PARENTING
Berapa Banyak Kata Diucapkan Anak Usia 2-3 Tahun? Ketahui Faktanya Bun
Kinan | HaiBunda
Sabtu, 17 Oct 2026 16:20 WIBDi usia 2 hingga 3 tahun, anak biasanya sudah mulai memiliki lebih banyak kosakata. Namun, sebenarnya berapa banyak kata yang sudah bisa mereka ucapkan, ya?
Sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda, Bunda. Oleh karena itu, jumlah kata yang dapat diucapkan anak bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.
Bunda juga perlu melihat kemampuan anak dalam memahami ucapan, mengikuti instruksi, menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, dan perkembangan kemampuan sosialnya.
"Memang ada variasi dalam perkembangan bahasa awal anak. Beberapa akan mengucapkan kata pertama lebih awal, beberapa lebih lambat," ungkap profesor psikologi di University of Massachusetts, Doreen Arcus, dikutip dari The Bump.
Perkembangan bahasa dan bicara anak 2-3 tahun
Usia 2-3 tahun merupakan periode penting dalam perkembangan bahasa anak. Pada rentang usia ini, anak mulai beralih dari sekadar mengucapkan kata-kata tunggal menjadi menggunakan kombinasi kata untuk menyampaikan pikirannya.
Menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), anak usia 2-3 tahun juga mulai mengajukan pertanyaan sederhana seperti 'kenapa'.
Dari segi pengucapan, kemampuan anak semakin jelas terutama bagi orang tua dan pengasuh terdekat. Bagi orang asing atau yang jarang bertemu, perkataan anak mungkin belum bisa dipahami sepenuhnya.
Nantinya saat memasuki usia 3 tahun, kemampuan komunikasi anak akan semakin berkembang pesat.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa sebagian besar anak usia 3 tahun sudah bisa lebih banyak mengajukan pertanyaan. Misalnya seperti 'siapa', 'apa', dan 'di mana'.
Berapa banyak kata yang dapat diucapkan anak 2-3 tahun?
Dikutip dari Kids Health, antara usia 2 dan 3 tahun, balita mengalami peningkatan pesat dalam kemampuan berbahasa seperti:
Usia 2 tahun
Pada usia ini, sebagian besar anak mengucapkan setidaknya dua kata sekaligus. Pada usia 30 bulan, mereka mengucapkan 50 kata atau lebih.
Anak juga mulai belajar menggunakan kata-kata seperti 'saya', 'aku' atau 'kita'. Pada usia 30 bulan, sebagian besar anak dapat mengikuti instruksi dua langkah, seperti 'ambil bola dan kasih ke Ayah'.
Sebagian besar anak usia 2 tahun juga sudah mulai dapat:
- Menggunakan frasa sederhana dua kata, seperti 'minum lagi'.
- Mengikuti perintah sederhana dan memahami pertanyaan sederhana.
- Berbicara sekitar 50 hingga 100 kata.
- Dapat dipahami setidaknya setengah dari rata-rata orang yang tidak mereka kenal dekat.
Usia 3 tahun
Pada usia 3 tahun, kosakata balita biasanya sudah mencapai lebih dari 200 kata. Anak-anak dapat merangkai kalimat dua atau tiga kata.
Mereka dapat berbicara dengan Bunda dalam percakapan yang memiliki setidaknya dua kali timbal balik. Orang lain juga mulai banyak yang dapat memahami ucapan anak sepanjang waktu.
Pada usia ini, sebagian besar anak sudah mulai mampu:
- Berbicara dalam frasa atau kalimat dua dan tiga kata.
- Menggunakan setidaknya 200 kata atau lebih.
- Mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan siapa, apa, di mana, atau mengapa, seperti 'Bunda di mana'.
- Menyebutkan nama depan mereka ketika ditanya.
- Merujuk pada diri mereka sendiri dengan kata ganti, seperti 'saya', 'aku', atau 'punyaku'.
Hal lain yang perlu diperhatikan menurut IDAI
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada usia 18-24 bulan anak biasanya mengalami 'ledakan bahasa', dengan kosakata yang bertambah hampir setiap hari.
Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya jangan langsung membandingkan jumlah kata anak dengan anak lain seusianya. Hal yang lebih penting adalah melihat pola perkembangannya dari waktu ke waktu.
Kapan anak dikatakan terlambat bicara?
Keterlambatan bicara tidak hanya ditentukan oleh sedikit atau banyaknya kosakata. Dalam kasus lain, anak mungkin dapat mengalami kesulitan pada aspek yang berbeda, misalnya dalam proses mengucapkan suara, memahami bahasa, menggunakan bahasa, atau berkomunikasi secara sosial.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika anak sudah berusia 2 tahun tetapi belum mampu menggabungkan dua kata yang bermakna.
IDAI menyebutkan bahwa pada usia 2 tahun orang tua perlu waspada jika anak belum memiliki kalimat dua kata yang dapat dimengerti.
Kapan perlu konsultasi ke dokter?
Konsultasi lebih awal dapat membantu mengetahui apakah anak memang mengalami keterlambatan, faktor apa yang mungkin memengaruhinya, dan apakah diperlukan pemeriksaan atau stimulasi lebih lanjut.
Beberapa tanda yang perlu menjadi perhatian dan sebaiknya segera dikonsultasikan ke profesional antara lain:
1. Di usia 2 tahun belum menggabungkan dua kata
Jika anak sudah berusia 24 bulan tetapi masih sebatas mengucapkan kata tunggal dan belum menggunakan kombinasi dua kata yang bermakna, sebaiknya lakukan konsultasi.
2. Kosakata sangat terbatas atau tidak bertambah
Perhatikan apakah anak terus memperoleh kata-kata baru, Bunda. Jika kosakata anak sangat terbatas atau bahkan tidak bertambah dari waktu ke waktu, sebaiknya bicarakan dengan dokter.
3. Anak sulit memahami instruksi sederhana
Keterlambatan bahasa tidak hanya terlihat dari kemampuan berbicara, tapi juga ketika anak sulit memahami apa yang dikatakan orang lain.
Misalnya, anak tidak memahami instruksi sederhana yang sesuai dengan usianya atau sulit mengikuti percakapan sederhana. Hal ini juga bisa menjadi salah satu tanda yang dapat menunjukkan adanya masalah bahasa.
4. Pada usia 3 tahun, ucapan anak masih sangat sulit dipahami
Seiring bertambahnya usia, ucapan anak seharusnya semakin jelas. CDC menyebutkan bahwa pada usia 3 tahun, anak umumnya sudah berbicara cukup baik sehingga sebagian besar perkataannya dapat dipahami orang lain.
Jika hanya orang tua yang dapat memahami sebagian besar ucapan anak sementara orang lain hampir tidak mengerti, kondisi tersebut juga perlu dikonsultasikan.
5. Anak kehilangan kemampuan yang sudah dimiliki
Hal yang tak kalah penting, Bunda juga perlu memberi perhatian lebih jika anak berhenti menggunakan kata atau kemampuan komunikasi yang sebelumnya sudah dimiliki. Ini berbeda dengan sekadar belum mencapai milestone tertentu, dan perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Selain mengevaluasi kemampuan bahasa dan bicara Si Kecil, dokter mungkin akan mempertimbangkan faktor lain, termasuk gangguan pendengaran. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu kondisi yang dapat memengaruhi perkembangan bahasa dan bicara anak.
IDAI menyebutkan bahwa keterlambatan bicara dapat memiliki berbagai penyebab, antara lain gangguan pendengaran, gangguan perkembangan, masalah perilaku, kurang stimulasi, hingga faktor lainnya.
Evaluasi ke tenaga kesehatan profesional dapat membantu orang tua mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan anak dan tindakan lebih lanjut yang diperlukan.
Itulah penjelasan tentang berapa banyak kata diucapkan anak usia 2-3 tahun dan kapan perlu konsultasi ke tenaga profesional. Pastikan Bunda memberi waktu untuk banyak mengobrol dan bercerita dengan anak untuk menstimulasi kosakatanya, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Ayah Terlihat Cuek? Ini Dampaknya ke Mental dan Kepribadian Anak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Kesalahan Pola Asuh Orang Tua yang Bikin Anak Berisiko Speech Delay
Tanda Speech Delay pada Anak Bisa Ditemukan pada 3 Rentang Usia Ini Bun
Anak Speech Delay? Simak 12 Ide Terapi Wicara yang Bisa Dilakukan di Rumah
4 Cara Sederhana Mengajari Anak agar Cepat Bicara
TERPOPULER
Berapa Banyak Kata Diucapkan Anak Usia 2-3 Tahun? Ketahui Faktanya Bun
Alasan Para Suami Suka Lama Banget di Toilet
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf S, Karismatik dan Humanis
Makanan Siap Saji Aman Dikonsumsi, tapi Kemasannya Bisa Jadi Ancaman bagi Ibu Hamil
Diet Telur Rebus ala IU, Disebut Bisa Bikin Kenyang
REKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ibu Sulit Tidur saat Hamil Ternyata Berdampak pada Berat Badan Anak Kelak
Tanggapan Suami Kesha Ratuliu saat Ramai Disebut Sering Liburan padahal Rumahnya Kecil
Berapa Banyak Kata Diucapkan Anak Usia 2-3 Tahun? Ketahui Faktanya Bun
Makanan Siap Saji Aman Dikonsumsi, tapi Kemasannya Bisa Jadi Ancaman bagi Ibu Hamil
Alasan Para Suami Suka Lama Banget di Toilet
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Asma Kambuh atau ISPA Memburuk? Langkah Pertama Saat Sesak Napas Mendadak di Rumah
-
Beautynesia
Jangan Salah Pilih Tontonan, Ini 3 Drakor Sageuk yang Cocok untuk Menemani Setiap Mood
-
Female Daily
Caudalie Resveratrol-Lift Hadir dengan Formula Baru, Andalkan Peptida Anggur untuk Kulit Lebih Kencang
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ternyata Kulit Ubi Kaya Nutrisi! Ini 3 Manfaat yang Sayang Dilewatkan
-
Mommies Daily
10 Bubuk Matcha untuk Matcha Latte Enak di Rumah, Gak Pakai Mahal!