HaiBunda

PARENTING

15 Ciri Anak Jadi Sasaran Grooming, Termasuk di Dunia Maya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 10 Oct 2026 19:00 WIB
15 Ciri Anak Jadi Sasaran Grooming, Termasuk di Dunia Maya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/evgenyatamanenko
Jakarta -

Istilah child grooming makin sering terdengar di dunia parenting. Tak hanya di kehidupan nyata, grooming yang menargetkan anak-anak juga dapat ditemukan di dunia maya, Bunda.

Melansir dari laman Cleveland Clinic Health, grooming didefinisikan sebagai proses yang sangat disengaja untuk membangun hubungan dengan seorang anak atau orang dewasa yang rentan dengan tujuan manipulasi, eksploitasi, atau pelecehan. Tujuan yang lebih luas dari grooming adalah untuk memanipulasi dan mendapatkan kekuasaan serta kendali atas 'target' untuk keuntungan pribadi pelaku.

Seorang pelaku grooming mungkin memiliki tujuan lain yang melibatkan berbagai jenis eksploitasi dalam siklus pelecehan. Mereka melakukannya dengan motif penipuan dan kerap menggunakan kekerasan.


"Perlakuan tidak senonoh dapat dilakukan secara langsung atau daring. Hal itu dapat dilakukan secara tiba-tiba dalam satu kali kejadian atau dapat dilakukan secara strategis dari waktu ke waktu," kata psikolog anak Vanessa Jensen, PsyD.

"Terkadang, hal itu mungkin dimulai dengan cara yang tampak tidak berbahaya, misalnya dengan seorang mentor atau figur otoritas. Hal itu hampir selalu dilakukan secara diam-diam, tanpa transparansi."

Ciri anak jadi sasaran grooming

Grooming yang berkaitan dengan pelecehan seksual terhadap anak adalah bentuk kekerasan terhadap anak di mana individu yang lebih tua membangun hubungan kepercayaan dan ikatan emosional dengan seorang anak untuk mengeksploitasi dan menyalahgunakan mereka. Banyak orang mengaitkannya sebagai pelecehan seksual biasa. Namun, hal itu tidak benar.

Melansir dari laman Family Education, semua anak pada dasarnya berisiko menjadi korban grooming. Namun, pelaku pelecehan seksual anak cenderung mencari anak-anak dengan kerentanan tertentu, seperti:

  1. Anak-anak yang kurang percaya diri
  2. Anak-anak yang orang tuanya selalu sibuk atau tidak memainkan peran utama dalam kehidupan mereka
  3. Anak-anak yang memiliki lingkungan rumah yang kacau
  4. Anak-anak penyandang disabilitas
  5. Anak-anak yang terlantar dan membutuhkan dukungan emosional
  6. Anak-anak yang masih sangat kecil yang belum memahami semua hal yang terjadi di sekitar mereka
  7. Anak mana pun yang menggunakan internet dan tidak memiliki pengawasan orang tua secara teratur
  8. Anak-anak yang terisolasi secara sosial
  9. Anak bersikap tertutup mengenai percakapan daring atau teman baru
  10. Anak yang suka menggunakan bahasa tidak pantas kepada orang dewasa
  11. Menunjukkan kesetiaan yang sangat kuat kepada orang baru dalam hidup mereka
  12. Anak menjauhkan diri dari keluarga dan rutinitas sehari-hari
  13. Anak menghabiskan lebih sedikit waktu bersama teman atau tiba-tiba mengubah kelompok pertemanan
  14. Anak suka berbohong kepada orang tuanya
  15. Anak memiliki kepercayaan diri yang rendah dan sering kali merasa tidak berharga

Cara menjaga anak agar terhindar dari grooming

Orang tua memegang peranan penting untuk mencegah anaknya menjadi korban grooming, Bunda. Jika terjadi sesuatu dalam suatu hubungan atau interaksi yang membuat anak merasa tidak nyaman, ajari dan dorong mereka untuk mendengarkan nalurinya sendiri.

"Kita ingin mempersiapkan anak-anak kita untuk sukses dan kita ingin mereka memiliki hubungan bimbingan yang positif. Salah satu hal yang sangat penting adalah mengajarkan anak-anak untuk mendengarkan tanda-tanda peringatan dalam diri mereka sendiri," ujar Jensen.

"Kita harus mendorong mereka untuk percaya pada diri sendiri dan datang kepada kita jika mereka tidak yakin apakah mereka dapat mempercayai diri sendiri atau tidak," sambungnya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan Bunda untuk melindungi anak dari grooming, yakni:

  • Menetapkan batasan fisik yang aman. Artinya, tidak seorang pun boleh menyentuh mereka tanpa persetujuan.
  • Peringatkan anak tentang pentingnya menjaga privasi. Misalnya, anak tidak boleh membagikan informasi pribadi, foto, atau lokasi mereka kepada orang yang tidak dikenal.
  • Mengajari mereka untuk berhati-hati terhadap hadiah dari orang lain.
  • Menetapkan batasan penggunaan daring dan media sosial di mana anak dapat berinteraksi dengan orang asing.

Demikian 15 ciri anak yang bisa menjadi sasaran grooming. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tanda Anak Mengalami Child Grooming dan Alasan Mereka Tidak Melawan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Pasangan Atlet Bulu Tangkis Ribka Sugiarto & Rian Ardianto Tengah Nantikan Kelahiran Anak Kedua

Kehamilan Pritadanes

15 Ciri Anak Jadi Sasaran Grooming, Termasuk di Dunia Maya

Parenting Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf C

Mom's Life Azhar Hanifah

Apakah Anak Kecil Bisa Terkena Kanker Payudara? Ini Faktanya

Parenting Annisa Karnesyia

Benarkah Ibu Hamil Makan Keong Bisa Bikin Bayi Jadi Lamban? Ini Kata Ahli Gizi

Kehamilan Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Zenecka Acana Naif, Anak Kedua Carissa Putri yang Hobi Main Sepak Bola

Potret Fadlan Muhammad Bareng Anak yang Baru Wisuda, Good Looking Curi Perhatian

15 Ciri Anak Jadi Sasaran Grooming, Termasuk di Dunia Maya

Pasangan Atlet Bulu Tangkis Ribka Sugiarto & Rian Ardianto Tengah Nantikan Kelahiran Anak Kedua

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf C

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK