Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Intip Berbagai Aktivitas Janin di Kandungan saat Bunda Hamil di Trimester 3

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Kamis, 20 Aug 2026 11:05 WIB

A pregnant woman is sitting on a sofa resting and relaxing in the living room at home.
Intip Berbagai Aktivitas Janin di Kandungan saat Bunda Hamil di Trimester 3/Foto: Getty Images/recep-bg
Daftar Isi
Jakarta -

Memasuki trimester ketiga, gerakan Si Kecil di dalam perut biasanya semakin terasa. Kadang seperti ditendang, digeliatkan, atau tiba-tiba ada bagian perut yang menonjol. Bunda mungkin sampai bertanya-tanya, sebenarnya janin sedang melakukan apa di dalam kandungan?

Ternyata, Si Kecil tidak hanya tidur dan menunggu waktunya lahir, lho. Di trimester 3, janin sudah melakukan berbagai aktivitas yang menunjukkan perkembangan otak, sistem saraf, otot, hingga kemampuan sensoriknya.

Beberapa aktivitas bahkan sudah dapat diamati para peneliti menggunakan pemeriksaan ultrasonografi (USG).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berbagai aktivitas janin di kandungan saat trimester 3

Berikut sejumlah aktivitas yang bisa dilakukan janin menjelang kelahirannya.

1. Janin semakin gemuk

Di trimester ketiga, bentuk tubuh janin sudah semakin sempurna. Selanjutnya, tubuhnya akan lebih banyak mengalami pertumbuhan dan penambahan berat badan.

Motherly menyebutkan bahwa pada beberapa minggu terakhir kehamilan, berat badan bayi dapat bertambah sekitar setengah pon atau sekitar 225 gram per minggu. Penambahan lemak tubuh ini penting karena membantu bayi menjaga suhu tubuh setelah lahir. 

Jadi, kalau perut Bunda terasa semakin besar dan berat badan Si Kecil terus bertambah, itu merupakan bagian dari persiapannya menuju hari kelahiran.

2. Janin tidur dan memiliki periode aktif

Jangan khawatir kalau ada waktu tertentu ketika Bunda merasa Si Kecil lebih banyak diam. Janin memang tidak bergerak terus-menerus karena memiliki periode aktif dan istirahat.

Penelitian menggunakan USG pada 30 ibu hamil dengan usia kehamilan 20–40 minggu menemukan bahwa pola tidur dan bangun janin semakin jelas seiring bertambahnya usia kehamilan. Fase yang menyerupai tidur REM dan non-REM mulai dapat dibedakan dengan lebih jelas sekitar usia kehamilan 28–31 minggu. 

Artinya, ketika Bunda merasa Si Kecil sedang tenang, bukan berarti ia tidak melakukan apa-apa. Bisa saja ia sedang berada dalam fase istirahat.

3. Janin aktif menendang dan bergerak

Nah, kalau yang satu ini mungkin sudah sangat familiar bagi Bunda.

Pada trimester ketiga, janin dapat melakukan berbagai gerakan tubuh, mulai dari menggerakkan tangan dan kaki, kepala, hingga menyentuh bagian tubuhnya sendiri.

Penelitian menggunakan USG 4D terhadap janin trimester kedua dan ketiga menunjukkan bahwa janin dapat memberikan respons berupa gerakan tangan, kepala, dan mulut terhadap rangsangan tertentu. Pada janin trimester ketiga, peneliti juga mengamati respons seperti menguap, menyentuh tubuh sendiri, dan menyilangkan tangan. 

Jadi, ketika perut Bunda tiba-tiba bergerak atau terasa ditendang, bisa jadi Si Kecil sedang 'olahraga' kecil-kecilan di dalam rahim.

4. Janin sudah bisa mengisap

Selain bergerak, janin juga mulai mengembangkan kemampuan mengisap yang nantinya sangat dibutuhkan setelah lahir untuk menyusu.

Penelitian menggunakan USG 4D bahkan menemukan adanya perilaku mengisap pada janin ketika diberikan stimulasi tertentu. Dalam studi tersebut, janin trimester ketiga menunjukkan peningkatan perilaku mengisap selama kondisi interaksi sentuhan dengan ibu. 

Kemampuan mengisap ini merupakan bagian dari perkembangan koordinasi sistem saraf dan otot yang akan terus digunakan setelah Si Kecil lahir.

5. Janin menelan air ketuban

Selama berada di dalam kandungan, janin juga melakukan aktivitas menelan.

Air ketuban yang ditelan masuk ke sistem pencernaan dan menjadi bagian dari proses perkembangan saluran cerna. Aktivitas menelan tersebut merupakan salah satu kemampuan yang terus berkembang sebelum bayi lahir.

Selain menelan, penelitian ultrasonografi juga telah mengamati aktivitas janin lainnya seperti gerakan tubuh, gerakan pernapasan, dan buang air kecil. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas janin berbeda antara periode aktif dan periode tenang. 

6. Janin sudah buang air kecil

Ternyata Si Kecil juga sudah bisa buang air kecil sebelum lahir, Bunda.

Ginjal janin mulai berfungsi selama kehamilan dan urine yang dihasilkan masuk ke dalam air ketuban. Aktivitas buang air kecil janin bahkan dapat diamati melalui pemeriksaan ultrasonografi. Penelitian mengenai perilaku janin menggunakan USG telah mengidentifikasi aktivitas miksi atau buang air kecil sebagai salah satu aktivitas fisiologis janin di dalam rahim. 

Jadi, jangan heran kalau ternyata air ketuban sebagian berasal dari urine janin. Ini merupakan proses normal dalam perkembangan kehamilan.

7. Janin melakukan gerakan seperti bernapas

Meski belum menghirup udara menggunakan paru-paru, janin sudah melakukan gerakan pernapasan janin atau fetal breathing movements.

Gerakannya bisa terlihat seperti dada atau perut Si Kecil naik-turun secara berulang. Aktivitas ini bukan berarti janin sedang bernapas seperti manusia yang sudah lahir, karena oksigen tetap diperoleh melalui plasenta dan tali pusat. Gerakan pernapasan tersebut merupakan bagian dari perkembangan dan latihan sistem pernapasan.

Sebuah penelitian besar terhadap 1.882 kehamilan tanpa komplikasi mengamati gerakan pernapasan janin sejak usia kehamilan 14 hingga 40 minggu. Peneliti menemukan bahwa pola gerakan tersebut berkembang secara progresif selama kehamilan dan semakin sering terdeteksi menjelang persalinan. 

Penelitian lain terhadap kehamilan usia 30–38 minggu juga menemukan adanya perubahan pola gerakan pernapasan seiring bertambahnya usia kehamilan. 

8. Janin bisa cegukan

Pernah merasakan gerakan kecil yang berulang dan berirama di satu titik perut?

Bisa saja Si Kecil sedang cegukan. Cegukan terjadi akibat kontraksi berulang pada diafragma. Gerakan tersebut dapat diamati melalui USG dan termasuk salah satu bentuk aktivitas janin. Cegukan janin umumnya tidak perlu membuat Bunda khawatir. Justru, gerakan tersebut merupakan bagian dari aktivitas perkembangan sistem pernapasan dan saraf.

9. Janin mulai bisa mendengar suara Bunda

Memasuki trimester ketiga, kemampuan pendengaran janin semakin berkembang.

Sebuah tinjauan ilmiah mengenai pendengaran janin menyebutkan bahwa kemampuan mendengar manusia mulai berfungsi sekitar usia kehamilan 26–28 minggu, meskipun respons terhadap suara dipengaruhi oleh usia kehamilan dan karakteristik suara. 

Penelitian pada 69 janin usia 36 minggu juga menemukan bahwa janin memberikan respons berupa perubahan aktivitas motorik dan denyut jantung ketika ibu berbicara. Respons tersebut konsisten dengan respons orientasi terhadap suara.  Jadi, tidak ada salahnya Bunda mengajak Si Kecil ngobrol atau membacakan cerita.

Namun, jangan merasa harus melakukan stimulasi tertentu secara berlebihan. Berbicara dengan Si Kecil bisa menjadi momen bonding yang menyenangkan bagi Bunda dan pasangan.

10. Janin bisa merespons sentuhan Bunda

Bukan hanya suara, janin juga dapat menunjukkan respons terhadap rangsangan sentuhan. Dalam penelitian menggunakan USG 4D, para peneliti mengamati respons 23 janin berusia 21–33 minggu terhadap suara ibu, sentuhan pada perut, dan kondisi kontrol.

Hasilnya, janin menunjukkan perubahan gerakan tangan, kepala, dan mulut ketika ibu menyentuh perut. Pada trimester ketiga, janin juga menunjukkan respons perilaku yang lebih beragam dibandingkan janin trimester kedua. 

Penelitian lain pada 2021 bahkan menemukan bahwa janin trimester ketiga dapat menunjukkan perbedaan respons terhadap interaksi suara dan sentuhan yang bersifat interaktif dibandingkan rangsangan yang tidak interaktif. 

Meski begitu, Bunda tidak perlu sengaja menekan-nekan perut untuk mendapatkan respons dari Si Kecil. Sentuh atau usap perut dengan lembut saja.

11. Janin bisa menunjukkan respons terhadap suara Bunda

Semakin mendekati persalinan, kemampuan janin merespons suara juga semakin berkembang. Dalam sebuah penelitian terhadap 143 janin usia 29–40 minggu, peneliti memberikan rekaman suara ibu kepada janin dan memantau perubahan denyut jantungnya.

Respons terhadap suara ibu mulai terlihat pada sekitar usia 32–34 minggu. Proporsi janin yang menunjukkan respons meningkat dari sekitar 46 persen pada usia 32–34 minggu menjadi 83 persen pada usia cukup bulan. 

Penelitian lain menggunakan pencitraan otak noninvasif juga menemukan bukti respons otak janin terhadap suara ibu pada sekitar usia 33–34 minggu. 

Namun, hasil penelitian ini tidak berarti janin sudah memahami kata-kata Bunda seperti orang dewasa. Respons tersebut lebih menunjukkan perkembangan sistem pendengaran dan saraf terhadap rangsangan suara.

Bagaimana dengan gerakan janin yang tiba-tiba berkurang?

Pada trimester ketiga, Bunda biasanya sudah mulai mengenali pola gerakan Si Kecil. Ada waktu ketika janin aktif dan ada pula saat ia beristirahat. Tetapi, perubahan yang jelas dari pola gerakan biasanya perlu diperhatikan.

Penelitian mengenai aktivitas janin pada trimester ketiga menunjukkan bahwa gerakan tubuh merupakan salah satu indikator aktivitas janin dan dapat berkaitan dengan kondisi fisiologisnya.  Jadi, Bunda tidak perlu menghitung setiap gerakan secara berlebihan jika dokter tidak menganjurkannya. Yang penting, kenali pola gerakan Si Kecil sehari-hari.

Jika Bunda merasa gerakan janin jauh lebih sedikit dari biasanya, berhenti bergerak, atau terdapat perubahan yang membuat khawatir, sebaiknya segera menghubungi dokter atau bidan untuk mendapatkan pemeriksaan.

Jadi, apa yang dilakukan janin di dalam kandungan?

Ternyata, kehidupan Si Kecil di dalam rahim cukup aktif, ya, Bunda.

Selama trimester ketiga, janin bisa tidur dan memiliki periode aktif, bergerak dan menendang, mengisap, menelan air ketuban, buang air kecil, melakukan gerakan seperti bernapas, cegukan, serta merespons suara dan sentuhan.

Semua aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses pematangan tubuh dan sistem saraf sebelum Si Kecil akhirnya lahir ke dunia.

Jadi, lain kali ketika Bunda merasakan perut bergerak-gerak, mungkin Si Kecil sedang sibuk 'beraktivitas' di dalam sana.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda