PARENTING
Anak Cerdas tapi Sering Menyendiri, Kapan Orang Tua Perlu Khawatir?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 28 Aug 2026 16:00 WIBAnak cerdas biasanya sering memilih bermain atau menghabiskan waktu sendirian. Bagi banyak orang tua, memiliki anak yang tampak sangat introvert adalah suatu kelegaan.
Namun, kebiasaan anak menyendiri juga sering kali bikin orang tua khawatir, Bunda. Ketidakmampuan anak untuk berbaur bisa jadi lebih dari sekadar rasa tidak nyaman.
Seiring bertambahnya usia, anak-anak yang sensitif ini sering mengembangkan rasa rendah diri sebagai akibat dari isolasi sosial. Bila dibiarkan, hal itu dapat menimbulkan sejumlah masalah.
"Kurangnya kepercayaan diri menghambat mereka di tempat yang seharusnya mereka bisa sukses. Beberapa anak bahkan sampai menolak bakat mereka dan sengaja berprestasi buruk dalam upaya untuk berbaur dengan teman sebaya," kata pakar di bidang psikologi, Dr. Tali Shenfield, dikutip dari Advanced Psychology.
"Seperti semua anak yang bergumul dengan perasaan ditolak dan tidak berharga, anak-anak berbakat yang terisolasi secara sosial lebih cenderung melakukan berbagai upaya untuk mengesankan teman sebaya mereka untuk berbaur," lanjutnya.
Pada kondisi yang serius, anak mungkin menjadi lebih rentan terhadap penggunaan narkoba dan perilaku berisiko dalam keputusasaan mereka agar diterima oleh lingkungan. Sebaliknya, beberapa anak yang benar-benar menarik diri dari teman sebaya bisa jadi akan tenggelam dalam depresi.
Sebagai orang tua, Bunda sebaiknya bisa membedakan antara anak-anak yang secara alami introvert dan mereka yang mendambakan interaksi sosial tetapi kesulitan berhubungan dengan orang lain. Secara umum, anak-anak yang secara intrinsik introvert menunjukkan kebutuhan yang kuat untuk menyendiri guna mengisi ulang energi sejak usia muda.
"Jika anak suka duduk sendirian dan tenggelam dalam hobi dan kegiatan kreatifnya, kemungkinan besar ia merasa puas sendirian. Jika anak tampaknya lebih suka bergaul hanya dengan satu atau dua teman yang sepemikiran daripada kelompok besar, ia mungkin hanya menunjukkan ciri-ciri khas anak berbakat," ujar Shenfield.
Kapan tanda orang tua perlu khawatir?
Menghabiskan waktu sendirian bisa menjadi bermasalah ketika hal itu dianggap sangat berlebihan. Misalnya, Si Kecil jarang menghabiskan waktu dengan siapa pun, bahkan anggota keluarga dekat.
Selain itu, jika anak cukup ramah di sekolah dasar tetapi tiba-tiba menjadi 'penyendiri' setelah memasuki sekolah menengah, mungkin ada sesuatu yang tidak beres, Bunda. Selain itu, setiap kali penarikan diri dari pergaulan disertai dengan hilangnya minat pada hobi, apatis secara umum, kecemasan, atau tanda-tanda kesulitan lainnya, orang tua perlu menanggapi situasi tersebut dengan serius.
"Bila anak mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan makan, penyalahgunaan zat, depresi, atau kecenderungan merusak diri sendiri, orang tua juga harus segera mencari bantuan profesional. Jangan pernah berasumsi bahwa perilaku ini hanya bagian dari sebuah 'fase'," ungkap Shenfield.
Faktor risiko lain untuk isolasi sosial yang tidak sehat dapat meliputi kecemasan sosial, perundungan, insiden trauma, atau kondisi yang memperumit, seperti autisme atau perkembangan yang tidak sinkron. Jika Si Kecil menghadapi satu atau lebih masalah tersebut, maka Bunda harus tetap waspada terhadap tanda-tanda masalah sosial sepanjang perkembangannya.
Terakhir, ingatlah bahwa hubungan daring bukanlah pengganti yang dapat diterima untuk persahabatan di dunia nyata. Jika anak, terutama remaja, terobsesi secara tidak sehat dengan internet, kemungkinan besar ia menggunakan internet untuk memenuhi kebutuhan sosialnya yang belum terpenuhi.
"Budaya internet cenderung lebih mudah berubah dan tidak kenal situasi bila dibandingkan sosialisasi tatap muka. Ketergantungan tersebut dapat berbalik menjadi bumerang. Oleh karena itu, orang tua harus berusaha membatasi screen time hingga batas yang wajar dan mendorong ikatan interpersonal sebagai gantinya," kata Shenfield.
Cara menghadapi anak yang menyendiri
Cara terbaik untuk mulai membantu anak yang terisolasi secara sosial adalah dengan berbicara dengannya. Tanyakan bagaimana perasaannya tentang kehidupan sosial yang dijalani, dan jika ia mengungkapkan ketidakpuasan dengan kemampuannya untuk berteman. Bunda juga bisa bertanya tentang apa yang menyebabkan kesulitan tersebut.
Bila itu sesuatu yang bersifat sementara, seperti perselisihan dengan teman-teman, kita mungkin bisa membantu untuk menyelesaikannya. Bila ia mengalami masalah dengan perundungan di kelas, mungkin Bunda mempertimbangkan anak pindah kelas.
Jika langkah-langkah tersebut tidak berhasil, orang tua mungkin perlu meminta bantuan dari luar, misalnya dari konselor sekolah atau terapis. Anak mungkin memiliki masalah kesehatan mental atau masalah perkembangan yang belum terdiagnosis, sehingga menghambatnya secara sosial.
"Melalui intervensi tepat waktu, isolasi sosial sering kali dapat diatasi sebelum menyebabkan masalah lebih lanjut. Penting bagi anak untuk mengetahui bahwa kehidupan sosial yang sehat bisa digapai. Mengetahui dan mengalami hal ini akan membantu anak merangkul dan menerima tidak hanya orang lain, tetapi juga dirinya sendiri," ujar Shenfield.
Itulah penjelasan tentang cara mengatasi anak cerdas yang suka menyendiri. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
George M. Tanjaya, Juara Matematika Ajang Internasional yang Sudah Bisa Membaca Sejak Usia 2 Tahun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Mendidik Anak agar Cerdas, Penuh Perhatian, dan Berkualias Tinggi Menurut Studi
13 Tanda Anak Cerdas Menurut Sains, Apakah Si Kecil Salah Satunya?
7 Cara Meningkatkan Kecerdasan Intrapersonal Anak, Kemampuan Si Kecil Memahami Diri Sendiri
5 Kalimat yang Tidak Boleh Dikatakan agar Anak Cerdas dan Mental Kuat
TERPOPULER
Melahirkan Kembar 3 Th Lalu, Hillary Swank Kini Hamil Anak Ketiga di Usia 52 Th
Ya Hayyu Ya Qayyum: Arti, Keutamaan & Waktu Membacanya saat Dilanda Masalah dan Kesedihan
Kebiasaan Sederhana Orang Tua Ini Ternyata Bisa Bikin Nilai Sekolah Anak Lebih Tinggi
Seberapa Aware Sih Orang-Orang Sama Kanker Payudara?
150 Nama Bayi Bermakna Mandiri untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Deretan Artis Kelahiran Kalimantan yang Suarakan Karhutla di Media Sosial
Melahirkan Kembar 3 Th Lalu, Hillary Swank Kini Hamil Anak Ketiga di Usia 52 Th
Kebiasaan Sederhana Orang Tua Ini Ternyata Bisa Bikin Nilai Sekolah Anak Lebih Tinggi
Ya Hayyu Ya Qayyum: Arti, Keutamaan & Waktu Membacanya saat Dilanda Masalah dan Kesedihan
Seberapa Aware Sih Orang-Orang Sama Kanker Payudara?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kenali Ciri Terkena ISPA, Tanda yang Butuh Dokter, dan Persiapan Perawatan di Rumah
-
Beautynesia
5 Zodiak yang Percaya Diri Hangout Sendiri
-
Female Daily
H-1 Fan Meeting Gong Yoo di Jakarta, Ini Jadwal dan Aturan yang Perlu Kamu Tahu
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Video Review Jujur Foundation Sultan Harga Rp 2 Juta: Worth It Gak Ya?
-
Mommies Daily
Keselamatan Anak di Hotel: 7 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menginap Bareng Si Kecil