psikologi

Rahasia agar Anak Akur

dr Jolinda Johary Minggu, 16 Des 2018 - 19.31 WIB
Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: go dok Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: go dok
Jakarta - Saat anak terlihat akur dan harmonis satu sama lain, tentu sebagai orang tua Bunda dan Ayah akan merasakan kepuasan tersendiri. Pada kenyataannya, untuk membuat anak akur bukanlah sesuatu yang mudah memang, Bun.

Nah, agar si kakak dan si adik tetap akur ada lima hal yang bisa Bunda dan Ayah lakukan, yaitu:

1. Menciptakan lingkungan yang damai dan apresiatif

Sebagai orang tua yang mendominasi, Bunda bisa menggunakannya dengan membuat anggota rumah menjadi saling apresiatif terhadap satu sama lain. Perbanyaklah kalimat-kalimat positif dan pujian yang membuat anak merasa dihargai. Misalnya, ketika sedang makan bersama di meja makan, Bunda bisa saling mengapresiasi satu sama lain atas hal yang dilakukan.

Lontarkan kalimat seperti, "Ibu senang adik membereskan mainan setelah digunakan bermain." Dengan diberikan pujian sebagai tanda apresiasi, anak akan lebih terpacu untuk terus berbuat baik dan mencontoh perilaku Bunda untuk mengapresiasi hal yang dilakukan oleh orang lain.



2. Jangan bandingkan anak satu sama lain

Ada baiknya Bunda tidak membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya. Membandingkan kemampuan anak akan membuatnya merasa tersakiti dan tidak percaya diri. Padahal, anak yang satu belum tentu lebih baik dari satunya di bidang yang lain, begitu pula sebaliknya. Dalam hal ini penting bagi Bunda untuk mengenal kepribadian anak yang satu dengan yang lainnya.

Ilustrasi ibu dan anakIlustrasi ibu dan anak/ Foto: Istock
3. Hargai kebutuhan anak

Setiap anak memiliki minat dan bakat yang berbeda, untuk itu Bunda harus mengetahui bakat anak satu dengan yang lainnya. Untuk itu, pada beberapa kondisi, Bunda tidak dapat menyeragamkan kebutuhan anak-anak, ya. Setiap anak terlahir dengan minat dan bakat yang berbeda. Jika terbiasa membelikan barang yang sama untuk anak, Bunda bisa menggantinya dengan barang berbeda yang sesuai dengan minat dan bakat si anak. Dengan demikian, anak akan lebih merasa dihargai dan belajar untuk memahami perbedaan.

4. Buat anak menjadi satu tim yang sama

Dalam hal ini, Bunda bisa mengajarkan anak-anak untuk biasa bekerja sama dalam satu tujuan. Dari sana, anak akan belajar bahwa untuk mencapai sesuatu butuh kerjasama, bukan perselisihan. Bunda pun bisa melatih anak dengan membuat satu celengan yang akan diisi setiap kali anak-anak berbuat baik satu sama lain. Atau, ajak anak bermain tanpa bertengkar. Ini juga melatih anak untuk saling berbagi hasil dengan sama rata.

5. Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri

Bunda mungkin saja jengah dengan pertengkaran yang tidak kunjung usai. Namun, ada baiknya orang tua menahan diri untuk tidak mencampuri permasalahan mereka. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk menghentikannya? Bunda bisa mengajak masing-masing anak bicara untuk mengetahui lebih dalam. Jika Bunda mendisiplinkan anak di depan anak yang lainnya, anak tersebut akan merasa dipermalukan di depan yang lain.

Ketika anak terlibat diperselisihan, Bunda tidak perlu terburu-buru memisahkan keduanya. Setiap anak wajar untuk memiliki hari yang buruk dan perspektif yang berbeda. Oranh tua hanya perlu mengetahui bahwa Bunda akan ada dan hadir untuk menyelesaikan masalah bersama, bukan memarahi keduanya.

*dr Jolinda Johary saat ini bergabung dengan go dok


(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi