HaiBunda

PARENTING

Sampai Umur Berapa Bayi Dijemur? Simak Panduannya Yuk Bun

Kinan   |   HaiBunda

Rabu, 29 Jul 2026 18:20 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/maruco
Jakarta -

Sampai umur berapa bayi dijemur masih menjadi salah satu pertanyaan yang membingungkan para orang tua baru. Nah, sampai kapan sebenarnya, ya?

Ya, selain mengetahui cara menjemur bayi yang benar, Bunda juga perlu memahami waktu, durasi, serta aturan berjemur sesuai usia agar manfaat dijemur bisa lebih optimal.

Sejak lama diketahui bahwa paparan sinar matahari dapat memberikan berbagai manfaat berjemur untuk bayi, terutama sebagai salah satu sumber vitamin D alami yang penting bagi pertumbuhan. Namun agar tetap aman dan tidak memicu risiko lain, cara menjemur bayi juga perlu dilakukan sesuai anjuran.


Dikutip dari Parenting First Cry, berjemur sebenarnya membantu bayi mendapatkan sinar matahari yang menjadi salah satu sumber vitamin D untuk tubuh. 

Jadi, diharapkan rutinitas ini dapat menjaga kesehatan tulang pada anak dan membantu mengatasi kondisi kuning pada bayi baru lahir.

Manfaat sinar matahari untuk bayi

Apabila persiapannya sudah tepat, menjemur bayi dapat memberikan manfaat bagi kesehatannya secara keseluruhan. Berikut penjelasannya:

1. Meningkatkan kadar insulin

Paparan sinar matahari pagi diketahui dapat membantu mengatur kadar insulin sehingga berpotensi menurunkan risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes, di kemudian hari.

2. Sebagai tambahan asupan vitamin D

Dikutip dari Parenting First Cry, matahari pagi mengandung vitamin D yang sangat baik untuk kesehatan bayi. Hal ini juga dapat membantu memperkuat tulang dan gigi bayi.

3. Baik bagi sistem saraf dan imun

Vitamin D yang diterima oleh tubuh Si Kecil berpotensi dapat membantu mengoptimalkan perkembangan sistem sarafnya. Dengan bantuan sinar matahari, imunitas bayi juga lebih baik sehingga kondisi tubuhnya lebih kuat.

4. Tidur lebih nyenyak 

Paparan sinar matahari dapat membantu produksi hormon melatonin yang bermanfaat positif pada proses tidur bayi. Jika kadar melatonin di tubuh cukup, bayi jadi lebih mudah tertidur dengan nyenyak.

Tidur merupakan salah satu hal penting yang kebutuhannya perlu dipenuhi untuk tumbuh kembang bayi. Selain itu, tidur nyenyak teratur juga memastikan tubuh bayi memiliki cukup energi saat terbangun.

5. Membantu proses pembekuan darah

Bayi yang mendapat paparan vitamin D bersama vitamin K membantu mempercepat pembekuan darah. Kedua vitamin tersebut berperan dalam menjaga proses penghentian perdarahan tetap berjalan dengan baik sehingga mendukung kesehatan tubuh bayi.

Sampai umur berapa bayi dijemur?

Sampai umur berapa bayi dijemur sebenarnya tidak memiliki batas usia yang pasti, Bunda. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa paparan sinar matahari di siang hari selama 30 menit per minggu selama 16-18 minggu (dimulai dari usia 6 minggu), memberi kadar vitamin D yang cukup pada bayi berusia 6 bulan. 

Apakah bayi 2 bulan masih harus dijemur? Hal ini juga bergantung pada kebutuhan dan kondisi kesehatan Si Kecil. Jika kondisinya sudah cukup sehat, ia tak perlu dijemur terlalu lama atau sering.

Meski begitu, bukan berarti bayi perlu dijemur terus-menerus setiap hari sampai waktu tertentu ya, Bunda.

Faktor paling penting adalah cara menjemur bayi yang benar dilakukan dengan memperhatikan waktu, durasi, dan kondisi kulit bayi agar manfaatnya tetap optimal tanpa meningkatkan risiko iritasi.

Haruskah bayi baru lahir dijemur setiap hari?

Sebenarnya bayi baru lahir tidak harus dijemur setiap hari kok, Bunda. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kondisi kulit bayi yang masih sangat tipis dan sensitif.

Dikhawatirkan rentan terbakar akibat paparan sinar matahari langsung, apalagi jika dilakukan dalam waktu yang terlalu lama. Bunda cukup menjemur bayi beberapa kali dalam seminggu untuk membantu proses pembentukan vitamin D. 

Jadi, terkait berapa kali bayi dijemur dalam seminggu, jawabannya tidak harus setiap hari. Frekuensi berjemur dapat disesuaikan dengan kebutuhan bayi dan kondisi cuaca.

Berapa kali bayi dijemur dalam seminggu juga dapat Bunda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, ya.

Waktu menjemur bayi: setelah mandi atau sebelum mandi?

Ilustrasi/Foto: Getty Images/whitebalance.space

Waktu menjemur bayi setelah mandi atau sebelum mandi juga kerap membuat orang tua baru kebingungan. 

Pada umumnya, bayi sebaiknya dijemur sebelum mandi. Nanti setelah bayi berkeringat, Bunda bisa memandikan agar tubuhnya kembali bersih, segar dan nyaman.

Waktu terbaik untuk menjemur bayi adalah antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi. Berapa lama bayi dijemur agar tidak kuning umumnya dilakukan dengan durasi sekitar 10–15 menit. 

Soal berapa lama bayi dijemur agar tidak kuning, perlu dipahami bahwa durasi tersebut bukan ditujukan sebagai terapi penyakit kuning, melainkan sebagai paparan sinar matahari yang aman bagi bayi.

Hindari menjemur bayi pada pukul 10.00 hingga 16.00, karena saat itu intensitas radiasi sinar UV berada pada tingkat paling tinggi.

Pilih juga lokasi yang tepat, tidak perlu benar-benar dilakukan di tempat terbuka. Ingat, IDAI menyebut bahwa bayi baru lahir sebaiknya tidak diberikan paparan sinar matahari yang terik secara langsung.

Bunda dapat memanfaatkan ruangan yang mendapat cahaya matahari alami dengan membuka jendela, sehingga bayi tetap memperoleh paparan sinar matahari tanpa risiko berlebihan.

Efektifkah menjemur bayi untuk mengatasi sakit kuning

Bayi dengan penyakit kuning atau jaundice biasanya terlihat memiliki warna kekuningan pada kulit dan matanya. Hal ini terjadi ketika terdapat terlalu banyak bilirubin dalam darah bayi.

Dikutip dari Kids Health, bilirubin merupakan pigmen berwarna kuning yang terbentuk dari proses alami pemecahan sel darah merah. Selanjutnya, hati akan mengolah bilirubin dan membuangnya melalui usus agar dapat dikeluarkan dari tubuh.

Salah satu manfaat menjemur untuk bayi yang dipercaya sejak lama yakni mengatasi kondisi kuning atau saat bilirubin tinggi. 

Spektrum cahaya biru yang ditemukan secara alami di sinar matahari membantu memecah kelebihan bilirubin untuk membantu tubuh mengeluarkannya. 

Namun perlu dipahami bahwa terkait berapa lama bayi dijemur agar tidak kuning, tidak ada durasi berjemur yang terbukti dapat menggantikan terapi medis. 

IDAI menegaskan bahwa penanganan utama bayi kuning tetap menggunakan fototerapi sesuai indikasi medis, bukan hanya mengandalkan paparan sinar matahari.

Aturan menjemur bayi berdasarkan usia

Menjemur bayi dapat memberikan manfaat, terutama membantu tubuh mendapatkan paparan sinar matahari yang dibutuhkan untuk pembentukan vitamin D. Namun, cara menjemur bayi perlu disesuaikan dengan usianya karena kulit bayi masih sangat sensitif terhadap paparan sinar UV.

Berikut contoh aturan menjemur bayi jika dibedakan berdasarkan usia:

Bayi baru lahir (0-6 Bulan)

Bayi berusia di bawah 6 bulan memiliki kulit yang sangat tipis, sehingga lebih rentan mengalami iritasi maupun terbakar sinar matahari.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar bayi usia ini tidak terkena paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.

Jika ingin menjemur bayi, perhatikan beberapa aturan berikut:

  • Pilih waktu pagi sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 16.00, ketika intensitas sinar UV lebih rendah.
  • Cukup lakukan sekitar 5–10 menit, lalu tingkatkan secara bertahap bila diperlukan.
  • Bayi tidak perlu benar-benar telanjang, cukup buka sebagian pakaian agar kulitnya tetap terlindungi.
  • Hindari menjemur bayi saat matahari sedang terik, terutama antara pukul 10.00–16.00.
  • Perhatikan tanda-tanda bayi kepanasan, seperti kulit memerah, rewel, berkeringat berlebihan, atau tampak tidak nyaman. 

Bayi di atas 6 bulan

Memasuki usia 6 bulan ke atas, kulit bayi umumnya sudah mulai lebih menebal dibandingkan sebelumnya. Namun, kulitnya masih tetap lebih sensitif dibandingkan orang dewasa, sehingga perlindungan dari sinar matahari tetap diperlukan.

Jika ingin menjemur bayi di atas 6 bulan, perhatikan hal-hal berikut:

  • Tetap pilih waktu pagi sebelum pukul 09.00 atau sore setelah pukul 16.00.
  • Durasi paparan sinar matahari sekitar 10–15 menit sudah cukup bagi sebagian besar bayi.
  • Kenakan pakaian yang tidak terlalu tebal, tetapi tetap menutupi sebagian kulit jika Si Kecil berada di luar lebih lama.
  • Gunakan topi bertepi lebar untuk melindungi wajah, telinga, dan leher.
  • Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian jika akan berada di bawah sinar matahari. Oleskan sekitar 15–30 menit sebelum keluar rumah dan ulangi sesuai petunjuk pemakaian.
  • Pastikan bayi tetap terhidrasi dengan memberikan ASI, susu formula, atau air putih.

Cara menjemur bayi yang benar

Penting untuk memahami cara menjemur bayi yang benar agar manfaat yang diperoleh lebih optimal dan risiko paparan sinar matahari dapat diminimalkan:

1. Pilih lokasi menjemur yang tepat

Pastikan Bunda memilih lokasi untuk menjemur yang tepat, jika memungkinkan cukup lakukan di dalam ruangan saja selama 10 menit. 

Jika memungkinkan, menjemur bayi cukup dilakukan di dalam ruangan yang mendapat sinar matahari, misalnya di dekat jendela pada pukul 07.30–08.00 pagi.

Ini berarti Bunda tidak perlu menjemur bayi selalu di luar rumah, ya. Selain khawatir bayi terpapar sinar matahari terlalu lama secara langsung, udara luar rumah juga sering kali sudah kotor oleh polusi.

2. Tidak perlu seluruh tubuh yang terpapar

Menjemur bayi tidak perlu harus keseluruhan tubuhnya yang mendapatkan pancaran sinar matahari. Cukup hanya sekitar 20 persen dari permukaan kulit yang terpapar sinar matahari. 

Jangan lupa tutupi kepala serta matanya yang masih sensitif, misalnya dengan menggunakan topi atau penutup mata khusus untuk menjemur bayi.

3. Sesuaikan waktu dan durasi

Salah satu cara menjemur bayi yang tepat adalah memperhatikan waktu dan durasinya. Menjemur bayi dapat dilakukan selama sekitar 10–15 menit pada pagi hari.

Apabila Bunda masih bingung mengenai waktu menjemur bayi setelah mandi atau sebelum mandi, umumnya bayi disarankan dijemur terlebih dahulu, kemudian dimandikan agar tubuhnya kembali bersih.

IDAI juga mengingatkan agar bayi tidak dijemur pada pukul 10.00 hingga 16.00 karena intensitas radiasi sinar UV sedang tinggi.

4. Tetap menggunakan pakaian

Rekomendasi IDAI selanjutnya yakni tetap mengenakan pakaian saat dijemur. Jika akan keluar rumah lebih lama, gunakan tabir surya (minimal SPF 15) sesuai usia bayi sekitar 15-20 menit sebelum paparan. 

5. Pastikan bayi cukup asupan cairan

Hal yang tak kalah penting, Bunda juga perlu memastikan bayi cukup asupan cairan agar tidak berisiko mengalami dehidrasi saat berjemur. 

Salah satu caranya adalah dengan memberikannya ASI atau air putih sebelum dan sesudah berjemur, sesuaikan dengan usia bayi. 

Risiko atau efek samping bayi tidak dijemur

Berjemur sebenarnya membantu bayi mendapatkan asupan sinar matahari, yang menjadi salah satu sumber vitamin D untuk tubuh.

Karena itu, salah satu efek bayi tidak dijemur adalah meningkatnya risiko kekurangan vitamin D apabila kebutuhan nutrisi tersebut juga tidak terpenuhi dari makanan, ASI, atau suplemen.

Namun sebenarnya efek bayi tidak dijemur ini tak selalu terjadi kok, Bunda. Ini bisa dicegah melalui pemberian ASI yang cukup atau MPASI bergizi. 

Bunda juga bisa berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan suplemen tambahan.

Itulah penjelasan tentang usia dan manfaat berjemur untuk bayi. Dengan memahami sampai umur berapa bayi dijemur serta menerapkan cara menjemur bayi yang benar, Si Kecil dapat memperoleh manfaat sinar matahari lebih optimal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

White Noise Aman untuk Bayi?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Penyebab Orang Lebih Mudah Emosional, Mulai dari Stres hingga Lapar

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Resep Ube Seenak Buatan Kafe yang Bisa Dibuat di Rumah

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Orang yang Memendam Emosi & Amarah, Kerap Ucapkan 9 Kalimat Ini

Mom's Life Annisa Karnesyia

Sampai Umur Berapa Bayi Dijemur? Simak Panduannya Yuk Bun

Parenting Kinan

Orang Tua di Negara Ini Disebut Paling Tidak Bahagia, Begini Alasannya...

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Penyebab Orang Lebih Mudah Emosional, Mulai dari Stres hingga Lapar

7 Resep Ube Seenak Buatan Kafe yang Bisa Dibuat di Rumah

Sampai Umur Berapa Bayi Dijemur? Simak Panduannya Yuk Bun

5 Manfaat Telur Rebus untuk Ibu Hamil

Ciri Orang yang Memendam Emosi & Amarah, Kerap Ucapkan 9 Kalimat Ini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK