HaiBunda

PARENTING

Jadwal & Tekstur MPASI Bayi 7-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu

Kinan   |   HaiBunda

Selasa, 16 Jun 2026 21:30 WIB
Ilustrasi Jadwal & Tekstur MPASI Bayi 7-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu/Foto: Getty Images/travelism
Jakarta -

Untuk mencegah GTM (Gerakan Tutup Mulut) dan membuat Si Kecil lebih lahap, Bunda perlu tahu seperti apa tekstur MPASI bayi 7-12 bulan yang tepat. Sudah tahu contohnya?

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kebutuhan gizi untuk bayi berusia 6 bulan sudah tidak lagi dapat dipenuhi hanya melalui ASI. 

Di sinilah kemudian Makanan Pendamping ASI (MPASI) memegang peranan penting, termasuk untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.


Pemberian makanan perlu memperhatikan berbagai aspek, mulai dari jenis makanan, jumlah, frekuensi, hingga tekstur dan konsistensinya.

Mengapa tekstur MPASI perlu diperhatikan?

Selain memilih bahan makanan yang bergizi, orang tua juga perlu memperhatikan tahapan tekstur MPASI yang diberikan kepada bayi. Sesuaikan dengan usia dan kemampuan makan masing-masing anak, agar mereka dapat belajar mengunyah dan makan dengan lebih baik.

Dikutip dari What to Expect, para ahli menyarankan agar MPASI mulai diperkenalkan saat bayi berusia 6 bulan.Secara bertahap, tekstur MPASI ditingkatkan.

Mulai dari bubur saring yang lembut, bubur kasar tanpa disaring, finger food, makanan lunak dengan lauk cincang, hingga akhirnya makanan keluarga. Untuk porsi, bayi usia 7 hingga 12 bulan umumnya berkisar antara 3 sendok makan sampai setengah mangkuk berukuran 250 ml.

Seperti apa tahapan tekstur MPASI?

Menurut rekomendasi World Health Organization (WHO), bayi usia 6–8 bulan sebaiknya mendapatkan makanan pendamping sebanyak 2–3 kali sehari.

Selanjutnya, frekuensi MPASI dapat ditingkatkan menjadi 3–4 kali sehari pada bayi usia 9–11 bulan hingga 12–24 bulan.

Lantas, bagaimana tahapan tekstur MPASI yang sesuai dengan usia anak? Berikut penjelasannya:

Usia 7 bulan

Mulai usia 6 bulan, bayi sudah dapat mengonsumsi makanan yang dihaluskan maupun makanan semi padat. WHO juga menegaskan bahwa makanan pertama bayi sebaiknya tidak bertekstur terlalu cair.

"Makanan yang pertama kali diberikan kepada bayi haruslah kental, tidak mudah jatuh dari sendoknya, dan mengandung lemak sehingga kalori makanan tersebut lebih tinggi dari kalori ASI," demikian bunyi rekomendasi tersebut seperti dikutip dari buku Kelas Bayi Nyam-Nyam Panduan Pemberian MPASI Sejak Hari Pertama Bayi Makan.

Bunda bisa memastikan ini dengan memberikan makanan bertekstur cukup kental dan tidak mudah menetes dari sendok.

Jika makanan diberikan terlalu encer, ini cenderung memiliki kandungan kalori yang lebih rendah sehingga kurang mencukupi kebutuhan energi Si Kecil.

Usia 8 bulan ke atas

Saat memasuki usia sekitar 8 bulan, kemampuan mengunyah bayi mulai berkembang. Nah, tekstur MPASI dapat dibuat sedikit lebih kasar dibandingkan sebelumnya.

Bunda bisa menyajikan MPASI dalam bentuk bubur atau puree yang lebih bertekstur, tetapi tetap lembut sehingga mudah ditelan oleh bayi.

Selain itu, pada rentang usia ini bayi juga sudah dapat dikenalkan dengan biskuit, puding, atau kue khusus bayi yang aman untuk dikonsumsi.

Usia 9–10 bulan

Di usia ini, kemampuan mengunyah bayi umumnya semakin baik dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu, tekstur MPASI bisa ditingkatkan menjadi lebih padat dibandingkan tahap sebelumnya.

Bunda dapat menyajikan bubur atau puree yang lebih kental dan padat, tetapi tetap mudah dikunyah dan ditelan oleh bayi.

Usia 11 bulan

Menginjak usia 11 bulan, bayi biasanya sudah siap untuk beralih ke tekstur makanan seperti bubur kasar atau tanpa disaring. Bunda juga sudah mulai bisa memperkenalkan menu berupa nasi tim.

Tekstur nasi tim umumnya lembut dan sedikit lembek, sehingga tetap nyaman dikunyah oleh bayi. Tahap ini juga menjadi latihan yang baik sebelum bayi mengonsumsi makanan keluarga.

Usia 12 bulan ke atas

Pada usia 12 bulan, sebagian besar anak sudah mampu mengonsumsi makanan yang serupa dengan menu keluarga sehari-hari.

Namun, Bunda tetap perlu memastikan makanan yang diberikan padat nutrisi. Misalnya seperti sumber protein hewani seperti daging merah, unggas, ikan, telur, dan produk susu.

Kenapa perlu mengatur jadwal makan bayi?

Ilustrasi/Foto: Getty Images/oatawa

Selain tekstur, hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan yakni jadwal makan.

Penerapan jadwal makan yang teratur, terutama pada masa awal MPASI, dapat membantu sistem pencernaan bayi menyesuaikan diri dengan lebih baik.

Sebaliknya, kalau jadwal makan diberikan tidak teratur maka berpotensi menyebabkan masalah lain. Termasuk seperti kurangnya asupan nutrisi maupun gangguan pencernaan.

Menurut IDAI, terdapat sejumlah aspek dalam pemberian MPASI yang masih sering terlewat oleh orang tua. Salah satunya memahami bahasa tubuh anak sebagai tanda lapar atau kenyang.

Pengaturan rasa lapar dan kenyang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal.

Maka dari itu, penting bagi anak untuk mengembangkan kemampuan mengenali sinyal lapar dan kenyang dari dalam dirinya sendiri.

Jadwal MPASI bayi 7-12 bulan

Dalam sehari, anak dianjurkan diberi makan utama sebanyak tiga kali, makanan selingan 1–2 kali, serta mengonsumsi ASI dan/atau susu sebanyak 2–3 kali.

Berikut contoh jadwal MPASI yang dapat diterapkan pada bayi usia 7 bulan hingga 12 bulan:

Usia 7–8 bulan

06.00: ASI
08.00: Sarapan dengan makanan bertekstur lumat
10.00: ASI atau camilan, misalnya buah bertekstur lembut
12.00: Makan siang dengan makanan bertekstur lembut
14.00: ASI
16.00: Makanan selingan
18.00: Makan malam dengan makanan lumat
20.00, 22.00, 24.00, dan 03.00: ASI sesuai kebutuhan bayi

Jadwal MPASI bayi 9–11 bulan

06.00: ASI
08.00: Sarapan MPASI cincang halus, cincang kasar, atau finger food
10.00: ASI atau makanan selingan, seperti buah yang dipotong kecil dan dicincang kasar
12.00: Makan siang MPASI cincang halus, cincang kasar, atau finger food
14.00: ASI
16.00: Makanan selingan
18.00: Makan malam berupa MPASI cincang atau finger food
20.00, 22.00, dan 24.00: ASI

Selama masa pengenalan makanan, Bunda dianjurkan untuk memperhatikan kemungkinan munculnya reaksi alergi setelah bayi mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Dikutip dari buku MPASI Super Lengkap, orang tua juga perlu memahami bahwa meskipun bayi telah mendapatkan makanan pendamping, pemberian ASI tetap dianjurkan hingga usia 1 tahun.

Itulah penjelasan tentang pengaturan jadwal dan tekstur MPASI bayi 7-12 bulan. Setiap bayi punya waktu masing-masing, sehingga Bunda juga perlu melihat respons dan kesiapan Si Kecil, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang yang Menghasilkan Uang Lebih Banyak Menurut Penelitian

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Anak Usia 5 Tahun Masih Ngompol di Malam Hari, Normalkah?

Parenting Asri Ediyati

Jadwal & Tekstur MPASI Bayi 7-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu

Parenting Kinan

4 Zodiak Ini Paling Menikmati Gaya Hidup Slow Living, Bunda Termasuk?

Mom's Life Amira Salsabila

Studi Temukan Mikroplastik di Plasenta dan Bayi Belum Lahir, Waspadai Dampaknya Bun

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Menghasilkan Uang Lebih Banyak Menurut Penelitian

Jadwal & Tekstur MPASI Bayi 7-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu

5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali

Anak Usia 5 Tahun Masih Ngompol di Malam Hari, Normalkah?

Studi Temukan Mikroplastik di Plasenta dan Bayi Belum Lahir, Waspadai Dampaknya Bun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK