HaiBunda

PARENTING

Dari 'Aku Takut' Jadi 'Aku Mau Coba': Cara Mendampingi Anak Hadapi Pengalaman Baru

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Selasa, 15 Sep 2026 11:40 WIB
Momen Si Buah Hati mencoba pengalaman baru / Foto: Getty Images/Jia Na
Jakarta -

Sebagai orang tua, mungkin kita pernah melihat anak tiba-tiba bersembunyi di balik tubuh kita saat bertemu orang baru, menangis ketika harus pergi ke dokter, atau enggan mengeksplorasi sesuatu yang belum pernah dilakukan. Situasi seperti ini mungkin membuat orang tua bertanya-tanya, mengapa Si Buah Hati bisa merasa takut terhadap hal-hal tertentu?

Rasa takut pun bisa muncul dalam berbagai situasi yang ditemui anak sehari-hari, terutama ketika mereka sedang mengeksplorasi lingkungan dan pengalaman baru. Mulai dari bertemu orang baru, berada di tempat baru, mendengar suara keras, hingga harus berpisah dari orang tua, berbagai pengalaman tersebut dapat membuat Si Buah Hati merasa ragu atau tidak nyaman.

Normalkah anak merasa takut saat menghadapi hal baru?

Wajar jika anak merasa takut saat mengeksplorasi hal baru karena ini merupakan bagian normal dari perkembangan mereka. Seiring bertambahnya rasa ingin tahu dan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, Si Buah Hati akan bertemu dengan berbagai pengalaman baru yang belum familiar, sementara rasa cemas secara alami membantu mereka lebih waspada terhadap hal-hal yang dianggap asing atau berpotensi membahayakan.


Pada usia balita, ketakutan anak dapat muncul dalam bentuk yang sangat spesifik, seperti takut pada serangga, anjing, kegelapan, badut, atau bahkan suara penyedot debu. Namun, ada pula ketakutan yang lebih umum, seperti merasa cemas saat berada di situasi baru, bertemu dengan orang yang belum dikenalnya, atau mencoba aktivitas yang belum pernah dilakukan.

Di usia ini, imajinasi anak yang semakin aktif juga dapat membuat mereka membayangkan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi, termasuk makhluk khayalan. Hal ini dapat membuat proses eksplorasi menjadi lebih menantang, karena sesuatu yang bagi orang dewasa terlihat biasa saja mungkin terasa asing atau menakutkan bagi Si Buah Hati.

Menariknya, anak mungkin justru sering membicarakan atau memainkan hal yang membuatnya takut. Mereka bisa menirukannya saat bermain, menggambarnya, atau terus bertanya tentang hal tersebut. Bukan berarti Si Buah Hati semakin takut, melainkan ini bisa jadi salah satu cara mereka memahami dan memproses pengalaman yang terasa menakutkan, sekaligus perlahan membangun keberanian untuk kembali mengeksplorasi.

Cara membantu anak mengatasi rasa takut dan berani mencoba

Agar rasa takut tidak menghambat rasa ingin tahu dan keberanian Si Buah Hati untuk mengeksplorasi hal-hal baru, orang tua dapat membantu mereka menghadapinya secara perlahan melalui beberapa langkah berikut.

1. Pahami perasaan anak

Langkah pertama adalah menunjukkan bahwa orang tua memahami apa yang sedang dirasakan anak. Hindari menertawakan, meremehkan, atau memaksa mereka untuk segera berani karena hal yang ditakuti mungkin terasa sangat nyata bagi mereka.

Dengarkan cerita anak dengan tenang, gunakan nada bicara yang menenangkan, dan yakinkan bahwa orang tua selalu ada untuk mendampinginya.

2. Kenalkan secara bertahap dan tetap dampingi anak

Orang tua tidak perlu memaksa anak langsung menghadapi hal yang ditakutinya. Kenalkan pengalaman baru secara perlahan sesuai dengan kesiapan Si Buah Hati, sambil memberikan kesempatan untuk mengamati dan mengeksplorasi dengan didampingi.

Benda kesayangan, seperti boneka atau selimut, juga dapat digunakan sebagai sumber kenyamanan saat Si Buah Hati menghadapi situasi yang membuatnya cemas.

3. Bantu anak membedakan kenyataan dan imajinasi

Di usia balita, imajinasi anak berkembang pesat sehingga mereka terkadang sulit membedakan antara hal yang nyata dan yang hanya ada dalam bayangan. Orang tua dapat membantu dengan memberikan penjelasan sederhana dan sesuai usia, sekaligus mengajak mereka membicarakan apa yang membuat takut.

Bermain peran, menggambar, membaca cerita, atau mengarang cerita bersama juga dapat menjadi cara menyenangkan untuk membantu Si Buah Hati memahami dan memproses perasaannya.

4. Apresiasi setiap usaha dan keberanian anak

Setiap kemajuan, sekecil apa pun, layak diapresiasi. Ketika anak berani mengeksplorasi sesuatu yang sebelumnya ditakuti, mencoba pengalaman baru, atau sekadar mau membicarakan rasa takutnya, berikan pujian atas usaha tersebut.

Hindari menuntut mereka untuk segera tidak takut, karena setiap anak membutuhkan waktu yang berbeda untuk merasa nyaman dan belajar menghadapi ketakutannya.

Kapan rasa takut anak perlu mendapat perhatian lebih?

Rasa takut merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak, tetapi orang tua perlu memberikan perhatian lebih jika rasa takut mulai menghambat kesehariannya. Perhatikan apakah ketakutan tersebut membuat Si Buah Hati kesulitan tidur, bermain, beraktivitas, atau mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.

Saat rasa takut membuat anak terus-menerus menghindari situasi atau pengalaman baru, orang tua juga perlu lebih waspada. Misalnya, anak tidak mau keluar rumah karena takut bertemu anjing, enggan mencoba permainan baru, atau menolak pergi ke tempat tertentu karena merasa cemas. Padahal, kesempatan untuk mengeksplorasi hal-hal baru merupakan bagian penting dari proses belajar dan mengenal lingkungan.

Perhatikan juga jika rasa takut semakin kuat atau sering muncul dari waktu ke waktu hingga anak ditenangkan. Ketika ketakutan mulai membatasi keinginan mereka untuk bermain, belajar, bersosialisasi, dan mengeksplorasi lingkungan, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Dalam kondisi seperti ini, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga profesional yang berpengalaman menangani anak. Dengan begitu, orang tua dapat memahami apa yang sedang dialami Si Buah Hati dan mendapatkan dukungan yang sesuai agar rasa takut tidak menghalangi mereka untuk terus tumbuh, belajar, dan mengeksplorasi dunia di sekitarnya.

Dukung Si Buah Hati agar siap menghadapi setiap pengalaman pertama

Menghadapi pengalaman pertama memang bisa membuat Si Buah Hati merasa ragu atau takut. Namun, dengan dukungan dan pendampingan yang tepat, mereka dapat perlahan membangun keberanian untuk menghadapi hal-hal baru, mengeksplorasi lingkungan, dan belajar dari berbagai pengalaman di sekitarnya.

Agar proses eksplorasi berjalan dengan optimal, orang tua tidak hanya mendampingi Si Buah Hati, tetapi juga memastikan imunitasnya tetap terjaga. Penuhi kebutuhan nutrisi harian anak melalui makanan yang bergizi dan seimbang sesuai usia untuk mendukung tumbuh kembang sekaligus membantu menjaga daya tahan tubuh Si Buah Hati.

Sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi harian, orang tua juga dapat memberikan susu pertumbuhan yang sesuai dengan usia Si Buah Hati, seperti DANCOW Imunutri.

DANCOW Imunutri dilengkapi dengan 0g sukrosa, DHA, dan Zat besi untuk mendukung tumbuh kembang optimal Si Buah Hati. Kandungan yang tinggi Vitamin A, C, E dan Zink untuk menjaga daya tahan tubuh Si Buah Hati. DANCOW juga dilengkapi protein, vitamin D, dan kalsium yang tinggi juga berperan dalam membantu pertumbuhan

Setiap momen pertama membawa cerita dan pembelajaran baru untuk anak. Untuk mendukung perjalanan Si Buah Hati, DANCOW Imunutri mengusung semangat "Siap untuk Setiap Pertama" hadir sebagai pelengkap nutrisi harian untuk mendukungnya menjalani setiap hal baru dengan lebih semangat.

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sosok Christina Pusporini Messakh, Istri Menkeu Baru Suahasil Nazara yang Gantikan Purbaya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Jessica Mila Umumkan Kehamilan Kedua, Kabar Bahagia Disambut Penuh Sukacita

Kehamilan Annisa Karnesyia

Ungkapan Bangga Poppy Bunga Dampingi Suami Pengacara Wisuda S3: Salah Satu Keyakinanku Terbukti

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kulit Kusam Padahal Rajin Skincare? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Mom's Life Tiara Jasmine & Adi Prakoso

7 Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Coba Tips Praktis Ini

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Nasi Cepat Basi? Coba 7 Tips Ini agar Tahan Lama

Andre Taulany Tanggapi Kabar Pernikahan dengan Amanda Rigby

Kulit Kusam Padahal Rajin Skincare? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Sosok Christina Pusporini Messakh, Istri Menkeu Baru Suahasil Nazara yang Gantikan Purbaya

Dari 'Aku Takut' Jadi 'Aku Mau Coba': Cara Mendampingi Anak Hadapi Pengalaman Baru

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK