PARENTING
9 Peran Orang Tua di Hari Pertama Sekolah, Bantu Anak Lebih Siap Belajar & Beradaptasi
Azhar Hanifah | HaiBunda
Selasa, 14 Jul 2026 09:20 WIBPeran orang tua di hari pertama sekolah memiliki pengaruh besar dalam membantu anak menghadapi lingkungan baru dengan lebih percaya diri. Momen memasuki sekolah, baik untuk pertama kali maupun kembali setelah libur panjang, sering kali menghadirkan perasaan campur aduk bagi anak, mulai dari rasa senang, antusias, hingga cemas karena harus beradaptasi dengan suasana, teman, dan guru baru.
Dukungan sederhana dari Bunda dan Ayah, seperti mendampingi, mendengarkan cerita anak, hingga mempersiapkan kebutuhan sekolah bersama, dapat membuat transisi tersebut terasa lebih nyaman.
Lantas, apa saja peran orang tua yang bisa dilakukan untuk membantu anak lebih siap menghadapi hari pertama sekolah? Simak penjelasannya berikut ini, ya, Bunda.
Peran orang tua di hari pertama sekolah, bantu anak lebih siap belajar dan beradaptasi
Hari pertama sekolah menjadi salah satu tahap penting dalam perkembangan anak. Pada masa ini, dukungan keluarga dapat membantu anak membangun rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya saat memasuki lingkungan baru.
Melansir dari Scholastic, guru kelas tiga di Connecticut, Heather O'Connor, mengatakan bahwa setiap anak memasuki tahun ajaran baru dengan kemampuan, tujuan, serta keterampilan sosial dan emosional yang berbeda.
Menurutnya, guru berusaha membangun hubungan yang kuat dengan setiap siswa sejak mereka masuk ke lingkungan kelas.
Karena orang tua merupakan sosok yang paling memahami karakter anak, komunikasi antara keluarga dan sekolah juga penting dilakukan agar proses adaptasi anak berjalan lebih baik.
Berikut beberapa peran orang tua yang dapat dilakukan sebelum dan saat anak memulai tahun ajaran baru:
1. Kunjungi sekolah atau ruang kelas sebelum hari pertama masuk sekolah
Mengajak anak mengenal lingkungan sekolah sebelum hari pertama masuk dapat membantu mengurangi rasa takut terhadap tempat baru. Bunda bisa mengajak anak melihat lokasi kelas, halaman sekolah, toilet, atau area lain yang akan sering digunakan.
Mengenalkan anak pada suasana sekolah sebelum hari pertama dapat membuat mereka merasa lebih familiar dan nyaman ketika memulai kegiatan belajar. Bahkan bagi anak yang sudah pernah bersekolah sebelumnya, mengenal kembali lingkungan sekolah dari sudut pandang kelas baru tetap bisa membantu proses adaptasi.
2. Bacakan buku tentang pengalaman mulai bersekolah
Membaca buku bersama anak mengenai pengalaman masuk sekolah dapat menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan situasi yang akan mereka hadapi. Cerita dengan tokoh yang mengalami hari pertama sekolah bisa membantu anak memahami bahwa rasa gugup atau takut merupakan hal yang wajar.
Selain membaca, Bunda juga bisa mengajak anak berdiskusi mengenai cerita tersebut, misalnya bertanya tentang hal yang membuat mereka penasaran atau khawatir menjelang sekolah.
3. Antar anak di hari pertama masuk sekolah
Mengantar anak secara langsung pada hari pertama sekolah menjadi salah satu bentuk dukungan emosional yang berarti. Kehadiran Bunda dan Ayah dapat membuat anak merasa lebih aman ketika memasuki lingkungan baru.
Melansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada 2015 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Anies Baswedan, mengajak orang tua untuk hadir mengantarkan anak di hari pertama sekolah melalui program “Gerakan Mengantarkan Anak ke Sekolah”.
Kehadiran orang tua bukan hanya memberikan rasa nyaman bagi anak, tetapi juga menunjukkan bahwa keluarga memiliki perhatian terhadap pendidikan mereka.
4. Ajak anak berbicara tentang perasaannya mengenai sekolah, teman, guru, dan aktivitas baru
Komunikasi terbuka menjadi salah satu peran orang tua dalam keluarga yang penting dalam membantu anak menghadapi perubahan. Bunda dapat menanyakan apa yang membuat anak bersemangat, hal apa yang ingin dipelajari, atau apakah ada sesuatu yang membuat mereka merasa khawatir.
Orang tua dapat membantu anak terbuka dengan membicarakan berbagai hal terkait sekolah, seperti pengalaman di kelas, hubungan dengan teman, hingga kekhawatiran yang mungkin muncul.
Dengan mendengarkan tanpa menghakimi, anak akan merasa memiliki tempat aman untuk bercerita ketika menghadapi tantangan selama bersekolah.
5. Buat tujuan atau harapan bersama anak untuk tahun ajaran baru
Memiliki tujuan sederhana dapat membantu anak lebih termotivasi menjalani tahun ajaran baru. Bunda dapat mengajak anak menentukan harapan yang ingin dicapai, seperti ingin lebih rajin membaca, memiliki teman baru, atau berani bertanya kepada guru.
Menurut Heather O'Connor, orang tua dapat memilih kata fokus bersama anak setiap bulan sebagai pengingat nilai yang ingin dikembangkan, misalnya persahabatan, ketekunan, atau kebaikan.
6. Luangkan waktu untuk membaca buku sebagai kegiatan yang menyenangkan
Membaca tidak hanya membantu kemampuan akademik anak, tetapi juga dapat menjadi aktivitas yang mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Membiasakan waktu membaca bersama sebelum tahun ajaran dimulai dapat membantu anak membangun rutinitas belajar yang positif.
Orang tua dapat menyediakan tempat khusus membaca di rumah agar anak memiliki ruang nyaman untuk menikmati buku.
7. Asah kembali kemampuan akademik anak
Setelah libur panjang, beberapa anak mungkin membutuhkan waktu untuk kembali mengingat pelajaran sebelumnya. Karena itu, Bunda dapat membantu mengasah kemampuan akademik melalui kegiatan ringan di rumah.
Mengutip laman Parents, Vickrum Narain, pemilik sekaligus pengajar di Kumon Learning Center Fresno, California, menyebutkan bahwa kemampuan membaca dan matematika perlu tetap dilatih secara konsisten agar anak lebih mudah beradaptasi ketika kembali ke sekolah.
Latihan tidak harus selalu berupa tugas sekolah. Bunda dapat mengajak anak membaca cerita, bermain permainan kata, menghitung saat memasak, atau mengenalkan konsep matematika melalui aktivitas sehari-hari.
8. Siapkan perlengkapan sekolah yang dibutuhkan agar anak siap belajar
Menyiapkan perlengkapan sekolah bersama anak dapat meningkatkan rasa antusias menjelang hari pertama sekolah. Mulai dari tas, alat tulis, buku, hingga pakaian sekolah dapat dipersiapkan lebih awal agar anak merasa lebih siap.
Mengutip dari laman Harvard Health Publishing, memilih perlengkapan sekolah seperti tas atau kotak makan bersama anak dapat membuat pengalaman memulai sekolah terasa lebih menyenangkan.
Selain itu, menyiapkan kebutuhan sekolah lebih awal juga membantu keluarga mengatur rutinitas agar tidak terburu-buru menjelang hari pertama masuk sekolah.
9. Dorong anak untuk mengembangkan hobi atau proyek yang mereka sukai selama tahun ajaran ini
Selain fokus pada nilai akademik, anak juga perlu diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan hobinya. Bunda dapat bertanya mengenai hal yang ingin dipelajari anak selama tahun ajaran baru.
Mengajak anak membahas topik yang mereka sukai dapat membangun rasa ingin tahu dan membuat proses belajar terasa lebih menarik. Anak dapat diarahkan untuk membuat proyek sederhana sesuai minat, seperti membaca buku tentang topik tertentu, membuat karya seni, atau melakukan penelitian kecil.
Dengan dukungan orang tua, anak dapat merasa lebih percaya diri untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya.
Demikian 9 hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mendukung anak memulai sekolahnya. Selain mengantarnya di hari pertama sekolah, Bunda dan Ayah juga bisa mengajak anak untuk mulai mengunjungi sekolah sebelum jadwal masuk dimulai. Semoga informasinya membantu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Setelah Sekolah, Ini Perubahan Perilaku yang Mungkin Terjadi pada Anak Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Banyak Banyak Orang Tua Tidak Nikmati Rutinitas Mengasuh Anak, Simak Alasannya Menurut Studi
4 Hal Penting di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak Menurut Dokter
9 Peran Orang Tua dalam Keluarga agar Anak Mandiri dan Sukses, Lakukan Ini Bun
Peran Orang Tua Bantu Anak Jadi Kakak Adik yang Baik
TERPOPULER
Spons Dapur yang Terlihat Bersih Ternyata Bisa Picu Penyakit, Simak Faktanya
Mengapa Ibu Hamil Jarang Terlihat di Tempat Umum di China? Ternyata Ini Alasannya
9 Peran Orang Tua di Hari Pertama Sekolah, Bantu Anak Lebih Siap Belajar & Beradaptasi
Ilmuwan Temukan Calon Obat Baru untuk Memperlambat Penyebaran Kanker Payudara Lobular
Ibu Hamil dengan Hipertensi Disarankan Melahirkan Lebih Awal, Ini Alasannya
REKOMENDASI PRODUK
7 Merk Sprei Kasur yang Bagus dengan Bahan Lembut dan Nyaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Exhaust Fan Hemat Listrik untuk Mengurangi Panas di Dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sepatu Sekolah untuk Anak TK, Awet & Nyaman Digunakan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Dandang Ukuran Besar Stainless Steel yang Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curling Iron Terbaik, Cocok untuk Styling Rambut Sehari-hari
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
6 Ciri Kepribadian Orang yang Makan Cepat Menurut Psikologi, Benarkah Tidak Sabaran?
Mengapa Ibu Hamil Jarang Terlihat di Tempat Umum di China? Ternyata Ini Alasannya
Spons Dapur yang Terlihat Bersih Ternyata Bisa Picu Penyakit, Simak Faktanya
Pemeran Dr.Allan Grant di 'Jurassic Park' Wafat, Hollywood Berduka
Kompaknya Marcelino Lefrandt & Dewi Rezer Dukung Anak Ikut Abang None Jaksel
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dua Kakak Beradik Artis Disorot, Intip Kedekatan Hasyakyla & Adhisty Zara
-
Beautynesia
3 Kalimat yang Diucap Orang Karismatik Agar Disukai Banyak Orang, Menurut Pakar Public Speaking
-
Female Daily
Perbedaan Retinal dan Retinol, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Kisah Sam Neill Reuni dengan Anak yang Pernah Diadopsikan Sebelum Meninggal
-
Mommies Daily
Rekomendasi Rumah Sakit IVF di Indonesia untuk Program Bayi Tabung, Lengkap dengan Lokasi dan Layanannya