedaan usia dan nilai seseorang turut memengaruhi cara berkomunikasi.

Dalam kondisi seperti ini, kita sebagai orang tua harus lebih peka terhadap perasaan anak. Komunikasi yang saling memahami bisa mengurangi jarak yang muncul di antara orang tua dan anak.


Karena tanpa kita ketahui, ada kalimat yang kerap diucapkan orang tua justru tidak disukai anak hingga mereka dewasa. Dari sinilah, kita harus mengetahui ucapan seperti apa yang sebaiknya dihindari dalam keseharian bersama anak.

10 Kalimat yang dibenci anak hingga dewasa dari orang tuanya

Dilansir dari laman Your Tango, terdapat sejumlah kalimat yang ternyata kurang disukai anak, bahkan hingga mereka beranjak dewasa.

1. "Karena Bunda bilang begitu"

Saat anak beranjak dewasa, mereka ingin diperlakukan sebagai pribadi yang mandiri dan mampu mengambil keputusan sendiri. Ketika pendapat mereka tidak dihargai, banyak yang akhirnya memilih menjaga jarak dari orang tuanya.

Ketika pulang ke rumah, anak bahkan bisa kembali pada pola lama seperti saat masih kecil. Mereka memilih memendam perasaannya sendiri demi menghindari konflik.

Itulah mengapa, kalimat seperti "Karena Bunda bilang begitu" atau "Nanti kamu akan mengerti kalau sudah lebih besar" kurang disukai. Ucapan tersebut membuat anak seolah kemampuan mereka untuk berpikir dan menentukan pilihan sebagai orang dewasa dianggap remeh.

2. "Kamu sudah melakukannya dengan baik, tapi..."

Perasaan dihargai oleh orang tua itu penting ya, bahkan ketika anak sudah dewasa. Tidak hanya saat masih kecil saja, dukungan dari orang tua juga berpengaruh terhadap rasa percaya diri mereka kedepannya, Bunda.

Masalahnya, pujian yang langsung diikuti dengan kritik sering meninggalkan kesan yang kurang menyenangkan. Kalimat seperti, "Kamu sudah melakukannya dengan baik, tapi..." terasa seperti penilaian terhadap pilihan hidup mereka.

Nantinya, anak mudah merasa kecewa dan membuat hubungan menjadi lebih renggang. Anak yang sudah dewasa tentu ingin dihargai atas usaha, keputusan, dan pencapaian yang telah mereka dapatkan.

3. "Setelah semua yang sudah Bunda lakukan untukmu?"

Kalimat seperti ini kerap terucap saat orang tua merasa usaha dan pengorbanannya tidak dihargai oleh anak. Padahal, bagi anak yang sudah dewasa, ucapan tersebut terdengar seperti tekanan yang membuat mereka merasa bersalah.

Mulai dari hal kecil hingga persoalan yang lebih besar, rasa bersalah digunakan agar anak mengikuti keinginan orang tua. Terapis keluarga asal Amerika Serikat, Sarah Epstein, menyampaikan bahwa membangkitkan rasa bersalah memang bisa memberikan hasil dalam jangka pendek.

Namun dalam jangka panjang, anak merasa dimanipulasi secara emosional, menyimpan kekecewaan, dan bahkan membangun jarak dalam hubungan dengan orang tuanya.

4. "Kami tahu apa yang terbaik untukmu"

Banyak orang tua mengucapkan ini karena ingin melindungi anak mereka. Namun, bagi anak yang sudah dewasa, ucapan tersebut membuat mereka merasa pendapat dan keinginannya tidak dianggap penting.

Perasaan tidak nyaman biasanya muncul ketika orang tua lebih mengutamakan pandangan sendiri tanpa memberi ruang bagi anak untuk menentukan pilihannya. Terlebih jika ini disampaikan dengan nada memaksa atau digunakan untuk mengarahkan anak mengikuti keinginan orang tua.

Jika hal ini terus terjadi, anak akan merasa sulit berkembang dan kurang percaya diri, Bunda. Lama-kelamaan, hubungan dengan orang tua juga lebih renggang karena mereka tidak diberi ruang untuk menentukan jalan hidupnya.

5. "Suatu hari nanti kamu akan berterima kasih kepada kami"

Sering kali, ungkapan ini diucapkan orang tua dengan maksud yang baik, terutama saat mereka sedang memberikan pelajaran atau arahan untuk anaknya.

Namun bagi anak yang sudah dewasa, ucapan tersebut membuat perasaan dan kekhawatiran mereka saat itu diabaikan begitu saja. Alih-alih merasa dipahami, mereka menangkap pesan seolah apa yang sedang dirasakan saat ini tidak terlalu penting.

Bunda perlu tahu, banyak anak dewasa kini lebih membutuhkan orang tua yang mau mendengarkan, memahami sudut pandangnya, dan memberikan dukungan emosional secara langsung.

Meski begitu, seorang psikolog dari Amerika Serikat, Hal Shorey, menuturkan bahwa tidak semua anak yang merasa tidak dihargai selalu berada di pihak yang benar. Begitu pula juga dengan orang tua, tidak semuanya sengaja meremehkan atau mengabaikan perasaan anak mereka.

6. "Nanti orang lain akan berpikir apa tentang kamu?"

Selanjutnya, orang tua suka mengucapkan kalimat ini saat khawatir dengan pandangan keluarga, kerabat, atau lingkungan sekitar. Namun, anak akan merasa bahwa lebih baik fokus pada penilaian orang lain daripada apa yang sebenarnya dirasakan.

Lambat laun, anak pun merasa tertekan untuk selalu memenuhi harapan orang di sekitarnya. Secara tidak langsung, mereka juga bisa saja mengabaikan kenyamanan diri sendiri demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.

7. "Di mata Bunda, kamu akan selalu jadi anak kecil"

Bagi banyak orang tua, anak akan tetap terasa seperti sosok kecil yang pernah mereka rawat. Rasa sayang itulah yang membuat ungkapan seperti ini terlontar dalam berbagai kesempatan.

Namun saat anak sudah dewasa, ucapan tersebut membuat mereka merasa belum sepenuhnya dipercaya. Terlebih jika kalimat itu disertai sikap mengabaikan pendapat yang mereka sampaikan.

Meski niat orang tua baik, anak tetap bisa merasa kemandiriannya kurang dihargai. Mereka ingin diperlakukan layaknya orang dewasa yang bisa mengambil keputusan sendiri, tanpa kehilangan kasih sayang dari orang tuanya.

8. "Kamu harus lebih bersyukur"

Bagi anak yang sudah dewasa, kalimat ini terasa kurang nyaman untuk didengar. Ucapan tersebut membuat perasaan, kekhawatiran, atau kesulitan yang sedang dihadapi dianggap tidak penting.

Padahal, saat anak membicarakan pengalaman masa kecil yang menyakitkan, bukan berarti mereka tidak bersyukur ya, Bunda. Itu justru tanda bahwa mereka sedang berusaha memahami diri sendiri dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada dasarnya, hubungan yang sehat dibangun lewat keterbukaan dan saling mendengarkan. Ketika orang tua memberi ruang untuk berbicara dengan jujur, anak pun akan merasa lebih dihargai.

9. "Kamu memang dari dulu seperti itu"

Banyak anak yang sudah dewasa berusaha memperbaiki diri dan keluar dari kebiasaan yang selama ini menghambat mereka. Saat mereka bercerita tentang kesulitan yang sedang dihadapi, respons seperti "Kamu memang dari dulu seperti itu" bisa terasa menyakitkan.

Anak menjadi merasa seolah mereka tidak akan pernah berubah. Alih-alih mendapat dukungan, mereka justru semakin sulit percaya pada kemampuan dirinya untuk berkembang.

Seperti kita ketahui, setiap orang punya kesempatan untuk belajar dan bertumbuh sepanjang hidupnya. Ketika orang tua terus mengaitkan anak dengan kekurangan, hal itu membuat hubungan keluarga menjadi kurang baik.

10. "Kamu sudah tidak sayang sama Bunda"

Kalimat ini biasa terucap ketika orang tua sedang sedih, kecewa, atau kurang mendapatkan perhatian dari anaknya. Tapi bagi anak yang sudah dewasa, ucapan tersebut terasa seperti tekanan yang membuat mereka merasa bersalah.

Pada akhirnya, banyak kalimat yang kurang disukai anak sebenarnya berakar dari rasa khawatir, takut kehilangan, atau ketidakamanan yang dirasakan orang tua.

Itulah mengapa, komunikasi yang jujur dan penuh pengertian akan jauh lebih membantu untuk menjaga hubungan tetap dekat hingga anak beranjak dewasa.

Itulah penjelasan mengenai beberapa kalimat yang sering tidak disukai anak hingga mereka beranjak dewasa saat diucapkan oleh orang tua.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Awas Si Kecil Kecanduan Scroll Sosial Media, Ini Dampaknya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua

Parenting Angella Delvie & Fauzan Julian Kurnia

Hukum Suami Istri Tidur Terpisah Menurut Islam

Mom's Life Arina Yulistara

Ciri Kepribadian Orang yang Minimalis, Kunci Hidup Sederhana yang Lebih Bahagia

Mom's Life Amira Salsabila

Mengenal Vagitus Uterinus, Fenomena Langka saat Janin Keluarkan Suara Tangisan

Kehamilan Annisa Karnesyia

10 Kalimat yang Dibenci Anak hingga Dewasa dari Orang Tuanya, Jangan Diucapkan!

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Bahagia Saat Hujan Turun, Tanda Kecerdasan Tinggi?

Hukum Suami Istri Tidur Terpisah Menurut Islam

Mengenal Vagitus Uterinus, Fenomena Langka saat Janin Keluarkan Suara Tangisan

Ciri Kepribadian Orang yang Minimalis, Kunci Hidup Sederhana yang Lebih Bahagia

5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK