HaiBunda

PARENTING

8 Perilaku Seumur Hidup yang Tanpa Disadari Anak Tiru dari Orang Tua

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB
Ilustrasi Perilaku Seumur Hidup yang Tanpa Disadari Anak Tiru dari Orang Tua/Foto: Getty Images/iStockphoto/SunnyVMD
Jakarta -

Anak tidak hanya belajar dari apa yang diajarkan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari. Berbagai kebiasaan yang dilakukan orang tua di rumah kerap menjadi contoh bagi mereka.

Kita mungkin tidak selalu menyadarinya, tapi anak sangat peka terhadap lingkungan terdekatnya, lho. Apa yang dianggap biasa di rumah bisa menjadi sesuatu yang mereka anggap seharusnya begitu.

Itulah sebabnya, peran orang tua bukan hanya memberi arahan, tetapi juga menjadi contoh yang baik. Karena dari situlah anak belajar membentuk kebiasaan yang akan mereka bawa hingga dewasa.


Maka dari itu, ada perilaku seumur hidup yang tanpa disadari anak tiru dari orang tua. Berikut penjelasan selengkapnya.

8 Perilaku seumur hidup yang tanpa disadari anak tiru dari orang tua

Menilik dari laman Your Tango, berikut beberapa perilaku seumur hidup yang tanpa disadari anak warisi dari orang tua mereka:

1. Kemampuan mengungkapkan perasaan

Kemampuan untuk terbuka soal perasaan ternyata jadi keterampilan hidup yang sangat penting. Psikolog berlisensi di Amerika Serikat, Aline Zoldbrod, Ph.D., menyebut bahwa kemampuan mengungkapkan perasaan sangat berpengaruh dalam kehidupan.

"Salah satu keterampilan hidup terpenting yang dimiliki oleh seseorang adalah kemampuan untuk mengungkapkan perasaan mereka dalam kata-kata dan kemudian berbagi pikiran dan perasaan mereka secara konstruktif dengan orang-orang terdekat mereka," tulisnya.

Hal ini sebenarnya dapat dipelajari saat anak sudah besar, tapi paling mudah terbentuknya justru waktu anak masih kecil, Bunda.

Di rumah, orang tua membantu anak untuk mengenali apa yang mereka rasakan. Tapi yang jadi penentu itu bukan cuma diajarkan, melainkan apakah anak benar-benar didengar saat bercerita atau malah diabaikan.

Ada anak yang tumbuh dengan rasa kalau perasaannya itu penting dan layak didengar. Tapi ada juga yang justru kebalikannya, jadi terbiasa menahan apa yang mereka rasakan sendiri.

2. Menunjukkan sikap santun dalam keseharian

Dalam hal tata krama, peran orang tua ternyata sangat besar. Pelatih kehidupan asal Amerika Serikat, Ellen Kamaras, mengatakan bahwa orang tua menjadi pengaruh dalam kebiasaan seperti mengucapkan, "Tolong" dan, "Terima kasih".

Sementara itu, cara paling efektif untuk menciptakan tata krama kepada anak adalah dengan memberikan contoh yang konsisten. Mulai dari bersikap sopan, menghargai orang lain, hingga menunjukkan rasa syukur dalam berbagai situasi.

3. Mudah merasa khawatir berlebihan

Konselor dan terapis dari Wales, Inggris, LouLou Palmer, menjelaskan bahwa orang tua yang suka memikirkan kemungkinan terburuk, meski kondisi saat ini sebenarnya baik-baik saja, tanpa sadar hal itu bisa menularkan kekhawatiran kepada anak.

Mengapa demikian? Ini terjadi karena anak peka terhadap cara orang tua menanggapi situasi sehari-hari. Mereka pun turut belajar cara pandang yang sama terhadap rasa cemas dan kemungkinan buruk.

4. Rasa bersalah

Saat anak melakukan kesalahan lalu menerima kritik dari orang tua, rasa bersalah itu sebenarnya tidak benar-benar hilang, Bunda. Hal itu bisa ikut terbawa hingga mereka dewasa.

Di dalam diri, suara itu bisa seperti, "Kamu seharusnya..." dan nantinya membentuk perasaan bahwa dirinya tidak pernah cukup baik di mata orang lain.

Akhirnya, mereka pun bisa lebih sering menjalani hidup berdasarkan harapan dari luar, bukan dari keinginan diri sendiri yang sebenarnya.

5. Cara menunjukkan dan menerima cinta

Anak-anak itu belajar tentang cinta dan hubungan dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah. Dari interaksi orang tua, mereka tahu bagaimana cinta ditunjukkan lewat kata-kata, tindakan, dan cara bersikap.

Saat orang tua menunjukkan kasih sayang, saling menghargai, anak belajar bahwa cinta itu menenangkan. Tapi jika yang sering terlihat adalah saling menyalahkan, pemahaman anak tentang cinta bisa ikut terbentuk berbeda.

Begitu pula juga saat ada konflik, Bunda. Cara orang tua menyelesaikannya akan menjadi pelajaran bagi anak tentang apakah cinta bisa tetap bertahan meski ada perbedaan.

6. Cara menilai orang lain

Pelatih hubungan asal Amerika Serikat, Cassady Cayne, menjelaskan bahwa cara anak menilai dan mengkritik orang lain, termasuk diri sendiri, banyak dipelajari dari orang tua.

Kalau sejak kecil saja anak suka mendengar komentar yang negatif, seperti menghakimi penampilan atau mengkritik orang lain, hal itu bisa berpengaruh pada rasa percaya diri mereka.

Sebaliknya, jika anak tumbuh dengan contoh yang penuh dengan empati, mereka akan belajar untuk lebih memahami orang lain, Bunda.

7. Cara agar dicintai

Anak-anak itu seperti 'spons', mudah sekali menyerap perilaku dan sikap dari orang tua. Bahkan hal seperti kebiasaan sehari-hari, tanpa sadar bisa mereka anggap sebagai sesuatu yang dapat diikuti.

Nah yang jadi perhatian adalah ketika anak tumbuh di lingkungan rumah yang selalu ada konflik. Pertengkaran terus-menerus, emosi yang tidak stabil, atau hubungan yang tidak sehat bisa sangat mudah terserap oleh anak.

Lambat laun, apa yang mereka lihat itu bisa terbawa hingga dewasa dan terulang lagi dalam cara mereka menjalani hubungan.

8. Ketangguhan

Ketangguhan adalah kemampuan penting dalam hidup. Ini berarti kemampuan anak untuk beradaptasi, bangkit kembali dari hal sulit, dan tetap menjaga rasa percaya diri.

Saat orang tua menunjukkan kepercayaan pada anak, itu menjadi fondasi untuk membangun ketangguhan tersebut. Lalu, ketika anak diberi ruang untuk mencari solusi, mereka pun akan percaya pada kemampuannya dalam menghadapi masalah.

Itulah beberapa perilaku seumur hidup yang tanpa disadari anak tiru dari orang tua. Semoga informasinya dapat bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tanpa Sadar, 7 Kalimat Ini Bisa Jadi Bentuk Gaslighting pada Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Paras Cantik Cara Rose Anak Rianti Cartwright, Disebut Kembaran Sang Bunda

Parenting Nadhifa Fitrina

Pasangan Ini Putuskan Berpisah usai Jalani Program IVF, Bagaimana Hak Asuh Anak?

Kehamilan Amrikh Palupi

Cara Mengenali Orang Pemilik IQ Tinggi dari Pertanyaan yang Diajukan Saat Ngobrol

Mom's Life Azhar Hanifah

8 Perilaku Seumur Hidup yang Tanpa Disadari Anak Tiru dari Orang Tua

Parenting Nadhifa Fitrina

Disebut Awet Muda, 7 Potret Winky Wiryawan & Kenes Andari Selalu Romantis

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Paras Cantik Cara Rose Anak Rianti Cartwright, Disebut Kembaran Sang Bunda

Pasangan Ini Putuskan Berpisah usai Jalani Program IVF, Bagaimana Hak Asuh Anak?

8 Perilaku Seumur Hidup yang Tanpa Disadari Anak Tiru dari Orang Tua

Disebut Awet Muda, 7 Potret Winky Wiryawan & Kenes Andari Selalu Romantis

Rumah Tangga Terasa Dingin? Ini Tanda Hubungan Suami Istri Mulai Bermasalah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK