Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Viral Bocah 3 Tahun Jago Main Sepak Bola, Orang Tua Justru Dipanggil Polisi

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Jumat, 06 Nov 2026 14:55 WIB

Anak main bola
Anak jago main bola berujung orang tua dipanggil polisi/Foto: Getty Images/matimix

Video seorang bocah berusia tiga tahun yang menunjukkan kemampuan luar biasa dalam bermain sepak bola, mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, anak itu terlihat berlari dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya dan mencetak sejumlah gol.

Kemampuannya membuat banyak warganet kagum, bahkan menarik perhatian sejumlah tokoh dan figur publik. Namun, di balik pujian atas kemampuan sang anak, muncul persoalan ketika orang tuanya justru terlibat perselisihan dengan penyelenggara pertandingan hingga polisi dipanggil ke lokasi.

Kisah anak jago main bola ini pun menjadi sorotan dan memunculkan perbincangan mengenai batasan orang tua dalam mendukung bakat anak. Untuk mengetahui cerita di balik viralnya video tersebut, yuk, baca kronologi selengkapnya berikut ini, Bunda!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kronologi bocah 3 tahun viral karena jago main bola hingga orang tua dipanggil polisi

Kisah ini bermula ketika sebuah video pertandingan sepak bola anak-anak di Winter Park, kawasan Orlando, Florida, Amerika Serikat, beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun terlihat memiliki kemampuan bermain sepak bola yang menonjol dibandingkan anak-anak seusianya.

Ia tampak berlari melintasi lapangan dan mencetak gol berkali-kali. Sang ayah yang merekam pertandingan terdengar memberikan semangat dan menunjukkan kebanggaannya terhadap kemampuan sang anak.

Namun, suasana berubah ketika video beralih memperlihatkan kedua orang tua bocah tersebut sedang berbicara dengan dua petugas kepolisian. Salah satu orang tua mengaku heran karena polisi dipanggil hanya karena anak mereka dianggap terlalu jago bermain sepak bola.

Melansir dari laman The Guardian, rekaman kamera tubuh polisi, panggilan darurat 911, serta catatan kepolisian yang ditinjau media tersebut mengungkapkan bahwa persoalannya ternyata lebih rumit daripada yang terlihat dalam video viral.

Penyelenggara pertandingan mengakui bahwa bocah tersebut memiliki kemampuan sepak bola yang luar biasa. Namun, ia juga menyampaikan kepada polisi bahwa anak tersebut sempat mendorong anak-anak lain, dan orang tuanya terlibat perdebatan dengan sejumlah keluarga.

Penyelenggara menjelaskan bahwa dirinya menerapkan sistem rotasi pemain agar setiap anak mendapatkan kesempatan bermain yang sama, terlepas dari kemampuan masing-masing.

Sementara itu, orang tua bocah tersebut memiliki pandangan berbeda. Mereka merasa anaknya diperlakukan tidak adil karena kemampuan bermain sepak bolanya.

Dalam panggilan 911, penyelenggara juga mengeluhkan perilaku salah satu orang tua yang dianggap mengganggu, termasuk mengikuti dan merekam perselisihan mereka melalui siaran langsung.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi tidak menyaksikan langsung perselisihan tersebut. Mereka kemudian menganggap persoalan itu sebagai masalah perdata dan membahas kemungkinan pengembalian biaya pendaftaran. Tidak ada penangkapan yang dilakukan dalam kejadian tersebut.

Video tersebut kemudian menyebar luas dan menarik perhatian sejumlah figur publik, termasuk pemain tim nasional Amerika Serikat Alex Freeman dan kreator konten anak Ms Rachel. Pengacara hak-hak sipil, Ben Crump juga turut menanggapi kejadian tersebut.

Bahkan, agensi olahraga dan hiburan, Roc Nation milik Jay-Z menawarkan kesempatan kepada bocah itu untuk terbang ke Spanyol dan mengikuti pengalaman olahraga.

Popularitasnya pun meningkat pesat, hingga Rabu setelah kejadian tersebut, akun Instagram sang bocah telah memiliki hampir 900 ribu pengikut, sementara akun TikTok-nya mencapai 1,2 juta pengikut.

Meski begitu, kejadian ini memunculkan kekhawatiran mengenai privasi dan perlindungan anak. Sebab, bukan hanya sang bocah, anak-anak lain yang ikut bertanding juga berpotensi terekspos kepada ribuan penonton, melalui siaran langsung tanpa persetujuan orang tua mereka.

Bunda, bakat anak memang patut didukung dan dikembangkan. Namun, jangan sampai ambisi dan popularitas membuat anak kehilangan kesempatan menikmati masa kecilnya, ya.

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda