psikologi

Tenangkan Anak Rewel dengan Iming-iming Sesuatu, Oke Nggak?

Radian Nyi Sukmasari 25 Apr 2018
Tenangkan Anak Rewel dengan Iming-iming Sesuatu, Oke Nggak?/ Foto: thinkstock Tenangkan Anak Rewel dengan Iming-iming Sesuatu, Oke Nggak?/ Foto: thinkstock
Jakarta - Anak merengek dan rewel pasti bikin pusing ya, Bun. Kadang, supaya anak nggak rewel kita lakukan apapun deh supaya mereka anteng. Salah satunya dengan mengiming-imingi anak sesuatu kayak makanan atau barang.

Sepupu saya pernah nih, Bun, melakukan itu. Anaknya yang berumur 3 tahun rewel karena bangun tidur dan dia pun menyuruh si kecil diam dengan menawari es krim. Berhasil! Si anak pun diam ketika bundanya ngasih dia es krim. Melihat itu, saya jadi berpikir nih, itu termasuk mengiming-imingi anak nggak ya?

Misalkan sepupu saya nggak punya es krim atau sesuatu lain yang ditawarkan, anaknya yang rewel nggak bakal anteng dong, batin saya. Hal ini saya tanyakan ke psikolog anak dari Tiga Generasi Chitra Annisya, Kata Chitra, mengiming-imingi anak pada dasarnya adalah bentuk pengalihan.

"Positifnya memang bener itu bentuk pengalihan tapi negatifnya itu bentuk menyuap juga. Secara nggak langsung kita mengajarkan anak dengan memunculkan perilaku tertentu dia bisa dapat sesuatu yang dimau," kata Chitra waktu ngobrol sama HaiBunda.



Nanti, Bun, proses belajar anak jadi kayak gitu. Dia diberi keinginan saat perilaku negatifnya muncul maka dia akan mengulang itu, logikanya kayak gitu. Makanya, Chitra menyarankan lakukan pengalihan dengan hal lain misalnya anak diajak nyanyi atau main. Atau misalnya anak ikut orang tua ke suatu acara dan dia bosan, coba kita alihkan dengan menyamankannya.

"Dia tahu kalau orang tua hadir, ada buat dia. Orang tua mendengar dan memahami kalau anak nggak nyaman. Jadi anak berpikir oke aku bukan dicueki tapi bunda minta aku tunggu. Bunda juga tahu aku nggak nyaman tapi ada cara lain supaya aku nyaman," tutur Chitra.

Memang sih, Bun, kita agak repot ya kalau melakukan ini. Tapi demi kebaikan anak ke depannya, sepertinya worthed ya melakukan ini, he-he-he. Hmm, gimana kalau mengalihkan perhatian anak dengan barang? Chitra bilang tergantung, Bun. Kalau kita tahu anak bosanan dan kita ajak dia ke suatu tempat, kita bawain barang kayak mainan supaya dia nggak bosan, nggak masalah.

"Itu kan barang dan sengaja kita bawa, tapi bukan suatu barang yang muncul tiba-tiba saat anak berperilaku negatif. Jadi kita kontrol keberadaan barang bukan barang itu kontrol perilaku negatif anak, termasuk saat dia rewel," tutur Chitra.


(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi