Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

25 Contoh Hewan Vivipar, Pengertian, Ciri-ciri, Bedanya dengan Ovipar dan Ovovivipar

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Sabtu, 15 Aug 2026 14:00 WIB

50 Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap dengan Kunci Jawabannya
Ilustrasi anak belajar/Foto: Getty Images/Chong Kee Siong
Daftar Isi
Jakarta -

Kalau kamu pernah melihat hewan peliharaan seperti kucing, sapi, kelinci, mereka itu adalah hewan vivipar. Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan anaknya. Apa bedanya dengan hewan petelur?

Sebelum jauh membahas itu, pada dasarnya, hewan dapat berkembang biak secara generatif dan vegetatif. Secara generatif yaitu perkembangbiakan yang melibatkan dua induk, yaitu induk jantan dan induk betina.

Berdasarkan tempat janin bertumbuh, perkembangbiakan hewan secara generatif dibedakan menjadi tiga yaitu bertelur (ovipar), melahirkan (vivipar), bertelur melahirkan (ovovivipar).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Semua hewan besar, terutama mamalia adalah hewan vivipar. Hewan vivipar mengalami kehamilan setelah kawin dan akan melahirkan anaknya.

Pada artikel kali ini kita akan membahas hewan vivipar. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh, hingga perbedaannya dengan hewan ovipar dan ovovivipar.

Pengertian hewan vivipar

Hewan vivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Umumnya hewan berkembang biak melalui pembuahan. Proses pembuahan menghasilkan zigot. Kemudian, zigot tumbuh menjadi embrio (janin).

Dikutip dari buku Saya Ingin Pintar Pengetahuan Alam untuk Kelas VI Sekolah Dasar karya Momon Sulaeman, pada hewan vivipar, pembuahan terjadi di dalam tubuh hewan betina yang lazim dikenal sebagai fertilisasi internal. Kemudian, zigot sebagai hasil pembuahan tumbuh menjadi embrio di dalam rahim hewan betina. Proses ini dinamakan kehamilan.

Di dalam rahim, embrio mendapatkan makanan dari aliran darah induknya melalui plasenta dan tali pusat. Setelah mengalami perkembangan sempurna, embrio dilahirkan. Lamanya proses kehamilan bergantung pada jenis hewan.

Ciri-ciri hewan vivipar

Semua hewan vivipar memiliki ciri-ciri yang sama menyoal cara berkembang biaknya dan membesarkan anaknya. Berikut ciri-cirinya:

  • Melahirkan. Induk melahirkan bayi hidup yang telah terbentuk sempurna, bukan bertelur dengan cangkang keras atau lunak.
  • Pembuahan di dalam. Sel sperma dan sel telur bertemu di dalam tubuh betina. Ini yang membedakan dengan hewan ovipar.
  • Pertumbuhan internal. Bayi tumbuh di dalam rahim khusus selama jangka waktu tertentu yang disebut masa kehamilan.
  • Memberi makan lewat tali pusat atau plasenta. Induk memberi makan bayi yang sedang tumbuh secara langsung melalui aliran darahnya sendiri serta melalui penghubung seperti tali pusat atau plasenta.
  • Menyusui. Banyak induk menyusui bayi mereka yang baru lahir dan melindungi mereka selama masa pertumbuhan.

25 Contoh hewan vivipar

Ada banyak contoh hewan vivipar yang dapat kita ketahui, entah itu ada di kebun binatang, peternakan, atau pun alam bebas. Berikut contohnya seperti dilansir berbagai sumber:

1. Harimau

Dilansir dari Animalia, Harimau adalah spesies kucing terbesar yang masih hidup. Hewan vivipar ini termasuk salah satu megafauna yang paling dikenal dan populer di dunia. Bulu harimau berwarna oranye kemerahan dengan garis-garis hitam vertikal pada bagian bahu dan sisi tubuh yang bervariasi dalam hal ukuran, jarak, dan panjangnya. Harimau adalah predator puncak dan karnivora obligat, yang berarti mereka hanya membutuhkan satu hal untuk bertahan hidup yaitu daging.

Harimau jantan dan betina biasanya hanya bertemu untuk kawin, pejantan tidak berperan dalam membesarkan anak-anaknya. Harimau betina biasanya melahirkan 2 hingga 4 anak dalam satu masa kehamilan. Anak-anak harimau lahir dalam keadaan hidup, tetapi mereka sangat lemah dan tidak berdaya saat lahir, serta bergantung sepenuhnya pada induknya selama beberapa bulan pertama kehidupannya.

2. Singa

Singa adalah kucing besar yang berasal dari wilayah Afrika Sub-Sahara dan India. Singa jantan memiliki ukuran kepala yang lebih lebar. Warna bulunya bervariasi, mulai dari kuning kecokelatan muda hingga abu-abu keperakan, merah kekuningan, dan cokelat tua. Singa dapat aktif kapan saja sepanjang hari, tetapi aktivitas mereka umumnya mencapai puncaknya setelah senja, yang diisi dengan kegiatan bersosialisasi dan saling membersihkan bulu.

Hewan vivipar ini memiliki sistem perkawinan poligini, yang berarti seekor singa jantan dapat kawin dengan beberapa singa betina. Mereka berkembang biak sepanjang tahun, dengan puncak masa perkawinan terjadi pada musim hujan. Masa kehamilan berlangsung antara 110 hingga 119 hari, dan rata-rata menghasilkan 3 hingga 6 ekor anak.

3. Paus Biru

Paus biru adalah mamalia laut dan termasuk jenis paus balin. Paus ini merupakan hewan terbesar yang pernah diketahui keberadaannya. Paus biru memiliki tubuh yang sangat besar, panjang, ramping, dan sempit. Kulit hewan vivipar satu ini halus tanpa bulu dan berwarna biru keabu-abuan, dengan warna yang lebih muda di bagian bawah tubuh, serta memiliki deretan lipatan kulit pada bagian tenggorokan. Mereka melakukan migrasi jarak jauh, bepergian menuju tempat mencari makan musim panas di dekat kutub, lalu bergerak menuju tempat berkembang biak musim dingin di perairan yang lebih dekat dengan khatulistiwa.

Paus biru bersifat monogam dan kawin selama musim dingin atau awal musim semi di perairan tropis yang lebih hangat. Masa kehamilan berlangsung hampir satu tahun, induk betina akan melahirkan satu ekor anak saat kembali ke wilayah tersebut pada tahun berikutnya. Setelah menghabiskan sepanjang musim panas untuk mencari makan di perairan Antartika yang dingin dan kaya nutrisi, induk paus hampir tidak makan sama sekali selama masa menyusui anaknya.

4. Panda

Panda raksasa adalah spesies beruang yang endemik di Tiongkok. Panda raksasa merupakan beruang berukuran sedang hingga besar dengan kepala besar, mata kecil, moncong panjang, hidung besar, dan ekor pendek. Hewan ini memiliki rahang besar dengan otot yang kuat, kombinasi rahang ini dan gigi gerahamnya yang datar memungkinkannya melumat daun serta batang bambu. Bulunya yang tebal berwarna putih krem  dengan bercak hitam besar di bagian bahu, telinga, dan hidung, serta memiliki ciri khas berupa bercak hitam di sekeliling matanya.

Panda raksasa bersifat poligini dan berkembang biak antara bulan Maret hingga Mei. Betina menarik perhatian pejantan melalui serangkaian suara mengembik dan mengerang. Masa kehamilan berlangsung sekitar 5 bulan, kemudian betina melahirkan satu atau dua ekor anak di dalam gua atau di pangkal pohon berongga.

5. Serigala

Serigala yang juga dikenal sebagai serigala abu-abu adalah hewan dari keluarga anjing berukuran besar yang berasal dari Eurasia dan Amerika Utara. Serigala abu-abu adalah hewan sosial yang hidup, berburu, dan bepergian dalam kawanan. Rata-rata kawanan serigala terdiri dari 7 hingga 8 individu, termasuk pejantan dan betina alfa beserta anak-anak mereka maupun keturunan yang lebih tua. Individu alfa bertindak sebagai pemimpin kawanan, mereka menentukan wilayah kelompok, memilih lokasi sarang, serta melacak dan memburu mangsa.

Di dalam kawanan, hanya pejantan dan betina alfa yang berkembang biak. Pasangan alfa bersifat monogam dan kawin seumur hidup hingga salah satu pasangan mati; setelah itu, pejantan atau betina alfa baru akan ditentukan dan pasangan baru pun terbentuk. Serigala abu-abu berkembang biak dari bulan Januari hingga April. Betina bertugas menggali sarang, tempat ia kemudian melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. Masa kehamilan berlangsung sekitar 60 hingga 63 hari, yang diikuti dengan kelahiran 1 hingga 14 ekor anak yang masih tak berdaya (dengan rata-rata 6 hingga 7 ekor).

6. Beruang cokelat

Beruang cokelat adalah spesies beruang berukuran besar yang ditemukan di seluruh wilayah Eurasia dan Amerika Utara. Di Amerika Utara, populasi beruang cokelat dikenal sebagai beruang grizzly. Beruang cokelat merupakan mamalia besar yang memiliki ciri khas berupa punuk otot yang menonjol di bagian bahunya. Hewan ini memiliki kaki yang kuat serta telapak kaki yang sangat besar.

Beruang cokelat adalah hewan teritorial yang menjalani kehidupan soliter (menyendiri). Mereka biasanya mencari makan pada pagi dan sore hari serta beristirahat di tempat terlindung pada siang hari; tetapi, mereka dapat aktif kapan saja sepanjang hari. Beruang cokelat bersifat monogam secara serial, yakni hidup bersama pasangan yang sama selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Selama musim kawin, pejantan akan berusaha kawin dengan sebanyak mungkin betina. Biasanya, pejantan yang berhasil akan kawin dengan dua ekor betina dalam kurun waktu satu hingga tiga minggu. Setelah kawin dengan pejantan pada musim panas, betina akan menunda implantasi embrio hingga masa hibernasi. Anak-anak beruang lahir 8 minggu kemudian, jumlah anak dalam satu kelahiran rata-rata berkisar antara 1 hingga 3 ekor, dan jarang mencapai 4 ekor.

7. Koala

Koala adalah hewan berkantung (marsupial) herbivora arboreal yang berasal dari Australia. Koala merupakan hewan berkantung yang memikat dengan tubuh kekar, mata kecil, dan telinga besar. Bulunya yang menyerupai wol terasa tebal tetapi lembut, dengan warna abu-abu keperakan. Bulu yang sangat lebat di bagian bawah tubuhnya berfungsi sebagai bantalan, memungkinkan koala untuk duduk dengan nyaman di atas dahan pohon yang kasar.

Koala adalah hewan yang tidak suka bersosialisasi (asosial) dan hanya berkumpul selama musim kawin. Mereka biasanya membentuk kelompok besar yang tidak terlalu terikat satu sama lain di area dengan banyak pohon yang sesuai, di mana setiap individu menempati satu pohon. Koala memiliki sistem perkawinan poligini, di mana pejantan dominan mengawini sebagian besar betina. Musim kawin koala berlangsung dari bulan Desember hingga Maret. Masa kehamilan koala hanya berlangsung selama 35 hari dan menghasilkan satu ekor anak. Selama 5 hingga 6 bulan pertama kehidupannya, anak koala tinggal di dalam kantong induknya dan hanya mengonsumsi susu induknya.

8. Kuda

Kuda adalah mamalia berkuku ganjil yang telah dijinakkan. Kuda merupakan hewan kawanan yang memiliki hierarki peringkat jelas dan dipimpin oleh individu dominan, biasanya seekor kuda betina. Mereka juga merupakan makhluk sosial yang mampu menjalin ikatan persahabatan dengan sesama spesiesnya maupun dengan hewan lain, termasuk manusia.

Masa kehamilan berlangsung sekitar 340 hari (dengan kisaran rata-rata 320 hingga 370 hari) dan biasanya menghasilkan satu ekor anak kuda; kelahiran kembar jarang terjadi. Kuda termasuk spesies precocial, artinya anak kuda sudah mampu berdiri dan berlari tak lama setelah dilahirkan. Anak kuda biasanya lahir pada musim semi.

9. Kuda nil

Kuda nil adalah mamalia semiakuatik berukuran besar yang berasal dari wilayah Afrika sub-Sahara. Kuda nil mudah dikenali dari tubuhnya yang berbentuk seperti tong, mulut yang dapat terbuka lebar dengan taring yang besar, tubuh yang hampir tidak berbulu, kaki yang kokoh menyerupai pilar, serta ukurannya yang besar. Mata, telinga, dan lubang hidung kuda nil terletak tinggi di bagian atas tengkoraknya. Hal ini memungkinkan organ-organ tersebut tetap berada di atas permukaan air sementara bagian tubuh lainnya terendam.

Kuda nil biasa adalah hewan yang sangat sosial, aktif di malam hari (nokturnal), dan cenderung menetap di satu wilayah (sedenter). Mereka biasanya membentuk kelompok yang terdiri dari 20 hingga 100 individu yang dipimpin oleh betina. Para betina ini menempati area inti di kubangan tempat mereka beristirahat. Pejantan dalam kelompok bertanggung jawab melindungi betina dan anak-anaknya. Kuda nil biasa memiliki sistem perkawinan poligini, di mana satu pejantan kawin dengan sekelompok betina. Mamalia ini tidak memiliki musim kawin khusus, meskipun mereka umumnya kawin antara bulan Februari dan Agustus. Betina spesies ini melahirkan di dalam air. Mereka melahirkan anak antara bulan Oktober dan April, yang bertepatan dengan musim hujan. Seekor anak lahir setelah masa kehamilan selama 240 hari.

10. Alpaka

Alpaka adalah spesies mamalia camelid (keluarga unta) asal Amerika Selatan. Hewan ini mirip dengan llama. Namun, ukuran alpaka sering kali jauh lebih kecil dibandingkan llama. Alpaka merupakan anggota terkecil dari keluarga camelid, dengan leher dan tubuh yang ramping. Kepala serta seluruh tubuh mereka ramping, sedangkan telinga mereka justru besar dan meruncing. Beberapa alpaka memiliki bulu dengan satu warna saja, sementara yang lain memiliki bulu dengan beragam warna.

Alpaka adalah hewan kawanan yang sosial dan hidup dalam kelompok keluarga, yang terdiri dari satu pejantan alfa yang menguasai wilayah, beberapa betina, dan anak-anak mereka. Pada umumnya, kawanan alpaka berukuran cukup besar dan menempati wilayah yang luas. Alpaka bersifat poligini, artinya satu pejantan dapat kawin dengan beberapa betina. Alpaka dapat kawin kapan saja sepanjang tahun dengan masa kehamilan berkisar antara 242 hingga 345 hari. Setelah itu, betina melahirkan satu ekor anak.

11. Marmut

Marmut atau Guinea pig adalah spesies hewan pengerat. Terlepas dari nama umumnya, guinea pig bukan berasal dari Guinea, tidak berkerabat dekat secara biologis dengan babi, dan asal-usul namanya pun masih belum jelas. Pejantan spesies ini berukuran lebih besar daripada betinanya.

Marmut adalah hewan sosial yang berkembang baik dalam kelompok yang terdiri dari dua individu atau lebih. Kelompok yang terdiri dari betina saja, atau campuran satu atau lebih betina dengan jantan yang telah dikebiri, merupakan hal yang umum, tetapi jantan terkadang juga bisa hidup bersama. Hanya sedikit informasi yang diketahui mengenai sistem perkawinan marmut.

Namun, betina dapat berkembang biak sepanjang tahun, dengan puncak aktivitas terjadi pada musim semi. Seekor betina dapat melahirkan hingga lima kali dalam setahun, meskipun enam kali kelahiran juga dimungkinkan. Masa kehamilan berlangsung selama 59 hingga 72 hari. Jumlah anak dalam satu kelahiran berkisar antara 1 hingga 6 ekor, dengan rata-rata 3 ekor.

12. Kapibara

Kapibara adalah hewan pengerat raksasa yang berasal dari Amerika Selatan. Kapibara memiliki tubuh yang berat dan berbentuk seperti tong serta kepala yang pendek, bulu di bagian atas tubuhnya berwarna cokelat kemerahan yang berubah menjadi cokelat kekuningan di bagian bawah. Kapibara merupakan hewan sosial yang membentuk unit keluarga beranggotakan 10 hingga 30 ekor, meskipun ukuran kelompok sering kali bergantung pada kondisi lingkungan.

Hewan-hewan ini memiliki sistem perkawinan poligini hingga poliginandri (promiskuitas), di mana individu dari kedua jenis kelamin dapat kawin dengan lebih dari satu pasangan. Kapibara berkembang biak sepanjang tahun dengan periode puncak yang terjadi antara bulan Mei hingga Juni, bertepatan dengan awal musim hujan. Masa kehamilan berlangsung selama 150 hari, menghasilkan kelahiran 2 hingga 8 ekor anak.

13. Bison

Bison Amerika adalah spesies bison yang berasal dari Amerika Utara. Bison Amerika bersifat diurnal, artinya mereka aktif sepanjang hari. Mereka biasanya cenderung pasif pada siang hari dan menjadi sangat aktif saat senja serta fajar.

Bison memiliki sistem perkawinan poligini, yang berarti seekor pejantan dominan kawin dengan sekelompok betina. Musim kawin berlangsung pada musim panas, antara bulan Juni hingga September, sementara masa kehamilan berlangsung sekitar 285 hari. Seekor betina dapat melahirkan satu ekor anak pada setiap musim kawin.

14. Kambing

Kambing adalah spesies yang telah didomestikasi dan umumnya dipelihara sebagai ternak. Hewan ini didomestikasi dari kambing liar yang berasal dari Asia Barat Daya dan Eropa Timur. Kambing secara alami memiliki sifat ingin tahu yang tinggi. Mereka juga lincah dan dikenal karena kemampuannya memanjat serta menjaga keseimbangan di tempat-tempat yang sulit atau berbahaya.

Kambing mencapai masa pubertas pada usia antara tiga hingga 15 bulan, tergantung pada ras dan status nutrisinya. Lama masa kehamilan adalah sekitar 150 hari. Kelahiran anak kembar dua adalah hal yang umum terjadi, meskipun kelahiran anak tunggal maupun kembar tiga juga sering dijumpai.

15. Babi hutan

Babi hutan adalah hewan berasal dari sebagian besar wilayah Eurasia dan Afrika Utara. Babi hutan adalah hewan bertubuh kekar dan besar dengan kaki yang pendek dan relatif ramping. Bagian tubuh utamanya pendek dan kokoh, sementara bagian tubuh belakangnya relatif kurang berkembang. Spesies ini memiliki gigi taring yang tumbuh dengan baik dan menonjol keluar dari mulut pejantan dewasa.

Sebagai mamalia nokturnal, babi hutan aktif pada malam hari saat mereka keluar dari tempat perlindungannya untuk mencari makan. Hewan ini menghabiskan waktu hingga 12 jam sehari untuk tidur di dalam sarang yang terbuat dari dedaunan.

Babi hutan memiliki sistem perkawinan poligini, di mana setiap pejantan yang mampu bereproduksi mempertahankan hak kawinnya. Pejantan yang menang akan kawin dengan betina-betina dalam kelompoknya. Proses perkembangbiakan terjadi sepanjang tahun. Masa kehamilan berlangsung selama 108 hingga 120 hari, menghasilkan kelahiran 4 hingga 6 ekor anak babi.

16. Gajah Asia

Gajah Asia merupakan satu dari hanya tiga spesies gajah yang masih hidup di dunia; dua spesies lainnya adalah gajah semak Afrika dan gajah hutan Afrika. Gajah Asia adalah hewan darat terbesar yang masih hidup di Asia. Secara umum, ukuran tubuh gajah Asia lebih kecil dibandingkan gajah semak Afrika, dan titik tertinggi tubuhnya terletak pada bagian kepala.

Hewan vivipar ini adalah mamalia yang sangat komunikatif. Pada umumnya, mereka hidup dalam kawanan yang terdiri dari lebih dari 20 ekor betina. Betina tertua memimpin pergerakan kelompok saat mencari makan dan sumber air.

Gajah Asia memiliki sistem perkawinan poligini, yang berarti seekor pejantan dapat kawin dengan beberapa ekor betina. Sebelum kawin, para pejantan akan bertarung untuk menentukan pejantan dominan (yaitu pejantan yang akan kawin dengan kelompok betina tersebut). Gajah Asia kawin sepanjang tahun, tanpa terikat pada musim tertentu.

Dalam kondisi yang mendukung, seekor betina dapat melahirkan setiap 3 hingga 4 tahun sekali. Masa kehamilan berlangsung cukup lama, yaitu 18 hingga 22 bulan, dan menghasilkan kelahiran satu ekor anak.

17. Simpanse

Simpanse adalah spesies kera besar yang berasal dari hutan dan sabana di wilayah tropis Afrika. Simpanse merupakan primata berukuran besar dengan rambut hitam panjang yang menutupi tubuhnya secara tidak rapat (jarang), kecuali pada bagian telapak tangan, wajah, dan telapak kaki.

Simpanse adalah hewan yang sangat sosial dan aktif pada siang hari. Ukuran kelompok simpanse dapat berkisar antara 15 hingga 120 individu, tergantung pada habitat dan ketersediaan makanan. Mereka sangat menjaga wilayah kekuasaannya dan tidak menoleransi kehadiran pihak luar; mereka bahkan bisa membunuh individu dari kelompok lain.

Simpanse memiliki sistem perkawinan poliginandris (promiskuitas), di mana pejantan dan betina kawin dengan beberapa pasangan dalam kelompok mereka. Seekor pejantan dan betina dapat membentuk ikatan pasangan sementara (consortship) dan kawin di luar kelompok mereka. Tidak ada musim kawin yang pasti bagi simpanse; perkawinan dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun dan bayi dapat lahir pada musim apa pun. Masa kehamilan berlangsung sekitar 8 bulan, yang kemudian diikuti dengan kelahiran satu ekor bayi.

18. Dugong

Dugong adalah salah satu dari empat spesies yang masih ada dari ordo Sirenia, yang juga mencakup tiga spesies manatee. Dugong merupakan mamalia air dengan kulit yang tebal, liat, dan halus. Warna kulit dugong yang baru lahir adalah krem pucat, tetapi warnanya akan menggelap seiring bertambahnya usia, berubah menjadi abu-abu gelap kebiruan pada bagian sisi tubuh dan punggung.

Dugong tersebar di seluruh wilayah Indo-Pasifik, tempat mereka hidup dalam populasi yang sangat terancam punah dan hampir musnah. Dugong adalah hewan sosial namun umumnya ditemukan sendirian atau berpasangan antara induk dan anaknya. Kendati demikian, mereka diketahui dapat membentuk kelompok besar yang terdiri dari ratusan ekor.

Dugong bersifat poliandris, yang berarti satu betina menjalin hubungan eksklusif dengan dua atau lebih pejantan. Dugong dapat berkembang biak kapan saja sepanjang tahun. Pejantan spesies ini terus-menerus mencari betina yang siap kawin. Reproduksi biasanya bergantung pada lokasi, meskipun mereka diketahui memiliki tingkat kelahiran yang sangat rendah, yakni menghasilkan satu anak dengan selang waktu 2,5 hingga 7 tahun. Masa kehamilan mereka cukup lama, yaitu berkisar antara 13 hingga 14 bulan.

19. Hyena

Hyena tutul memiliki reputasi sebagai hewan yang pengecut dan licik, namun sebenarnya mereka adalah makhluk yang memukau dan cerdas dengan sistem sosial yang sangat menarik. Hyena tutul hidup di seluruh wilayah Afrika sub-Sahara. Dalam hal kecerdasan sosial, hyena tutul dianggap memiliki tingkat kemampuan yang setara dengan primata tertentu. Mereka memiliki penglihatan malam yang sangat baik karena sebagian besar bersifat nokturnal, mereka berburu pada malam hari serta tidur atau berdiam di dekat sarang pada siang hari. Mereka memiliki tatanan sosial matriarkal yang terdiri dari individu-individu yang berkerabat yang disebut sebagai klan.

Sistem perkawinan spesies ini adalah poligini. Pejantan melakukan gerakan membungkuk untuk menarik perhatian betina sebelum kawin. Perkembangbiakan dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun dengan selang waktu antara 11 hingga 21 bulan. Masa kehamilan berlangsung sekitar 4 bulan, dan 1 hingga 3 anak (dengan rata-rata 2 ekor) lahir di dalam sarang khusus kelahiran.

20. Badak putih

Badak putih adalah mamalia terbesar kedua di dunia. Hewan ini memiliki tubuh yang masif, kepala besar, leher pendek, dan dada yang bidang. Pada moncongnya, terdapat dua tonjolan menyerupai tanduk yang letaknya berurutan (satu di depan yang lain). Hampir seluruh populasi spesies ini, yakni sebesar 98,8 persen, terkonsentrasi di Afrika Selatan, Namibia, Zimbabwe, dan Kenya.

Badak putih mungkin merupakan jenis badak yang paling suka bersosialisasi, mereka membentuk kelompok yang terdiri hingga 14 individu, meskipun ukuran kelompoknya biasanya lebih kecil. Tidak banyak yang diketahui mengenai sistem perkawinan badak putih, meskipun mereka diduga menganut sistem poligini.

Selama musim kawin, betina memasuki wilayah kekuasaan jantan untuk kawin. Badak putih dapat kawin kapan saja sepanjang tahun, meskipun umumnya mereka melakukannya pada bulan-bulan musim panas dan musim gugur. Satu ekor anak lahir setelah masa kehamilan selama 16 bulan.

21. Tikus hitam

Tikus hitam memiliki ekor yang sangat panjang, melebihi panjang kepala dan tubuhnya. Hewan ini kemungkinan berasal dari anak benua India namun kini ditemukan di seluruh dunia. Meskipun bernama tikus hitam, warnanya biasanya berkisar dari hitam hingga cokelat muda dengan bagian bawah tubuh yang lebih terang. Mereka juga memiliki bulu hitam yang tampak kasar dan berantakan, serta berukuran sedikit lebih kecil daripada tikus cokelat.

Tikus hitam umumnya bersifat nokturnal dan cenderung mencari makan setelah matahari terbenam. Mereka sering bertemu dan mencari makan bersama dalam jarak dekat, baik sesama jenis kelamin maupun antarjenis kelamin. Tikus hitam memiliki sistem perkawinan poligini, di mana satu pejantan kawin dengan beberapa betina. Biasanya, pejantan dominan adalah yang paling sukses dalam bereproduksi. Tikus hitam kawin antara bulan Maret hingga November. Masa kehamilan berlangsung selama 21 hingga 29 hari, menghasilkan 3 hingga 5 kelahiran per tahun dengan jumlah anak berkisar antara 1 hingga 16 ekor (rata-rata 7 ekor) setiap kalinya.

22. Gorila gunung

Gorila gunung adalah salah satu dari dua subspesies gorila timur. Spesies ini terdaftar sebagai hewan yang terancam punah oleh IUCN sejak tahun 2018. Bulu gorila gunung lebih tebal dan panjang dibandingkan spesies gorila lainnya, memungkinkan mereka hidup di suhu yang lebih dingin. Fakta menariknya, hewan vivipar satu ini dapat diidentifikasi melalui pola sidik hidung yang unik pada setiap individu.

Gorila gunung terutama merupakan hewan herbivora; sebagian besar makanannya terdiri dari dedaunan, tunas, dan batang tanaman. Gorila gunung sangat sosial dan hidup dalam kelompok yang relatif stabil serta kohesif, yang disatukan oleh ikatan jangka panjang antara pejantan dan betina dewasa.

Gorila kawin sepanjang tahun tanpa musim khusus. Kelompok biasanya dipimpin oleh pejantan dominan yang disebut silverback, yang kawin dengan beberapa betina dalam kelompoknya. Proses ini dimulai oleh pihak betina, terjadi di atas tanah, dan berlangsung dalam waktu singkat. Betina biasanya hanya melahirkan satu kali setiap empat tahun, serta merawat anaknya sebelum kembali bereproduksi.

23. Bekantan

Bekantan merupakan salah satu spesies monyet terbesar yang berasal dari Asia. Hewan ini memiliki ciri khas berupa hidung panjang yang membedakannya dari jenis monyet lainnya. Satwa ini merupakan spesies asli dan endemik yang hanya ditemukan di Pulau Kalimantan, Asia Tenggara.

Bekantan adalah hewan yang sangat sosial. Mereka hidup dalam kelompok yang terdiri dari 2 hingga 30 individu, biasanya mencakup satu pejantan dominan serta beberapa betina (hingga 10 ekor) beserta anak-anaknya. Bekantan memiliki sistem perkawinan poligini, di mana pejantan dominan kawin dengan betina-betina dalam kelompoknya. Mereka berkembang biak antara bulan Februari dan November. Masa kehamilan berlangsung selama 166 hari dan menghasilkan satu ekor anak, yang biasanya lahir pada malam hari.

24. Orang utan Kalimantan

Orang utan Kalimantan adalah mamalia terbesar di dunia yang hidup di pohon dan juga salah satu kera terbesar di dunia. Orang utan Kalimantan jarang turun ke tanah dari pohon tempat mereka tinggal. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu siang hari duduk di kanopi dan makan, sebelum membangun sarang untuk tidur di malam hari, dengan melipat cabang-cabang berdaun.

Orang utan Kalimantan bersifat poligini. Jantan dominan memiliki wilayah yang telah ditetapkan yang mencakup wilayah sejumlah betina. Betina di dalam wilayah jantan tertentu akan kawin dengannya untuk menghasilkan keturunannya. Hewan-hewan ini berkembang biak sepanjang tahun. Setelah masa kehamilan hingga 9 bulan, seekor betina melahirkan satu bayi, yang akan menempel pada bulu ibunya, sepenuhnya bergantung padanya hingga sekitar usia 10 tahun.

25. Zebra

Zebra adalah spesies zebra yang paling umum dan tersebar secara geografis. Hewan vivipar satu ini adalah hewan pemakan rumput yang paling mudah dikenali di benua Afrika. Zebra dataran adalah hewan sosial nomaden dan non-teritorial yang membentuk unit keluarga permanen. Kelompok ini berbasis harem, terdiri dari satu jantan dominan yang disebut kuda jantan serta hingga 6 betina dengan keturunannya.

Zebra dataran menunjukkan sistem perkawinan poligini, di mana satu jantan dominan mengendalikan dan kawin dengan harem betina. Selama musim kawin, jantan dari spesies ini terlibat dalam persaingan yang sengit. Mereka dapat berkembang biak kapan saja sepanjang tahun. Sebagian besar kelahiran diketahui terjadi pada bulan Januari. Seekor anak zebra dihasilkan setelah 360-396 hari kehamilan. Zebra dataran lahir dalam keadaan yang sangat berkembang. Segera setelah lahir, anak zebra dapat berdiri.

Perbedaannya dengan Ovipar dan Ovovivipar

Perbedaan hewan vivipar dengan ovipar serta ovovivipar adalah terletak pada proses pembuahan dan kelahirannya. Pada hewan vivipar, tidak ada telur yang diletakkan seperti ovipar dan anak-anaknya lahir hidup.

Sementara, hewan ovipar, telurnya diletakkan di luar tubuh induk dengan perkembangan embrio hanya sedikit yang terjadi di dalam tubuh induk. Telur menetas di dalam tubuh induk dan diberi nutrisi oleh kuning telur dan cairan lainnya sampai hewan tersebut lahir. Hewan ovipar juga tidak menyusui anaknya karena tidak mempunyai kelenjar susu. Setelah menetas dari telur belajar mencari makanannya sendiri. Contoh hewan ovipar adalah unggas, seperti ayam, bebek, angsa.

Dikutip dari buku Asyik Mengerjakan PR Sains SD Kelas 6 karya De Alfarian (Joko Untoro & Paulus), pada hewan ovovivipar, calon bayi hewan ovovivipar tumbuh dan berkembang di dalam tubuh induknya seperti hewan vivipar, akan tetapi, kebutuhan makanannya dipenuhi dari cadangan makanan dari telur.

Induk hewan ovovivipar bertelur seperti hewan ovipar, tapi calon bayi langsung menetas ketika telur keluar dari tubuh induk. Contoh hewan ovovivipar yaitu beberapa jenis ular, kadal, dan ikan hiu.

Itulah contoh-contoh hewan vivipar beserta pengertian dan ciri-cirinya untuk dipelajari Si Kecil di rumah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda