PARENTING
Psikolog Ungkap Kalimat 'Ajaib' untuk Melatih Kepekaan EQ Anak
Elia Amaliana | HaiBunda
Selasa, 18 Aug 2026 13:35 WIBKecerdasan emosional (EQ) dibutuhkan seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri, sekaligus memahami emosi orang lain. Kemampuan ini penting untuk membantu seseorang membangun hubungan yang baik dengan orang di sekitarnya.
Masa anak-anak menjadi masa yang krusial untuk membentuk nilai dan karakter yang akan dibawanya di masa depan. Sehingga, orang tua dianjurkan untuk menanamkan nilai-nilai yang dapat meningkatkan kecerdasan emosionalnya.
Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan ungkapan tertentu yang bisa dipraktikkan di kehidupan sehari-hari. Tidak hanya kata-kata biasa, kata tersebut memiliki makna yang dapat menjelaskan berbagai emosi, seperti sakit hati, marah, atau bahagia.
Dikutip dari CNBC, ada satu kalimat sederhana yang bisa membantu orang tua membangun kecerdasan emosional anak jika dibiasakan dalam percakapan sehari-hari. Salah satunya adalah, "Ceritakan pada Bunda apa yang terasa sulit hari ini." Ini bisa melatih kecerdasan emosionalnya menjadi lebih baik.
Selain itu, ada beberapa kalimat ajaib lain yang bisa melatih kepekaan EQ pada anak yang dikutip dari Parents. Berikut penjelasan psikolog ungkap kalimat ajaib untuk ajarkan kecerdasan emosional pada anak:
Kalimat 'ajaib' untuk ajarkan kecerdasan emosional pada anak
1. Tunjukkan empati
Menunjukkan empati akan mengurangi sikap defensif bahkan sebelum percakapan dimulai. Saat anak dalam kondisi perasaan yang sensitif, memberikan kata-kata yang keras justru akan membuatnya merasa terancam dan cenderung bersikap defensif.
Dengan memberi ungkapan, “Ceritakan padaku apa yang terasa sulit hari ini.” anak tidak akan merasa terancam, aman, dan tidak perlu membela diri, sehingga anak akan lebih terbuka untuk terlibat. Proses ini akan melatih anak menjadi lebih tajam, Bunda.
2. Berikan cara yang tepat untuk mengekspresikan perasaan
Hal ini akan membantu mengembangkan bahasa emosional anak secara organik. Ketika anak menceritakan harinya, anak akan lebih mudah dalam menggambarkan suatu emosi, sensasi, dan momen yang dirasakan. Secara tidak langsung, hal tersebut membentuk anak dalam memperluas kosa kata dan memilah kata yang tepat untuk mendefinisikan perasaan mereka sendiri. Kurang lebih katanya seperti, “Saya merasa senang ketika teman-teman kami datang untuk makan malam.”
3. Ajarkan keterampilan mengatasi masalah yang sehat
Kecerdasan emosional seringkali tercipta dari lingkungan yang ramah yang dapat memberikan ketenangan. Dengan mengucapkan hal tersebut akan memberikan kesan bahwa lawan bicara dapat mengerti dan mengatasi apa yang dirasakan sang anak. Hal ini juga dapat membantu anak mengelola konflik dan memperkuat kemampuan sosial mereka. Ini akan melatih EQ terbangun sejak dini.
4. Hal ini memberi anak-anak kendali atas apa yang mereka bagikan
Kata ajaib, “Ceritakan padaku apa yang terasa sulit hari ini” juga dapat membuat anak menjadi lebih reflektif. Anak akan terlatih untuk memutuskan sesuatu. Hal ini sangat berkaitan dengan pengendalian diri yang tentunya merupakan sebuah fondasi penting bagi pengalaman emosional atau EQ mereka. Anak akan memilih untuk menenangkan diri dibanding berteriak atau mengatakan hal yang menyakitkan.
5. Ini membantu menenangkan sistem saraf terlebih dahulu
Situasi yang menegangkan seringkali membuat seseorang dalam tekanan. Jika ungkapan tenang dan tidak menghakimi, secara emosional anak merasa berasa di zona aman. Perasaan tersebut tentunya akan menghindari anak dari perasaan stres dan menutup diri. Perasaan yang tenang akan membuat anak memiliki kesehatan mental yang lebih baik sekaligus melatih kepekaan EQ.
6. Hal ini menormalkan emosi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari
Ungkapan, “Ceritakan padaku apa yang terasa sulit hari ini” juga dapat membantu anak untuk memproses situasi yang sulit dan menerangkan bahwa hal itu merupakan bagian sesuatu yang normal. Anak dengan EQ tinggi, tidak perlu merasa tertekan untuk mengatasi masalah dengan cara yang cepat. Dengan begitu, anak akan belajar bagaimana cara menikmati proses dalam mengelola perasaan kurang mengenakan.
7. Jadikan kecerdasan emosional sebagai tujuan berkelanjutan
Ketika anak belajar tentang dirinya melalui pengalaman, di situlah kecerdasan emosional anak akan terlihat. Daripada mengontrol anak, akan lebih baik jika pendekatan tersebut diubah menjadi pendekatan yang lebih tenang dan reflektif.
Orang tua bertugas untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi batin sang anak. Orang tua juga menjadi contoh pertama bagi anak dalam bersikap, sehingga orang tua dianjurkan menyesuaikan bahasa atau sikap yang emosional di hubungan antar orang tua dan anak. Akhirnya, anak akan menyadari kondisi dan perasaan mereka sendiri secara emosional.
Nah, itulah ungkapan kalimat ajaib untuk mengajarkan kecerdasan emosional atau melatih EQ pada anak. Semoga membantu proses pola asuh di rumah ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Kata-kata Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Menurut Pakar Harvard
Kecerdasan Emosional Buat Anak Lebih Bahagia? Simak Cara Melatihnya Menurut Pakar
7 Cara Tingkatkan Kecerdasan Emosional Anak, Tunjukkan Empati Salah Satunya
Penting! Begini Cara Melatih Kecerdasan Emosional Anak, Bun
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Pilih Makan & Traveling ketimbang Belanja Barang
5 Potret Keluarga Artis Rayakan 17-an, Meriah Banget!
Anne Hathaway Akui Sudah Tahu Jenis Kelamin Bayi Ketiga, Bakal Di-spill?
Cara Membuat Pisang Goreng Renyah dan Garing Tahan Lama dengan Sederhana
Fakta Unik Pernikahan Cristiano Ronaldo & Georgina Rodriquez, Digelar di Ruang Tamu hingga Kenakan Perhiasan Rp893 Miliar
REKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
40 Soal Bahasa Indonesia Kelas 1 Semester 2 dan Kunci Jawabannya
BGN Ungkap Hasil Investigasi Dugaan Penyebab Kasus Keracunan MBG di Karo
5 Potret Keluarga Artis Rayakan 17-an, Meriah Banget!
Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Pilih Makan & Traveling ketimbang Belanja Barang
Anne Hathaway Akui Sudah Tahu Jenis Kelamin Bayi Ketiga, Bakal Di-spill?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cara Manfaatkan Kursi Lipat Recliner buat Kerja, Nonton, sampai Rebahan
-
Beautynesia
Potret Naura Ayu yang Memukau Penonton di Showcase 'Cerita Penuh Cahaya'
-
Female Daily
Inferno Hot Pilates Bikin Dark Spots? Ini Mitos atau Fakta yang Perlu Kamu Tahu
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Duo Mantu Jokowi Rayakan HUT ke 81 RI, Selvi-Erina Kompak Berbusana Adat
-
Mommies Daily
Panduan Memilih Hijab Sesuai Bentuk Wajah agar Makin Percaya Diri