Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Yang Perlu Dilakukan Agar Emosi Tak 'Meledak' Saat Kesal Sama Anak

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Senin, 06 Nov 2017 15:05 WIB

Lagi lelah, anak bertingkah. Nggak jarang Bunda dibuat kesal sampai emosi pun tersulut.
Foto: Ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Lagi lelah, si kecil bertingkah. Ditambah di kantor atau sama suami ada masalah. Waduh, kalau nggak ditahan-tahan rasanya kayak mau 'meledak' alias emosi banget ya, Bun.

Saat sudah marah dan lepas kontrol, nggak jarang kita melakukan sesuatu yang semestinya nggak dilakukan. Misalnya, mengucapkan kata-kata kasar ke anak. Setelahnya, penyesalanlah yang ada. Hiks. Nah, kalau Bunda lagi marah, psikolog anak dan remaja, Yasinta Indrianti MPsi dari EduPsycho Research Institute menyarankan untuk diam lebih dulu, Bun.

"Kelola emosi lebih dulu karena kalau sudah kelepasan dan kata-kata sudah terlanjur diucapkan, susah ditarik. Anak juga sudah terlanjur menangkap kemarahan kita. Bukan hukuman tapi emosi yang ditangkap anak. Jadi anak juga terlanjur terluka dan itu akan lebih sulit untuk menyembuhkan lukanya lho," papar wanita yang akrab disapa Sinta ini.

Baca juga: Saat Marah dan Ingin 'Meledak', Coba Lakukan Ini Ya, Bun

Terus, apa yang bisa kita lakukan dalam kondisi kayak gitu? Sinta bilang, ambil waktu sebentar lalu tenangkan diri. Ini lebih baik dilakukan daripada melepaskan semua kemarahan supaya lega namun nyatanya berdampak pada tumbuh kembang anak.

Sinta mengatakan, ketika anak bertingkah dan berbuat salah, cara mengontrol emosi ke anak biar nggak 'meledak' yaitu diam dulu dan tarik napas supaya Bunda dan Ayah bisa berpikir jernih sehingga tahu dan sadar apa salah anak dan apa sih yang harus diedukasi ke anak.

"Kalau saya, ketika anak saya tantrum apalagi di tempat umum misal dia minta mainan ya saya diamkan aja dulu. Biar dia nangis kayak apa nanti dia pasti lelah dan tenang kok. Nah ketika dia tenang baru deh saya bilang ke anak, 'Nak, Ibu nggak bawa uang lebih jadi kita nggak bisa beli mainan itu'. Lebih baik kayak gitu dibanding kita marah apalagi mukul anak hanya supaya dia diam," papar Sinta.

Hal-hal kayak gini bisa berefek ke kepribadian atau tumbuh kembang anak hingga dewasa nanti lho, Bun. Karena itu perlu banget kita menjaga emosi terutama berupa kata-kata karena kesal ke anak karena anak bisa menyerap semua yang ia dapat dari lingkungan terutama dari orang tua.

Kata-kata labeling seperti 'Kamu bodoh banget' juga baiknya dihindari ketika orang tua kesal dan emosi. Karena, kata-kata kayak gitu bisa mengubah konsep diri anak bahkan membuat mereka merasa rendah diri. Sementara itu, psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Anna Dauhan, mengingatkan kalau memang capek banget, mungkin Bunda butuh me time atau istirahat sedikit lebih lama.

"Coba atur istirahat dengan memperbaiki management waktu. Selain itu kita perlu mendelegasikan tugas. Jangan berpikir 'saya semua yang harus melakukan'. Apapun yang bisa didelegasikan ya delegasikan agar kita punya waktu untuk diri sendiri," saran Anna.

Baca juga: Kenapa ya Saat Takut Anak Terluka, Kita Malah Jadi Marah?

(rdn)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda