HaiBunda

PARENTING

Kebiasaan Tidur Anak Berpengaruh pada Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya

Kinan   |   HaiBunda

Selasa, 01 Sep 2026 16:00 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/anurakpong
Jakarta -

Tahukah Bunda bahwa kebiasaan tidur memiliki peran besar bagi perkembangan mental anak? Ya, studi membuktikan keduanya saling berkaitan, lho.

Tidur yang cukup tak hanya penting untuk kesehatan anak secara fisik, tapi juga psikis. Oleh sebab itu, jangan anggap enteng membangun rutinitas tidur yang baik untuk membantu mendukung ketahanan emosional dan kemampuan kognitif anak di masa depan.

Menurut psikolog klinis di Ameirka Serikat, Brian Razzino, PhD, tidur bahkan bisa menjadi 'fondasi' bagi kesehatan mental anak.


"Kurang tidur secara kronis dapat mengganggu perkembangan emosional, sehingga seseorang rentan lebih mudah mengalami perubahan suasana hati, respons stres yang lebih tinggi, dan kecemasan yang terus-menerus," imbuh Razzino, seperti dikutip dari Parents.

Perkembangan emosional disebutkan juga oleh Razzino merupakan struktur atau kerangka dasar yang memengaruhi cara seseorang mengalami, memproses, dan mengekspresikan emosi.

Hubungan antara tidur dan kesehatan mental

Saat anak kurang tidur dalam jangka waktu yang panjang, kondisi ini dapat berdampak besar pada kemampuan mereka dalam mengatur suasana hati, kestabilan emosi, dan kesehatan mental.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan langsung antara kurang tidur kronis dan gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

Dalam sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Psychiatry pada tahun 2020, peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami insomnia kronis lebih berisiko mengalami gangguan mood.

Hal ini semakin memperkuat pendapat bahwa kualitas tidur yang buruk bukan hanya menjadi gejala, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap munculnya masalah kesehatan mental.

Bagaimana dampaknya bagi anak-anak?

Menurut Razzino, seiring waktu kurang tidur sangat berkaitan dengan meningkatnya risiko depresi klinis dan gangguan kecemasan yang lebih berat, bahkan pada anak-anak dan remaja.

Anak-anak dan remaja yang memiliki pola tidur terganggu juga lebih berisiko mengalami masalah kesehatan mental.

Sebuah penelitian pada 2024 menemukan bahwa anak-anak yang mengalami masalah tidur, memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, ADHD, dan masalah perilaku saat berusia 15 tahun.

Setelah seharian bekerja keras, otak membutuhkan waktu istirahat dan 'pembersihan' yang dilakukan lewat tidur. Salah satu tujuannya untuk menata kembali semuanya agar siap digunakan pada hari berikutnya.

"Ketika tidur, otak menguatkan ingatan, memproses berbagai hal yang menyebabkan stres, dan memperkuat koneksi saraf yang penting untuk proses belajar. Namun, ketika tidur terganggu, siklus pemulihan tersebut menjadi lebih singkat. Akibatnya, kemampuan mengatur emosi dan fungsi kognitif dapat terganggu," pesannya.

Manfaat tidur yang cukup bagi anak

Stephanie Drew, LCSW, seorang terapis yang berfokus pada kesehatan mental anak dan remaja, juga menekankan manfaat tidur yang cukup bagi ketahanan emosional.

Ia menuturkan bahwa anak yang terbiasa cukup tidur sejak dini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengatur emosi dan menghadapi stres secara efektif.

Tidur membantu mengembangkan kemampuan mengatur emosi, yang sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan di kemudian hari.

Bagi anak-anak, gangguan tidur, seperti waktu yang terlalu lama untuk bisa tertidur, dapat memberikan dampak yang cukup besar.

Kurang tidur juga berdampak bagi orang tua

Kurang tidur tidak hanya berdampak pada anak, tetapi juga dapat memberikan efek serius terhadap kesehatan mental orang dewasa.

Dalam jangka panjang, masalah tidur kronis dapat memengaruhi kesehatan mental karena meningkatkan stres dan mengganggu kemampuan mengatur emosi.

Oleh sebab itu, saat kurang tidur Bunda mungkin akan jadi merasa lebih mudah marah, mengalami brain fog atau sulit berpikir jernih, dan bagian otak yang membantu mengelola emosi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Stres dan kecemasan pun bisa lebih mudah terjadi, bahkan jika tidak segera diatasi dapat muncul gejala depresi.

Sebuah penelitian pada 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Sleep menemukan bahwa orang tua mengalami kekurangan tidur selama 6 tahun pertama kehidupan anak. Kondisi ini dapat berdampak cukup besar terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan emosional mereka sendiri.

Bagaimana cara menerapkan kebiasaan tidur yang sehat?

Sebuah penelitian pada tahun 2018 menemukan bahwa anak-anak yang memiliki rutinitas tidur yang konsisten memiliki kemampuan berpikir, kesiapan sekolah, dan kesejahteraan secara keseluruhan yang lebih baik.

Rutinitas tidur yang teratur tidak hanya membantu anak mendapatkan istirahat yang cukup, tetapi juga mendukung perkembangan kognitif dan kesehatan emosional.

Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan untuk membantu membentuk kebiasaan tidur yang sehat:

1. Siapkan waktu tidur yang teratur

Menetapkan waktu tidur yang konsisten membantu menyelaraskan jam biologis tubuh, sehingga anak dapat menjalani pagi hari dengan lebih mudah dan mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

2. Buat rutinitas menenangkan sebelum tidur 

Lakukan aktivitas yang menenangkan sebelum waktu tidur, seperti membaca buku atau mendengarkan musik lembut sebelum tidur.

Ini dapat membantu anak beralih dari kesibukan sepanjang hari menuju kondisi yang lebih rileks. Selain itu, kegiatan yang menenangkan ini juga membantu mengoptimalkan proses 'pembersihan' otak pada malam hari.

3. Batasi screen time 

Kurangi screen time setidaknya satu jam sebelum tidur dapat membantu mencegah stimulasi berlebihan dan memberi kesempatan bagi otak untuk rileks sebelum anak tidur.

4. Pastikan suasana kamar sudah nyaman

Agar anak bisa tidur dengan lebih cepat dan nyenyak, pastikan suasana kamar tidurnya sudah cukup nyaman, Bunda.

Misalnya, siapkan lampu tidur di kamar yang tidak terlalu terang dan atur suhu ruangan agar tetap sejuk. Ini merupakan kondisi yang ideal untuk membantu anak mendapatkan tidur yang berkualitas.

Meningkatkan kebiasaan tidur yang sehat pada anak bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan mental mereka, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan orang tua.

Itulah penjelasan tentang hasil studi kebiasaan tidur anak yang berpengaruh pada kesehatan mentalnya. Semoga bermanfaat ya, Bunda!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Hal yang Wajib Anak Tahu Sebelum Ikut Lomba

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Momen Hangat BCL, Tiko, dan Noah Kumpul Bersama Keluarga Almarhum Ashraf Sinclair di KL

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Orang yang Tidak Haus Validasi dalam Hubungan

Mom's Life Amira Salsabila

Kebiasaan Tidur Anak Berpengaruh pada Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya

Parenting Kinan

Cara Membuat Gabin Tape Renyah Tahan Lama dan Tidak Berminyak

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Mendengarkan daripada Banyak Bicara

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Orang yang Tidak Haus Validasi dalam Hubungan

Kebiasaan Tidur Anak Berpengaruh pada Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya

Emas Antam Turun Lagi, Intip Harga Terbarunya Hari Ini Bun

Momen Hangat BCL, Tiko, dan Noah Kumpul Bersama Keluarga Almarhum Ashraf Sinclair di KL

Konsul ke Dokter atau Bidan yang Sama saat Cek Rutin hingga Melahirkan Perkecil Risiko Trauma

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK