HaiBunda

PARENTING

Kupas Tuntas Mitos & Fakta tentang Bayi hingga Anak Bareng Dokter Meta Hanindita

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 19 Aug 2026 15:54 WIB
Kupas Tuntas Mitos & Fakta tentang Bayi hingga Anak Bareng Dokter Meta Hanindita/ Foto: Fauzan Julian Kurnia/ Haibunda
Jakarta -

Menjadi orang tua berarti Bunda harus cermat memilah berbagai informasi tentang kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil. Apalagi di tengah banyaknya mitos yang beredar, banyak orang tua sulit membedakan mana yang benar dan mana yang perlu diluruskan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dokter spesialis anak, Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A, Subsp. N.P.M.(K) merilis buku Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja. Buku ini berisi kumpulan informasi seputar mitos dan fakta seputar parenting.

Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja adalah buku ke-11 Meta dari seri Mommyclopedia. Bunda satu anak ini menulis buku tentang mitos setelah mendapat masukan dari seorang sahabat.


"Kenapa akhirnya bikin buku ini? Sebetulnya jujur karena sudah mati gaya. Setelah menulis 10 buku sebelumnya, saya tuh sempat berpikir kok kayaknya sudah semua topik dieksplorasi, enggak tahu lagi mau nulis apa. Sampai akhirnya ngobrol dengan salah satu teman yang kebetulan anaknya tuh ikut bertumbuh dan berkembang bersama seri Mommyclopedia," kata dr. Meta kepada HaiBunda, Kamis (13/8/26).

"Nah, teman saya tuh bilang bahwa, 'Kenapa kamu enggak bikin satu buku khusus yang membahas soal mitos dan fakta mulai dari bayi sampai dengan remaja'. Mengingat kompetensi dokter spesialis anak itu dari usia 0 sampai dengan 18 tahun. Nah, terus setelah dipikir-pikir, benar juga ya, apalagi kan kita nih tinggal di lingkungan yang masih banyak banget percaya dengan mitos. Akhirnya itu menjadi motivasi," sambungnya.

Pembuatan buku terbaru seri Mommyclopedia terbilang cukup singkat. Jika buku seri Mommyclopedia tentang MPASI menghabiskan waktu hingga satu tahun, dr. Meta hanya memerlukan sekitar satu setengah bulan untuk menyelesaikan buku yang membahas mitos dan fakta seputar parenting ini.

Dalam prosesnya, dr. Meta mengumpulkan berbagai pertanyaan dari orang tua melalui sejumlah sumber, termasuk media sosial. Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian ditelusuri berdasarkan basis ilmiah dan literatur yang relevan.

Dari proses tersebut, dr. Meta menemukan lebih dari 600 mitos. Namun, agar informasi yang disajikan tetap ringkas dan tidak membuat pembaca kewalahan, ia memilih 600 mitos untuk dimuat dalam buku.

"Proses pembuatannya enggak terlalu lama, mungkin sekitar satu setengah bulan penulisannya. Cara menentukan mitos dan fakta yang harus ditulis itu dilihat dari berbagai pertanyaan orang tua. Biasanya saat saya membuka kesempatan untuk Q&A di Instagram atau di media sosial lainnya, semua pertanyaan-pertanyaan tersebut saya kumpulkan. Kemudian dicari basis ilmiahnya, datanya seperti apa, literaturnya bagaimana, kemudian dituliskan," ungkap dr. Meta.

"Untuk pemilihan mitos-mitos, sebetulnya awalnya itu enggak 600 mitos, maunya lebih dari itu karena memang yang terkumpul lebih banyak. Tapi akhirnya terpilih 600 supaya buku yang tertulis jadi tidak terlalu tebal dan bikin pembaca overwhelming," lanjutnya.

Dokter Meta soroti mitos seputar parenting yang terus berkembang di era digital

Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A, Subsp. N.P.M.(K)/ Foto: Fauzan Julian Kurnia/ Haibunda

Dokter Meta menjelaskan mitos seputar parenting hingga kini masih berkembang di kalangan orang tua. Hal tersebut sulit dihilangkan karena sudah menjadi bagian dari budaya yang mengakar sejak dulu, Bunda.

"Tidak bisa dipungkiri di Indonesia ini support system yang ada pada saat kita membesarkan anak adalah keluarga terdekat. Bukan hanya keluarga, kadang-kadang tetangga dan relasi. Ada kebiasaan atau budaya turun-temurun bahwa ada kepercayaan tertentu yang sangat mereka yakini saat membesarkan anak," ujar dr. Meta.

"Contohnya, MPASI boleh kok diberikan di usia 40 hari saat bayi menangis terus atau mungkin karena ASI-nya enggak cukup. Ini para tetua, entah tetangga, bude, nenek, atau kakeknya pasti akan bilang, 'Kamu saja dulu dikasih makan umur 40 hari. Buktinya baik-baik saja'. Nah, inilah yang kemudian dipercaya dan berkembang menjadi mitos. Akibatnya mitos-mitos ini ya semakin mengakar, semakin meluas, semakin semua orang jadi tahu dan akhirnya mengikuti mitos-mitos tersebut," lanjutnya.

Selama menjadi dokter spesialis anak, dr. Meta mengaku sudah banyak mendengar berbagai mitos dari para orang tua. Beberapa yang sering ditanyakan adalah mitos seputar pemberian MPASI hingga penggunaan gadget pada anak.

"Apalagi zaman sekarang ada banyak sekali sumber informasi yang bisa didapatkan dengan sangat mudah dan cepat, misalnya di media sosial. Jadi agak berbeda nih, kalau dulu mitosnya sudah sangat terlihat enggak masuk akal, tapi semakin ke sini mitosnya semakin bias," tuturnya.

Tak sedikit mitos yang berkembang di kalangan orang tua justru dapat berdampak buruk bagi anak. Salah satunya adalah mitos seputar stunting yang masih sering disalahartikan oleh orang tua.

"Stunting itu adalah kondisi pendek karena kekurangan gizi secara berkepanjangan atau kronis. Nah, stunting ini bukan hanya menyebabkan anak menjadi pendek, tetapi juga bisa mengakibatkan gangguan kognitif, penurunan IQ, performa akademik saat anak bersekolah, hingga penurunan produktivitas kerja ketika anak sudah dewasa," ujar dr. Meta.

"Artinya, dampak negatif stunting ini bukan hanya dirasakan saat itu saja, tapi bahkan bisa seumur hidup. Nah, kalau memang bisa diperbaiki secepat mungkin atau begitu anak terdiagnosis stunting, maka hasilnya tentu akan jauh lebih baik daripada tidak diintervensi sama sekali. Sayangnya masih banyak mitos-mitos terkait stunting ini yang beredar di orang tua yang bilang kayak, 'stunting enggak apa-apa, yang penting anaknya pintar dan aktif. Itu adalah mitos-mitos yang menurut saya berbahaya," lanjutnya.

Lewat Mommyclopedia, dr Meta ajak orang tua lebih cermat pilah informasi

Dokter Meta berharap, buku Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja dapat membantu para orang tua mendapatkan informasi yang terpercaya. Ia juga ingin orang tua lebih bijak dalam memilah informasi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak.

"Saya berharap orang tua bisa lebih selektif lagi dalam memilih mempercayai informasi. Karena saya tahu, di era digital seperti saat ini, sumber informasi ada banyak sekali, tinggal klik langsung keluar semuanya. Tapi tidak semua informasi tersebut adalah benar," kata Meta.

"Pastikan sumber informasinya valid, bisa dicek di berbagai akun yang official dari banyak organisasi profesi kesehatan, entah di Indonesia dan di dunia. Sebelum benar-benar mempercayai satu informasi, check and re-check terus. Kalau perlu tanyakan langsung ke ahlinya. Kalau memang sudah valid, barulah orang tua bisa memutuskan apa yang akan dilakukan kepada anaknya dari sumber informasi tersebut. Tapi kalau enggak yakin, tanyakan dulu. Selalu usahakan adanya konfirmasi dan klarifikasi."

Berawal dari hobi membaca, dr Meta kini telah menulis belasan buku

Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A, Subsp. N.P.M.(K)/ Foto: Fauzan Julian Kurnia

Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A, Subsp. N.P.M.(K) merupakan dokter spesialis anak sekaligus konsultan di bidang Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Lulusan program doktor dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, ini telah menulis lebih dari 19 judul buku, 11 di antaranya merupakan bagian dari seri Mommyclopedia.

Kecintaan dr. Meta terhadap dunia menulis sudah tumbuh sejak kecil, Bunda. Saat masih kecil, tulisannya bahkan pernah dimuat di sejumlah tabloid dan majalah anak.

Kegemaran menulis tersebut tidak lepas dari peran sang Bunda yang telah mengenalkannya pada buku sejak dini. Berawal dari kebiasaan membaca, dr. Meta kemudian mulai menuangkan ide dan pikirannya ke dalam bentuk cerita.

"Kayaknya karena Mama, dari kecil aku sudah suka baca, tapi suka enggak terima dengan ending cerita di buku. Mama akhirnya bilang, 'Ya sudah, kalau mau ending-nya begitu, kamu saja yang bikin sendiri'," kata dr. Meta.

"Dari situ aku bikin-bikin sendiri ending ceritanya, sampai ada banyak tulisan-tulisan, dan itu dikirim Mama aku ke majalah anak," sambungnya.

Memasuki jenjang SMP hingga SMA, dr. Meta terus mengembangkan hobinya menulis dengan mengirimkan karya ke berbagai majalah remaja. Saat kuliah, ia sempat bekerja sebagai jurnalis lepas hingga akhirnya mulai menulis melalui blog.

"Aku tahu bahwa ini tuh menyenangkan jadi bisa belajar banyak," ungkap Meta.

Saat ini, Meta menjalani berbagai peran sebagai dokter, penulis, istri, sekaligus Bunda dari satu anak. Meski memiliki kesibukan yang cukup padat, dr. Meta tetap berusaha menyeimbangkan setiap peran yang dijalaninya.

"Kayaknya sudah terbiasa membagi waktu dari kecil. Kalau kata Mama aku, aku dari kecil itu kalau tidak dikasih kegiatan, tidak bisa diam," kata dr. Meta.

"Dari situ akhirnya jadi muncul skill buat manage waktu dan energi dengan baik, plus juga bisa menentukan skala prioritas. Kayak misalnya, keluarga nomor satu, terus nomor duanya pekerjaan aku sebagai dokter. Kalau sewaktu-waktu ada hal yang membutuhkan perhatian, aku akan balikin lagi ke skala prioritas," lanjutnya.

Ke depannya, dr. Meta berharap dapat terus berkarya sebagai penulis. Ia ingin tulisan-tulisannya, khususnya yang membahas seputar parenting, dapat memberikan manfaat dan membantu para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Itulah fakta dan mitos seputar parenting yang disampaikan Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A, Subsp. N.P.M.(K), yang dituangkan dalam buku terbarunya. Bunda ingin mendapatkan buku terbaru dr. Meta? Yuk follow akun Instagram @haibundacom karena akan ada giveaway buku Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih"

Mom's Life Amira Salsabila

Momen Lamaran Hana Malasan dan Sean Gelalel Penuh Haru, Intip Potretnya Bernuansa Maroon

Mom's Life Amira Salsabila

Rutin Olahraga & Diet tapi BB Enggak Turun-turun? Ini Penjelasan Dokter Gizi

Mom's Life Tim HaiBunda

Nita Vior Nikmati Masa MengASIhi, Pamer Stok ASIP hingga Pamer Stretch Mark

Menyusui Amrikh Palupi

Kisah Pasangan Suami Istri yang Berhasil Mendapatkan Bayi Kembar 4 Melalui Program IVF

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Nita Vior Nikmati Masa MengASIhi, Pamer Stok ASIP hingga Pamer Stretch Mark

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih"

Rutin Olahraga & Diet tapi BB Enggak Turun-turun? Ini Penjelasan Dokter Gizi

Kupas Tuntas Mitos & Fakta tentang Bayi hingga Anak Bareng Dokter Meta Hanindita

Momen Lamaran Hana Malasan dan Sean Gelalel Penuh Haru, Intip Potretnya Bernuansa Maroon

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK