HaiBunda

PARENTING

Super Flu Terdeteksi di 13 Provinsi RI, IDAI Ungkap Risiko Gejala Berat pada Anak

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 01 Oct 2026 10:41 WIB
Kasus super flu di Indonesia/Foto: Getty Images/Antonio_Diaz

Super flu belakangan menjadi perhatian dan perlu diwaspadai. Sebab, anak-anak bisa mengalami risiko gejala berat.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI melalui Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19 per 19 September (Minggu ke-37) melaporkan situasi terkini kasus influenza di Indonesia. Melalui pemeriksaan di 13 B/BLKM, sembilan rumah sakit, dan Laboratorium Biologi Kesehatan, data tersebut dikumpulkan.

Pada Minggu ke-36, dari total 185 spesimen yang diperiksa, terdapat 86 spesimen yang positif influenza. Dari jumlah tersebut, 76 merupakan influenza A(H1N1pdm09), delapan influenza A(H3N2), dan dua influenza B(Victoria).


Dikutip dari detikcom, influenza A(H3N2) subclade K atau yang sering disebut sebagai 'Super Flu' telah terdeteksi di 13 provinsi. Berdasarkan data kumulatif sejak Januari 2026, kasus subclade K terbanyak ditemukan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, masing-masing sebanyak 18 kasus atau sekitar 24 persen dari total kasus yang tercatat.

"Yang digunakan Istilahnya Influenza tipe A(H3N2) subclade K. Data tsb merupakan data kumulatif dari Januari 2026," ucap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, baru-baru ini.

Untuk Bunda ketahui, berikut sebaran kasus influenza A(H3N2) subclade K di 13 provinsi berdasarkan data kumulatif sejak Januari 2026:

  • Jawa Timur: 18 kasus
  • Kalimantan Selatan: 18 kasus
  • Jawa Barat: 12 kasus
  • DKI Jakarta: 11 kasus
  • Sumatera Selatan: 5 kasus
  • Sumatera Utara: 3 kasus
  • Bali: 2 kasus
  • Nusa Tenggara Timur: 2 kasus
  • Nusa Tenggara Barat: 1 kasus
  • Sulawesi Utara: 1 kasus
  • Jawa Tengah: 1 kasus
  • Sulawesi Selatan: 1 kasus
  • DI Yogyakarta: 1 kasus

IDAI ungkap risiko gejala berat pada anak

Terkait hal ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap infeksi influenza dan berisiko mengalami komplikasi serius, Bunda.

Menurut  Dr dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp H.Onk(K), Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, data global menunjukkan bahwa anak usia 0-17 tahun memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi influenza simtomatik dibandingkan orang dewasa

"Sistem imun anak masih naif, sehingga tubuh mereka belum cukup kuat untuk segera mengendalikan dampak infeksi virus," ujar Hikari.

Sementara, menurut Prof Dr dr Anggraini Alam, Sp.A, Subsp IPT(K), dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis IDAI, ia menekankan pentingnya deteksi dini dan tata laksana yang tepat. Pada anak dengan faktor risiko, influenza dapat menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia, eksaserbasi asma, miokarditis, hingga ensefalopati, Bunda.

Data dari IDAI menunjukkan bahwa sekitar 5 persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan rawat inap, dan 80 persen di antaranya adalah anak di bawah usia dua tahun, dengan 50 persen di antaranya berusia kurang dari enam bulan.

Anak di bawah lima tahun memiliki morbiditas tinggi, terutama mereka yang menghadiri tempat penitipan anak, memiliki kelainan neurologi dan tumbuh kembang, tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang, atau berada di area padat penduduk.

Anggraini mengatakan, anak dapat menularkan virus influenza sejak 24 jam sebelum gejala muncul hingga 10 hari setelahnya. Oleh karena itu, anak yang sakit harus diisolasi di rumah, tidak boleh dibawa ke sekolah atau tempat bermain sampai benar-benar pulih.

Langkah pencegahan Super Flu yang dapat dilakukan di rumah

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Bunda bis melakukan beberapa langkah pencegahan penting:

Imunisasi tahunan

Vaksin influenza tahunan tetap direkomendasikan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta, vaksin ini bisa mengurangi risiko sakit berat dan rawat inap.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Menerapkan PHBS di rumah seperti:

  1. Mencuci tangan dengan sabun secara rutin
  2. Menjaga etika batuk dan bersin
  3. Menggunakan masker saat gejala muncul
  4. Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor
  5. Cukup istirahat dan konsumsi gizi seimbang

Tetap di rumah saat sakit

Jika mengalami demam atau batuk, sebaiknya tinggal di rumah dan menghindari kerumunan sampai gejala membaik untuk mengurangi penularan.

Konsultasi kesehatan

Bunda jangan ragu untuk segera hubungi fasilitas kesehatan jika gejala makin berat, seperti sesak napas atau gejala pneumonia.

Demikian perkembangan kasus super flu yang tengah naik di Indonesia. Setelah mengetahui gejalanya, penting pula untuk mengetahui penangannya agar tak tertular.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Muncul Super Flu, Apakah Sekolah Akan Online Lagi?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

13 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Merasa Paling Pintar

Mom's Life Tim HaiBunda

Lama Tak Terlihat, Donita Kembali Pamer Aksi Jadi Model di Atas Catwalk

Mom's Life Pritadanes & Annisa Karnesyia

4 Bumbu Dapur yang Sebaiknya Disimpan Terbalik Menurut Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Super Flu Terdeteksi di 13 Provinsi RI, IDAI Ungkap Risiko Gejala Berat pada Anak

Parenting Asri Ediyati

Hamil 33 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

13 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Merasa Paling Pintar

4 Bumbu Dapur yang Sebaiknya Disimpan Terbalik Menurut Pakar

Hamil 33 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Super Flu Terdeteksi di 13 Provinsi RI, IDAI Ungkap Risiko Gejala Berat pada Anak

Lama Tak Terlihat, Donita Kembali Pamer Aksi Jadi Model di Atas Catwalk

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK