PARENTING
SIDS pada Bayi: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengobati
Asri Ediyati | HaiBunda
Sabtu, 03 Oct 2026 14:10 WIBOrang tua baru melakukan segala upaya untuk menjaga kesehatan bayi mereka. Namun, terkadang bayi yang tampak sehat-sehat saja meninggal dunia tanpa alasan yang jelas. Ini bisa terjadi karena bayi alami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak.
SIDS adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kematian mendadak dan tidak dapat dijelaskan pada bayi. Umumnya, SIDS dialami bayi berusia di bawah satu tahun yang tidak memiliki penyebab kematian yang diketahui.
Tidak ada gejala atau pertanda sebelumnya, tiba-tiba bayi meninggal secara mendadak dalam kondisi tidur. Karena SIDS sering terjadi saat bayi sedang tidur, kondisi ini juga dikenal dengan istilah crib death atau cot death (kematian saat tidur di ranjang bayi).
Para peneliti telah menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko SIDS pada bayi. Mereka juga menemukan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membantu melindungi anak dari SIDS.
Mengenal SIDS pada bayi
Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kematian mendadak dan tidak dapat dijelaskan pada bayi berusia antara satu bulan hingga satu tahun, bahkan setelah dilakukan penyelidikan menyeluruh.
Dilansir Cleveland Clinic, penyelidikan oleh tim medis mencakup pelaksanaan autopsi, pemeriksaan tempat kejadian perkara, dan peninjauan riwayat medis bayi. Jika pemeriksa medis tidak dapat menemukan penyebab kematian dan bayi tersebut berusia di bawah satu tahun, maka kematian tersebut dikategorikan sebagai SIDS.
Penyebab SIDS pada bayi
Berdasarkan definisinya, Sudden Infant Death Syndrome merupakan kematian yang tidak dapat dijelaskan, sehingga penyebab pastinya tidak diketahui. Namun, para peneliti telah mempelajari potensi penyebab SIDS untuk lebih memahami bagaimana kondisi ini terjadi
Teori yang paling banyak disepakati adalah bahwa bayi yang meninggal akibat SIDS memiliki kerentanan mendasar, seperti pola genetik atau kelainan otak. Kemudian, ketika mereka terpapar pemicu tertentu selama masa awal perkembangan otak atau sistem kekebalan tubuh, kerentanan tersebut dapat menyebabkan kematian mendadak. Mengutip KidsHealth, faktor risiko SIDS ini meliputi:
- Paparan asap rokok selama atau setelah kehamilan
- Perawatan prenatal yang terlambat atau tidak ada sama sekali
- Posisi atau lingkungan tidur yang tidak aman
- Kehamilan pada usia remaja
- Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah
- Kepanasan (suhu tubuh terlalu tinggi)
- Paparan alkohol selama kehamilan
- Jenis kelamin laki-laki
- Memiliki saudara kandung yang juga menjadi korban SIDS
- Kelahiran kembar
- Riwayat apnea atau henti napas
Gejala SIDS pada bayi
Hampir semua kematian akibat SIDS terjadi tanpa adanya tanda-tanda peringatan atau gejala awal, Bunda. Jadi semuanya terjadi secara tiba-tiba tanpa ada gejala satu pun.
Mengapa SIDS lebih sering menyerang bayi berusia di bawah 6 bulan
Sebagian besar bayi yang meninggal akibat SIDS berusia antara 2- 4 bulan, dan 90 persen di antaranya berusia kurang dari enam bulan. Kebanyakan bayi ini meninggal saat tidur, biasanya antara tengah malam hingga pukul enam pagi. Inilah sebabnya mengapa SIDS juga dikenal dengan istilah crib death atau "cot death" (kematian di ranjang bayi).
Ranjang bayi memang tidak menyebabkan SIDS, tapi lingkungan tempat bayi tidur dapat memengaruhi faktor risiko kematian yang berkaitan dengan tidur. Selain itu, risiko ini muncul karena otak dan sistem refleks bayi belum matang sepenuhnya sehingga tidak dapat merespons bahaya pernapasan dengan baik saat tidur.
Cara mengatasi SIDS pada bayi
Ketidakpastian mengenai penyebabnya adalah salah satu hal yang membuat SIDS begitu menakutkan, Bunda. SIDS merupakan penyebab utama kematian pada bayi berusia satu bulan hingga satu tahun, dan kondisinya tetap sulit diprediksi meskipun telah dilakukan penelitian selama bertahun-tahun.
Tidak ada pengobatan medis atau penyembuhan khusus untuk SIDS itu sendiri, namun Bunda dapat menurunkan risikonya secara signifikan dengan mengikuti strategi pencegahan yang telah terbukti efektif.
Hal yang paling penting adalah bayi berusia di bawah satu tahun harus ditidurkan dengan posisi telentang, jangan pernah ditidurkan dengan posisi tengkurap atau menyamping. Tidur dengan posisi tengkurap atau menyamping meningkatkan risiko SIDS. Lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut ini ya, Bunda.
Cara mencegah SIDS pada bayi
Meskipun penyebab SIDS belum diketahui secara pasti, ada langkah-langkah yang dapat lakukan untuk mengurangi risikonya. Langkah-langkah tersebut meliputi:
- Membaringkan bayi dengan posisi telentang saat tidur, termasuk saat tidur siang singkat. Tummy time (waktu tengkurap) dilakukan saat bayi sedang bangun dan dalam pengawasan seseorang.
- Membiarkan bayi tidur satu kamar setidaknya selama enam bulan pertama. Bayi sebaiknya tidur di dekat, namun di permukaan terpisah yang dirancang khusus untuk bayi, seperti ranjang bayi (crib) atau keranjang tidur bayi (bassinet).
- Menggunakan permukaan tidur yang kokoh, seperti kasur ranjang bayi yang dilapisi seprai yang pas ukurannya.
- Menjauhkan benda-benda lunak dan perlengkapan tidur yang longgar dari area tidur bayi.
- Memberikan ASI kepada bayi.
- Memastikan bayi tidak kepanasan. Jaga suhu ruangan agar tetap nyaman bagi orang dewasa.
- Tidak merokok selama kehamilan ataupun membiarkan orang lain merokok di dekat bayi .
Contoh kasus kematian bayi mendadak
Ada beberapa contoh kasus kematian bayi mendadak beberapa di antaranya seperti dikutip dari laman Aaron Matthew SIDS Research Guild at Seattle Children’s, berikut contohnya"
Tanpa gejala
Pada awal tahun 2003, Heather dan John Kahan dari Seattle, Amerika Serikat sangat gembira mengetahui bahwa mereka akan dikaruniai seorang bayi laki-laki. Saat itu, mereka sedang dalam proses pindah lintas negara bagian ke wilayah Seattle untuk memulai babak baru kehidupan bersama keluargaya yang kian bertambah.
Pada tanggal 6 Oktober 2003, bayi laki-laki mereka, Aaron Matthew, lahir. Berdasarkan semua tes dan pemeriksaan bayi baru lahir, kondisinya sehat. Dia menangis, menyusu, buang air besar, dan tidur. Dia sempat berfoto bersama kakak-kakak perempuan serta kakek-neneknya. Setelah semua orang sempat menemuinya pada hari pertama itu dan kemudian pulang, Aaron tertidur. Dia tidak pernah bangun lagi.
"Kami hanya sempat memiliki Aaron dalam hidup kami selama enam jam, lalu dia tiada. Tanpa peringatan, tanpa penjelasan," ungkap Heather dan John.
Setelah hasil autopsi tidak memberikan kesimpulan pasti, penyebab kematiannya dinyatakan sebagai SIDS (Sindrom Kematian Bayi Mendadak).
Tidur tengkurap
Lazarus Mychael Lang, seorang bayi lahir pada 2016 lalu. Di usianya tujuh bulan, ia berpulang karena SIDS. Hari itu bermula sebagai hari yang biasa, Lazarus berhasil berdiri sendiri untuk pertama kalinya.
"Dia mengejar-ngejar kucing kami dan mencoba memasukkan kepala kucing-kucing itu ke dalam mulutnya (haha). Saya membaringkannya untuk tidur siang sekitar pukul enam sore. Kemudian saya ikut tertidur; saya bangun sekitar pukul 10 malam untuk menidurkan kakaknya, karena mereka berbagi kamar," ungkap Amber Young, ibunda Lazarus.
Lazarus tidur dalam posisi tengkurap, jadi sang bunda meletakkan tangan di punggungnya untuk merasakan napasnya, namun ia tidak merasakan apa-apa. Sang bunda memanggil namanya berulang kali, tetapi tidak ada tanggapan. "Saya membalikkan tubuhnya dan mendapati bayi kecil saya yang berusia tujuh bulan itu sudah berwarna keunguan," tuturnya.
Kasus di Indonesia
Di Indonesia, kematian bayi karena SIDS terbilang jarang karena kurangnya laporan atau data mengenai hal tersebut, Bunda. Namun, pada tahun 2019, influencer kebugaran Yulia Baltschun kehilangan bayinya yang baru berusia enam bulan karena SIDS. Dalam kasusnya, bayinya yang bernama Kaola itu hanya ditinggal sebentar beberapa menit kemudian ditemukan dalam kondisi tak bernapas.
"Kata dokter, kemungkinan besar anakku meninggal karena SIDS, sindrom mati mendadak pada bayi. Kalian bisa baca lebih detail. Sindrom mati mendadak bayi itu masih kemungkinan, ada kemungkinan lain," tuturnya.
Demikian penjelasan mengenai SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi di bawah satu tahun, dan beberapa cerita orang tua yang kehilangan anak karena kasus yang sama.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Perhatikan Bun, Ini Risiko Bayi Tidur Posisi Miring
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bolehkah Bayi Tidur Miring? Cari Tahu Posisi yang Benar agar Tak Picu Kematian
Hindari Bedong Saat Bayi Mulai Bisa Berguling, Ini Alasannya Bunda
Ikhtiar yang Bisa Dilakukan untuk Cegah Kematian Bayi Mendadak
Hal Ini Bisa Bantu Cegah Kematian Mendadak pada Bayi
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf D
7 Cara Jalan Kaki agar Efektif Bakar Lemak Menurut Ade Rai
SIDS pada Bayi: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengobati
150 Nama Bayi Terinspirasi dari Pemain Bola Dunia dan Artinya
11 Rekomendasi Makanan Enak Petak Enam Glodok Jakarta
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Smart Door Lock Terbaik untuk Rumah Lebih Aman Anti Maling
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Waspada Bun, Banyak Informasi Keliru soal Alat Kontrasepsi Beredar di TikTok
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf D
SIDS pada Bayi: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengobati
7 Cara Jalan Kaki agar Efektif Bakar Lemak Menurut Ade Rai
150 Nama Bayi Terinspirasi dari Pemain Bola Dunia dan Artinya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Baru Beli Kamera Vlog? 6 Aksesori yang Wajib Kamu Siapkan Biar Tidak Boncos
-
Beautynesia
Get The Look: Ide Outfit Bumil yang Gemas dan Simple ala Feby Putri
-
Female Daily
Ini Mitos dan Fakta tentang Rambut Beruban!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret T.O.P dan Nana Terungkap Pacaran, Hubungannya Tuai Dukungan Fans
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: NUVO DeoCare, Gelato Yogurt Matcha hingga GB Academy 2026