HaiBunda

TRENDING

Kepanikan Warga Bogor Lihat Pria Meninggal Saat Salat di Masjid

Annisa Afani   |   HaiBunda

Minggu, 19 Apr 2020 14:46 WIB
Ilustrasi orang meninggal/ Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff
Jakarta - Warga Bogor dikejutkan dengan seorang pria yang secara mendadak meninggal saat sedang salat Jumat, pada 17 April lalu. Warga panik karena saat ini masih dalam situasi pandemi Corona.

Dikutip dari detikcom, pria yang diketahui bernama Odang itu jatuh saat sedang salat Jumat di salah satu masjid di kampung Semplak Kaum, Desa Semplak Barat, Kemang, Bogor. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Agus Suyandi selaku Kapolsek Kemang.


Agus menjelaskan bahwa saat sedang salat, Odang secara tiba-tiba terjatuh. Lalu warga yang berada disekitarnya tak punya nyali untuk menolong, menyentuh, ataupun mendekatinya. Warga kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. Polisi dan petugas medis dari Cibinong yang datang ke TKP lengkap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).


"Kan ada SOP, sehingga penanganannya diserahkan pada yang berwenang. Bukannya tidak berani, tapi kewajibannya seperti ini," ujar Agus.

Belum ada laporan yang mengatakan bahwa korban meninggal karena COVID-19 atau bukan. Polisi juga masih menunggu kabar selanjutnya dari RSUD Cibinong untuk mengonfirmasi dugaan tersebut.

"Dugaan meninggalnya masih belum jelas, kita tunggu dari rumah sakit," tambahnya.

Agus juga menjelaskan, pihaknya tidak dapat mengimbau atau memberi larangan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di rumah ibadah, sebagaimana yang diinstruksikan pemerintah. Sehingga, pihaknya harus berkoordinasi terlebih dahulu bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Yang harus menyampaikannya Ketua MUI dan disampaikan kepada DKM-nya (Dewan Kemakmuran Masjid)," kataya.

Ia lalu menambahkan, jika secara langsung memberi tahu tentang pelarangan aktivitas keagamaan di rumah ibadah, takutnya akan menimbulkan kesalahpahaman. Sehingga, ia hanya menjalankan sesuai porsinya saja.

Seperti diimbau Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Wabah Corona Achmad Yurianto, bersama-sama kita harus yakini, bahwa penyebaran virus Corona masih ada. Kita harus lebih serius lagi, Bunda. Ada pun partisipasi yang bisa kita lakukan yaitu dengan mematuhi anjuran pemerintah.

"Tetap di rumah, menjaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Terutama di daerah-daerah yang sudah melaksanakan PSBB," kata Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di YouTube, Sabtu (18/4/2020).

"Mari kita patuhi dengan sepenuhnya hanya ini yang kita bisa lakukan. Kami mohon pada masyarakat untuk paham betul bahwa pasien sembuh mereka tidak akan menularkan penyakit lagi karena persyaratan sudah diyakinkan," sambungnya.


Ia juga berpesan, kita perlu menangani COVID-19 dengan meningkatkan imunitas diri. Pastikan kita mendapat asupan gizi cukup, sabar dan tenang, cukup istirahat, cukup beraktivitas fisik, teratur dalam hidup dan munculkan perasaan gembira di keluarga.

Simak juga yuk Bun, 5 fakta social distancing dalam video berikut:



(AFN/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

6 Kebiasaan Ini Dilakukan Seseorang yang Terlihat Lebih Muda dari Usianya

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Alasan Anak Sering Memotong Pembicaraan Menurut Psikologi

Parenting Asri Ediyati

Anak Mulai Berkata Kasar? Begini Cara Menyikapinya Menurut Harvard

Parenting Kinan

5 Potret Terbaru Ashanty Mantap Berhijab Usai Naik Haji, Curi Perhatian Publik

Mom's Life Amira Salsabila

Dampak Psikologis di Balik Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali

Parenting Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

6 Kebiasaan Ini Dilakukan Seseorang yang Terlihat Lebih Muda dari Usianya

7 Alasan Anak Sering Memotong Pembicaraan Menurut Psikologi

Alasan Ria Ricis Tak Undang Teuku Ryan ke Perayaan Ulang Tahun Moana

Deretan Publik Figur Menangis Usai Lihat Video Anak Histeris Ayah Tewas Dihakimi Massa

Mengenal IVF Add-Ons, Apakah Efektif Bantu Kesuksesan Program IVF?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK