HaiBunda

PARENTING

Ciri-ciri Anak Merasa Nyaman Berada di Dekat Orang Tua

Kinan   |   HaiBunda

Kamis, 20 Aug 2026 09:20 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Edwin Tan
Jakarta -

Saat anak merasa nyaman berada di dekat Bunda, tandanya mereka sudah benar-benar percaya. Nah, seperti apa ciri-ciri anak sudah nyaman dekat orang tua?

Hal ini menjadi faktor penting sebab saat anak nyaman, berarti mereka dapat fokus menjalani masa tumbuh kembangnya tanpa harus hidup dalam ketakutan atau keraguan. Berbagai kebiasaan tertentu pun diyakini bisa menambah rasa percaya dan kenyamanan anak.

Tak hanya dengan kata atau kehadiran fisik saja, tapi juga dengan rutinitas sederhana yang dilakukan sehari-hari. Yang demikian justru memberi makna yang lebih dalam bagi anak.


Ciri-ciri anak nyaman dengan orang tua

Lalu seperti apa saja ciri-ciri anak yang merasa nyaman berada di dekat orang tua? Berikut contoh perilakunya, Bunda:

1. Anak datang mencari kenyamanan

Jika Si Kecil datang ketika sedang merasa tertekan atau kesal, berarti mereka merasa cukup aman untuk mencari Bunda sebagai tempat mendapatkan kenyamanan.

Misalnya, mereka mungkin memanggil atau naik ke pangkuan Bunda, berharap akan dipeluk dan ditenangkan. Bagi mereka, kehadiran Bunda memberikan rasa aman.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Infant Behavior and Development menemukan bahwa anak-anak lebih mungkin mencari pengasuh utama mereka untuk mendapatkan kenyamanan saat kesal.

Semakin anak menganggap seseorang sebagai pengasuh yang 'utama', semakin besar kemungkinan mereka akan mencari orang tua tersebut ketika sedang merasa tertekan.

2. Anak mau berbagi pikiran dan perasaan

Meskipun awalnya mungkin terlihat sepele, ketika anak dengan tanpa paksaan menceritakan hal-hal yang ada dalam pikirannya, itu berarti mereka merasa aman secara emosional bersama orang tua. Tandanya mereka cukup percaya kepada Bunda untuk mengungkapkan perasaannya.

Sering kali anak bisa menutup diri dan enggan mengungkapkan perasaannya, terutama jika mereka tumbuh di lingkungan rumah yang tidak mendorong mereka untuk mengekspresikan emosi.

Sebaliknya, anak-anak cenderung akan menutup diri di hadapan orang tua yang membuat mereka merasa tidak aman.

Ketika anak merasa cukup nyaman untuk bercerita tentang teman baru yang mereka kenal atau masalah yang terjadi di sekolah, itu berarti mereka tahu bahwa Bunda tidak akan langsung menghakimi mereka. Dengan tenang, mereka merasa bebas untuk berbicara dan bercerita panjang tanpa merasa diabaikan.

3. Anak mau meminta bantuan dan pendapat

Jika anak langsung datang kepada ketika membutuhkan bantuan, berarti mereka cukup mempercayai Bunda sebagai orang tua untuk membimbingnya.

Termasuk ketika anak merasa nyaman meminta arahan dan pendapat, karena mereka tahu bahwa Bunda tidak akan menyesatkan atau mempermalukan mereka.

Anak yang tidak merasa aman bersama orang tuanya biasanya justru menjadi sangat mandiri, karena sejak kecil mereka belajar bahwa mereka hanya bisa mengandalkan diri sendiri.

"Anak membutuhkan rasa percaya diri yang positif, baik melalui tatapan, perkataan, tindakan, dan senyuman dari orang tua. Dengan itu, anak membentuk gambaran tentang dirinya sendiri," ungkap praktisi pengasuhan anak, Meri Wallace, seperti dikutip dari Your Tango

Wallace menuturkan juga bahwa membantu anak memiliki rasa percaya diri yang baik adalah salah satu tantangan terbesar sebagai orang tua.

4. Anak melibatkan orang tua dalam dunianya

Setiap anak memiliki minat, hobi, dan dunianya sendiri. Ketika mereka sudah nyaman, mereka biasanya tanpa ragu akan ikut melibatkan orang tua.

Termasuk dengan mengajak menonton film atau melakukan kegiatan seni dan kerajinan tangan untuk sekadar menghabiskan waktu bersenang-senang bersama.

5. Anak berani berbeda pendapat tanpa merasa takut

Ketika anak mempertanyakan keputusan Bunda dengan sopan atau menyampaikan pendapat yang berbeda, itu juga menjadi salah satu ciri-ciri anak merasa nyaman berada di dekat orang tua. Tandanya anak tidak takut bahwa perasaan atau pendapat mereka akan diabaikan.

Mereka merasa aman untuk mengungkapkan pendapatnya sendiri karena pola komunikasi terbuka sudah terbangun di rumah.

Jika anak tidak merasa aman bersama orang tua, mereka biasanya justru akan menjadi sangat pendiam atau hanya menyetujui segala sesuatu yang diminta atau diperintahkan kepada mereka.

Mereka seperti harus selalu berhati-hati dan tidak ingin melakukan sesuatu yang dapat memicu masalah.

Psikolog Jim Taylor menjelaskan bahwa orang tua yang membesarkan anak dengan menggunakan 'rasa takut' agar mereka patuh, justru dapat memberikan dampak buruk bagi anak dalam jangka panjang.

"Rasa takut pada masa kanak-kanak dapat menimbulkan stres, rasa tidak aman, kecemasan, serta berbagai masalah psikologis, emosional, dan fisik lainnya di kemudian hari," jelas Taylor.

6. Anak tidak selalu mengurung diri di kamar

Ketika anak merasa nyaman bermain atau sekadar berkumpul bersama keluarga di rumah, itu tandanya mereka sudah merasa 'penuh' secara emosional.

Sebaliknya, saat anak lebih sering mengisolasi diri atau berdiam diri di kamar, mereka mungkin ingin menjauh dari orang tua karena merasa tidak aman.

Mereka tidak ingin menghabiskan waktu di ruang keluarga, tapi justru memilih menyendiri untuk menghindari kemarahan atau ketegangan yang mungkin terjadi di rumah.

Kebiasaan-kebiasaan agar orang tua bisa dekat dengan anak

Berikut beberapa contoh kebiasaan sederhana yang bisa membuat anak merasa lebih aman dengan orang tua:

1. Beri arahan sesuai kebutuhan

Anak memang membutuhkan orang tua sebagai sosok dewasa yang bisa memberikan nasihat dan arahan, namun semua perlu sesuai dengan porsinya.

Beri waktu tenang dan tetap berempati saat anak sedang tidak bersemangat. Perilaku demikian mampu menenangkan dan membantu mereka merasa lebih baik. 

"Rasa aman memberikan anak landasan yang stabil untuk memandang hubungan dalam hidup mereka sebagai sesuatu yang lebih dapat diprediksi," kata psikolog Joseph Laino, PsyD, dikutip dari Parents.

2. Dengarkan pendapat anak

Anak-anak sebenarnya memiliki banyak hal untuk disampaikan, tetapi sering kali orang tua tidak benar-benar mendengarkannya.

Penyebabnya mulai dari terlalu sibuk dengan pekerjaan, terlalu cepat berasumsi tentang apa yang mereka maksud, atau bisa juga karena kelelahan. 

3. Jadikan anak sebagai prioritas

Rasa aman dan nyaman yang dimiliki oleh anak akan menjadi tameng dalam kehidupannya, terutama yang diberikan oleh orang tua.

Jadi, tunjukkan kepada anak-anak bahwa Bunda mencintai mereka dengan lebih dari sekadar kata-kata. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Springer Nature menemukan bahwa hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan lingkungan yang aman dan memberikan dukungan.

Itulah penjelasan tentang ciri-ciri anak merasa nyaman berada di dekat orang tua. Sebisa mungkin, selalu sediakan waktu rutin untuk mengobrol dan mendengarkan cerita anak ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Deretan Anak Artis Jadi Paskibra di Upacara HUT RI, Terbaru ada Anak Krisdayanti

Parenting Annisa Karnesyia

Ryu Hye Young Akui Tak Pernah Diet, Ini Alasan Bintang Reply 1988 Kini Terlihat Lebih Langsing

Mom's Life Annisa Karnesyia

Intip Berbagai Aktivitas Janin di Kandungan saat Bunda Hamil di Trimester 3

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Ciri-ciri Anak Merasa Nyaman Berada di Dekat Orang Tua

Parenting Kinan

Sama-sama Prioritas, Ibu Hamil Pilih Berdiri di LRT Demi Mengalah pada Penyandang Tuna Netra

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Merek Panci Anti Lengket Keramik Bebas PFOA dan PTFE

Intip Berbagai Aktivitas Janin di Kandungan saat Bunda Hamil di Trimester 3

Ryu Hye Young Akui Tak Pernah Diet, Ini Alasan Bintang Reply 1988 Kini Terlihat Lebih Langsing

Deretan Anak Artis Jadi Paskibra di Upacara HUT RI, Terbaru ada Anak Krisdayanti

Ciri-ciri Anak Merasa Nyaman Berada di Dekat Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK