PARENTING
Mengapa Banyak Ayah Sulit Memahami Perasaan Anak? Jawaban CEO Ini Jadi Sorotan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 26 Jul 2026 09:20 WIBKomunikasi antara orang tua dan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat dalam keluarga. Cara orang tua berbicara, mendengarkan, dan merespons emosi akan memengaruhi kedekatan emosional serta perkembangan kepercayaan diri anak.
Salah satu gaya komunikasi yang sering dibahas banyak pakar adalah ketika seorang ayah sulit memahami perasaan anaknya, Bunda. Padahal, hubungan ayah dan anak memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan emosional Si Kecil.
Lantas, apa yang membuat banyak ayah sulit memahami perasaan anaknya?
CEO asal India dan salah satu pendiri Knot Dating, Jasveer Singh, belum lama ini memberikan jawaban terkait pertanyaan tersebut. Dilansir laman The Economic Times India, pria yang pernah masuk ke Forbes 30 Under 30 Asia ini berpendapat bahwa kesenjangan sebenarnya terletak pada koneksi emosional.
Menurutnya, banyak ayah mengetahui nilai dan kehidupan anak-anaknya. Namun, hanya sedikit yang mengetahui apa yang terjadi di dalam pikiran mereka.
Singh mengatakan bahwa kegagalan terbesar pengasuhan anak, terutama di negara asalnya India, bukanlah kurangnya kasih sayang. Sebaliknya, ia percaya banyak ayah memang tidak pernah menjadi seseorang yang membuat anak-anak mereka merasa nyaman untuk diajak bicara.
Ayah menerapkan pola asuh yang mengontrol
Menurut Singh, pola pengasuhan yang mengontrol sering berlanjut di lintas generasi tanpa dipertanyakan. Ia menulis bahwa satu generasi akan mengendalikan generasi berikutnya, sehingga menciptakan pola yang menjadi kebiasaan keluarga daripada pilihan.
Ia juga berpendapat bahwa banyak orang tua kesulitan menerima kenyataan bahwa anak-anak mereka mungkin lebih tahu daripada mereka di bidang-bidang tertentu. Pola pikir ini dapat berasal dari keyakinan bahwa menjadi orang tua secara otomatis berarti selalu benar.
"Banyak orang tua, terutama di India, tidak dapat menerima bahwa anak mereka mungkin lebih tahu daripada mereka. Tidak masalah jika sang ayah hanya bersekolah hingga kelas 10 dan sang anak memiliki gelar PhD. Ia tetap akan memberi tahu anaknya apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya, dan karier apa yang harus dipilih," tulis Singh akun X miliknya seperti dikutip dari The Economic Times India.
"Bukan karena seorang ayah benar-benar lebih tahu. Tetapi karena dalam pikirannya, argumennya sederhana, yakni 'Aku ayahmu, maka kamu harus mendengarkan aku'. Itu saja," sambungnya.
Banyak ayah ingin anak-anaknya harus patuh
Singh mengatakan bahwa anak-anak di banyak keluarga India jarang diperlakukan sebagai orang dewasa yang mandiri. Sebaliknya, mereka sering dianggap sebagai milik keluarga, di mana orang tua merasa berhak untuk mengambil keputusan hanya karena merekalah yang membesarkan mereka.
"Anak-anak di India jarang diperlakukan seperti orang dewasa yang mandiri. Mereka diperlakukan seperti milik keluarga, 'Aku yang melahirkan kamu. Aku yang membesarkan kamu. Jadi aku yang memutuskan'. Itu bukan hubungan orang dewasa. Itu seperti bos berbicara kepada karyawan, dan bagi sebagian besar keluarga, hal itu tidak pernah berubah," ungkap Singh.
Singh bercerita bahwa kakeknya dengan bangga mengatakan dalam bahasa Hindi bahwa putranya tidak pernah membantah dan selalu melakukan persis seperti yang diperintahkan. Mengingat hal tersebut, Singh mengatakan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan kebanggaan akan kendali daripada rasa saling menghormati.
Ia berpendapat bahwa ketika kepatuhan menjadi satu-satunya kualitas yang dihargai, anak-anak yang dicap sebagai anak yang sulit. Sebaliknya, mereka yang tetap diam akan diberi penghargaan.
Anak yang suka bertanya seharusnya dianggap hal yang baik
Singh percaya bahwa bertanya sangat penting untuk pertumbuhan anak. Tak hanya baik dalam bidang sains dan bisnis di masa depan, anak yang suka bertanya bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik.
Namun, di banyak keluarga di India, mengajukan pertanyaan dianggap sebagai tindakan pemberontakan. Menurutnya, anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan seperti itu sering belajar bahwa diam lebih aman daripada kejujuran. Singh menyebut pola itu sebagai 'pengkondisian' daripada pengasuhan.
Konsekuensi dari tindakan tersebut sering kali baru terlihat di kemudian hari. Menurutnya, anak-anak yang tidak pernah diperlakukan setara mungkin akan kesulitan memberi tahu orang tua mereka tentang keputusan penting dalam hidup, seperti ketika jatuh cinta atau ingin menikah.
Perlu diingat, keraguan juga tidak muncul dalam waktu semalam, tetapi berkembang selama bertahun-tahun. Anak-anak dapat belajar bahwa perbedaan pendapat akan menyebabkan kemarahan, hukuman, atau pemerasan emosional.
Itulah beberapa alasan kenapa ayah sulit memahami perasaan anaknya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Anak Artis yang Ukir Prestasi di Kancah Internasional
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Penelitian Ungkap Anak Sering Diajak Main Bareng Ayah Dapat Mengatur Diri & Emosi
Ini yang Terjadi Jika Ayah Tidak Dekat dengan Anak Menurut Psikolog
Dear Ayah, Ini 7 Cara Bonding dengan Anak agar Tak Terjadi Fatherless
Dekatkan Ayah dan Si Kecil, Lakukan 5 Aktivitas Ini sebagai Bonding Time
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang Perfeksionis, Sering Menuntut Diri Harus Sempurna
Potret Megan Anak Tina Toon yang Menggemaskan, Dibilang Mirip Ibunda saat Masih Kecil
Momen Putri Sulung Ersa Mayori Lulus Jadi Sarjana Teknik ITB, Intip Potretnya
11 Ciri Pasangan Suportif yang Membuatmu Merasa Didengar, Dihargai, dan Dicintai
Sosok Orang Terkaya Baru di Asia, Hartanya Tembus Rp1.600 Triliun
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Anak Sering Sakit? Ini 5 Vitamin untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Orang Perfeksionis, Sering Menuntut Diri Harus Sempurna
Potret Megan Anak Tina Toon yang Menggemaskan, Dibilang Mirip Ibunda saat Masih Kecil
11 Ciri Pasangan Suportif yang Membuatmu Merasa Didengar, Dihargai, dan Dicintai
Momen Putri Sulung Ersa Mayori Lulus Jadi Sarjana Teknik ITB, Intip Potretnya
Resep Minuman Jahe untuk Bantu Jaga Kesehatan Paru-paru, Bikin Buat Keluarga di Rumah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cuma 1.123 Unit di Dunia, Ini Replika Helm Juara Dunia MotoGP yang Bisa Dipakai Harian
-
Beautynesia
Get The Look: Ide Gaya Kebaya Kasual ala Enzy Storia yang Pas untuk Hangout
-
Female Daily
ROSÉ Comeback Lewat “new trick”, Tampil Playful dengan Nuansa Pop-Rock dan Visual 2000-an
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pesona Amanda Rigby Jadi Pengantin Jawa Berpaes saat Dinikahi Andre Taulany
-
Mommies Daily
Rekomendasi Film Jepang Dewasa untuk Ditonton Bareng Pasangan, Biar Makin Intim