HaiBunda

TRENDING

Kreatif! Seorang Ibu Bikin Replika Dirinya agar Anak Tak Nangis

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 18 Dec 2019 14:20 WIB
Replika Fuki Sato/ Foto: Twitter @sato_nezi
Jakarta - Terkadang ada anak yang suka menangis jika ditinggal sang ibu. Akibatnya, sang ibu enggak bisa jauh-jauh dari anaknya.

Baru-baru ini, seorang ibu dari Jepang bernama Fuki Sato membuat ide kreatif agar putranya enggak nangis saat ditinggal. Ia membuat replika dirinya dari papan kardus.


Suami Sato membagikan video singkat saat anaknya ditinggal main di ruang tamu dalam akun @sato_nezi. Terlihat Sato meninggalkan ruangan sambil menempatkan replikanya di dapur, tempat yang terlihat oleh putranya.


Sang putra yang bermain, beberapa kali menoleh mencari ibunya. Saat melihat replika sang ibu di dapur, ia tampak tersenyum dan lanjut bermain.

Ada dua replika Sato ditaruh dalam rumah. Satu dalam posisi berdiri di dapur, satu lagi duduk simpuh di dekat TV.

Replika Fuki Sato/ Foto: Twitter @sato_nezi

Sato dan suaminya sengaja membuat replika ini agar anaknya yang berusia satu tahun tidak menangis saat ditinggalkan ibunya. Ia ingin putranya merasa sang ibu selalu ada di sekitarnya.

"Ini sulit karena anak saya yang berusia setahun langsung menangis begitu ibunya menghilang," kata suami Sato, dikutip dari Daily Mail.

"Untuk mengatasinya, saya bereksperimen dengan membuat replika seukuran ibunya. Hasilnya, dia tidak menyadari sampai 20 menit. Replika ini mungkin bisa berguna," sambungnya.

Video ini sendiri telah ditonton sekitar 2 juta orang, Bun. Banyak yang memuji ide pasangan ini.

Replika Fuki Sato/ Foto: Twitter @sato_nezi

Anak yang masih kecil memang wajar jika enggak bisa jauh dari ibunya. Mengutip Slate, hal ini bisa menjadi tanda jika anak menganggap kita sebagai 'tempat yang aman'. Bayi atau balita mengembangkan rasa aman pada seseorang yang mengasuhnya.

Menurut peneliti dari University of Minnesota, Alan Sroufe, perilaku ini alami, Bun. Bayi atau balita mencari dukungan dan perlindungan.

"Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membiarkan mereka terus melakukan itu. Mereka akan mencari yang dibutuhkan, kemudian akan kembali bereksplorasi dan bermain bersama teman-temannya," kata Sroufe.

Sebaiknya jangan menolak jika anak ingin dekat. Tapi, jangan pula memanjakan ya.


"Sering kita lihat anak-anak ingin dekat, tapi orang tuanya memaksa untuk menjauh. Ini hanya membuat anak ingin semakin dekat atau tidak bisa jauh dari orang tuanya," ujar Sroufe.

Simak juga keseruan Fairuz A Rafiq dan dr.Reisa liburan bareng di video berikut:

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Parenting Nadhifa Fitrina

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

Parenting Tim HaiBunda

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Fakta Mengejutkan Tragedi Pura-pura Hamil di Balik Kasus Taylor Parker yang Diangkat di Netflix

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

Terlahir Tanpa Rahim, Bunda Ini Tak Menyerah & Kini Jalani Program IVF demi Punya Momongan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK