PARENTING
GERD pada Bayi: Ketahui Penyebab & Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Senin, 29 Jun 2026 12:50 WIBBelakangan ini, cerita seorang Bunda di media sosial tentang bayinya yang menjalani pengobatan GERD sempat menarik perhatian. Kondisi ini tentu membuat orang tua khawatir jika Si Kecil mengalami masalah pencernaan.
Bicara soal ini, dokter spesialis kesehatan anak di Palembang, dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp. GH(K), menjelaskan bahwa GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease pada bayi dan anak yang lebih besar ternyata berbeda.
"Pertama-tama GERD pada bayi dan anak yang lebih besar itu berbeda. Kita akan bahas pada bayi dulu. Sebelum itu, Bapak Ibu perlu tahu dulu beda makna dari refluks, gumoh, dan muntah," tulis dr. Astuti, dikutip dari akun Instagram @idai_ig.
Dokter Astuti menyampaikan bahwa refluks adalah kondisi saat isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan tanpa disertai usaha dari bayi. Isi lambung ini tidak hanya makanan dan minuman, tapi juga bisa berupa asam lambung, asam empedu, dan enzim pencernaan.
Sementara itu, gumoh terjadi ketika isi lambung tersebut naik hingga ke rongga mulut lalu keluar kembali dari mulut bayi. Lalu, muntah merupakan usaha bayi untuk mengeluarkan isi lambung melalui mulut.
Berbicara soal GERD, kondisi ini terjadi ketika refluks berlangsung lebih sering atau disertai gangguan lain yang menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi. Lalu apa yang jadi penyebab bayi mengalami GERD?
Penyebab GERD pada bayi
Sebelum kita bahas lebih jauh, Bunda harus pahami terlebih dahulu bahwa gumoh pada bayi sebenarnya cukup sering terjadi. Kondisi ini masih dianggap normal, terlebih pada usia awal kehidupan Si Kecil.
"Sebetulnya gumoh pada bayi sebagian besar normal dan seiring usia bertambah kejadiannya akan menurun," kata dr. Astuti.
Gumoh terjadi karena sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna, terutama bagian yang menghubungkan kerongkongan dan lambung, Bunda.
Selain itu, bayi juga lebih sering mengonsumsi susu dalam bentuk cair yang lebih mudah kembali naik. Ditambah lagi, kapasitas lambung bayi masih kecil sehingga cepat penuh. Kondisi inilah yang membuat gumoh lebih sering terjadi pada bayi.
Menurut dr. Astuti, gumoh dapat mengandung asam lambung, empedu, dan enzim pencernaan. Namun, kondisi ini tidak langsung berbahaya bagi bayi.
"Gumoh memang bisa berisi asam lambung, empedu, dan enzim pencernaan. Namun, kerusakan kerongkongan hingga menyebabkan GERD jarang terjadi, karena tubuh anak memiliki mekanisme perlindungan alami," ujarnya.
Bunda perlu tahu, tubuh bayi sebenarnya sudah memiliki perlindungan untuk mencegah dampak dari asam lambung. Air liur dan cairan di kerongkongan mereka dapat menetralkan asam tersebut.
Namun, jika perlindungan ini tidak optimal, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi GERD. Dokter Astuti menjelaskan bahwa GERD pada bayi terjadi ketika aliran balik isi lambung ke kerongkongan menimbulkan gejala yang mengganggu.
"GERD adalah ketika refluks (aliran balik isi lambung ke kerongkongan) menimbulkan gejala yang mengganggu dan atau komplikasi," ujar dr. Astuti.
Dengan demikian, kondisi gumoh yang disertai gejala mengganggu dapat berkembang menjadi GERD pada bayi. Hal ini terjadi karena perlindungan tubuh tidak dapat melindungi kerongkongan dengan baik.
Tanda bahaya GERD pada bayi
Dikutip dari akun Instagram @idai_ig, berikut ini tanda bahaya GERD pada bayi yang perlu Bunda waspadai:
- Muntah darah
- Pertumbuhan berat badan tidak sesuai usia
- Postur Sandifer (melengkungkan punggung)
- Rewel berkepanjangan
- Menolak makan
- Sembelit atau diare
- Gangguan tidur
Cara mengurangi risiko GERD pada bayi
Orang tua bisa mencoba beberapa langkah untuk membantu mengurangi risiko GERD pada bayi. Simak penjelasan selengkapnya:
- Perbaiki teknik menyusui yang benar agar bayi dapat menyusu dengan lebih nyaman.
- Hindari pemberian makan berlebihan karena dapat membuat lambung bayi cepat penuh dan memicu gumoh.
- Frekuensi makanan disesuaikan dengan kebutuhan bayi agar pencernaan tetap bekerja dengan baik.
Itulah penjelasan mengenai GERD pada bayi, seperti penyebab dan tanda bahaya yang perlu diwaspadai. Semoga informasinya memberi manfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
White Noise Aman untuk Bayi?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi, Bunda Perlu Tahu
9 Gejala Demam Berdarah pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Penyebab dan Dampak Stunting pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Kotoran Telinga Anak Mengeras, Bagaimana Cara Membersihkannya?
TERPOPULER
Bosan Bilang 'Terima Kasih'? Ini 10 Kata Pengganti yang Lebih Berkesan
Stop Bilang "Kamu Bisa Melakukannya", Ini Kalimat Penggantinya untuk Membesarkan Anak Sukses
Berhubungan Intim 4 Kali Seminggu Disebut Perbesar Potensi Hamil hingga 16 Persen
Potret Nada Tarina Putri Percaya Diri Tunjukkan Bekas Jahitan Operasi Skoliosis di Punggungnya
Jangan Bilang "Bukan Masalah Saya", Ganti dengan 11 Kalimat Sopan Ini
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bosan Bilang 'Terima Kasih'? Ini 10 Kata Pengganti yang Lebih Berkesan
Stop Bilang "Kamu Bisa Melakukannya", Ini Kalimat Penggantinya untuk Membesarkan Anak Sukses
Berhubungan Intim 4 Kali Seminggu Disebut Perbesar Potensi Hamil hingga 16 Persen
Potret Nada Tarina Putri Percaya Diri Tunjukkan Bekas Jahitan Operasi Skoliosis di Punggungnya
Jangan Bilang "Bukan Masalah Saya", Ganti dengan 11 Kalimat Sopan Ini
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Kasih Kado Jersey Persib buat Bobotoh? Cara Tahu Ukurannya Diam-diam Biar Pas
-
Beautynesia
7 Cara Mengenali Rekan Kerja dengan Kecerdasan Emosional Rendah
-
Female Daily
5 Rekomendasi Flat Shoes untuk ke Kantor, Nyaman Dipakai Seharian tapi Tetap Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Selena Gomez Memukau dalam Balutan Gaun Merah Prada di Acara Amal
-
Mommies Daily
8 Drakor dan Film Kim Yoo-jung, Terbaru Ada 100 Days of Deception