HaiBunda

PARENTING

Terbukti di 200 Anak, Ini Cara Membesarkan Anak yang Tangguh & Sukses Menurut Pakar

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Selasa, 03 Nov 2026 16:15 WIB
Membesarkan anak agar tangguh/ Foto: Getty Images/geargodz

Saat membahas cara membesarkan anak yang sukses, banyak orang tua berfokus pada prestasi, seperti nilai akademik, kemenangan dalam olahraga, kedisiplinan, dan kemandirian. Namun, berdasarkan pengalaman mendampingi lebih dari 200 keluarga, ada hal yang jauh lebih penting daripada sekadar pencapaian.

Anak belajar banyak hal dari keseharian, terutama dari cara bunda menyikapi kesulitan, kegagalan, perbedaan pendapat, dan situasi ketika anak tidak sesuai dengan harapan.

Dari pengalaman tersebut, terdapat enam pelajaran penting yang ditanamkan orang tua sejak dini untuk membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, tangguh, mampu beradaptasi, serta membangun hubungan yang sehat.


6 Pola didikan orang tua yang membantu anak tangguh dan sukses

Mengutip dari laman CNBC, berikut enam pola didikan orang tua yang membantu anak tumbuh tangguh dan sukses:

1. Kegagalan tidak mengubah cara Bunda memandang anak

Anak memperhatikan bagaimana bunda bersikap ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Mereka mengamati reaksi bunda saat menerima hasil nilai, baik ketika mereka berhasil maupun ketika mengalami kekalahan.

Anak perlu merasa bahwa kegagalan tidak membuat dirinya kehilangan penghargaan dan kasih sayang dari bunda.

Daripada langsung menanyakan alasan mereka kurang belajar, bunda bisa mengawali percakapan dengan, “Bunda tahu kamu berharap hasil yang lebih baik. Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui hasilnya?”

Ketika anak memahami bahwa hasil yang kurang memuaskan tidak mengubah pandangan bunda terhadap dirinya, mereka akan lebih berani menghadapi tantangan. 

2. Membuat orang lain kecewa bukan berarti selalu salah

Anak yang terbiasa menilai kebaikan dari sikap menyenangkan orang lain, bisa menganggap kekecewaan orang lain sebagai tanda bahwa dirinya telah melakukan kesalahan.

Akibatnya, mereka mungkin lebih sibuk memahami keinginan orang lain daripada mengenali kebutuhan dan perasaannya sendiri.

Bunda dapat mengajarkan bahwa tidak semua orang harus menyetujui pilihan yang diambil. Misalnya, bunda bisa mengatakan, “Mungkin ada orang yang kecewa dengan keputusanmu, tetapi bukan berarti keputusan itu salah.”

Anak perlu memahami bahwa perbedaan pendapat dengan bunda tidak harus membuat mereka kehilangan kepercayaan terhadap diri sendiri.

Pemahaman ini akan berguna ketika mereka menjalin pertemanan, membangun hubungan dengan pasangan, maupun menghadapi lingkungan kerja di masa depan.

3. Kemampuan dan prestasi bukan seluruh identitas anak

Pujian yang terdengar positif terkadang dapat menjadi beban jika terus-menerus dikaitkan dengan identitas anak.

Ketika bunda sering menyebut anak sebagai pribadi yang pintar, atlet berbakat, atau anak yang selalu bertanggung jawab, mereka mungkin merasa harus terus mempertahankan gambaran tersebut.

Akibatnya, mendapatkan nilai yang lebih rendah, gagal dalam pertandingan, atau mengalami kesulitan bisa terasa seperti ancaman terhadap jati diri mereka, bukan sekadar pengalaman biasa.

Karena itu, bunda sebaiknya tidak hanya menyoroti hasil yang diperoleh, tetapi juga menghargai usaha dan proses yang telah dijalani. 

4. Anak boleh berbeda pendapat dan tetap mendapatkan kasih sayang

Anak perlu belajar bahwa mereka boleh memiliki pendapat yang berbeda dari bunda tanpa harus khawatir hubungan mereka akan menjadi renggang.

Hal ini bukan berarti anak bebas menentukan semua hal tanpa batasan. Bunda tetap memiliki tanggung jawab untuk menetapkan aturan dan mengambil keputusan yang diperlukan, sambil tetap menghargai perasaan anak.

5. Anak perlu belajar menghadapi perasaan tidak nyaman

Saat melihat anak mengalami kesulitan emosional, bunda mungkin ingin segera menghibur, menenangkan, atau mencari solusi agar mereka kembali merasa baik-baik saja. Namun, tidak setiap situasi membutuhkan penyelesaian secara langsung.

Terkadang, anak hanya membutuhkan kehadiran dan dukungan sederhana dari bunda, seperti mengatakan, “Bunda tahu ini terasa berat. Bunda ada di sini untuk menemanimu.”

Anak perlu memahami bahwa perasaan tidak nyaman merupakan bagian wajar dari kehidupan. Mereka bisa merasa malu tanpa harus menyerah, merasa gugup tetapi tetap berani mencoba, serta menghadapi kekecewaan tanpa kehilangan harapan.

6. Rumah tempat anak diterima tanpa harus membuktikan diri

Dalam kehidupan sehari-hari, anak sering menghadapi berbagai penilaian, mulai dari nilai sekolah, prestasi olahraga, peringkat, hingga popularitas di lingkungan pergaulan. Ketika beranjak dewasa, mereka juga akan menghadapi tuntutan pendidikan, pekerjaan, dan pencapaian lainnya.

Jika lingkungan luar terus menilai anak berdasarkan apa yang berhasil mereka raih, rumah seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman. Anak perlu mengetahui bahwa dirinya tetap berharga meskipun sedang tidak memiliki prestasi untuk dibanggakan.

Prestasi memang dapat menjadi bagian yang membanggakan dalam kehidupan anak. Namun, bunda perlu memastikan bahwa anak tidak menjadikan pencapaian sebagai satu-satunya ukuran untuk menilai harga dirinya.

Jadi, Bunda cara membesarkan anak bukan hanya tentang membantu mereka meraih prestasi, tetapi juga membangun rasa percaya diri, ketangguhan, dan keyakinan bahwa mereka tetap berharga dalam keadaan apa pun.

Melalui kasih sayang, dukungan, dan bimbingan sejak dini, bunda dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, mampu menghadapi tantangan, dan menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain.

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ayah Terlihat Cuek? Ini Dampaknya ke Mental dan Kepribadian Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

8 Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Terlihat dari Cara Balas Chat

Mom's Life Amira Salsabila

Tagihan Listrik Naik Padahal Pemakaian Merasa Sama? Ini Penjelasan PLN

Mom's Life Annisa Karnesyia

Terbukti di 200 Anak, Ini Cara Membesarkan Anak yang Tangguh & Sukses Menurut Pakar

Parenting Azhar Hanifah

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Cara Berpikir dan Menyikapi Masalah

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

8 Kesalahan Mengecat yang Bikin Tembok Menggelembung

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Contoh Soal GLB dan GLBB Beserta Kunci Jawabannya

Tagihan Listrik Naik Padahal Pemakaian Merasa Sama? Ini Penjelasan PLN

8 Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Terlihat dari Cara Balas Chat

Terbukti di 200 Anak, Ini Cara Membesarkan Anak yang Tangguh & Sukses Menurut Pakar

8 Kesalahan Mengecat yang Bikin Tembok Menggelembung

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK