sign up SIGN UP search


parenting

Penting! Begini Cara Melatih Kecerdasan Emosional Anak, Bun

Annisa Afani Kamis, 17 Dec 2020 17:12 WIB
Adorable Asian Toddler baby girl sitting on chair and playing with color developmental toys at home. caption
Jakarta -

Bunda dan Ayah memiliki tanggung jawab untuk mendorong anak mengembangkan kecerdasannya. Tidak hanya kecerdasan akademis (IQ), tapi juga kecerdasan emosional (EQ).

Kecerdasan emosional melibatkan kemampuan untuk memperhatikan, memahami, dan bertindak atas emosi dengan cara yang efektif dan tepat dalam kehidupan sehari-hari.

"Kecerdasan emosional diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengungkapkan dan mengelola perasaan dengan tepat sekaligus menghargai perasaan orang lain. Ini adalah seperangkat keterampilan yang dapat mulai dipelajari anak-anak pada usia berapapun," kata psikoterapis Amy Morin, dikutip dari Very Well Family.


Konsep kecerdasan emosional ini sendiri sudah ada sejak beberapa dekade yang lalu lho, Bunda. Mengutip dari Understood, kecerdasan emosional sudah dipopulerkan dalam sebuah buku Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ, yang terbit pada 1995.

Kecerdasan emosional penting karena anak menghadapi tantangan setiap hari. Tugas yang mudah bagi teman sebayanya, mungkin sulit baginya. Dia mungkin belajar giat tapi nilainya tetap buruk atau mungkin merasa malu dan takut meminta bantuan.

Nah, salah satu peran kunci kecerdasan emosional adalah membentuk cara seseorang menanggapi tantangan. Bagi seorang anak dengan perbedaan belajar dan berpikir, itu seperti GPS yang dapat membantunya melewati rintangan dan menuju kesuksesan. Hal ini memungkinkan anak menilai situasi, menempatkannya dalam perspektif dan menemukan cara untuk mengatasinya.

Manfaat kecerdasan emosional

Penelitian menemukan bahwa kecerdasan emosional dapat memberikan berbagai manfaat untuk membantu anak dengan baik sepanjang hidupnya, Bunda. Berikut ini manfaat anak memiliki kecerdasan emosional:

1. Memiliki kecerdasan akademis lebih baik

Anak dengan tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi memiliki IQ yang lebih baik. Mereka juga cenderung memiliki nilai yang lebih tinggi.

2. Hubungan yang lebih baik

Keterampilan kecerdasan emosional dapat membantu anak mengelola konflik dan mengembangkan persahabatan yang lebih dalam hingga dewasa.

3. Memiliki peluang sukses lebih tinggi

Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Public Health menemukan bahwa keterampilan sosial dan emosional anak di taman kanak-kanak dapat memprediksi kesuksesan seumur hidup. Anak-anak yang mampu berbagi, bekerja sama, dan mengikuti arahan sejak usia dini cenderung menjadi sarjana dan bekerja secara profesional pada usia 25 tahun.

4. Meningkatkan kesehatan mental

Anak dengan tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi cenderung tidak mengalami depresi dan penyakit mental lainnya.

"Manfaat kecerdasan emosional masuk akal. Seorang anak yang dapat menenangkan dirinya sendiri ketika mereka merasa marah kemungkinan besar akan berhasil dalam keadaan yang sulit," kata Morin.

Bentuk kecerdasan emosi

Ada beberapa bentuk kecerdasan emosi. Mengutip CNBC, berikut di antaranya:

1. Kesadaran diri

Self awareness atau kesadaran diri membantu memahami dan menilai tindakan yang kita lakukan dianggap orang lain. Selain itu, ini juga membuat kita tahu kapan harus menggunakan kekuatan atau menemukan sesuatu perlu diperbaiki.

Tanda anak memiliki kesadaran diri

  • Anak memahami dan mengenali kekuatan dan kelemahannya.
  • Anak memiliki harga diri yang tinggi dan tidak takut untuk berbicara tentang apa yang dibutuhkannya.
  • Anak mengetahui bahwa cara memandang diri sendiri mungkin tak sama seperti orang lain memandangnya.

Cara melatih kesadaran diri pada anak

Beberapa anak dapat mempelajari sesuatu dengan cara yang beragam. Namun secara umum, Bunda dapat mengajarkan kesadaran diri pada anak dengan cara berikut:

  • Beri label emosi

Mungkin akan sulit bagi anak untuk membicarakan emosinya jika ia tak dapat menemukan kata yang tepat. Oleh karena itu, di sini Bunda mengambil peran untuk membuka percakapan terlebih dahulu.

"Gunakan kata kunci seperti sedih, kesal, dan kecewa," kata psikolog di Silber Psychological Service di North Carolina, Sandra Wartski.

  • Berikan umpan balik

Saat memberikan umpan balik atau respons terkait apa yang anak lakukan, Bunda perlu memilih kata-kata yang tepat. Jangan terlalu kritis atau kasar karena bisa menyebabkan anak putus asa.

  • Menunjukkan ketertarikan

Untuk meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri, beri tahu pada anak bahwa Bunda peduli dengan perasaannya. Selain itu, katakan juga bahwa apa yang si kecil katakan itu penting.

2. Regulasi diri

Self regulasi atau regulasi diri sendiri ini penting untuk bantu mengarahkan perilaku anak menuju suatu tujuan, terlepas dari ketidakpastian dunia dan perasaan yang dimiliki.

Tanda anak dapat mengatur diri sendiri

  • Anak mampu mengatur emosi dan perilakunya sesuai dengan tuntutan situasi.
  • Saat merasa frustrasi, anak bisa menenangkan diri alih-alih bertindak aneh atau menangis hingga meledak-ledak.
  • Anak tahu kapan harus berhenti dan mengambil langkah mundur untuk menghindari pilihan impulsif yang dapat disesali nantinya.

Cara melatih regulasi diri

Berikut beberapa cara yang dapat Bunda terapkan untuk membuat anak memiliki kemampuan regulasi atau mengatur diri sendiri:

  • Bersikap langsung dan konstruktif

Ketika regulasi emosional diperlukan, hindari pernyataan tidak jelas seperti 'berhenti!' atau pertanyaan retoris seperti 'kenapa kamu melakukannya?'. Ini penting dihindari karena di dalam kata dan kalimat tersebut lebih cenderung disalahpahami oleh anak. Karena itu, akan lebih baik menggunakan nada konstruktif dan mendukung.

  • Bicarakan tentang cara untuk mengatasinya

Mungkin Bunda tanpa sadar selalu memberitahu anak tentang cara untuk menangani situasi yang membuat stres. Padahal, sebenarnya cara tersebut enggak tepat lho, Bunda.

Seharusnya anak dibiarkan terlebih dahulu untuk mencari tahu cara dan solusi untuk menghadapi masalahnya sendiri. Ini penting agar ia terlatih untuk menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya.

  • Ciptakan rutinitas harian

Menjaga konsistensi dalam kehidupan sehari-hari adalah kunci mengembangkan regulasi diri. Ini juga membantu anak membentuk dirinya agak terstruktur, makna, serta tujuan dari tindakan yang dilakukan.

3. Motivasi

Motivasi berguna meningkatkan upaya, membantu mengambil tindakan, dan menjadi lebih produktif. Selain itu, hal penting lainnya dari motivasi adalah membuat anak terus bertahan atau tak mudah menyerah saat menghadapi tantangan ekstrim.

Tanda anak memiliki motivasi

  • Anak tidak menyerah pada tujuan yang ingin dicapai
  • Anak memiliki rasa penasaran, kemauan untuk belajar dan tidak takut bertanya
  • Alih-alih merasa putus asa dan niat menyerah, anak justru belajar dari kesalahan dan menerapkannya untuk masa depan

Cara meningkatkan motivasi pada anak

Untuk membangun dan meningkatkan motivasi anak, Bunda dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Sebarkan rasa antusiasme

Semangat atau antusiasme yang ditampilkan pada anak dapat menular, lho. Jika anak melihat Bunda begitu semangat terhadap sesuatu, maka ia akan termotivasi untuk ikut bertindak seperti yang Bunda contohkan.

  • Ciptakan lingkungan yang mendukung

Tetap waspada terhadap beberapa hal berbahaya dalam mengasuh anak, Bunda. Beberapa contohnya seperti menuntut kesempurnaan, reaksi berlebihan, rasa bersalah, dan tidak sabaran.

  • Bantu hadapi kesulitan

Biarkan anak membuat pilihan sendiri dan menghadapi konsekuensi yang dialaminya. Di sini anak akan benar-benar tumbuh dan belajar membuat keputusan yang lebih cerdas.

Namun jika anak benar-benar merasa bingung dan tak menemukan jalan keluar apa yang harus ia ambil, maka Bunda dapat membantunya dengan berdiskusi dan menyerahkan pada anak untuk mengikuti cara yang Bunda berikan atau justru tetap menggunakan caranya sendiri.

"Setelah mereka mengidentifikasi setidaknya lima kemungkinan solusi, bantu mereka menilai pro dan kontra dari masing-masing solusi. Kemudian, dorong mereka untuk memilih opsi terbaik," tutur Morin.

4. Empati

Emphaty atau empati tidak hanya tentang memahami emosi orang lain, tapi juga tentang kemampuan anak untuk mengekspresikan kepekaannya terhadap mereka.

Tanda anak memiliki empati

  • Anak bekerja dengan baik dalam tim dan dapat menangani tantangan bersama.
  • Anak mampu terhubung secara emosional dengan orang lain, dan memperhatikan perasaan orang lain.
  • Anak berusaha mencoba memahami sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Cara melatih empati pada anak

Beriktu beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk ajarkan empati pada si kecil:

  • Dengarkan anak

Salah satu cara paling efektif untuk mengajarkan empati pada anak adalah dengan mencontohkannya secara langsung. Contoh tersebut dapat dipraktekkan dengan mendengarkan anak saat berbicara, menjaga kontak mata, dan membiarkan anak mengungkapkan isi pikirannya sebelum menjawabnya.

  • Berbagi perasaan

Jangan menaruh semua perhatian pada anak, Bunda. Cobalah untuk menciptakan suasana yang menggambarkan bahwa penting untuk berbagi perasaan dalam situasi apapun.

"Cara terbaik untuk mengajari anak Anda cara mengekspresikan perasaan adalah dengan mencontohkan keterampilan ini sendiri," ucap Morin.

  • Bicarakan tentang perspektif lain

Dengan membicarakan hal ini, maka akan membantu anak melepaskan diri dari kebiasaan umum yang hanya memperdulikan pikiran dan emosi dirinya sendiri.

5. Kemampuan sosial

Keterampilan sosial merupakan bagian integral dari fungsi dalam masyarakat. Ini membantu untuk menciptakan interaksi yang sehat dan positif baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Tanda anak memiliki keterampilan sosial

  • Anak menunjukkan perilaku dan berkomunikasi dengan baik kepada orang lain.
  • Anak mampu menunjukkan pertimbangan atas perasaan dan minat teman, keluarga, dan teman sebaya.
  • Anak mampu mengungkapkan perasaan dengan jelas, tenang, dan hormat.

Cara melatih keterampilan sosial pada anak

Untuk membuat anak memiliki keterampilan sosial, berikut beberapa hal yang dapat Bunda lakukan:

  • Ajak lakukan pengalaman baru

Meskipun hal ini mungkin terasa tidak nyaman pada awalnya, anak mungkin akan menyukainya. Dalam proses ini, anak akan mempelajari hal-hal baru tentang dirinya.

  • Diskusikan apa yang diinginkan

Untuk membantu anak terlibat dalam perilaku yang positif, ingatkan pada anak tentang apa yang diinginkan dalam situasi tertentu dan berbagai cara mereka untuk merespons.

  • Tunjukkan bahasa tubuh

Ini adalah cara yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial, Bunda. Karena tidak semua orang dapat mengungkapkan perasaannya secara lisan, sehingga keterampilan ini hanya dapat dipelajari dengan mengajarkan anak tentang membaca bahasa tubuh dari orang lain.

Bunda, simak juga yuk 3 jenis kecerdasan anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner tanaman hias tropisFoto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!