HaiBunda

PARENTING

Stop Bilang "Kamu Bisa Melakukannya", Ini Kalimat Penggantinya untuk Membesarkan Anak Sukses

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Jumat, 16 Oct 2026 21:05 WIB
Ucapan orang tua/ Foto: Getty Images/iStockphoto/maruco

Orang tua terkadang mengucapkan kalimat-kalimat yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Namun, ternyata ada beberapa ungkapan yang terdengar positif dapat memiliki pesan tersirat yang kurang tepat.

Sebenarnya tidak ada salahnya memberikan dorongan dan dukungan melalui ungkapan yang membangun. Namun, Bunda harus paham betul mengenai makna di balik setiap kalimat yang disampaikan pada Si Kecil.  

Salah satu contohnya seperti kalimat, “Jika kamu bertekad, kamu bisa mencapai apa pun” mungkin terdengar seperti kalimat pendorong agar anak mau berusaha untuk menggapai apa pun yang mereka impikan. Ternyata kalimat ini kurang tepat. Makna yang tersirat dalam kalimat tersebut dapat membuat anak berpikir bahwa jika dia berusaha maka semua keinginan akan tercapai, padahal faktanya tidak selalu begitu.


Dikutip dari CNBC, nasihat ini terkadang menjadi bumerang, di mana anak akan terlalu fokus pada hasil dibanding proses belajar dan pengalaman yang mereka dapatkan. Misalnya seperti anak bekerja keras bukan karena ingin memahami pelajaran, tetapi ingin nilai yang bagus atau pujian dari orang lain.

Padahal, hasil akhir adalah sesuatu yang di luar kendali anak. Seseorang yang bersungguh-sungguh pun tidak menjamin mendapat nilai terbaik. Sama halnya dengan seseorang yang berusaha dalam perlombaan, tapi belum tentu menjadi juara. 

Oleh karena itu, anak perlu diajarkan bahwa ada banyak hal yang berada di luar kendali sehingga diharapkan anak akan berpikir lebih realistis mengenai alur kehidupan. 

Lalu, apa saja kalimat yang bisa memberikan pesan positif untuk membangun kepribadian anak? Berikut kalimat pengganti selain "Kamu bisa melakukannya" untuk membesarkan anak sukses yang dikutip dari CNBC.

1. ’Cobalah hal ini, meskipun terasa menakutkan’

Dengan menyebutkan dan mengakui rasa takut, anak akan memahami bahwa perasaan tersebut merupakan hal yang wajar.  Ketika orang tua memvalidasi rasa takut, anak-anak akan mengalami sesuatu yang disebut “penyesuaian emosional”, artinya anak merasa aman karena tahu jika orang tuanya memahami apa yang mereka rasakan. Penyesuaian semacam ini menumbuhkan ketahanan diri dan membantu anak merasa lebih percaya diri dan termotivasi ketika mengalami tantangan apa pun.

2. 'Terkadang, kerja keras membutuhkan waktu untuk membuahkan hasil’

Di era media sosial ini, mudah bagi anak untuk menyaksikan keberhasilan orang lain dan percaya bahwa prestasi bisa dicapai secara instan. Namun, kenyataan justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Sebuah usaha tidak selalu memberikan keuntungan secara langsung, melainkan sebuah investasi yang menghasilkan manfaat secara bertahap dari waktu ke waktu.

Latih anak untuk mengembangkan pola pikir tersebut karena dapat menumbuhkan keyakinan bahwa kerja keras dan dedikasi dapat memperkuat kemampuan mereka. Selain itu, berikan motivasi untuk tetap tekun dalam melakukan sesuatu yang sulit.

Sebab, anak mungkin tidak selalu mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Namun, melalui proses belajar, mereka akan mendapatkan pelajaran berharga yang membantu mereka menjadi lebih baik.

3. ’Kekecewaan adalah kesempatan untuk belajar’

Kebanyakan anak akan meniru seseorang yang mereka anggap sebagai panutan. Kehadiran role model ini akan menginspirasi mereka untuk meraih impian sekaligus memotivasi diri agar terus mengembangkan kemampuan, baik di bidang olahraga, seni, dan bidang lainnya. Namun, pada kenyataannya fantasi atau ekspektasi anak tidak selalu selaras dengan kenyataan. Tidak banyak orang yang bisa menjadi Nadin Amizah selanjutnya, dengan semua bakat dan keberuntungan yang dimilikinya. 

Dorong anak untuk mencoba sesuatu yang baru dengan cara yang terbaik. Yakinkan pada mereka bahwa kekecewaan merupakan hal yang wajar dan jadikan kekecewaan sebagai kesempatan untuk belajar. Berikan semangat untuk tidak mudah menyerah dan motivasi anak untuk bangkit dan mencobanya kembali.

4. ’Jika kamu bertekad, kamu bisa terus maju’

Ketekunan memang tidak selalu menjamin anak akan mendapatkan penghargaan atau menjadi yang terbaik. Tetapi kondisi menang atau kalah dapat berpengaruh terhadap psikologis mereka. Pengalaman ini bisa mendorong motivasi diri yang berfungsi sebagai landasan untuk selalu optimis, empati, disiplin diri, dan menyayangi diri sendiri.

Kualitas ini bisa melindungi kesehatan mental anak saat memasuki masa remaja hingga dewasa. Selain itu, anak juga akan memiliki kemampuan untuk menikmati suatu aktivitas karena mereka menyukainya, bukan hanya karena mengejar hasil. 

5. ’Kamu tidak akan mahir dalam segala hal, dan itu tidak apa-apa’

Orang tua yang suportif adalah orang tua yang berani untuk memberi tahu hal pahit bahwa mereka tidak akan pandai dalam segala hal. Jika anak mengetahui hal tersebut mereka akan lebih mengerti dan menentukan tujuan hidup yang lebih realistis. Anak akan cenderung tidak berekspektasi berlebihan terhadap diri sendiri dan orang lain. Hal ini dapat membuat mereka lebih percaya diri dan mampu karena akan menyesuaikan dengan kemampuannya.

Itulah beberapa kalimat pengganti selain ‘kamu bisa melakukannya” yang dapat Bunda praktikan untuk membangun rasa percaya diri dan karakter positif pada Si Kecil. Semoga bermanfaat, Bunda.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Psikolog Ungkap Pertanyaan Sederhana yang Sangat Berharga untuk Si Kecil

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bosan Bilang 'Terima Kasih'? Ini 10 Kata Pengganti yang Lebih Berkesan

Mom's Life Amira Salsabila

Stop Bilang "Kamu Bisa Melakukannya", Ini Kalimat Penggantinya untuk Membesarkan Anak Sukses

Parenting Elia Amaliana

Berhubungan Intim 4 Kali Seminggu Disebut Perbesar Potensi Hamil hingga 16 Persen

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Potret Nada Tarina Putri Percaya Diri Tunjukkan Bekas Jahitan Operasi Skoliosis di Punggungnya

Mom's Life Amira Salsabila

Jangan Bilang "Bukan Masalah Saya", Ganti dengan 11 Kalimat Sopan Ini

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bosan Bilang 'Terima Kasih'? Ini 10 Kata Pengganti yang Lebih Berkesan

Stop Bilang "Kamu Bisa Melakukannya", Ini Kalimat Penggantinya untuk Membesarkan Anak Sukses

Berhubungan Intim 4 Kali Seminggu Disebut Perbesar Potensi Hamil hingga 16 Persen

Potret Nada Tarina Putri Percaya Diri Tunjukkan Bekas Jahitan Operasi Skoliosis di Punggungnya

Jangan Bilang "Bukan Masalah Saya", Ganti dengan 11 Kalimat Sopan Ini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK