PARENTING
Ragam Tarian Tradisional dari Tiap Provinsi di Indonesia untuk Dipelajari Anak Sekolah
Dilla Atqia Rahmah | HaiBunda
Selasa, 15 Sep 2026 16:00 WIBTari tradisional menjadi salah satu kekayaan budaya sekaligus identitas nasional. Indonesia dikenal dengan ragam jenis tari tradisional di berbagai daerah.
Setiap gerakan, kostum, hingga musik pengiring tari tradisional biasanya tersirat makna dan cerita tersendiri. Ada tari tradisional sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen, bentuk penghormatan kepada leluhur, serta ada pula tarian perang.
Tarian tradisional dari 38 provinsi di Indonesia
Dikutip dari buku Tari Daerah dari 33 Provinsi penerbit Tera for Junior, buku Mengenal Tarian Nusantara penerbit Penebar Swadaya, Ensiklopedia Tarian Nusantara penerbit Trans Idea Publishing, serta berbagai sumber lain. Berikut ini daftar tari tradisional dari seluruh provinsi, agar Si Kecil lebih mengenal tentang tari tradisional apa saja yang ada di Indonesia.
1. Tari Seudati & Saman, Aceh
Tari Seudati merupakan tari tradisional yang memadukan seni gerak dan seni suara. Seni suara berfungsi sebagai pengiring tari serta pemberi makna pada gerak tari. Sementara itu, seni gerak tangan berfungsi sebagai pemberi irama dengan petikan jari dan tepukan.
Tari Saman dahulunya dipersembahkan ketika ada acara adat atau kemasyarakatan. Kemudian, tari tradisional ini dipertunjukkan untuk momen-momen seperti festival. Dalam tarian ini, penari menggabungkan kombinasi gerakan antara suara pukulan dada dan pangkal paha.
2. Tari Tor-Tor & Tari Serampang Dua Belas, Sumatera Utara
Tari Tor-tor adalah tari tradisional yang berasal dari suku Batak, Sumatera Utara. Tarian ini merupakan bagian dari ritual menghormati arwah para dewa serta para leluhur.
Tari yang mengandung unsur ritual atau keagamaan dalam pertunjukannya ini biasanya diiringi gondang (gendang). Tari Tor-tor biasa ditemukan dalam upacara-upacara adat.
Tari tradisional Serampang Dua Belas merupakan tarian yang berasal dari Melayu Deli. Ini merupakan tari pergaulan khas Melayu yang dibawakan pria dan wanita secara berpasangan.
Iringan musik tari Serampang Dua Belas berasal dari pukulan gendang berirama Latin, rampak, dan gembira. Penari yang berpasangan ini menampilkan gerakan penuh kegembiraan dan keakraban, serta tetap menjunjung tinggi kesopanan.
3. Tari Piring, Tari Payung, Indang, Sumatera Barat
Tari Piring adalah tari tradisional asal Sumatera Barat yang bersifat hiburan. Keunikan dari tarian ini terletak pada keterampilan penari dalam memainkan piring yang diketuk-ketuk agar bunyinya bisa jadi pengiring irama bersama pengiring-pengiring lain. Tarian ini dilakukan secara berkelompok atau berpasangan dengan iringan musik tradisional.
Sementara Tari Payung merupakan tarian yang dilakukan secara berpasangan. Seperti namanya, tari tradisional ini menggunakan payung sebagai properti utama.
Gerakan dalam tari ini menggambarkan kegiatan orang bertani, suasana pengantin baru, serta berbagai aspek kehidupan di desa. Tari Payung diiringi permainan saluang dan talempong.
Tari Indang adalah tari tradisional yang berasal dari Minangkabau, khususnya di Kabupaten Padang Pariaman. Tari tradisional Indonesia ini dikenal juga sebagai tari Dindin Badindin.
Tari Indang sebenarnya adalah permainan alat musik yang dilakukan bersama-sama. Nama Indang berasal dari nama alat musik yang dimainkan pada pertunjukan tarian ini.
4. Tari Mejeng Besuko, Tari Gending Sriwijaya, Tari Rodat Cempako, Sumatera Selatan
Tari Mejeng Besuko merupakan tari tradisional Sumatera Selatan yang telah menjadi warisan budaya dari nenek moyang pada zaman dahulu. Melansir laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, tarian ini dulunya tidak menggunakan iringan musik, sehingga tari ini dinilai kuno.
Tari Gending Sriwijaya adalah tari tradisional khas Palembang. Biasanya tari tradisional Indonesia yang satu ini ditampilkan untuk menyambut tamu agung seperti kepala negara atau duta besar.
Jumlah keseluruhan penari Tari Gending Sriwijaya ada 13 orang dan semuanya memiliki peran masing-masing. Ada yang bertindak sebagai pembawa tepak, pembawa payung, penyanyi Gending Sriwijaya, pembawa tombak, serta pembawa peridon.
Tari Rodat Cempako merupakan tari tradisional yang bernuansa Islami. Gerakan dasar tari ini diambil dari Timur Tengah. Tari Rodat Cempako menggunakan tempo yang dinamis dan lincah.
5. Tari Andun, Bidadari Teminang Anak, Bengkulu
Tari Andun merupakan tari tradisional pergaulan asal Bengkulu. Pada zaman dahulu, tari ini diselenggarakan sebagai rasa syukur atas hasil panen dan biasa ditemukan pada pesta panen raya.
Kemudian, acara ini banyak diikuti pemuda hingga menjadi ajang pencarian pasangan. Sehingga, tari Andun tidak hanya digelar saat panen, tetapi juga ditampilkan dalam acara besar lain seperti pernikahan adat dan penyambutan tamu.
Tari Bidadari Teminang Anak adalah tarian khas Rejang Lebong, Bengkulu. Tari tradisional Bidadari Teminang Anak memiliki arti tari bidadari meminang anak.
Tari Bidadari Teminang Anak ditampilkan oleh beberapa perempuan dan satu orang di antaranya mengenakan busana berbeda sebagai gambaran seseorang dari bumi yang diangkat menjadi anak.
6. Tari Tandak, Joged Lambak, Riau
Tari Tandak menggabungkan seni tari dan sastra dalam penampilannya. Tari tradisional ini merupakan jenis tari pergaulan yang kerap dijadikan media mempertemukan pemuda antarkampung.
Tari Tandak umumnya dibawakan oleh empat pasang pasangan pria dan wanita. Iringan musik tarian ini adalah rebana dan akordeon. Selain itu, tarian ini juga diiringi lantunan lagu melayu, syair, dan pantun.
Tari Joged Lambak adalah tari tradisional khas melayu yang dikenal juga sebagai Joged Dangkung. Tarian ini telah dikenal di kalangan masyarakat kampung nelayan sejak abad ke-17. Tari Joged Lambak dibawakan secara berkelompok yang terdiri dari 4-8 penari pria dan wanita, 1 orang penyanyi, dan 3 orang pemain musik.
7. Tari Zapin, Jogi, Joget Dangong, Kepulauan Riau
Tari Zapin adalah tari persembahan yang erat dengan budaya Islam. Tarian ini diiringi alat musik petik gambus dan tiga alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marwas. Tari Zapin mengandung syair-syair lagu yang menyiratkan nilai dakwah.
Tari Jogi merupakan tarian yang masuk sebagai daftar warisan budaya tak benda. Tari tradisional Jogi adalah tarian sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil melaut.
Dilansir dari laman detikcom, tari ini pertama diperkenalkan oleh almarhum Pakcik Basri dan Makcik Normah. Tarian ini umumnya diiringi perpaduan gendang, biola, dan gong.
Tari tradisional berikutnya adalah tari Joget Dangong yang memadukan unsur nyanyian dan tari. Dalam pertunjukan tari Joget Dangong, pengunjung bisa ikut menari bersama para penari. Iringan musik yang dimainkan yakni tambur, biola, dan gong.
8. Tari Sekapur Sirih, Selampit, Jambi
Tari tradisional Sekapur Sirih menggambarkan ketulusan masyarakat setempat dalam menyambut tamu. Ini mengungkapkan ketulusan, keramah-tamahan, dan sopan santun.
Tari Selampit merupakan tarian pergaulan antarpemuda dan banyak ditampilkan dalam berbagai pesta. Pada awalnya, tari tradisional Indonesia yang satu ini dimainkan oleh delapan penari dengan menggunakan sumbu kompor sebanyak delapan tali. Namun, seiring berubahnya zaman, sumbu kompor ini diganti dengan syal agar tarian lebih menarik.
9. Tari Campak, Tari Taber, Tari Kedidi, Bangka Belitung
Tari Campak adalah tari tradisional yang biasanya digelar di acara penyambutan tamu kehormatan dan pesta pernikahan. Tarian ini awalnya berasal dari Kepulauan Riau yang dibawa oleh Nek Campak ke wilayah Bangka Belitung. Itulah alasan tari ini dinamakan tari Campak. Tari ini dibawakan secara berpasangan diiringi alat musik tradisional dan modern.
Taber adalah tari tradisional Bangka Belitung yang termasuk dalam upacara adat ritual yang berasal dari suku Lum. Dilansir dari laman pemerintah Bangka.go.id, ritual ini meliputi permohonan kepada roh-roh halus.
Tari Taber dilakukan dengan tujuan menghindari gangguan makhluk halus, menghilangkan Kesialan, serta permohonan agar rejeki atau hasil panen berlimpah.
Tari Kedidi merupakan tari tradisional yang terdiri atas 6-8 orang. Menurut cerita masyarakat, Tari Kedidi diciptakan oleh seorang lelaki bernama Abu Latief yang hidup dimasa zaman kesultanan Palembang. Tarian ini diiringi iringan musik Dambus lagu Setinggi Bawang dipadu dengan pukulan Gendang Seram.
10. Tari Jangget, Melinting, Lampung
Tari Jangget adalah tarian yang umum dipentaskan pada acara-acara adat di Lampung. Uniknya, jumlah tarian penari Jangget diseimbangkan dengan jumlah penyimbang yang hadir. Penyimbang adalah tokoh adat yang telah mendapat gelar adat setempat. Setiap penyimbang bisa memilih penarinya. Kini tari Jangget terdiri atas 4 - 6 orang.
Tari Melinting merupakan tari tradisional Keagungan Keratuan Melinting yang diciptakan oleh Ratu Melinting, yaitu Pangeran Panembahan Mas.
Awalnya tari Melinting dipentaskan saat acara Gawi Adat dan hanya ditampilkan di lingkungan balai adat. Namun, kini tarian ini dipersembahkan untuk menyambut tamu-tamu besar. Iringan tari tradisional ini berupa tepuk tangan, vokal, dan hentakan kaki penari.
11. Tari Bentang, Tari Ngebaksakeun, Banten
Tari Bentang adalah tari tradisional kreasi modern yang diciptakan oleh pasangan Beni Kusnandar dan Wiwin Purwinarti dari Sanggar Wanda Banten.
Tari Bentang ini awalnya ditampilkan ketika upacara adat, permohonan keberkahan, dan penyambutan tamu penting. Dilansir dari laman Serangkab.go.id, tari tradisional ini menggambarkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Sama halnya seperti Tari Bentang, Tari Ngebaksakeun juga merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari Sikat Trumbu gaya kabupaten Pandeglang. Tarian ini digunakan sebagai tarian penyambutan.
12. Tari Topeng, Tari Yapong, Jakarta
Sesuai namanya, tari Topeng adalah tarian yang menggunakan topeng. Topeng yang digunakan para penari dalam tari tradisional ini terkadang sama, kadang juuga berbeda sesuai dengan karakter tokoh. Tari Topeng memadukan unsur musik, teater, dan gerak.
Tari Yapong merupakan tari tradisional khas Jakarta sebagai ungkapan kegembiraan atas kemenangan perjuangan Pangeran Jayakarta.
Nama tarian ini berasal dari bunyi lagu yang dinyanyikan oleh pengiring. Penari Yapong umumnya menggunakan pengembangan dari pakaian para penari tari kembang topeng Betawi.
13. Tari Jaipong, Merak, Jawa Barat
Tari tradisional Jaipong adalah tarian kreasi baru khas Jawa Barat. Tarian ini terbentuk dari tari Ketuk Tilu, pencak silak, dan tari Tayub.
Nama Jaipong berasal dari senggak (aklamasi) para penabuh gamelan atau karawitan topeng banjet Karawang. Kata Jaipong berasal dari tiruan bunyi alat musik pengiringnya.
Tari Merak adalah tarian yang umumnya ditampilkan sebagai persembahan untuk menyambut tamu dan pengantin pria menuju pelaminan.
Tarian ini menyiratkan pesona merak jantan yang ingin menarik hati merak betina. Kostum tariannya pun disesuaikan dan dibuat untuk menunjang penampilan layaknya burung merak.
14. Tari Serimpi, Bambangan Cakil, Jawa Tengah
Tari Serimpi adalah tarian tradisional khas Jawa Tengah yang kental dengan nuansa kerajaan. Dahulu tarian ini hanya dipersembahkan di depan raja serta kerabat raja.
Tari Serimpi telah eksis sebelum Kerajaan Mataram Pecah. Pada zaman kerajaan Mataram, Serimpi berfungsi sebagai tari pengiring benda-benda. Kekhasan dari tari tradisional ini adalah bunyi gending dari gamelan yang mengikuti gerakan para penari.
Bambangan Cakil adalah tari tradisional Jawa Tengah yang memadukan unsur teater. Tari tradisional ini mengisahkan pertarungan ksatria dengan buta Cakil yang mengganggunya di petapaan. Akhir dari cerita ini buta cakil mati ketika berusaha membunuh ksatria dengan keris.
15. Tari Bedaya, Klana Alus, Yogyakarta
Tari ini merupakan salah satu tari tradisional khas Yogyakarta. Tarian ini berjumlah sembilan orang penari putri. Kekhasan dari tari tradisional ini adalah gerakan-gerakan tari yang sangat lembut dan halus.
Menurut Kitab Wedhapradangga, tari Bedhoyo Ketawang diciptakan oleh raja pertama Kerajaan Mataram, Sultan Agung, bersama Kanjeng Ratu Kidul.
16. Tari Reog Ponorogo, Remo, Gandrung Banyuwangi, Jawa Timur
Tari Reog Ponorogo menjadi salah satu contoh tari tradisional Indonesia yang populer. Reog Ponorogo umumnya dipentaskan dalam pernikahan, khitanan, dan hari besar nasional.
Tarian yang erat kaitannya dengan mistik ini terdiri atas beberapa rangkaian tarian pembukaan. Tari pertama biasanya dibawakan oleh 6 - 8 pria gagah berani berpakaian serba hitam dengan muka dipoles warna merah. Kemudian, tarian dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda.
Tari Remo adalah tarian selamat datang yang awalnya ditampilkan pada awal pertunjukan ludruk atau wayang kulit. Kekhasan tari tradisional Remo ini terletak pada gerakan tari yang bertumpu pada kaki.
Gerakan kaki ini juga ditunjang dengan lonceng yang dipasang di pergelangan kaki. Selain itu, tari Remo menampilkan gerakan kepala yang menawan, ekspresi wajah, selendang, serta kuda-kuda penari.
Tari Gandrung Banyuwangi berasal dari Kabupaten Banyuwangi. Tari tradisional ini merupakan bentuk ungkapan kekaguman dan rasa syukur kepada Dewi Sri yang diyakini sebagai Dewi Padi.
Tari Gandrung Banyuwangi ditampilkan secara berkelompok. Meski tidak ada batasan jumlah penari, namun jumlahnya haruslah ganjil.
17. Tari Kecak, Legong, Pendet, Bali
Tari Kecak adalah tarian yang berasal dari peninggalan sebelum zaman Hindu. Awalnya tari Kecak merupakan bagian dari tari Sang Hyang, jenis tari kerasukan roh (kerawuhan).
Dalam dari ini, kelompok penari pria bertindak sebagai koor. Namun, sekitar tahun 1935, tari Kecak bukan lagi bagian dari tari Sang Hyang dan menjadi tarian tersendiri dengan lakon cerita Ramayana.
Tari Legong dibawakan oleh dua atau tiga penari wanita. Kata Legong bermakna leg yang artinya gerak luwes dan gong yang merupakan alat pengiringnya.
Tari ini memiliki hubungan antara keagamaan dan kepercayaan yang berasal dari Keraton Hindu Jawa. Pada abad ke-19, tari Legong menyebar ke luar istana melalui para wanita yang pernah mengajar di istana.
Tari Pendet merupakan tari yang ditampilkan dalam upacara persembahan dan penyambutan kepada dewata yang turun ke dunia. Tari tradisional ini sekarang biasa ditemukan sebagai tarian selamat datang. Meski demikian, nilai religius dan sakralnya tetap terjaga.
18. Tari Perang Nusa Tenggara Timur, Gareng Lameng, Nusa Tenggara Timur
Tari Perang adalah tarian yang merepresentasikan keperkasaan orang NTT sehingga terlihat seperti perang. Penari ini dibawakan oleh para lelaki yang memainkan senjata.
Tari Gareng Lameng adalah tari tradisional sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tarian ini umum ditemukan pada upacara khitanan.
Tari Gareng Lameng adalah ungkapan perasaan bahagia dari pihak keluarga juga masyarakat, serta doa kepada Tuhan agar anak yang dikhitan selamat lahir batin, serta sukses dalam hidupnya.
19. Tari Mpaa Lenggo, NTB
Tari Mpaa Lenggo merupakan tari tradisional yang sebelumnya hanya dipersembahkan oleh para raja dan ratu di Bima.
Tarian ini sering dipertunjukan pada upacara penyambutan tamu, upacara adat, atau acara penting kerajaan. Gerakan Tari Mpaa Lenggo merepresentasikan keluwesan dan tingkah laku yang baik dari pemuda dan pemudi di Bima.
20. Tari Monong, Zapin Tembung, Kalimantan Barat
Tari Monong adalah tari tradisional yang ditujukan untuk penolak penyakit. Tujuan dari tarian ini agar penderita mendapat kesembuhan. Dalam tarian ini, penari bertindak sebagai dukun yang membawakan jampi-jampi.
Tari Zapin Tembung merupakan tarian rakyat yang mengisahkan pergaulan para pemuda yang hidup damai. Tarian ini menjadi tari tradisional rakyat yang sering dipertunjukkan karena sangat digemari masyarakat.
21. Tari Burung Enggang, Kalimantan Timur
Tari Burung Enggang merupakan tari tradisional khas Suku Dayak Kenyah. Dalam bahasa Dayak Kenyah, tari Burung Enggang biasa disebut dengan tari Kancet Lasan.
Sesuai namanya, tari Burung Enggang menggambarkan burung enggang. Tari tradisional ini menjadi tarian yang wajib ditampilkan dalam setiap upacara adat Suku Dayak Kenyah.
22. Tari Magunatip, Tari Kancet Ledo, Kalimantan Utara
Tari Magunatip adalah tarian tradisional yang awalnya digunakan sebagai latihan ketangkasan kaki dalam melompat dan menghindari rintangan. Kemudian latihan ketangkasan itu kini dijadikan sebuah tarian.
Dikutip laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, tari Magunatip ditampilkan oleh tiga kelompok pemain, yaitu kelompok penjepit kaki dengan menggunakan batang kayu, kelompok penari sambil menari juga menghindari jepitan kayu dan kelompok pemain musik dengan alat musik tradisional Kalimantan Utara berupa gong dan kendang.
Tari Kancet Ledo berkisah tentang kelembutan seorang gadis yang terlihat seperti angin berhembus yang mengayunkan padi. Para penari tarian ini mengenakan busana adat Suku Dayak Kenyah dengan rangkaian buket sejumlah burung enggang.
23. Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu, Kalimantan Selatan
Tari Baksa Kembang merupakan tari tradisional untuk menyambut tamu agung. Tari ini menggambarkan putri-putri remaja yang memetik bunga.
Sesuai namanya, dalam tari Baksa Kembang penarinya membawa seuntai bunga yang kemudian diberikan kepada tamu. Jumlah penarinya dapat lebih dari dua orang.
Tari Radap Rahayu adalah tari tradisional yang umumnya ditampilkan untuk menyambut tamu agung.
Selain itu, tarian ini juga ditampilkan dalam upacara pernikahan. Tari Radap Rahayu ditarikan oleh penari wanita dengan iringan dominasi suara terompet.
24. Tari Mandau Talawang, Kalimantan Tengah
Tari mandau talawang adalah tarian khas suku Dayak. Dikutip dari laman palangkaraya.go.id, Tari mandau talawang merupakan tarian perang yang dalam gerakannya mengandung atraksi.
Tarian ini juga menggabungkan seni tari yang indah dalam memainkan senjata Mandau dan talawang (tameng).
25. Tari Bamba Manurung, Sulawesi Barat
Tari Bamba Manurung merupakan tarian adat tradisional yang berasal dari daerah Mamuju. Dilansir laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, tarian ini umumnya dilakukan pada acara-acara pesta adat di Mamuju.
Dalam pertunjukan tari ini, para penari memakai pakaian adat Baju Badu yang merupakan khas provinsi Sulawesi Barat.
26. Tari Dana-dana, Gorontalo
Tari tradisional Dana-dana merupakan tarian pergaulan di Gorontalo. Tarian ini masih eksis sampai sekarang di wilayah Gorontalo. Nama tari Dana-dana berasal dari bahasa daerah Daya-Dayango yang bermakna menggerakan seluruh anggota tubuh sambil berjalan.
27. Tari Dero, Sulawesi Tengah
Tari Dero adalah tari tradisional khas suku Pamona, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Tarian ini merupakan ungkapan sukacita dan rasa syukur atas segala karunia Tuhan.
Tari tradisional ini dibawakan secara massal tanpa memandang status sosial, gender, usia, atau agama. Karena ditampilkan secara massal, tarian ini memiliki gerakan yang cukup sederhana. Gerakan tari Dero didominasi gerakan ayunan tangan ke depan dan kaki ke kiri serta ke kanan.
28. Tari Pakarena, Sulawesi Selatan
Tari Pakarena adalah tari kepahlawanan yang berasal dari Sulawesi Selatan. Tarian yang terdiri atas 12 -20 penari ini biasa dipentaskan pada upacara penyambutan tamu.
Di antara penari tersebut, ada yang berperan sebagai Kapitan dan Malessy (pembantu Kapitan). Tarian tradisional ini terbagi jadi beberapa babak, mulai dari penghormatan kepada Kapitan hingga adegan perang.
29. Tari Dinggu, Sulawesi Tenggara
Tari tradisional Dinggu adalah tarian khas masyarakat Tolaki, Sulawesi Tenggara. Tarian ini mewakili aktivitas masyarakat pada musim panen padi.
Tari Dinggu dibawakan oleh penari pria dan wanita yang biasanya berjumlah 10 orang atau lebih. Tari tradisional Indonesia ini terdiri atas beberapa babak, mulai dari ketika penari memperagakan adegan membawa padi hingga petani menumbuk padi.
30. Tari Kabasaran, Sulawesi Utara
Tari Kabasaran adalah tari keprajuritan khas Minahasa. Tari Kabasaran dikenal juga sebagai tari Kawasaran. Tarian ini dilakukan secara berkelompok dengan iringan tambur atau gong kecil. Tarian ini ditarikan oleh penari yang menggunakan pakaian merah dengan wajah garang.
31. Tari Cakalele, Maluku
Tari Cakalele merupakan tarian yang terdiri atas lima orang dengan dipimpin seorang kapitang. Tari tradisional ini adalah tarian ritual, biasanya dilaksanakan sebagai bagian dari upacara ritual Buka Kampong dan Tutup Kampong. Busana tari Cakalele berwarna-warna, bernuansa Maluku, serta bertutup kepala cendrawasih.
32. Tari Kapita, Maluku Utara
Tari Kapita adalah tari tradisional perang yang berasal dari ritual masyarakat adat Kesultanan Tidore. Dikutip detikedu, tujuan dari tari Kapita adalah sebagai perlindungan saat perang dari musuh.
33. Tari Perang Papua, Papua Barat
Tari Perang menyiratkan makna kepahlawanan dan kegagahan masyarakat Papua. Dahulu tari tradisional ini dilakukan untuk memberikan semangat para prajurit yang akan berperang.
Kini, tari Perang beralih menjadi tarian pertunjukan atau tarian penyambutan. Tari Perang dibawakan oleh penari lelaki dengan iringan musik tradisional seperti tifa dan alat musik tiup seperti kerang.
34. Tari Yospan, Tari Seka, Tari Raimamuna, Papua
Tari Yospan adalah tari pergaulan muda-mudi yang merupakan gabungan dari tari Yospan dan Pancar. Iringan musik dalam tari tradisional Indonesia ini adalah gitar, ukulele, tifa, dan bass akustik. Jumlah penari tari Yospan adalah dua kelompok.
Tari Seka adalah tarian tradisional khas Suku Kamoro dari Papua. Tari ini ditampilkan sebagai ungkapan rasa syukur saat panen, dalam upacara pernikahan, dan untuk membangkitkan semangat sebelum berperang.
Keunikan tari ini terletak pada gerakan yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kamoro, seperti menebang pohon sagu, menangkap ikan, dan mengolah hasil alam.
Tari Raimamuna adalah tari tradisional Suku Ambay di daerah Serki. Tari bersifat kepahlawanan ini telah dilestarikan secara turun-temurun melalui acara-acara tarian yang setiap kali diselenggarakan.
Dahulu tari Raimamuna ditampilkan ketika berhasil pulang dari perang suku. Tarian ini terdiri atas beberapa babak, mulai dari persiapan pasukan perang hingga penghargaan bagi yang membawa korban atau budak usai perang suku. Tarian ini biasa ditampilkan sore atau malam hari secara berkelompok atau massal.
35. Tari Yospan, Afaitaneng, Aniri, Perang Papua, Papua Timur, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan
Tari tradisional Yospan merupakan salah satu tarian pergaulan yang berasal dari gabungan dua daerah, yaitu Biak dan Yapen-Waropen.
Tari ini diiringi dengan nyanyian dan perangkat alat musik yang terdiri dari cuku lele dan gitar yang merupakan alat musik yang berasal dari luar Papua.
Tari afaitaneng adalah tari perayaan yang menyiratkan makna kemenangan melawan musuh dengan panah. Tari ini dibawakan selama semalam suntuk pada sore atau malam hari sesudah perang.
Tari Aniri merupakan tari tradisional masyarakat kampung Koakwa, Kabupaten Fak-Fak. Dalam tari tradisional Indonesia ini digambarkan pembebasan seorang anak dari gangguan setan karena ditinggalkan oleh orang tuanya. Tarian ini dibawakan oleh penari perempuan dan lelaki dengan iringan Awito Tao dan alat musik tifa.
Demikian penjelasan tentang berbagai contoh tari tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Daftar tari tradisional ini menunjukkan betapa banyaknya kekayaan budaya Nusantara.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Kepribadian Anak Berdasarkan Selera Musik, Si Kecil yang Mana Bun?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Sejarah dan Makna Tari Pendet yang Berasal dari Bali, Simak 7 Gerakannya
7 Contoh Tari Tradisional Indonesia dan Asalnya, Perkenalkan pada Si Kecil Yuk!
Mengenal Sejarah dan Makna Filosofis Tari Saman Berasal dari Aceh
Unik! Mengenal Apa Itu Pola Lantai Tari Kecak yang Berasal dari Bali
TERPOPULER
Sosok Wang Hong, Peraih Penghargaan Matematika Tertinggi yang Punya Gaya Tak Biasa
Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 Ditetapkan, Cek Daftar Tanggal Merah hingga Long Weekend
Keseruan Geng Mona Ratuliu hingga Meisya Siregar Girls Trip ke Bandung
Sosok Christina Pusporini Messakh, Istri Menkeu Baru Suahasil Nazara yang Gantikan Purbaya
Ragam Tarian Tradisional dari Tiap Provinsi di Indonesia untuk Dipelajari Anak Sekolah
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sosok Wang Hong, Peraih Penghargaan Matematika Tertinggi yang Punya Gaya Tak Biasa
Ragam Tarian Tradisional dari Tiap Provinsi di Indonesia untuk Dipelajari Anak Sekolah
Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 Ditetapkan, Cek Daftar Tanggal Merah hingga Long Weekend
Keseruan Geng Mona Ratuliu hingga Meisya Siregar Girls Trip ke Bandung
Hamil Alami dan IVF, Apakah Gejalanya Berbeda? Ini Penjelasannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Daki Susah Hilang Meski Rutin Mandi? Coba Cara Ini Pakai Sarung Tangan Eksfoliasi
-
Beautynesia
5 Artis dengan Busana Terbaik di Emmy Awards 2026
-
Female Daily
The New Meaning of Comfort, Memahami Kebutuhan Hijab Perempuan Modern Bersama UNIQLO!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kisah Aktris Dewasa Hana Kuraki yang Ditemukan Meninggal di Usia 25 Tahun
-
Mommies Daily
Kontrasepsi Setelah Melahirkan: Kapan Bisa Dimulai dan Mana yang Aman untuk Ibu Menyusui?