parenting
Dokter Ungkap Petingnya Anak Periksa Gigi Sedini Mungkin, Tak Hanya Cegah Gigi Berlubang
HaiBunda
Minggu, 06 Sep 2026 07:00 WIB
Kesehatan mulut dan gigi pada anak merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang tumbuh kembang. Kondisi mulut dan gigi yang sehat juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, Bunda.
Menurut dokter spesialis kedokteran gigi anak, drg. Herawati Kusuma, Sp.KGA, orang tua sudah bisa membawa anak ke dokter gigi sedini mungkin untuk memeriksakan kesehatan mulut dan gigi. Tak hanya itu, orang tua juga diharapkan bisa menerapkan kebiasaan yang sehat ke anak, seperti rajin menggosok gigi, serta menghindari penggunaan empeng dan kebiasaan mengisap jempol.
"Bawa anak ke dokter gigi sedini mungkin agar anak bisa mendapatkan kualitas penanganan yang bagus. Kemudian, pembiasaan yang baik sebaiknya dimulai dari masa kanak-kanak, seperti orang tua telaten menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anaknya," kata Herawati, dalam acara Launching Ceremony Mayapada Dental Care, di Auditorium Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT), Jumat (4/9/26).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak-anak sudah bisa mengalami berbagai masalah pada gigi sejak dini. Salah satunya adalah gusi bengkak yang disebabkan karena gigi berlubang. Banyak orang tua tidak menyadari akar masalah gusi bengkak sehingga enggan membawa anaknya periksa ke dokter.
"Gusi anak sampai bengkak biasanya sudah ada masalah di gigi, seperti karies atau gigi berlubang. Lubang ini kadang berada disela-sela tak terlihat, yang kalau diperiksa ternyata sudah dalam," ungkap Herawati.
"Kalau sudah mengenai jaringan dalam, istilahnya itu gigi mati atau saraf dan pembuluh darah sudah tidak ada karena diganti oleh kotoran sisa makanan dan bakteri. Kalau sudah sampai ujung akar itu dapat menghasilkan nanah dan infeksi, yang kalau tidak dirawat bisa muncul bengkak di gusi. Itu sebaiknya dibawa ke dokter," sambungnya.
|
Baca Juga : Kapan Anak Mulai Dibawa ke Dokter Gigi?
|
Tak hanya gigi berlubang, masalah gigi pada anak juga bisa berupa munculnya karies, Bunda. Dalam kesempatan ini, dokter gigi drg. Kurnia Dwi Wulan, menjelaskan tentang penyebab umum karies pada anak, terutama anak yang lebih kecil.
Menurut dokter yang akrab disapa Wulan ini, penyebab karies itu sebenarnya multifaktoral. Salah satunya bisa karena kebisaan makan ibu yang berdampak pada anaknya.
"Pada saat anak sudah mulai MPASI, biasanya ibu-ibu suka meniup makanan anak yang panas. Nah, itu sudah ada transfer bakteri. Jadi ada tiga faktor, dari bakteri itu sendiri, dari kebiasaan, dan dari frekuensi jumlah makanan yang masuk, seperti karbohidrat yang menjadi makanan bakteri. Terus, cara dan pola sikat giginya gimana?"
"Nah, itu multifaktoral, terlepas dari struktur giginya sendiri."
Mayapada Hospital Jakarta Timur resmikan layanan Mayapada Dental Care (MDC)
Melihat pentingnya masalah kesehatan mulut dan gigi pada anak, Mayapada Hospital Jakarta Timur membuka layanan Mayapada Dental Care (MDC). Melalui MDC, Si Kecil bisa mendapatkan layanan komprehensif yang langsung ditangani oleh dokter spesialis, Bunda.
"Jadi untuk layanan anak kita komprensif banget. Kita ada tambal, cabut, scaling, ada layanan preventif untuk perlindungan dari karies, bahkan ada juga layanan preventif sebelum terjadinya pergeseran gigi atau maloklusi, atau yang kita sebut gigi saling tumpang tindih," ungkap Kepala Unit Dental-Medis Mayapada Hospital Jakarta Timur, drg. Muhammad Rizky Radliya Maulana .
Tak hanya bagi anak-anak, layanan di MDC ini juga diperuntukkan untuk semua usia. Dokter yang praktik di tempat ini juga berasal dari banyak latar belakang.
"Kita ada dua dokter gigi anak, dua dokter gigi dalam mulut, tujuh dokter gigi umum, satu spesialis periodonsia atau gusi, satu spesialis penyakit mulut atau spesialis untuk kasus keganasan atau penyakit mulut lainnya, dan satu lagi prostodonti untuk gigi palsu dan implan," ungkap Muhammad Rizki.
Hal serupa juga disampaikan Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Dina Hanum, MARS. Menurut Dina, Mayapada Dental Care (MDC) memiliki dokter-dokter spesialis yang lengkap. Selain itu, standar pelayanan di MDC mengutamakan keamanan pasien.
"Kita itu komplit, sub-spesialistik ada. Lalu, hospital grade, dimana standar pasien safety yang kita usung untuk tindakan-tindakan gigi berbeda dengan layanan-layanan gigi lainnya. Pasien safety itu adalah sesuatu hal yang memang menjadi standar di Mayapada Group," ungkap Dina.
"Nah, apa yang membedakan hospital grade dengan yang tidak hospital grade? Mungkin semuanya memiliki standar yang sama. Tetapi kami lebih memiliki extra benefit untuk lebih aman, lebih nyaman, lebih safety dan output hasil dari giginya lebih baik."
Demikian serba-serbi kesehatan gigi dan mulut pada anak menurut penjelasan dokter. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Alasan Gigi Susu Tak Dianjurkan Dicabut, Tapi Hanya Ditambal
Parenting
Benarkah Kebersihan Mulut & Gigi Anak Pengaruhi Kecerdasannya? Ini Kata Dokter
Parenting
9 Pilihan Obat Gusi Bengkak Anak yang Aman dan Efektif
Parenting
Kapan Anak Boleh Pakai Pasta Gigi Dewasa? Simak Waktu & Merek Odol yang Aman
Parenting
Apakah Boleh Memaksa Anak Sikat Gigi? Usia Berapa Sebaiknya Mulai Diajarkan
Parenting
4 Cara Bantu Si Kecil Redakan Nyeri Gusi saat Alami Tumbuh Gigi
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Cara Mengecek Anak Sudah Gosok Gigi dengan Bersih atau Belum
Penyebab Gigi Anak Menghitam dan Cara Merawatnya agar Tak Semakin Parah
Awas Gigi Anak Berlubang, Ajarkan Kebiasaan Ini untuk Mencegahnya Bun