sign up SIGN UP search


parenting

4 Alasan Anak Kecil Suka Berbohong, Bunda Perlu Tahu

Melly Febrida Minggu, 26 Jul 2020 15:25 WIB
A teenage girl in a plaid shirt covered her mouth with her hands caption
Jakarta -

Anak-anak kecil suka berbicara apa adanya. Tapi, di satu titik anak juga suka berbohong ke Ayah dan Bunda.

Misalnya ketika sang adik menangis karena ia dipukul, anak bisa saja mengatakan kalau bukan dia yang menyebabkan tangisan itu. Atau contoh lainnya berbohong sudah melakukan tugasnya padahal belum. 

Matthew Rouse, PhD, seorang psikolog klinis di Child Mind Institute, menjelaskan anak-anak terkadang berbohong tiba-tiba dan intens, Bunda.


"Ini adalah hal baru ketika sebelumnya mereka sering jujur, kemudian tiba-tiba mereka berbohong dalam banyak hal," katanya dikutip dari Child Mind.  

Rouse menyadari kebanyakan orang tua mungkin berpikir anak-anaknya berbohong untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan, menghindari konsekuensi, atau menghindar dari sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan.

Tetapi, ada juga anak yang tidak mengatakan kebenaran karena alasan yang kurang jelas. Nah, untuk lebih memahami berbagai penyebab anak berbohong, berikut beberapa penjelasan soal anak kecil yang suka berbohong:

1. Menguji perilaku baru

Rouse bilang, salah satu alasan anak-anak berbohong itu karena mereka telah menemukan ide baru dan mencobanya. Ini sama seperti berbagai perilaku yang mereka lakukan untuk melihat apa yang terjadi.  

"Mereka akan bertanya-tanya, apa yang terjadi jika aku berbohong dalam situasi ini? Apa yang akan dilakukannya kepadaku? Apa yang membuatku terhindar? Apa yang aku dapatkan?" Kata Rouse.

2. Meningkatkan harga diri

Anak-anak yang kurang percaya diri mungkin akan berbohong agar dirinya terlihat lebih mengesankan, istimewa, atau berbakat. Ini akan meningkatkan harga dirinya dan membuat mereka terlihat baik di mata orang lain.  

A teenage girl in a plaid shirt covered her mouth with her handsIlustrasi bohong/ Foto: Thinkstock

 3. Fokus

Anak-anak dengan kecemasan atau depresi, kata Rouse, mungkin berbohong tentang gejala yang mereka alami agar tak diperhatikan.

Atau anak ini mungkin meminimalkan masalah mereka, dengan mengatakan sesuatu seperti, "Tidak, tidak, aku tidur nyenyak semalam". Anak melakukannya karena tidak ingin orang-orang mengkhawatirkannya.

 4. Berbicara sebelum berpikir

Carol Brady, PhD, seorang psikolog klinis dan kolumnis reguler untuk majalah ADDitude yang bekerja dengan banyak anak-anak dengan ADHD, mengatakan anak mungkin berbohong karena impulsif.  

"Salah satu ciri khas dari tipe ADHD impulsif adalah berbicara sebelum mereka berpikir. Jadi sering kali Anda akan menemukan masalah kebohongan ini," katanya.

Menurut Brady, terkadang anak-anak yakin sudah melakukan sesuatu dan terdengar seperti kebohongan.

"Terkadang mereka benar-benar lupa. Saya punya anak-anak yang berkata, 'Saya pikir saya sudah mengerjakan pekerjaan rumah. Saya benar-benar berpikir saya melakukannya. Saya tidak ingat saya memiliki pekerjaan ekstra itu'," tuturnya.

Ketika ini terjadi, katanya, anak ini perlu bantuan untuk mengingatnya dengan menggunakan teknik-teknik seperti daftar periksa, batas waktu, dan pelaksanaannya.

Mengenai anak suka berbohong, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, pernah mengatakan anak berbohong karena ingin jadi pusat perhatian atau terkenal secara instan.

Soalnya dengan teknologi dan kemajuan sosial media seperti sekarang, enggak sedikit lho orang yang ingin cepat terkenal, tak terkecuali anak-anak.

"Melakukan suatu kebohongan adalah sesuatu di luar perilaku sosial, dan terkadang masyarakat suka berlebihan dalam menilai sesuatu. Jadi katakan pada anak jika tidak ingin dinilai pembohong dalam masyarakat maka perlu berkata jujur," imbuh Ratih.

Simak juga video cara tumbuhkan minat baca pada anak saat new normal:

[Gambas:Video Haibunda]



(kuy/kuy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi