parenting
Rahasia Orang Tua Mantan CEO YouTube Berhasil Besarkan 3 Anak Sukses
HaiBunda
Minggu, 21 Jun 2026 12:50 WIB
Daftar Isi
Membentuk karakter anak agar menjadi pribadi yang berhasil merupakan impian setiap Bunda. Berawal dari langkah yang sederhana, Bunda bisa mengikuti tips parenting yang yang berhasil membentuk anak dengan karir yang cemerlang berikut ini.
Ini disampaikan orang tua yang bernama Esther Wojcicki. Ia adalah seorang Bunda yang memiliki tiga anak perempuan dengan karier luar biasa. Mungkin, nama keluarga Wojcicki ini sudah tidak asing lagi bagi Bunda yang mengikuti perkembangan teknologi dan pendidikan.
Ketiga putri Wojcicki terkenal sebagai ‘girl boss’, atau perempuan luar biasa yang mempunyai kemampuan leadership, berani, mandiri, dan sangat menginspirasi. Tak sedikit orang tua yang mengharapkan anak mereka dapat tumbuh sepertinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Esther Wojcicki dan ketiga anak perempuannya
Bunda Wojcicki merupakan seorang pendidik, jurnalis, dan pakar parenting yang berasal dari Amerika Serikat. Sebagai pakar parenting, dirinya dikenal dalam penerapan pola asuh yang berbasis kepercayaan dan kemandirian pada anak.
Itupun yang ia terapkan kepada ketiga anak perempuannya. Ketiganya diketahui mampu menempuh pendidikan di universitas ternama dunia, seperti Harvard, Stanford, dan Yale, berkat didikan luar biasa dari sang Bunda.
Karier yang ditempuh oleh ketiganya juga bukan main. Putri pertamanya yang telah wafat, Susan Wojcicki, merupakan mantan CEO YouTube pada tahun 2014 hingga 2023. Putri keduanya, Anne Wojcicki, merupakan salah satu pendiri dan CEO perusahaan bioteknologi 23andMe.
Tak kalah dari kedua kakaknya, si bungu Janet Wojcicki, juga memiliki karir yang cemerlang, yaitu sebagai peneliti di Universitas California San Francisco (UCSF). Berkarir menjadi peneliti tentu suatu hal yang sangat membanggakan dan luar biasa, ya Bunda.
Pola asuh yang mengedepankan kepercayaan
Dalam prosesnya, Wojcicki mengatakan itu bukanlah hal yang mudah. Namun, satu yang ia sadari, ketika ketiga anaknya tumbuh dewasa, maka sikap yang paling penting untuk diberikan kepada anak adalah kepercayaan.
Menurutnya, untuk mencapai sesuatu, tentu tidak bisa langsung berhasil. Terkadang, kegagalan yang dialami justru merupakan guru terbaik agar kita semakin berkembang. Ia pun juga menanamkan mindset tersebut dalam mengasuh anak-anaknya.
Wojcicki memberikan kesempatan kepada ketiga anaknya untuk melakukan apapun yang menjadi minat mereka. Ia selalu memberikan kepercayaan penuh, serta mengajari mereka untuk tidak takut gagal.
Kegagalan merupakan hal yang wajar dan akan selalu menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri. Itulah yang ditanamkan Esther kepada Susan, Anne, dan Janet sehingga mereka tidak mudah takut dan putus asa.
Kepercayaan juga dapat dibentuk dengan memberikan mereka tanggung jawab. Menurutnya, anak-anak akan lebih mengerti tentang diri mereka sendiri dan merasa dipercaya karena dilibatkan untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab.
Pola asuh yang mengedepankan kemandirian
Kemandirian merupakan sesuatu yang sangat penting untuk anak-anak. Sesekali orang tua bisa membiarkan anak-anak melakukan tugasnya sendiri. Misalnya dimulai dari hal kecil, seperti membiarkan anak untuk membuat sarapan sendiri.
Meskipun dalam prosesnya tidak sempurna, anak-anak akan mengerti bagaimana rasanya mampu melakukan suatu kegiatan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Melalui hal tersebut, ia berharap anak lebih mengerti bahwa tidak selamanya mereka harus bergantung kepada orang lain.
Selain itu, didukung dari pernyataan peneliti lainnya, memberikan anak kesempatan dalam melakukan eksplorasi diri dan bersikap mandiri, akan mengasah pola pikir yang kritis karena anak secara tidak sadar sangat berupaya mencari tahu tiap-tiap prosesnya.
Pola asuh dengan komunikasi dua arah yang sangat positif
Dalam melakukan kedua pola asuh di atas, penting bagi orang tua dan anak untuk tetap menjaga komunikasi dua arah serta saling menghormati satu sama lain. Tak selamanya apa yang dilakukan orang tua itu benar menurut anak, dan begitupun sebaliknya.
Selain itu, dalam memberikan arahan, setidaknya Bunda juga bisa menyampaikan alasan dan saran terbaik mengapa anak harus melakukan hal tersebut. Orang tua dapat memberikan motivasi dan fokus yang membuat anak merasa tidak terbebani.
Oleh karena itu, penting untuk orang tua selalu ikut andil dan membicarakan segala keputusan dengan mereka. Nantinya, anak akan merasa lebih dihormati, diperhatikan, dan didukung untuk melakukan yang terbaik baginya.
Selalu hadirkan cinta dan kebahagiaan dalam setiap prosesnya
Sebagai tambahan dan pelengkap untuk semua pola asuh yang dijalani Wojcicki, penelitian yang dikutip dari CNBC Make It menyatakan bahwa hadirnya cinta dan kegembiraan dapat membantu anak-anak mereka tumbuh dengan lebih baik.
Bersama cinta dan kebahagiaan, apa yang dijalankan akan terasa lebih bermakna serta menjadi core memory bagi anak. Kelak, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, tangguh, dan mampu menghargai setiap proses dalam hidupnya.
Demikian yang bisa disampaikan, Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat dan memberikan wawasan terkait tips parenting untuk membentuk anak tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Tips Parenting Andre Taulany saat Anak Melakukan Kesalahan, Bermakna & Bisa Ditiru Bun
Parenting
Rahasia Parenting 70 Ortu Besarkan Anak-anak Paling Sukses di Dunia
Parenting
Trik Membangun Komunikasi Efektif dengan Anak
Parenting
Tips Hadapi Anak Memukul dan Melempar Barang Saat Marah
Parenting
Bunda, Terapkan 4 Aturan Penting Jika Anak Ingin Bermain Medsos
Parenting
Begini Caranya Agar Anak Mau Bergaul Saat Kumpul Keluarga
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Pakar Ahli Saraf Ungkap 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Berpengaruh Besar pada Otak Anak
Pakar Harvard Ungkap 8 Kebiasaan Tanpa Gadget yang Bisa Tingkatkan Kecerdasan Anak
Apakah Anak yang Lahir dari Orang Tua Pintar Jadi Lebih Cerdas? Ini Jawaban Sains