PARENTING
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Kinan | HaiBunda
Rabu, 12 Aug 2026 16:00 WIBBerbohong biasanya identik dilakukan oleh anak usia sekolah. Namun, studi membuktikan bahwa bayi usia 8 bulan sudah mulai bisa berbohong, Bunda.
Ya, sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Cognitive Development menemukan bahwa anak-anak yang masih sangat kecil juga sudah memahami dan melakukan kebohongan.
Hasil ini bahkan didapat pada anak dengan usia jauh lebih dini dari yang diperkirakan sebelumnya, yakni sejak usia 8 bulan.
Tak selalu memiliki makna buruk, sebagian besar ini berkaitan dengan proses anak mempelajari dan mencoba melihat apa yang terjadi ketika mereka melakukannya.
Apa artinya jika bayi berbohong?
'Berbohong' dalam studi yang dilakukan ini sedikit berbeda dari jenis kebohongan yang biasanya dikaitkan dengan anak-anak yang lebih besar.
"Hasil studi ini tidak sedang membicarakan kebohongan yang sudah direncanakan seperti yang mungkin dilakukan oleh anak-anak yang lebih besar dan remaja," kata neuropsikolog Sanam Hafeez, PsyD, dikutip dari Parents.
Menurut psikolog klinis Emma Murray, PhD, penulis penelitian ini mendefinisikan penipuan pada usia dini sebagai tindakan 'sengaja melakukan sesuatu yang salah untuk menghindari konsekuensi'.
Murray menambahkan perilaku yang dilaporkan pada bayi lebih mungkin mencerminkan persepsi orang tua daripada perilaku menipu atau berbohong yang 'sebenarnya'.
"Pada usia tersebut, berbohong bisa sesederhana bayi yang menangis. Tapi kemudian ia berhenti menangis setelah digendong orang tua," imbuh Hafeez.
Hal itu juga dapat terlihat pada anak batita yang terburu-buru menyembunyikan cokelat batangan ketika mendengar Bunda mendekat.
Lalu contoh lainnya pada anak berusia 2 tahun yang dengan penuh penolakan berkata bahwa ia makan apapun, sementara ada remahan biskuit di sekitar mulutnya.
Pada dasarnya, kebohongan dapat terlihat seperti perilaku bayi atau batita yang lucu atau menggemaskan.
"Manipulatif? Mungkin. Namun, ini juga merupakan proses anak belajar memahami apa yang diketahui atau tidak diketahui orang lain, lalu menyesuaikan tindakannya berdasarkan pengetahuan tersebut," ujarnya.
Studi utama tentang perilaku berbohong pada bayi
Dalam studi ini, para peneliti dari University of Bristol meminta orang tua dari lebih dari 750 anak untuk menjawab pertanyaan mengenai perilaku anak mereka yang berkaitan dengan kebohongan.
Pengamatan tersebut mencakup bayi dan anak-anak berusia 0 hingga 47 bulan.
"Sangat menarik untuk mengetahui bahwa kemampuan anak dalam berbohong sudah berkembang sejak usia jauh lebih muda dari yang sebelumnya dibayangkan. Ini kemudian semakin berkembang pada tahun-tahun pertama kehidupan mereka hingga akhirnya mereka cukup lihai dan cerdik," ungkap penulis studi, Elena Hoicka, dikutip dari Metro.
Penelitian sebelumnya sering kali berfokus pada perilaku berbohong sebagai sesuatu yang sangat kompleks. Hal ini sudah membutuhkan kemampuan berbahasa yang baik, serta pemahaman yang lebih matang mengenai pikiran dan sudut pandang orang lain.
Menurut penulis penelitian, laporan paling awal mengenai seorang anak yang memahami dan melakukan kebohongan ditemukan pada usia 8 bulan.
Selain itu, dari hasil studi ditemukan 25 persen anak diperkirakan sudah memahami tentang berbohong pada usia 18 bulan dan melakukannya pada usia 16 bulan.
Mengapa bayi dan anak terkadang berbohong?
Pada anak yang usianya masih sangat kecil, perilaku ini bukan berasal dari keinginan untuk memanipulasi atau memperdaya secara sengaja, tetapi lebih mungkin merupakan bagian dari perkembangan anak yang normal.
"Perilaku ini pada bayi pada dasarnya merupakan salah satu tanda perkembangan otak, bukan tanda bahaya dalam perilaku, dan penelitian ini melakukan hal penting dengan melihatnya dari sudut pandang tersebut," ungkap Hafeez.
Ia mengatakan bahwa anak di usia ini umumnya masih banyak bereksperimen, yang bisa menunjukkan bahwa kecerdasan sosial berkembang lebih awal daripada yang sebelumnya diperkirakan para peneliti.
Dokter spesialis anak, Molly O’Shea, MD, memiliki pandangan yang serupa. Menurutnya, perilaku ini merupakan bagian yang normal dari perkembangan dan merupakan tanda bahwa otak anak berkembang dengan baik.
Untuk berbohong, anak harus menyadari bahwa orang tersebut mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya, serta harus dapat memprediksi bagaimana orang tersebut akan merespons perilakunya.
"Itu benar-benar merupakan bentuk pemikiran yang cukup kompleks untuk anak berusia 1 atau 2 tahun," kata O’Shea.
Masih diperlukan studi lebih lanjut
Meskipun temuan penelitian ini tentu menarik, para ahli sepakat bahwa penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk bisa memahami sepenuhnya.
Murray menjelaskan bahwa karena temuan penelitian ini didasarkan pada perspektif orang tua, sulit untuk mengetahui secara pasti dari sudut pandang bayi.
Diperlukan lebih banyak penelitian yang dapat memisahkan pengaruh persepsi orang tua mengenai niat anak dari perilaku bayi yang sebenarnya.
"Poin utama yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa anak-anak dapat berbohong jauh lebih dini daripada yang diperkirakan sebelumnya," ungkap Hafeez.
Bagaimana orang tua perlu menyesuaikan pengasuhan?
Bagi sebagian orang tua, salah satu hal yang dapat dipetik dari penelitian ini adalah supaya bisa lebih tenang dan tidak terlalu keras terhadap anak ketika melihat perilaku yang tampak seperti berbohong.
"Orang tua yang mengetahui bahwa kebohongan pada masa kanak-kanak merupakan bagian normal dari perkembangan diharapkan bisa lebih hati-hati dalam bereaksi," pesan Hafeez.
Hal ini penting karena respons pengasuh terhadap perilaku tersebut turut membentuk rasa percaya anak yang sedang berkembang.
Meski demikian, wajar jika Bunda juga merasa frustrasi atau tertekan ketika anak mulai berbohong, terutama ketika anak memasuki usia batita atau prasekolah.
"Jika orang tua kewalahan ketika anak berbohong terus-menerus, cobalah cari kemungkinan penjelasan lain yang sesuai dengan tujuan pengasuhan Anda," kata Murray.
Itulah penjelasan tentang kebohongan pada anak-anak sejak dini. Kebiasaan berbohong yang berlanjut pada anak atau perilaku negatif lainnya juga sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter anak atau psikolog ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Anak Ketahuan Berbohong? Ini Kalimat yang Perlu Diucapkan Orang Tua agar Mereka Mau Berkata Jujur
10 Penyebab Anak Suka Berbohong dan Cara Mengatasinya
6 Langkah Hadapi Anak Tak Jujur, Jangan Langsung Cap Pembohong
4 Alasan Anak Kecil Suka Berbohong, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
Nostalgia Pernikahan, Glenn Alinskie & Chelsea Olivia Kunjungi Katedral Jakarta
Zoe Anak Patricia Gouw Sudah Sekolah sejak Usia 1 Tahun, Intip Potret Aktivitasnya
Mirzan Meer Mendadak Lewat saat Live, Pevita Pearce Ungkap Sikap Manis Suami di Belakangnya
Psikolog Ungkap Kebiasaan Sederhana yang Bantu Anak Jadi Tangguh & Pantang Menyerah
5 Cara Membuat Matcha Latte Seenak dan Creamy ala Kafe Terkenal
REKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Smart Door Lock Terbaik untuk Rumah Lebih Aman Anti Maling
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Terpopuler: Potret Olivia Jensen dan Suami yang Jarang Tersorot
Nostalgia Pernikahan, Glenn Alinskie & Chelsea Olivia Kunjungi Katedral Jakarta
Zoe Anak Patricia Gouw Sudah Sekolah sejak Usia 1 Tahun, Intip Potret Aktivitasnya
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Mirzan Meer Mendadak Lewat saat Live, Pevita Pearce Ungkap Sikap Manis Suami di Belakangnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Look Pesta Terlihat Lebih Mewah? Coba Tambahkan Perhiasan Ini
-
Beautynesia
5 Gerakan Kardio yang Bisa Dilakukan di Rumah Tanpa Peralatan
-
Female Daily
Apakah Kulit Bisa Kebal terhadap Skincare? Ini Jawaban Sebenarnya
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pesona Dilraba Dilmurat 'Menyala' Dalam Gaun Merah Terang di Show Dior
-
Mommies Daily
Anak Susah Makan Sayur? Ini Cara agar Anak Terbiasa Makan Sehat