PARENTING
11 Kalimat Perlu Didengar Anak laki-laki agar Tumbuh Baik Hati & Peduli
Kinan | HaiBunda
Kamis, 10 Sep 2026 13:35 WIBSupaya anak laki-laki tumbuh dengan karakter yang baik hati dan peduli, ada beberapa kalimat yang bisa rutin Bunda ucapkan untuknya sejak dini. Apa saja?
Pada dasarnya membesarkan anak laki-laki bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama karena umumnya mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami aturan dalam bersosialisasi.
Anak laki-laki perlu diberitahu bahwa menangis, merasa takut, sedih, atau kecewa adalah hal yang wajar. Dengan memberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, Bunda dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri sekaligus mampu memahami perasaan orang lain.
Jangan lupa untuk selalu memberikan contoh melalui sikap sehari-hari. Ajarkan anak untuk berani mencoba, tidak takut melakukan kesalahan, meminta maaf ketika keliru, serta bertanggung jawab atas tindakannya. Demikian dikutip dari Baby Center.
Pentingnya anak laki-laki menunjukkan emosi
Sering kali anak laki-laki 'ditahan' untuk tidak menangis, karena ini dianggap cengeng. Padahal kebiasaan memendam kemarahan dapat membuat mereka jadi lebih sulit mengenali dan mengendalikan emosi.
Jika anak sudah tenang, Bunda bisa mengajaknya berbicara tentang apa yang ia rasakan dan apa yang membuatnya merasa demikian. Bantu anak mengenali dan memberi label pada emosinya, apakah itu sedih atau marah.
Jangan lupa juga untuk selalu menyampaikan pada anak bahwa Bunda menghargai usahanya untuk belajar mengendalikan diri. Dengan begitu, anak akan lebih mampu menghargai perasaan orang lain dan dirinya sendiri.
Kalimat yang perlu didengar anak laki-laki
Lalu apa saja kalimat-kalimat yang perlu didengar anak laki-laki agar mereka berpotensi tumbuh menjadi sosok baik hati dan peduli? Berikut penjelasannya, Bunda:
1. "Kamu luar biasa"
Dikutip dari Your Tango, mendapatkan apresiasi dari orang terdekat dapat membuat anak merasa sangat berharga.
Kalimat seperti ini juga bisa memberikan dampak positif terhadap harga diri dan rasa percaya diri anak, terutama jika pujian tersebut diberikan dengan tulus dan spesifik.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua pujian memberikan dampak yang sama. Penelitian pada tahun 2024 menjelaskan bahwa pujian sebaiknya dikaitkan dengan tindakan dan usaha yang dilakukan anak, bukan hanya dengan identitasnya sebagai 'anak laki-laki'.
2. "Kamu berani"
Menunjukkan bahwa anak sudah berani ketika melakukan hal-hal kecil, seperti potong rambut atau pergi ke dokter gigi, dapat membantunya menguatkan diri ketika merasa takut dan sendirian.
Bahkan pada saat sudah memasuki usia remaja pun, anak laki-laki tetap memiliki ketakutan dan kekhawatiran. Oleh sebab itu, mereka juga tetap membutuhkan dorongan untuk menghadapi ketakutan tersebut dan melewatinya.
Ia akan mengingat apa yang Bunda yakini tentang dirinya dan menjadikannya keyakinan terhadap dirinya sendiri saat perlu.
3. "Kamu pasti bisa"
Kata-kata ini membantu menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, sehingga ia mau berusaha melakukan sesuatu yang perlu dipelajari, dicapai, dicoba, atau dilakukan kembali.
Mengatakan kepada anak laki-laki bahwa ia mampu melakukan hal-hal yang menantang juga dapat memberikan dampak positif terhadap keyakinan mereka akan kemampuan dirinya.
Meski begitu, para ahli menekankan bahwa pesan tersebut perlu disampaikan secara tulus dan tidak digunakan untuk memperkuat anggapan bahwa 'anak laki-laki memang begitu'.
Terlalu mengandalkan kalimat seperti ini tanpa memberikan dukungan emosional dan ruang untuk mengekspresikan berbagai macam perasaan, justru dapat memberikan dampak negatif.
4. "Kamu boleh cerita apa saja kepada Bunda/Ayah"
Kalimat sederhana ini mengingatkan anak bahwa ia akan selalu aman secara emosional bersama Bunda. Mereka dapat mempercayai orang tua untuk mendengarkan pikiran serta perasaannya.
Penelitian yang diterbitkan oleh The Center for Male Psychology menjelaskan bahwa pendekatan seperti ini dapat meningkatkan kesejahteraan emosional anak laki-laki secara signifikan, sekaligus mendorong mereka untuk lebih terbuka mengenai perasaan dan pengalaman yang mereka alami.
Memberikan ruang untuk berbicara tentang perasaan juga dapat membantu meningkatkan kesehatan mental, sekaligus memperkuat hubungan antara anak dan orang tua.
5. "Maaf, ya"
Sama seperti anak perempuan, anak laki-laki juga perlu mendengar orang tuanya meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
Tak dapat dipungkiri bahwa sebagai manusia, orang tua mungkin bisa kehilangan kendali dan melampiaskan emosi melalui perilaku yang kurang baik.
Nah, ketika orang tua menyadari telah melewati batas dan mau meminta maaf, anak pun akan belajar melakukan hal yang sama.
6. "Tidak apa-apa melakukan kesalahan"
Mengatakan kepada anak laki-laki bahwa setiap orang terkadang melakukan kesalahan akan mengajarinya bahwa tidak apa-apa mencoba dan gagal. Misalnya, ketika ia tidak sengaja menumpahkan susu saat mencoba mengisi mangkuk serealnya.
Hal yang paling penting adalah bagaimana ia belajar dari kesalahan tersebut dan berkembang menjadi lebih baik.
Kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan kesempurnaan bukanlah tujuan utama. Bunda dapat mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas kesalahannya, misalnya dengan menunjukkan di mana letak tisu agar ia bisa membersihkan susu yang tumpah.
7. "Tidak apa-apa kalau kamu mau menangis"
Anak laki-laki perlu tahu bahwa setiap orang memiliki emosi, termasuk bahagia dan sedih, marah dan takut. Gejolak emosi ini sangat wajar terjadi, termasuk pada anak laki-laki maupun laki-laki dewasa.
Menangis juga merupakan salah satu cara yang dapat membantu membuat perasaan terasa lebih lega.
8. "Bunda bangga padamu"
Kalimat ini adalah bentuk apresiasi yang sangat dibutuhkan setiap anak laki-laki, sebagai bentuk rasa bangga Bunda terhadap dirinya dan menerima dirinya apa adanya.
9. "Bunda akan selalu ada untukmu"
Tak sekadar fisik, makna kalimat ini jauh lebih besar lho, Bunda. Anak mungkin belum sepenuhnya memahaminya sekarang, tetapi ia akan mengingat bahwa Bunda pernah mengatakan hal tersebut.
Hal ini merupakan bentuk jaminan keamanan secara psikologis. Apa pun dinamika hubungan antara orang tua, pastikan Bunda benar-benar bersungguh-sungguh dan membuktikan kalimat ini melalui tindakan.
Orang tua memang tidak bisa dan tidak seharusnya menyelesaikan semua masalah anak. Namun, Bunda bisa hadir untuk membantu mereka mencari tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut sendiri.
10. "Bunda mencintaimu apa pun yang terjadi"
Untuk kalimat yang satu ini, jangan hanya mengatakannya, tetapi tunjukkan juga melalui tindakan yang nyata ya, Bunda.
Jika sudah sering diucapkan, anak lama-kelamaan dapat mulai meragukan cinta orang tua saat ia merasa atau mengetahui bahwa dirinya telah melewati batas.
Karena itu, ketika orang tua perlu memberikan konsekuensi atas perilaku anak, sangat penting untuk menjelaskan mengapa konsekuensi tersebut diberikan, misalnya untuk melindungi atau mencegah sesuatu.
Jelaskan juga bahwa perilaku atau pilihan yang ia lakukan tidak mengubah rasa sayang Bunda kepadanya.
11. "Menurutmu bagaimana perasaan temanmu?"
Kalimat ini membantu mengajak anak melihat situasi dari sudut pandang orang lain. Misalnya, ketika ia tidak sengaja merebut mainan temannya, Bunda dapat bertanya, 'Kalau mainanmu diambil tanpa izin, kira-kira kamu merasa bagaimana?'.
Bukan sekadar meminta anak mengatakan maaf, tapi dengan kalimat ini Bunda juga membantu anak memahami mengapa tindakannya dapat memengaruhi perasaan orang lain.
Itulah penjelasan tentang kalimat perlu didengar anak laki-laki agar mereka tumbuh baik hati dan peduli. Pastikan untuk selalu menyediakan waktu untuk hadir di keseharian anak ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Hal yang Wajib Anak Tahu Sebelum Ikut Lomba
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Cara agar Anak Merasa Miliki Privasi, tapi Tetap Bisa Bunda Pantau
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
Hati-hati! 7 Ucapan Orang Tua Ini Bisa Ganggu Psikologis Anak
TERPOPULER
5 Fakta Siswi Berprestasi di Karo yang Diduga Hilang Ingatan usai Keracunan MBG
11 Kalimat Perlu Didengar Anak laki-laki agar Tumbuh Baik Hati & Peduli
4 Drakor Terbaru September 2026 Yang Diprediksi Jadi Favorit
Cukupkah Rp10 Ribu untuk Makan Bergizi Anak? Ini Penjelasan Ahli
Hamil 15 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
3 Mitos yang Ganggu Proses Menyusui, Benarkah?
5 Fakta Siswi Berprestasi di Karo yang Diduga Hilang Ingatan usai Keracunan MBG
Hamil 15 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
11 Kalimat Perlu Didengar Anak laki-laki agar Tumbuh Baik Hati & Peduli
Cukupkah Rp10 Ribu untuk Makan Bergizi Anak? Ini Penjelasan Ahli
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sering Pakai Parfum Tapi Wanginya Cepat Hilang? Ini Cara Aplikasi yang Benar
-
Beautynesia
7 Cara Pilih Kost yang Layak Huni dan Aman, Jangan Asal Pilih Murah!
-
Female Daily
Belum Seminggu, MV SaWaDiKa Lisa BLACKPINK Sudah Tembus 100 Juta Views!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Mingyu SEVENTEEN Pamit Wamil Hari Ini, Tulis Surat Haru dan Pamer Foto Botak
-
Mommies Daily
Keracunan Makanan Bisa Mengganggu Saraf dan Bikin Hilang Ingatan? Ini Penjelasannya