parenting
7 Cara Mendisiplinkan Anak dengan Baik & Tanpa Dimarahi
HaiBunda
Kamis, 13 Aug 2026 09:20 WIB
Daftar Isi
Mendisiplinkan anak bisa dilakukan tanpa dimarahi dan tanpa membentak lho, Bunda. Hal ini penting supaya anak tidak merasa terbebani dan lebih teratur.
Meski begitu, tak bisa dipungkiri bahwa ada saatnya orang tua mengalami kesulitan dalam mendisiplinkan anak. Baik pada anak usia balita, hingga anak remaja.
Cara lain yang lebih efektif dikenal sebagai positive discipline. Pendekatan ini dapat membantu orang tua membangun hubungan yang positif dengan anak serta mengajarkan keterampilan seperti tanggung jawab, kerja sama, dan pengendalian diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mendisiplinkan anak dengan baik dan tanpa dimarahi.
Mengapa disiplin positif itu penting?
"Positive discipline adalah gaya mendisiplinkan di mana orang tua dan pengasuh dapat mengatasi perilaku yang tidak diinginkan tanpa menyakiti anak, baik secara fisik atau verbal,” ungkap dokter spesialis anak Scott Grant, MPH, FAAP, dikutip dari Healthline.
Grant menyebut bahwa metode disiplin yang buruk bisa memengaruhi keterampilan sosial dan kehidupan anak.
Hal serupa disampaikan oleh praktisi kesehatan jiwa anak dan remaja dari University of Oxford, Lucie Cluver. Menurutnya, berteriak dan marah saat mendisiplinkan anak biasanya dilakukan saat orang tua sedang mencapai titik lelah.
"Sebagian besar orang tua sebenarnya tidak ingin berteriak atau memukul anak mereka. Tapi ini mungkin dilakukan saat sedang stres dan tidak melihat ada cara lain," ungkap Cluver, dikutip dari laman resmi UNICEF.
Kebiasaan ini jika dilakukan berulang kali bahkan dapat memberikan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
Cara mendisiplinkan anak tanpa dimarahi
Lalu apa saja kebiasaan yang dapat diterapkan oleh orang tua sebagai cara mendisiplinkan anak tanpa dimarahi? Berikut ulasannya, Bunda:
1. Sediakan quality time bersama
Waktu yang dihabiskan bersama anak sangat penting untuk membangun hubungan yang baik.
"Bisa 20 menit sehari atau bahkan 5 menit. Orang tua bisa menggabungkannya dengan kegiatan sehari-hari seperti mencuci piring bersama sambil bernyanyi atau mengobrol sambil menjemur pakaian," pesan Cluver.
Hal yang benar-benar penting adalah fokus pada anak. Jadi, matikan televisi, singkirkan dulu ponsel, posisikan diri sejajar dengan mereka, dan jadikan waktu itu khusus hanya untuk interaksi orang tua bersama anak.
2. Puji perilaku positif
Orang tua biasanya lebih banyak fokus pada perilaku buruk anak dan langsung menegurnya.
Sebagian anak mungkin memaknai hal tersebut sebagai cara untuk mendapatkan perhatian orang tua, jadi perilaku buruknya justru terus berlanjut.
Sebenarnya anak-anak juga berkembang dengan baik ketika mendapatkan pujian. Pujian yang tulus membuat mereka merasa dicintai.
"Perhatikan ketika mereka melakukan sesuatu yang baik dan berikan pujian. Hal ini dapat mendorong perilaku yang baik dan mengurangi kebutuhan untuk mendisiplinkan anak," lanjutnya.
3. Jadi role model yang baik
Cara menerapkan positive discipline yang tak boleh diabaikan yakni memberi contoh baik. Hal ini karena anak merupakan sosok peniru yang belajar dari perilaku orang-orang terdekat di sekitarnya.
Kalau Bunda sering berteriak, membentak atau memberi hukuman fisik, anak cenderung turut melakukan hal tersebut di kemudian hari untuk menyelesaikan masalah.
4. Berikan instruksi yang jelas
Cluver menjelaskan bahwa memberi tahu anak secara tepat apa yang Bunda ingin mereka lakukan jauh lebih efektif, daripada memberi tahu mereka apa yang tidak boleh dilakukan.
Berikan instruksi yang jelas seperti, "Tolong ambil semua mainanmu dan masukkan ke dalam kotaknya lagi". Hal ini memberikan harapan yang jelas dan meningkatkan kemungkinan anak melakukan apa yang diminta orang tua.
5. Alihkan perhatian secara kreatif
Ketika anak sedang sulit diatur, alihkan perhatian mereka pada aktivitas yang lebih positif. Termasuk juga dengan mengajak anak bermain atau berjalan-jalan. Hal ini dapat mengalihkan energi mereka kepada perilaku yang positif.
Perhatikan ketika anak mulai gelisah, mudah tersinggung, atau kesal. Di waktu yang tepat, orang tua dapat membantu meredakan situasi yang berpotensi menjadi masalah sebelum benar-benar terjadi.
6. Tak ragu meminta maaf
Meminta maaf menjadi salah satu langkah penting untuk mengendalikan emosi, termasuk pada anak.
Tanamkan kebiasaan tidak malu untuk meminta maaf, sehingga anak terhindari dari kebiasaan menggunakan kekerasan saat menghadapi masalah.
7. Tanamkan kebiasaan baik dan konsekuensinya
Kebiasaan baik perlu ditanamkan sejak dini supaya lebih mudah diterapkan oleh anak secara rutin. Selain itu, ini juga dapat membantu mengurangi kemungkinan anak berperilaku kurang baik di kemudian hari.
Misalnya, biasakan anak untuk melapor setiap kali akan pulang terlambat. Dengan demikian, Bunda tidak perlu marah besar jika anak ada keperluan mendadak sepulang sekolah karena mereka sudah terbiasa akan melapor terlebih dahulu.
Apa yang dapat dilakukan orang tua saat merasa kesulitan?
Dalam waktu tertentu, mungkin Bunda akan merasa kesulitan dan kelelahan saat berupaya mendisiplinkan anak. Untuk melewatinya, berikut beberapa tips yang dapat membantu:
1. Berhenti sejenak
Saat sedang stres menghadapi anak yang sulit diatur, cobalah ambil jarak sejenak, Bunda.
"Tarik napas dalam-dalam sebanyak lima kali, secara perlahan dan hati-hati. Tenangkan dulu pikiran dan pertimbangkan sebelum melakukan tindakan apapun," tutur Cluver.
2. Luangkan waktu untuk diri sendiri
Ia juga berpesan supaya orang tua rutin meluangkan waktu untuk diri sendiri. Misalnya ketika anak-anak sedang tidur, lakukan sesuatu yang membuat Bunda merasa tenang.
Akan sangat sulit melakukan semua hal dengan baik sebagai orang tua, ketika Bunda tidak memberikan waktu untuk diri sendiri beristirahat.
3. Jaga jarak dan jangan selalu melindungi anak
Selalu melindungi anak dari situasi sulit justru menghalangi mereka belajar menghadapi emosi yang sulit.
Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa anak-anak yang terpapar konflik memiliki kecerdasan emosional lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya.
Itulah penjelasan tentang cara mendisiplinkan anak dengan baik dan tanpa dimarahi. Jika perlu, Bunda bisa berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
14 Ciri Perilaku Anak Kurang Kasih Sayang Menurut Psikolog
Parenting
10 Cara Memperbaiki Mental Anak yang Sering Dimarahi
Parenting
Efektifkah Metode Time Out untuk Mendisiplinkan Anak Usia 1-3 Tahun?
Parenting
7 Perilaku Orang Tua Bisa Timbulkan Trauma pada Anak
Parenting
4 Cara Tepat Mengajarkan Anak Kendalikan Emosi Marah Menurut Psikolog Anak
7 Foto
Parenting
7 Potret Mima Shafa, Anak Mona Ratuliu yang Jadi Penggiat Isu Kesehatan Mental
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Menyembunyikan Perasaannya
Perlukah Orang Tua Minta Maaf setelah Memarahi Anak? Ini Kata Psikolog
Usia yang Tepat untuk Mulai Mendisiplinkan Anak, Benarkah Harus Sejak Bayi?