psikologi

Anak Terobsesi Dinosaurus Seperti Pangeran George? Ini Manfaatnya

Asri Ediyati Jumat, 21 Sep 2018 - 09.50 WIB
Anak Terobsesi Dinosaurus Seperti Pangeran George? Ini Manfaatnya/ Foto: Getty Images Anak Terobsesi Dinosaurus Seperti Pangeran George? Ini Manfaatnya/ Foto: Getty Images
London, Inggris - Dinosaurus adalah objek favorit anak-anak. Nggak jarang, anak-anak terobsesi dengan dinosurus, terutama jenis karnivora T-Rex. Seperti kebanyakan anak, ternyata Pangeran George memiliki obsesi pada dinosaurus. Hal ini diceritakan oleh sang ayah, Pangeran William saat berkunjung ke Rumah Sakit Anak Acorn.

Pangeran William bilang kalau putra pertamanya, Pangeran George terobsesi dengan dinosaurus. Hal ini Pangeran William sampaikan kepada gadis cilik yang sedang menggambar dinosaurus.

"George terobsesi dengan dinosaurus. Kami mempelajari semua tentang dinosaurus," kata Pangeran William dikutip dari Hello Magazine.

Jangan salah, Bun, ternyata menyukai dinosaurus ada manfaatnya, lho. Dinosaurus adalah objek ilmu dunia fosil atau paleontologi. Bukan sekadar anak menjadi pintar dalam ilmu tentang fosil karena terobsesi dengan dinosaurus tapi ada manfaat lainnya. Ahli paleontologi Kenneth Lacovara mengaku kalau dulunya ia adalah seorang anak laki-laki dengan minat yang besar terhadap dinosaurus.


Anak Terobsesi Dinosaurus Seperti Pangeran George? Ini ManfaatnyaAnak Terobsesi Dinosaurus Seperti Pangeran George? Ini Manfaatnya/ Foto: Getty Images/De Sakutin


Menurut Kelli Chen, terapis psikiatri anak-anak di John Hopkins, minat yang besar pada sesuatu bisa menjadi dorongan untuk anak-anak agar bisa percaya diri.

"Minat juga sangat bermanfaat bagi perkembangan kognitif anak. Sebuah studi tahun 2008 menemukan bahwa minat intens yang terus berlanjut, terutama dalam domain konseptual seperti ilmu perfosilan atau paleontologi, dapat membantu anak-anak mengembangkan pengetahuan dan ketekunan yang meningkat. Lalu, rentang perhatian yang lebih baik dan keterampilan pemrosesan informasi yang lebih dalam," ujarnya dikutip dari The Cut.

Singkatnya, anak-anak bisa menjadi lebih cerdas. Dalam tiga studi terpisah menemukan bahwa anak-anak yang lebih tua dengan minat yang kuat cenderung memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

"Mengajukan pertanyaan, menemukan jawaban, dan mendapatkan keahlian adalah proses belajar secara umum. Menjelajahi topik dan menguasainya adalah cara kita membentuk karir sebagai orang dewasa. Pekerjaan utama anak laki-laki adalah bermain, jadi mereka akan melakukan pekerjaan mereka untuk bermain melalui apa yang mereka minati," tutup Kelli.

(aci/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi